Archive for May, 2005

28
May

Finding Andika 2: Elvin Revealed

Pada saat saya telah menemukan sahabat saya waktu SD dulu, Andika, komunikasi kami agak intense. Beberapa kali kami saling mengirimkan kabar, alamat email, nomor telepon rumah dan nomor HP. Kemarin saya berkomunikasi dengan Andika melalui SMS. Kebetulan saat itu saya bertanya ke Andika apakah dia mempunyai nomor telepon atau melakukan kontak dengan teman SD yang lain. Jawaban Andika mengagetkan saya. Andika mengatakan bahwa dia sering berkomunikasi dan akan jalan dengan Elvin. Hah? Elvin?

RevealElvin adalah teman dekat saya waktu SD, kami duduk sebangku waktu kelas 1 SD dan menjadi teman yang sama selama enam tahun berikutnya. Waktu itu kami juga merupakan geng kecil dengan team member : saya, Elvin, Rahmat dan Reza (ada yang lain gak ya, I’m afraid of missing someone already). Kami sekelompok anak biasa yang malu-malu sekaligus malu-maluin. Saya ingat dulu kami sering merasa tersisih di kelas, karena kami bukan dari golongan Borju. Kalau yang lain makan bakso menggunakan mangkok (artinya porsi lengkap), kami ini hanya membeli bakso tusukan. Itupun tusukannya kadang satu bakso kadang dua, tergantung keinginan menabung. Dikasih sambel, kasih kecap, duduk dipinggir Jl. Jenderal Sudirman, Ujung Pandang sambil melihat-lihat mobil yang lewat atau berkumpul aja depan kelas. Saya juga ingat dulu, kami sering diintimidasi oleh preman kelas (yah semacam Giant kalau di Doraemon) sama anak yang namanya Irwanto, si Tokka salapan (Pitak Delapan)… hehe I know, it sounds like a hero from classical chineese movie indeed. Abis emang anaknya itu pitaknya banyak, dan waktu itu kami sering dimintain macem-macem secara paksa. Kalau enggak duuuh sakit sekali tangan ini dipukulnya. Saya yakin kalau dulu sudah ada Komnas HAM atau Kontras, pasti Irwanto akan kami adukan beramai-ramai. Anyway, I also miss that bad kid. Wondering how does he look like.

Banyak kenangan lama bersama Elvin. Sebenarnya sudah lama saya mencari-cari dia, mencari teman-teman saya di masa lalu. Ternyata bisa bertemu lagi berkat bantuan media Friendster. Ada perasaan takjub mengalami pengalaman seperti ini. Bisa bertemu kawan dekat yang telah terpisah lebih dari 10 tahun. Pasti banyak yang telah kami alami dalam rentang waktu itu yang membuat kita sering penasaran dan membayangkan seperti apa mereka sekarang, sudah jadi apa mereka sekarang, apakah mereka masih ingat dengan saya. Alhamdulillah, Elvin masih ingat dengan saya dan dia juga terdengar sangat excited dengan anugerah ini. Ternyata dari cerita Elvin, dia sangat dekat dengan Andika karena saat ini mereka sedang melakukan bisnis secara bersama-sama. Saya yakin di belakang ini ada kekuatan yang sangat besar yang telah mempertemukan kami kembali. Saya sampai semalam masih suka terkesan, kok bisa ya saya bertemu lagi dengan Andika dan Elvin yang walaupun pertemuan itu hanya pertemuan di media maya dan kabel.

Reveal2Semalam saya menelepon Elvin. Kami bercerita banyak hal. Merenda masa-masa yang telah berlalu. Membuat koneksi lintas waktu dan lintas batas. Mengingat ingat nama tema-teman yang dulu satu kelas dengan kami. Berbagi pengalaman lucu yang pernah kami alami bersama. Ya Allah, saya bahagia sekali. Elvin berjanji akan berusaha untuk menyampaikan salam saya kepada teman-teman SD yang masih bisa ditemuinya. Dunia memang kecil dan tidak ada yang tidak mungkin. Banyak yang telah berubah di diri kami, tapi semoga hubungan pertemanan dan persahabatan selalu berkobar selama hayat masih di kandung badan. Kata teman saya, Friendship is like a star, it’s always there eventhough you forget or ignore it. The star always give its shine whether you notice it or you don’t.

