Archive for April, 2005

So Just Call Me a Terrorist

Wednesday, April 27th, 2005

Empires have risen and exacted their might, Words changed and twisted. What once meant evil, Had its meaning heisted. So call me a terrorist.

You huff and you puff, And you blow my house down. You break my back, But I still won’t lie down. So call me a terrorist.

You strike, torment and bully, Just because she wears the veil? You seem frustrated, Seeing her faith isn’t for sale. So call me a terrorist.

Saw my brothers die across the sea today, You said not to worry about the dead. I can’t seem to help the fact, His cries keep ringing in my head. So call me a terrorist.

You bribe me with gold, silver and green, Promise me the moon and the sun. I’d reject it in a heartbeat, Just to be closer to the One. So call me a terrorist.

Tears engulfed my mother’s eyes, As she painfully looked up at me. To see her only son shackled and caged, On display for the world to see. So call me a terrorist.

You find me strange, So that makes me a stranger. Instead of glad tidings, You salute me with danger. So call me a terrorist.

I am weak, You are strong. I guess that makes you right, And makes me wrong. So call me a terrorist.

Call me wicked, Call me a fundamentalist, Call me ignorant, Or even an extremist.

Bomb me with rains of fire, Feed me your lies and poison. Engulf and surround me, In absolute destruction.

But I still ascend defiantly
through the ash and detritus. And when you see me emerge
through clouds of smoke, Raising up my tightly clenched fist, Words may escape you, So just call me a terrorist.

author : Unknown

Taken from Sabili Mailing List

Dedicated to all brave fighter wherever you are, keep the faith, brothers. Make them see His Greatness.

Agus Misyadi

Monday, April 25th, 2005

Pelita Saya bisa menebak pikiran sebagian orang yang membaca judul blog saya kali ini. Agus Misyadi, siapa dia? Saya pun merasakan hal yang sama ketika pertama kali mendengar nama itu menjadi bintang tamu dalam sebuah talk show di radio Smart FM. Saya pikir kalau seorang bintang tamu di sebuah radio semacam Smart FM, pastilah dia seorang businessman muda atau mungkin orang lain dengan prestasi yang hebat. Ketika diperkenalkan bahwa seorang Agus Misyadi "hanyalah" seorang loper koran saya tersentak, apa hebatnya loper koran ini sehingga sampai jadi bintang tamu segala? ternyata Agus Misyadi adalah seorang loper koran yang berhasil memperoleh Rp. 500,000,000 (lima ratus juta) dari kuis Who Wants to be a Millionaire di sebuah TV swasta.

Agus Misyadi secara polos dan lugas menceritakan dan menyatakan cita-citanya serta keteguhan hatinya untuk sukses. walaupun dia telah berhasil memperoleh 500 juta, tetapi saat ini dia tetap bekerja dan berusaha, tidak lantas terbuai dengan apa yang telah diperolehnya. Dia juga menceritakan bagaimana ketekunannya mengikuti dan mendengarkan acara2 Smart FM yang lebih sarat dengan cerita-cerita motivasi dan pendidikan dibandingkan dengan hiburan. Saya salut sama Agus Misyadi tapi saya juga menjadi sangat kerdil, betapa kita sering terbuai dengan siapa diri kita. Harusnya cerita Agus Misyadi ini membuat saya senantiasa berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan skill saya sampai batas maksimal yang bisa saya raih. Senin kali ini kembali menggugah semangat dan adrenalin saya. Saya harus berubah karena yang merasakan efek dari perubahan itu adalah saya sendiri. Terima kasih, Agus Misyadi, atas inspirasi yang kamu berikan hari ini.

Mau Cantik?

Thursday, April 21st, 2005

Saya menemukan tulisan ini di salah satu milis islam yang saya ikuti. Betapa besar karunia Allah yang diberikan kepada kita di dunia ini. Untuk menjadi cantik tidaklah harus menjadi kaya dan mengeluarkan uang yang banyak untuk operasi plastik, mengikuti sport club mahal ataupun membeli kosmetik yang wah. Cukup dengan menjalankan tuntunan agama yang sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Malah mungkin cara yang sederhana ini bisa mempercantik bukan saja penampilan fisik tetapi juga mempercantik rohani dan juga akhlak. Wallahu alam bis showab.

