11
Apr
05

Berpikir Positif

Hari senin. Kita memasuki minggu yang baru lagi, lembaran yang baru lagi. Kita memulai sesuatu yang baru lagi minggu ini, walaupun secara aktivitas, kita menghadapi pekerjaan yang sama, kegiatan yang sama, situasi yang sama, terkadang masalah yang sama. Mungkin hanya sesekali kita menemukan kejutan-kejutan dalam hari-hari kita.

Tapi ada hal yang menarik dan menggugah saya hari sabtu kemarin, yang saya rasa bisa saya jadikan modal untuk menjalani hari-hari saya berikutnya. Saya mendengarkan SmartFM dalam tajuk "Unstopable" berkisah tentang seorang pemuda, George W Danzig. Pada suatu ketika, george muda terlambat mengikuti kuliah, ketika dia baru datang ternyata kuliah Matematika pada kala itu baru saja bubar. Namun dia melihat dua buah soal matematika di papan tulis. Berpikir bahwa soal itu adalah PR untuk kuliah, maka ia mencatat, membawanya pulang dan mencoba mengerjakannya di rumah. Berbagai usaha dilakukannya termasuk mencoba hal-hal baru dalam memecahkannya, beberapa waktu berlalu, akhirnya George berhasil menyelesaikannya. Kemudian ia menemui profesornya, yang memberikan tugas itu, namun ia hanya disuruh untuk menumpuk tugas itu di meja kerjanya. Waktupun berlalu.

Suatu siang, George menerima telpon dari seseorang dengan suara yang sangat dikenalnya. Sang Profesor menelponnya dan menyatakan ingin bertemu dengannya. Maka bergegaslah George untuk menemui profesornya siang itu juga. Pada pertemuan itu, Profesornya menanyakan pada George bagaimana ia bisa menyelesaikan soal matematika yang pernah dia tulis di papan tulis beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan bahwa ketika itu dia sedang menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa dua soal itu adalah soal matematika yang sampai saat itu belum dapat terselesaikan bahkan oleh para profesor terkemuka sekalipun. Lalu George bertanya "Apakah saya juga seharusnya tidak bisa menyelesaikan soal itu?" Saat ini George W Danzig adalah seorang profesor Matematika terkemuka dari Stanford University, sampai sekarang ia masih dikenal oleh para mahasiswanya sebagai profesor yang pernah menyelesaikan persoalan matematika yang tersulit.

Mendengar kisah itu saya menjadi tercenung, bayangkan apabila George muda pada saat itu tidak terlambat mengikuti kuliah sehingga dia harus mendengar perkataan profesornya bahwa soal itu adalah soal sulit yang bahkan tidak bisa diselesaikan oleh seorang ahli matematika terkemuka. Terkadang kita sangat percaya pada perkataan orang lain yang mengurungkan niat kita untuk berkembang, apalagi perkataan yang menciutkan nyali dikatakan oleh seseorang yang memiliki pengaruh seperti profesor dalam kisah tersebut. Saya juga jadi teringat kisah katak yang yang menang perlombaan memanjat sebuah menara, katak lain tidak mampu selain karena kurang berusaha dengan gigih tapi juga karena dia mendengarkan seruan penonton yang mengatakan "Kamu tak akan mampu" berulang-ulang kali. setelah sampai puncak, barulah diketahui bahwa katak yang menang itu tuli, sehingga dia tidak dapat mendengar kata-kata negatif penonton.

Berpikir positif, mampu menembus dimensi yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Berpikir positif mampu menstimulasi kreatifitas dan kemampuan. Disamping menetralisir input negatif, berpikir positif membuat semangat dan motivasi senantiasa membara. Hari ini hari senin, mari mulai berpikir positif.

Saya suka hari Senin.




0 Responses to “Berpikir Positif”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.