——————————-

Do you know what kind of SHIP that never sunk?

It’s a FRIENDSHIP!

-A sms from a friend-

26
May

Run, Eka, Run!

Run After working hour today, I will be having a night jogging with my colleague. This activity is supposed to become my weekly routine activity. Lately I hardly find vacant time to do some exercise regularly. My recent sport activities are playing football on every Tuesday and mentoring Karate on every Wednesday and Saturday. Due to my TOEFL program, I can only have exercising on Tuesday and Saturday. So I have missed one exercise program since I join TOEFL class.

Jogging in the night has become one of idea that emerges from my colleague experience. He had asked me to join him before. However my schedule was so tight on that time. I have been able to see that since he has continuously having jog after working hour, he looks different in his appearance. Now he looks slim and healthier even though he is a bad smoker.

I’m ready to go now. Healthy and Fit body, here I come!!!

25
May

Pulp Fiction

Pulp Film arahan Quentin Tarantino ini sudah lama saya cari-cari. Saya penasaran untuk mencarinya sejak saya baca ulasan sebuah majalan film favorit saya yang waktu itu sedang membedah film Kill Bill Volume I. sejak saat itu hampir semua film Quentin Tarantino saya lalap. Ada Reservoir Dogs, Jackie Brown dan akhirnya, Pulp Fiction. Ini pun setelah saya minta ke Adik saya untuk mencarikannya di Blok M. akhirnya he made it.

Film Pulp Fiction ini sempat menggemparkan tahun 1994. karena cara bertutur dan ceritanya sangat unik, khas gaya bertutur Tarantino, yang membuat Segmentasi di setiap film yang dibuatnya. Saya senang cara bertutur yang demikian, karena membuat kita mau tidak mau harus mengikuti terus alur cerita yang disuguhkan. Walau tidak menutup kemungkinan ada sebagian kawan yang tidak “dong” sama film semacam itu, sepertinya saya akan terus menyukai film dengan genre seperti itu. Pulp Fiction diperkaya juga dengan sederetan aktor yang permainannya tidak perlu diragukan lagi, sebut saja John Travolta, Samuel L. Jackson, Bruce Willis, Ving Rhames, Uma Thurman, dan bahkan seperti biasa, salah satu tokoh di film ini diperankan oleh sang sutradara, Quentin Tarantino.

Film ini terdiri dari beberapa cerita yang mengalir menjadi satu, ada kisah tentang dua orang Hitman, Vincent Vega (John Travolta) dan Jules Winnfield (Samuel L Jackson), ada kisah seorang petinju, Butch (Willis) yang mengkhianati kesepakatan dengan bandar judi, Kisah seorang istri sang Bandar judi yang hampir tewas overdosis.   Film ini bermula dari sebuah percakapan antara sepasang kekasih di sebuah restaurant, yang berencana untuk merampok restaurant tersebut, kemudian setting melompat ke scene lain, dimana Vincent Vega harus menemani istri boss nya, Mia Wallace (Uma Thurman) untuk bersenang-senang. Scene melompat-melompat dari satu scene ke scene lain dimana setiap scene terdiri dari satu bagian cerita yang membentuk sekumpulan cerita yang utuh. Pada scene terakhir, setting berada di restaurant yang sama seperti pada awal cerita namun dari sudut pandang berbeda. Apabila pada awal film berada dalam perspektif sepasang kekasih yang berencana merampok restaurant. Pasangan Perampok itu yang panggilan sayangnya “Pumpkin” (Tim Roth) dan Honey Bunny (Amanda Plummer) sedang bercerita namun kemudian hasrat merampok mereka muncul dan mereka berpikir bahwa restaurant adalah tempat yang cocok untuk dirampok karena pengamanannya yang minim dan tak akan ada yang menduganya.Pada akhir cerita, perspektif berada pada dua orang hitman, Vincent Vega dan Jules. Luar biasa. Bukan hanya cara menuturkannya saja yang unik tapi juga kandungan cerita yang terkandung di dalamnya. Walaupun rada kasar tapi saya bisa bilang ada “hati” yang ingin diperlihatkan dalam film ini.