Muslimah - 05 Juni 2004 (Sumber : http://www.boemi-islam.com)

Agar wajah selalu segar, berseri-seri, dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri.
Lalu ambillah sajadah, shalat, berdikir, berdoa.

Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah ‘olah raga’. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dll, cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh.
Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -
Allah SWT dengan dzikir dan doa.

Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan ‘kata kunci’ “Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii” “Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku” (HR Ahmad).

Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakaimenyombongkan diri atau takabur.

Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.

Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

sumber : Lizsa A/fahima

21 APRIL 2005 HARI YANG ISTIMEWA

Wednesday, April 20th, 2005

21 APRIL 2005 HARI YANG ISTIMEWA

Hari ini 21 April 2005 merupakan hari yang Istimewa, karena hari ini bertepatan dengan hari kelahiran seorang yang kita cintai sepanjang hayat. Kelahiran seorang manusia sebetulnya merupakan perkara yang biasa saja. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dunia ini tidak henti-hentinya menyambut bayi-bayi manusia yang baru lahir. Karena perkara yang biasa-biasa saja, tidak terasa bahwa dunia ini telah dihuni lebih dari 6 miliar jiwa.

Karena itulah barangkali, Nabi kita, Rasulullah Muhammad saw., tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa. Demikian juga keluarga maupun para sahabat beliau. Wajar jika dalam Sirah Nabi saw. dan dalam sejarah otentik para sahabat beliau, sangat sulit ditemukan tentang adanya fragmen Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., baik yang dilakukan oleh Nabi saw. sendiri maupun oleh para sahabat beliau. Sebab, sebagaimana manusia lainnya, secara fisik atau lahiriah, memang tidak ada yang istimewa pada diri Muhammad SAW sebagai manusia, selain beliau adalah seorang Arab dari keturunan yang dimuliakan di tengah-tengah kaumnya. Wajarlah jika Allah SWT., melalui lisan beliau sendiri, berfirman:
Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian…” (QS Fushshilat [41]: 6).

Lalu mengapa setiap tahun kaum Muslim saat ini begitu antusias memperingati Maulid Nabi Muhammad saw.; sesuatu yang bahkan tidak dilakukan oleh Nabi saw. sendiri dan para sahabat beliau?

Berbagai jawaban atau alasan dari mereka yang memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. biasanya bermuara pada kesimpulan, bahwa Muhammad saw. memang manusia biasa, tetapi beliau adalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu; beliau adalah pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kelahirannya sangat layak diperingati. Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sendiri tidak lain merupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan (ta’zhiman wa takriman) terhadap beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul; sebagai pembawa risalah sekaligus penebar rahmat bagi seluruh alam.

Jika memang demikian kenyataannya, kita dapat memahami makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan setiap tahun oleh sebagian kaum Muslim saat ini, yakni sebagai bentuk pengagungan dan penghormatan beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul Allah. Itulah yang menjadikan beliau sangat istimewa dibandingkan dengan manusia yang lain. Keistimewaan beliau tidak lain karena beliau diberi wahyu oleh Allah SWT, yang tidak diberikan kepada kebanyakan manusia lainnya.
Allah SWT berfirman (masih dalam surah dan ayat yang sama):
Katakanlah, “Sungguh, aku ini manusia biasa seperti kalian. (Hanya saja) aku telah diberi wahyu, bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, tetaplah kalian istiqamah pada jalan yang menuju kepada-Nya.” (QS Fushshilat [41]: 6).

Makna Kelahiran Muhammad saw.

Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia, agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa-selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka-jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Sebab, Allah SWT telah berfirman:
Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).

Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw.-yang antara lain diekspresikan dengan Peringatan Maulid Nabi saw.-sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya, maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja.

Allah SWT berfirman:
Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31) .

Dalam ayat di atas, frasa fattabi’uni (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshish), pembatasan (taqyid), atau penekanan (tahsyir) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw. Demikian juga dalam firman Allah SWT berikut:
Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik. (QS al-Ahzab [33]: 21).

Ayat di atas juga bermakna umum; tidak membatasi bahwa keteladanan Rasulullah saw. yang baik hanya dalam masalah ibadah ritual atau akhlaknya saja.

Dengan demikian, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan. Sebab, Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (’uqubat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak.

Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan segala perbuatan maksiat, tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem kapitalisme; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam, juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam ?

Kelahiran Nabi saw.: Kelahiran Masyarakat Baru

Sebagaimana diketahui, masa sebelum Islam adalah masa kegelapan, dan masyarakat sebelum Islam adalah masyarakat Jahiliah. Akan tetapi, sejak kelahiran (maulid) Muhammad saw. di tengah-tengah mereka, yang kemudian diangkat oleh Allah sebagai nabi dan rasul pembawa risalah Islam ke tengah-tengah mereka, dalam waktu hanya 23 tahun, masa kegelapan mereka berakhir digantikan dengan masa ‘cahaya’; masyarakat Jahiliah terkubur digantikan dengan lahirnya masyarakat baru, yakni masyarakat Islam.

Sejak itu, Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin di segala bidang. Ia memimpin umat di masjid, di pemerintahan, bahkan di medan pertempuran. Ia tampak seperti seorang dokter jiwa yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi jiwa yang memancarkan peradaban. Ia juga seorang politikus yang berhasil mempersatukan suku-suku Arab hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Ia juga pemimpin ruhani yang melalui aktivitas ibadahnya telah mengantarkan jiwa para pengikutnya ke alam kelezatan samawiah dan keindahan suasana ilahiah.

Karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa makna terpenting dari kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah keberadaannya yang telah mampu membidani kelahiran masyarakat baru, yakni masyarakat Islam; sebuah masyarakat yang tatanan kehidupannya diatur seluruhnya oleh aturan-aturan Islam.

Sebuah Renungan

Dari paparan di atas, jelas bahwa Peringatan Maulid Nabi saw. sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan.

Karena aturan-aturan Islam-sebagaimana aturan-aturan lain-tidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara politik dakwah Rasulullah saw. akan mengancam kedudukan dan kekuasaan mereka. Itulah yang menjadi alasan orang-orang seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Walid bin Mughirah, dan para pemuka bangsa Arab lainnya sangat keras menentang dakwah Rasulullah saw.

Akan tetapi, semua penentangan itu akhirnya dapat diatasi oleh Rasulullah sampai beliau berhasil menegakkan kekuasaannya di Madinah sekaligus melibas kekuasaan mereka di Makkah. Rasulullah saw. bahkan berhasil menegakkan kekuasaan Islam sekaligus menghancurkan kekuasaan orang-orang kafir di seluruh jazirah Arab.

Walhasil, dakwah seperti itulah yang juga harus dilakukan oleh kaum Muslim saat ini, yakni dakwah untuk menegakkan kekuasaan Islam yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam. Hanya dengan itulah Peringatan Maulid Nabi saw. yang diselenggarakan setiap tahun akan jauh lebih bermakna.

Sebagai catatan akhir, marilah kita sambut seruan dakwah Islam dengan melibatkan diri bersama-sama dengan para pengemban dakwah untuk menegakkan syariat Islam dan membidani lahirnya kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, dalam wadah Daulah Khilafah Islamiyah .

Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rasul-Nya jika Allah dan Rasul-Nya menyeru kalian menuju sesuatu yang akan menghidupkan kalian. (QS al-Anfal [8]: 24).

Taken without permission from Sabili Mailist April 21, 2005

Selamat Hari Kartini …

Wednesday, April 20th, 2005

Selamat Hari Kartini ...Selamat Hari Kartini ...Selamat Hari Kartini ...

