" Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut "
1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu yang tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir hanafi.
Mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. Mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu. Mudah-mudahan jadi boleh, karena sudah biasa.



Jum’at Malam, 1 April 2005 at American Grill, Plaza Semanggi Jakarta
"Agung mau ke Riau" hal tersebut yang saya tangkap dari sms kawan saya, Hary, malam sebelumnya. saya pikir Agung ke Riau dalam rangka tugasnya di kantor konsultan. seperti biasanya dia ke berbagai tempat untuk jangka waktu yang tidak terlalu lama, sekitar satu atau tiga bulanan. Namun perkiraan saya salah. ternyata, kawan saya Agung akan bertugas di PLN Riau. Saya baru tahu malam itu bahwa dia telah berhasil lolos jadi abdi negara, berhasil tembus seleksi di PLN. dan berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, Agung akan lama di Riau, dia disana tidak hanya untuk satu dua bulan saja tapi bisa saja sampai tahunan.
Malam itu saya terhenyak. banyak yang berubah sekarang. bukan hanya saya, tapi juga teman-teman saya. saya merasa kami sudah mulai dipisahkan oleh waktu, pekerjaan dan juga nasib. Banyak hal-hal yang tidak bisa kita duga ternyata. Seperti halnya keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, seorang kawan, kita juga tidak tahu sampai kapan kita bisa dan akan bersama mereka. Saya jadi tersadar bahwa menikmati keberadaan seseorang merupakan hal yang penting dan berharga. Dont just mind yourself but also care for others. Begitu banyak waktu yang telah saya habiskan tanpa berada di sekitar teman-teman saya. Banyak teman, banyak pekerjaan, sibuk bukanlah hal yang dimaklumkan untuk tidak sempat bersua dengan teman.
Banyak hal yang kami bagi malam itu. dan saya sangat bersyukur bahwa saya belajar sesuatu dari pengalaman itu. Kita tidak pernah tahu, jalan yang ada di depan kita. kita tidak pernah tahu apakah di depan ada persimpangan, jalan curam, kelok-kelok atau tanjakan. Kita pun tidak tahu sampai berapa lama kita berada dalam jalan itu. Saya yakin suatu saat saya akan bertemu lagi dengan Agung hanya entah berapa lagi.
Selamat bertugas, Agung. Sampai bersua kembali…
Recent Comments