Rada sulit juga emang menceritakan keseluruhan film ini. Saya rasa disitulah letak kejeniusan Tarantino saya.  Dia bisa meramu sebuah film sedemikian rupa sehingga kita bisa menikmatinya secara utuh dan sabar.

23
May

Look Who’s Smiling

Pada perjalanan yang saya lakukan akhir minggu lalu, saya teringat satu hal yang membuat saya harus menengok ke lubuk hati saya. Dari jendela kereta Argo Muria yang saya tumpangi, saya dapat melihat hamparan sawah yang begitu luas. Sebagian persawahan itu sepertinya telah selesai dipanen. Ada di beberapa tempat terlihat sawah yang tergenangi air dan selesai dibajak sepertinya sudah siap untuk ditanami padi. Ada hal lain yang membuat saya begitu bersyukur. Saya melihat sekelompok petani sedang bekerja menanami padi di sawah secara bergotong royong. Dan mereka tersenyum, saling bercanda satu sama lainnya. They looked so happy.

Di pinggir rel berikutnya saya melihat sederetan rumah berjajar sepanjang rel. Saya melihat ada sekumpulan anak-anak pulang sekolah. Entah dimana mereka bersekolah, dengan pakaian yang terlihat dekil, mereka berjalan bersama sambil menunjukkan gigi putih mereka, mereka tersenyum. They looked so happy.

Dengan kecepatan yang tinggi pemandangan yang saya lihat waktu itu terasa cepat berganti namun moment ketika saya melihat senyum petani, dan senyum anak yang pulang sekolah sepertinya semuanya menjadi slow motion. Saya bisa melihat sang petani menatap rekannya sambil tertawa, saya bisa melihat si anak sekolah berjalan tertunduk sambil tertawa. Mereka terlihat bahagia.

Ternyata untuk memperoleh kebahagiaan, kamu tidak harus menjadi kaya, terkenal, dan populer. Siapa pun bisa, termasuk para petani yang sedang menanam padi dan anak kecil yang pulang sekolah. Saya harusnya pun bisa memperoleh kebahagiaan yang mereka rasakan.

Seorang pemuda gendut pun tersenyum dari jendela Argo Muria.

22
May

Indonesia Tidak Butuh Miss Universe!

Hari minggu kemarin, saya pulang ke Semarang. Seperti biasa kalau di rumah, saya banyak menikmati waktu untuk menonton televisi. Begitu juga kemarin. Saya baru nyadar begitu banyak infotainment yang bercokol di televisi sekarang ini. Saya tidak mengerti apa yang dicari oleh para penyelenggara infotainment tersebut. Saya yakin tujuannya hanya duit, duit, duit. Tidak ada unsur pendidikan sama sekali dalam tayangan seperti itu. Kalau boleh jujur, tayangan semacam itu hanya akan memenuhi hasrat keadilan bagi orang-orang yang iri. “Lihatlah mereka, kaya, cantik, terkenal tapi kok cerai, tapi kok selingkuh, tapi kok… dll”. Atau tayangan semacam itu hanya akan menambah bahan bagi penontonnya untuk bergunjing ria dengan teman-temannya. “Eh kamu tau nggak, kemaren tuh masak Rhoma Irama… jenggotan”. Muak bener saya liat tontonan begitu. Lebih muak lagi saya ketika salah satu acara infotainment menayangkan kontroversi tentang keikutsertaan Artika Sari Devi ke ajang Miss Universe di Bangkok, Thailand.

Tidak ada yang salah bagi sebuah acara infotainment tersebut, seperti biasa menghadirkan sosok orang yang baru saja terkenal dengan sederet kisah hidupnya. Memang secara fisik Artika Sari Devi bisa dibilang cantik, tapi saya jadi bertanya secantik apa hatinya, secantik apa akidahnya. Dengan sombong dan angkuhnya dia merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk mempromosikan Indonesia ke kancah dunia. Hello… hello… are you sure? saya rasa naif sekali kalau dengan mengikuti ajang Miss Universe nama Indonesia terangkat. Harusnya para penggagas keikutsertaan Indonesiadi ajang Miss Universe itu malu. Betapa rendahnya mereka menjual harga diri bangsa. Bisa lihat negara mana yang paling banyak memenangkan ajang Miss Universe, VENEZUELA. Apakah dengan gelar miss universe nama Venezuela terangkat? Apanya yang terangkat? Paling hanya terkenal bahwa negara tersebut merupakan negara dengan wanita yang cantik-cantik. Lantas, apa lagi?