21 April… Hari kartini.

Dulu, ketika masih di bangku sekolah, biasanya pada hari ini diperingati dengan berbagai kegiatan yang berbau "Wanita" temen2 wanita biasanya memakai pakaian daerah, suka ada lomba masak, memakai kebaya, menjahit dan sebagainya. Masih ada nggak ya, hari ini peringatan hari kartini semacam itu? Ada seorang teman yang bergaya "liberal dan modernis" suka mengatakan kepada saya bahwa kegiatan semacam itu tidak ada gunanya dan sangat monotonis. bukan hanya rekan pria tapi juga kawan wanita yang sudah merasa "bebas dan sejajar" dengan pria merespon dengan hal yang sama. bahkan mungkin ada beberapa yang malu merayakan hari kartini, ada yang bilang ribet, repot, buang-buang duit, gengsi atau apalah yang semakin mengecilkan penghargaan mereka terhadap hari Kartini (ini menurut saya pribadi lho).

Kalau dicermati dengan lebih mendalam, serepot apa sih kita meluangkan satu hari sata untuk mengenang jasa beliau yang telah berani mendobrak tradisi dan kesewenang-wenangan terhadap wanita. saya kok yakin apabila wanita-wanita sekarang berada dalam kehidupan dan kondisi sosial yang sama dengan Kartini belum tentu mempunyai keberanian yang besar untuk memikirkan perjuangan hak wanita. Yang ada saat ini justru banyaknya perjuangan hak wanita yang kebablasan. Its ok lah kalau urusan kesetaraan di bidang hukum, sosial, ekonomi, dan masalah duniawi yang lain. tapi lebih banyak lagi yang menantang ketentuan agama mengenai kesetaraan wanita. Wanita banyak yang merasa penting untuk sejajar di mata laki-laki dibandingkan di mata Tuhannya sendiri. Kadang lebih bangga memakai pakaian minim, wajah menor, lekuk tubuh nonjol2 daripada menjaga auratnya secraa tertutup. Padahal yakinlah bahwa penghargaan yang maha kuasa terhadap seseorang bukan berasal atau tercermin pada penghargaan sesama makhluknya, apalagi penghargaan atas dasar pengumbaran hawa nafsu. Sesungguhnya agama dan Maha pencipta mencintai kalian bukan karena kecantikan, kemolekan tubuh, karir di pekerjaan tetapi karena siapa dan bagaimana kalian menjalani hidup. Yah sudahlah, kalau memang belum sama channel - nya emang suka pada nggak nyambung orang-orang ini.

Kembali ke hari Kartini, samapai kapanpun dan sampai semodern apapun kehidupan ini, satu hal yang mesti kita ingat dan hargai adalah jasa bagi orang-orang yang telah berjuang untuk kebaikan kehidupan kita saat ini. Seorang Pahlawan adalah untuk dikenang, bukan berarti mengenang untuk mengkultuskannya, tapi mengenang untuk belajar dari pribadinya dan semangatnya. Semangat Kartini bukan semangat perempuan biasa, semangat Kartini adalah semangat perempuan istimewa. Semoga akan tumbuh dan bermunculan perempuan-perempuan istimewa di negeri yang butuh penyangga yang tangguh dan berbudi luhur ini. Ingatlah bahwa sesungguhnya Wanita adalah tiang negara.

Selamat Hari Kartini…

Ibu Kita Kartini

Ibu Kita Kartini Ciptaan: W.R. Supratman

Ibu kita Kartini, putri sejati

Putri Indonesia, harum namanya

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa

Pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Ibu kita Kartini,

Putri jauhari Putri yang berjasa, se-Indonesia

Ibu kita Kartini, Putri yang suci

Putri Yang merdeka, cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Ibu kita Kartini, pendekar putri.

Pendekar kaum ibu, se-indonesia.

Ibu kita Kartini, penyuluh budi, Penyuluh Bangsanya, kar ‘na cintanya.

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Lyrics taken from Tiacers mailist without legal permission. In commemoration of our National Notable person, RA Kartini.

Menjadi Manusia Luar Biasa

Tuesday, April 19th, 2005

000_0003aa"We were Champion" -TMMIN Finance Division Football Club-

Saya memperoleh bacaan yang bagus lagi nih dari sebuah milis yang saya ikuti. Sebenarnya isinya tidaklah begitu istimewa dan bukanlah hal yang baru tetapi betapa selama ini saya kurang mendalami makna yang ada di sekitar saya. Untuk menjadi pemenang kita tidak harus terlahir dahulu untuk menjadi pemenang. A champion is not born, it is created by experience, by determination, and by knowledge. Bacaan yang saya dapatkan ini memberi inspirasi dan tenaga yang saya butuhkan untuk tetap optimis dan fight di segala situasi, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak mungkin hanya mungkin terjadi bila kita membiarkannya untuk terjadi. There’s no impossible possibility, there’s only possible impossibility. Kita harus tanamkan itu semua di hati kita. Di hati saya, hati anda, hati keluarga kita dan sampai semangat anak cucu kita, semoga semangat fight pantang menyerah mampu membuat bangsa kita sedikit, demi sedikit mencapai permukaan keterpurukan. Saya harap bukan hanya saya yang mendapatkan inspirasi dari tulisan di bawah ini, tapi siapapun yang sempat mampir dan membaca blog ini.

Saya jadi teringat sebuah perkataan dari kawan baik saya, Mas PAW, dimanapun dia berada, dia pernah mengatakan bahwa sesungguhnya kita yang ada di dunia ini adalah pemenang. Renungkanlah bahwa kita berasal hanya dari sebuah sperma dan sel telur. Sel telur hanya dapat dibuahi oleh sebuah (seekor?) sperma, padahal berdasarkan pelajaran biologi, ada berjuta-juta sperma yang berebut membuahi sel telur dalam sebuah coitus, bayangkan, dari satu juta, there’s only one can manage to be a winner. Maka apa yang membuat kita kecil hati dengan orang lain? hidup ini adalah arena dimana sang Champion berinteraksi dan bersaing. hence, why are we necessary to be afraid? what are we afraid for?

******************************************************************************************************************

*** Manusia Luar Biasa ***

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari Acara Benteng Takeshi, di TPI, Sebuah keOptimisan dan keyakinan. Tampak dari seluruh peserta kata-kata "Saya Pasti Bisa", sebuah kata yang jarang ditemui oleh kita-kita di Indonesia. Kata-kata dan keyakinan bahwa "Saya pasti berhasil", walaupun pada akhirnya mereka kalah. Namun kekalahan itu adalah kekalahan dari kegagalan, bukan kekalahan akibat mereka tidak bertanding.

Pada zaman dahulu ada pula seorang Ninja, ia adalah seorang Ninja yang bodoh, dan suatu hari ia ingin menantang seseorang Ninja lain yang jauh lebih pandai. Oleh orang-orang lain, ninja bodoh itu ditertawakan karena ia dianggap pasti kalah, namun Ninja Bodoh itu menjawab, "Ada kalanya seseorang harus terus berjuang, dan berani bertarung, walaupun ia tahu bahwa dirinya pasti kalah".

Saya pernah punya seorang teman, sebut saja A, sebenarnya ia tidaklah terlalu pintar, tidak pernah mendapat urutan 5 besar di kelas, namun ia hampir selalu ikut dalam setiap perlombaan, tidak peduli bagaimanapun hasilnya namun selama ia masih ada waktu, maka ia akan selalu ikut. Hal yang berbeda dengan teman saya satunya lagi, sebut saja B, ia tergolong siswa yang amat berprestasi, namun setiap ada lomba, ia lebih memilih mundur dengan alasan, "Ah paling-paling yang menang nanti si X",