Yang lebih mengecewakan lagi buat saya adalah komentar dari sang pembawa acara tentang pihak-pihak yang menentang keikutsertakan. Seakan-akan pihak yang menentang itu, yang sebagian besar memang ormas Islam, adalah pihak yang berpikiran picik, sempit dan berstandar ganda. Sebenarnya apanya yang picik? Apakah melindungi harkat dan martabat wanita Indonesia adalah perbuatan yang berpikiran picik dan sempit? Bukankah yang mendukung yang berpikiran sempit dan picik? Hanya karena iming-iming popularitas, finansial, dan bisnis mereka rela untuk mengingkari ajaran agamanya, mereka rela untuk membuka bagian tubuh mereka yang terlarang. Yang menyedihkan mereka membawa-bawa nama Indonesia. Menurut anda siapa yang picik dan naif?

Indonesia sedang terpuruk, Indonesia sedang berkubang di lumpur kemelaratan dan kebejatan. Berterima kasihlah kepada ormas-ormas yang menentang keikutsertaan Indonesia ke ajang Miss Universe. Yang dalam kondisi lapar, kondisi terpuruk, kondisi terbelakang masih mau melakukan koreksi dan menyampaikan nasihat kepada saudaranya untuk tetap memenag teguh akidah dan ketentuan Allah. Tobatlah, Artika karena Indonesia sebenarnya tidak butuh Miss Universe.

Miss_u

22
May

Finding Andika

Belakangan ini saya merasa selalu terbawa flashback masa lalu. Biasanya kalo dulu, saban kali buka Friendster saya hanya baca profile orang. Hei, baca profile orang itu menarik juga lho. Kita bisa mendalami dan mengerti sedikit sifat, harapan, dan isi hati teman kita. Dengan membaca profile juga setidaknya kita bisa lebih mengenal tanpa harus bicara banyak. Sebenarnya saya pun lebih senang kalau ngobrol, tapi rasanya dengan waktu yang ada sekarang it is almost impossible to have chat with them one by one. Tapi akhir-akhir ini saya sering menghabiskan waktu luang saya untuk menjalin kembali temali dengan orang-orang yang pernah memaknai dan mewarnai hidup saya di masa lalu. Saya mencari dan mencari. Arti seorang teman sangat berarti buat saya, bukan saja kita mengharapkan tabungan jasa kepada mereka tapi juga kehadiran mereka membuat hidup kita lebih hidup. Setidaknya kita tahu bahwa ada orang yang peduli dengan kita di sudut lain dunia ini. Tidak jarang memang teman yang kita anggap bermakna dan menjadi sahabat baik tapi ternyata mengkhianati ataupun berbuat sebaliknya di belakang kita atau dia memendam perasaan membenci, iri, . Saya berprinsip bahwa mereka tetap teman saya apapun dan bagaimanapun keadaan mereka.