Saya pernah mengikuti perlombaan di Surabaya, disana kami tergolong peserta yang "Ndeso", Yang dijamin akan kalah melawan peserta lain, Terutama dari SMA Favorit se Jawa Timur, sebut saja, SMK Darul ‘Ulum, SMAN 5 & 6 Surabaya, Petra 1-3, dll. Namun satu hal yang saya tanamkan dalam tim kami bahwa Kita akan meraih Juara. Sehingga setiap menghadapi pengumuman peserta yang lolos ke babak berikutnya, kami pun belajar untuk materi babak selanjutnya (padahal hasil belum diumumkan). Begitulah sehingga kami yang merupakan tim underdog atau bahkan tim lapis ke 5 (dibawahnya cadangan) mampu lolos ke Final, mendapatkan sepuluh besar, walaupun tidak juara 1. Ini lebih disebabkan ketidakmampuan kami dalam penguasaan materi.

Pada zaman kekhalifahan Islam pernah ada seorang Panglima Perang bernama Jabal Tariq, yang dengan jumlah pasukan cenderung minim, mendarat di sebuah batu karang tepi pantai untuk membebaskan suatu daerah dari kekuasaan seorang Penguasa Zhalim. Setibanya di Pantai, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal. Lalu ia berkata pada pasukannya, "Tidak ada lagi jalan ke Belakang, Di Belakang adalah laut, dan di Depan adalah musuh, Jika kalian tetap ingin hidup, tidak ada cara lain selain mengalahkan mereka", maka pasukan itu pun terus maju, dan akhirnya pasukan itu pun menang. Dan selat itupun sekarang dinamai selat Jibraltar.

Toni Tegar Sahidi

Ponorogo, East Java, Indonesia

***************************************************************************************************

Taken from Sabili Mailist April 19, 2005 without legal permission.

*** New Hope ***

Tuesday, April 19th, 2005

I’m still around the intersection, the final decision has not been taken yet. But I have had a good news to depend on. I ‘ve passed the initial test, the approaching challenge would be some interview session with some user. Definitely this moment is not a pleasant moment for me, the closer I step, the shudderer I become. However the last result has given me a new hope of my journey of life. I hope I wont make any mistake during the moment I walk through. I can see better view from the place I would be rather than my current one. Its a new hope for me, Please give me Your sign and permission.

Intersection

Thursday, April 14th, 2005

Yesterday, I got call from a HRD person of a well known Bank. She expected me to attend a test for a vacant assistant manager position in her bank. I felt shocked, It was the third times she called me. The previous two call from her could not be fulfilled as it was approaching yearly accounting closing in my recent company. I know there must be something behind this enormous opportunity. I had it bounced back last time so I think this time I must struggle. I confirmed my attendance to her. What could I say more.

From advises of my friend, this opportunity should be taken as there will be slight possibility that this kind of situation would happen twice. Comparing to the remuneration of my present job, I think this new opportunity offers me more. I will be able to join an institution that in line with my specialty and interest. Eventhough my present job is aligned enough with my specialty, I guess, I need more focus environment to help me grow. Being a member of a institution that has core competence in Finance will be great experience and profitable portfolio for me in the future. Not only the remuneration, the location of its office is near enough from my present residence, so I think I can kill two birds in one shot.

One thing that makes me anxious, If I could make it, I must leave my "family". This company has become such a lovely family for me. I found friends, brothers, fathers and mothers here. In the first time I joined this company, I felt so lonely. Nonetheless after I knew them deeper I know this is a wonderful place to work with. I’m talking about the personal relationship among the employee not about the management or some compensation system. I admit that I have suffered so much dissappointment here, but everytime I feel it, I try not to sweat with it. I just make it flowing and try to accept it.
I try not to overconfidence that I could make it successfully. Right now thing that I can do is only praying that Allah will give the best way for me. I hope whatever the result will be, It would be the perfect ladder to reach the star of my life.

The big moment is tomorrow.

Eternal Sunshine of Spotless Mind

Tuesday, April 12th, 2005

"You can erase someone’s mind, but you cannot erase someone’s heart"

Index_1

Mungkin makna itu yang ingin disampaikan oleh film yang dibintangi oleh Jim Carrey, Kate Winslet, Kirsten Dunst, Mark Ruffalo dan Elijah Wood yang saya tonton minggu lalu. Walaupun sudah selang seminggu terkadang saya masih kepikir dengan makna yang lumayan dalam, buat saya, yang terkandung dalam film tersebut. Film itu pun saya beli nggak sengaja, karena ketika saya jalan-jalan ke ITC Permata Hijau, saya bermaksud membeli DVD Constantine (Keanu Reeves) pesanan adik saya. namun karena kualitasnya belum baik (ups… saya beli bajakan lho bukan di Disctarra) jadi saya coba browse DVD yang kira-kira kalau ditonton masih masuk akal (maksudnya saya nggak tertidur karenanya).

Dengan Plot cerita yang terbolak balik (flashback), saya sangat menikmati jalannya cerita itu, terlebih lagi, urutan ceritanya membuat saya penasaran, hubungan seperti apa sih yang terjadi antara Joel (carrey) dan Clementine (Winslet). Sebenarnya kalau saya boleh mereka ulang cerita itu, Joel berkenalan dengan Clementine di sebuah perpustakaan, hubungan mereka berlanjut, dan sepertinya sangat asyik dan dekat. namun mungkin karena intensnya dan dekatnya hubungan mereka, sikap arogan antara Joel dan Clementine timbul. Mereka bertengkar hebat yang membuat Clementine sangat ingin melupakan Joel. Maka pergilah Clementine ke sebuah klinik yang membantu orang -orang melupakan masalahnya dengan cara menghapus memori tentang suatu kejadian atau orang yang ingin dilupakannya.

Karena kekecewaannya atas keputusan Clementine, Joel pun memutuskan untuk menghapus memorinya pula. Di saat pelaksaan penghapusan memori itulah joel tersadar untuk mengurungkan niatnya, berbagai scene lucu terjadi disini dan saya sangat mengagumi jalan cerita dan aliran kreatifitas dari pembuat film ini. benar-benar film yang cerdas dan berisi. Berbagai intrik diungkap juga disini termasuk bagaimana salah satu pegawai klinik memanfaatkan Ingatan clementine untuk mendekatinya dan bertindak seolah-olah dia adalah Joel. Walaupun penghapusan ingatan itu berhasil namun hati takkan pernah bohong. Joel dan Clementine secara tak sadar mengikuti kata hatinya untuk bertemu di suatu tempat, pertemuan di sebuah kota dan pada saat perjalanan pulang membuat mereka dekat kembali. kedekatan mereka membawa mereka kembali dekat dan bersatu. Walau memori mereka terhapus satu sama lain tapi hati mereka tetap tidak saling melupakan.

what a beautiful movie…

Mengesakan Allah : Hanya Menyembah Allah Semata

Monday, April 11th, 2005

Nasihat hari ini. disela-sela kesibukan duniawi, terima kasih atas nasihat yang berharga ini, mengingatkanku tentang hakekat agama sebenar-benarnya.

Dari www.nizami.org:

Dasar Islam: Tauhid - Mengesakan Allah

Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah dengan misi menyampaikan kalimat Tauhid, yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah. Seorang Muslim wajib beriman atau mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Sebagaimana TV, Mobil, Kulkas, dan lain-lain yang tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa ada pembuatnya, begitu pula langit, bumi, bintang, matahari, manusia, dan lain-lain. Tentu ada yang membuatnya, yaitu Allah!

"Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?" [Al Kahfi:37]

"Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mu’min."[Al 'Ankabuut:44]

Setelah mempercayai keberadaan Tuhan, ummat Islam wajib beriman bahwa Tuhan itu satu. Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah dengan misi menyampaikan kalimat Tauhid, yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah:

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa".