Saya mulai mencari dengan mencoba mengingat-ingat nama-nama mereka moment-moment bersama mereka yang sangat disayangkan, saya hampir lupa.  Bahkan ada beberapa sosok di masa lalu saya yang saya coba reka ulang tapi saya hampir lupa seperti apa wajah mereka, apa nama panggilan mereka, dan moment apa yang saya habiskan bersamanya. Saya mulai dari TK, waduh susah sekali saya mengingatnya, sepertinya gambarnya masih hitam putih dan samar-samar. Saya ingat saya memiliki teman baik waktu TK, namanya Toto, tapi saya lupa wajahnya seperti apa, yang saya ingat rambutnya lurus, hitam wajahnya bulat, anaknya agak gempal. Tapi dia teman yang baik, dia selalu bersama saya dan bermain bersama saya waktu TK. Kami suka menunggu jemputan bersama. Wondering where he is right now. Kalau teman SD, saya ingat sangat ingat lumayan banyak, tapi sayangnya saya hanya ingat beberapa nama. Saya mencoba untuk mencarinya di Friendster, tetapi hasilnya nihil. Mungkin mereka tidak punya account di Friendster. Memang untuk teman SD, saya hampir tidak pernah berhubungan lagi dengan mereka. Saya menghabiskan waktu SD di Makassar (dulu Ujung Pandang) sampai SMP kelas satu. Pada saat kenaikan kelas dua, Papa saya dipindah ke Semarang sehingga kami sekeluarga harus ikut pindah. Memang pada saat itu kepindahan Papa saya ke Semarang bisa dibilang mendadak sehingga saya tidak sempat untuk memberikan kabar ke teman-teman saya.

Labirin

Namun kemarin saya menemukan satu teman lama, Andika Nur Imran namanya. Dia tetangga saya, teman satu SD dengan saya. Saya dulu suka bermain di rumahnya. Rumahnya hanya berjarak sekitar 30 meter di belakang rumah saya. Sebenarnya saya pernah mencari namanya beberapa bulan lalu tapi waktu itu hasilnya nihil. Baru kemarin sempat mencari-cari dan akhirnya saya menemukannya. Mungkin karena Andika  baru saja membuka account di Friendster. Saya sangat senang sekali bisa menemukan dia, membuat saya seakan akan menemukan ujung benang yang saya cari di tumpukan jerami untuk saya sambungkan dengan benang masa sekarang. 

Di Ujung Pandang kami tinggal di sebuah kompleks yang biasa-biasa aja. Seperti halnya kompleks baru, banyak anak-anak sebaya kami disana. Kami sering main dan jalan-jalan bersama. Paling-paling kami main petak umpet atau kejar-kejaran atau bahkan sering juga kami main bolan dan main benteng. Masa kecil saya di Ujung Pandang memang mengesankan. Yang paling mengesankan saya waktu kecil adalah, banyaknya ikan di got. Ikannya pun beragam, ada ikan Gabus, Ikan Balebalang (Betok) dan ikan Sepat. Terus terang dulu bayangan saya, Ikan itu hanya ada di Laut dan di Sungai, tetapi ketika di Ujung Pandang , di selokan pun banyak ikan. Mungkin karena daerah perumahan kami bekas rawa dan dekat dengan sungai. Saya senang dengan Ikan, sehingga ketika itu saya seringkali mencari Ikan di got dan rawa bersama teman-teman.

Kembali ke memori tentang Andika, dia anak baru di perumahan kami, pindahan dari Jakarta. Seperti layaknya ada seorang new kids on the block, kehadiran Andikadi perumahan kami memberi warna sendiri. Terlebih lagi keluarganya menempati sebuah rumah bekas rumah ekspatriat. Jadi kehadiran Andika dan keluarganya cukup menarik perhatian teman-teman sekomplek. Maka ketika sudah kenal sama Andika kami sering main di rumahnya yang memang punya pekarangan yang lumayan luas buat lari-larian. Di rumah andika juga asyik untuk ngobrol-ngobrol karena terdapat kanopi yang berbentuk jamur. Pengalaman-pengalaman itulah yang membuat menemukan Andika di Friendster menyiratkan kesan sendiri kepada saya. Hal tersebut menggoda saya untuk napak tilas, memikirkan lorong-lorong waktu di masa lalu.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberi kesempatan mengetahui kabarnya.

18
May

Menjadi Orang Indonesia

Indonesian_1 Saya pernah suatu kali memikirkan kenapa ya saya bisa jadi orang Indonesia, dilahirkan di Indonesia, besar di Indonesia, sekolah di Indonesia, kerja di Indonesia. Dari sekian milyar manusia di dunia ini, kenapa saya ditakdirkan jadi orang Indonesia ya. Maaf saya bertanya bukan dalam rangka saya ingin menghujat dan mempertanyakan ketentuan Allah buat saya. Saya menanyakan karena pasti ada alasannya buat saya dan hikmah yang bisa saya dapat dari pertanyaan kenapa saya menjadi orang Indonesia.