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya"." [Al Kahfi:110]

Nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim juga mengajarkan tauhid kepada ummatnya, yaitu agar hanya menyembah satu Tuhan, yaitu: Allah, dan tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)," [An Nahl:120]

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." [An Nahl:123]

Luqman yang saleh pun dalam Al Qur’an diceritakan menasehati agar anaknya tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"." [Luqman:13]

Seharusnya setiap orang tua mencontoh Luqman untukmenanamkan ajaran Tauhid kepada setiap anaknya.

Dalam Islam, mengesakan Allah adalah rukun yang pertama. Jika seorang masuk Islam, dia harus menyatakan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya:

"Hadis Ibnu Umar r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: Islam ditegakkan di atas lima perkara yaitu mengesakan Allah, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan mengerjakan Haji " [HR Bukhori-Muslim]

Sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang Maha Pencipta:

"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." [Al An'aam:79]

"Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka." [Al An'aam:1]

Jika ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah, misalnya berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sia-sia, karena berhala itu bukanlah Tuhan yang Maha Pencipta. Justru berhala itulah yang dibuat oleh manusia:

"Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang." [Al A'raaf:191]

"Katakanlah: "Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa`at?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."[Al Maa-idah:76]

Menyembah Yesus atau Isa sebagai Tuhan adalah dosa yang amat besar. Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sedang Yesus atau Isa bukanlah pencipta alam semesta. Yesus atau Isa adalah seorang manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya, Siti Maryam:

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." [Al Maa-idah:72]

Sesungguhnya, kafirlah orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu bisa beranak dan dilahirkan layaknya manusia, sehingga ada lebih dari 1 Tuhan seperti Tuhan Bapa dan Tuhan Anak. Bagaimana Allah bisa punya anak, padahal dia tidak punya istri? Adakah (na’udzubillah min dzalik!) mereka mengira bahwa Tuhan berzina dengan Maryam sehingga punya anak di luar nikah? Allah SWT membantah kebohongan itu:

"Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu." [Al An'aam:101]

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

"Katakanlah: Allah itu Satu

Allah tempat meminta.

Dia tidak beranak dan tidak diperanakan

Dan tak ada satu pun yang setara dengannya"

[Al Ikhlas 1-4]

Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan adalah dosa yang amat besar:

"Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." [Al Hajj:31]

Jelas sekali bukan ayat Al Qur’an di atas bagi orang-orang yang berpikir atau berakal bahwa syirik itu adalah perbuatan sesat dan dosa. Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan itu adalah dosa yang tidak terampuni. Ini adalah perkataan Allah SWT sendiri yang tertulis di dalam kitab suci Al Qur’an:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." [An Nisaa':48]

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." [An Nisaa':116]

Jika seseorang melakukan kemusyrikan, maka sia-sialah amalnya meski mereka banyak berbuat hal-hal yang dianggap oleh manusia "baik":

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [Al An'aam:88]

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." [Az Zumar:65]

"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka." [At Taubah:17]

Sesungguhnya, Tauhid (Mengakui Tuhan itu ada dan satu, yaitu Allah SWT), adalah hal paling penting dan pertama-tama yang harus dipelajari oleh seorang Muslim. Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun masa-masa pertama kenabiannya, gigih menyampaikan ajaran Tauhid kepada orang-orang kafir Quraisy, begitu pula setelahnya.

Saya melihat banyak orang yang terlalu fokus pada masalah fikih, tasauf, dan lain-lain, tapi kurang mengkaji masalah Tauhid. Padahal Tauhid ini adalah dasar dari agama Islam. Akibatnya, aqidah ummat Islam jadi lemah. Betapa banyak orang yang sholat, tapi tetap korupsi, betapa banyak orang yang haji tapi tetap berzinah, dan bahkan ada muslimah yang berjilbab, akhirnya nikah dengan orang kafir dan menjadi kafir pula. Banyak orang yang murtad karena kurang beres Tauhid-nya. Itulah jika kita terlalu sibuk pada hal sekunder, sehingga lupa pada hal yang primer: Tauhid!