Sekarang tahu sendiri kan kondisi bangsa dan negara tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ini lagi carut marut baik dari sisi ekonomi politik, sosial, dan juga moral. Hampir tidak ada yang bisa dibanggakan kalau kita sebagai bangsa Indonesia harus berhadapan dengan bangsa lain. Saya pernah berbincang bincang dengan rekan saya, orang Singapura, ketika saya berkunjung kesana. Dari setiap pembicaraan kita tentang kondisi ekonomi dan politik, saya suka miris kalau dia bertanya ke saya, kenapa sih di Indonesia banyak korupsi, kenapa orang yang korupsi susah diadili, kenapa pengunjuk rasa bisa bebas untuk melakukan demo dan anarki ,yang mana, pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya jadi berpikir sedemikian buruknyakah negara saya? Yang memperparah lagi bukan hanya anggapan dan pendapat orang non Indonesia terhadap Indonesia tetapi malah orang Indonesia sendiri kadang berpikir yang jelek tentang negaranya. Tapi saya yakin anggapan itu bukan salah mereka karena bisa jadi memang begitulah adanya, atau apakah keadaan buruk itu dikondisikan oleh Media? Saya tidak tahu.

Akhir pekan lalu saya menonton DVD Bowling for Columbine buatan Michael Moore. Saya salut dengan Michael Moore karena dia adalah pembuat film-film dokumenter yang handal dan Kritis (Fahrenheit 9/11, Roger and me) Di Bowling for Columbine itu dia menggambarkan kondisi negara Amerika yang diliputi oleh ketakutannya sendiri, yang menurut Moore, lebih disebabkan karena pengkondisian yang dilakukan negara itu terhadap rakyatnya. Kenapa tindak kriminal tinggi, kenapa banyak aksi kekerasan terjadi ya mungkin bisa jadi karena mereka melegalkan kepemilikan senjata dengan mudah serta media mereka banyak melakukan penyiaran berita yang bombastis mengenai kriminalitas. Sebenarnya film itu lebih menitikberatkan kepada problematika yang terjadi di sebuah SMU di Columbine dimana dua siswanya melakukan penyerangan kepada siswa lain dengan senjata berat. Film itu lebih banyak menyoroti kebijakan Amerika yang membuat kepemilikan senjata bagi rakyat sipilnya begitu mudah. Dengan menonton film itu buyarlah pikiran saya tentang Amerika yang begitu hebat dan adi kuasa itu. Malah saya merasa bersyukur, untunglah saya dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia. Negara kita memang carut marut, tapi kita masih punya banyak harapan. Film itu juga memberikan gambaran kepada saya tidak selamanya sesuatu yang kita pandang baik, adalah baik buat kita. Mungkin dengan dilahirkan dan hidup di Indonesia saya memiliki banyak hal, saya menikmati banyak hal, saya punya banyak teman yang baik, keluarga, tetangga, tukang bakso yang baik, tukang sayur, tukang parkir, polisi cepek yang selalu hadir dengan senyumnya.

Mungkin negara kita bukan yang terbaik menurut kita tapi di sinilah kita digariskan untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup kita, apapun kondisinya. Negeri kita memang sarang korupsi, tapi saya menemukan kebahagiaan di Indonesia. Saya bahagia punya masa kecil yang indah di Indonesia, saya bahagia punya keluarga, sahabat dan tema-teman yang baik. Saya bahagia saya dilahirkan di Indonesia.

17
May

Enlightenment

Enlightenment Today I spoke to my close friend discussing about the interest of changing the job. I found new perspective from what we discussed. Finally, I got a new vision and justification of what I am doing recently. My friend shared to me about what he felt also which previously I didn’t realize he would feel. He shared the same vision as mine. He indeed wanted to improve his fated so far. Although he has had wife to support, he still has the willingness to compare his value in the job market. What a brave idea and action he takes. I felt so small in front of him.

We sometimes feel afraid of what we are going to do. Nevertheless, we haven’t done any action. We consider many things in order to avoid mistakes but actually we are afraid of facing the truth. I sometimes prefer to take long consideration rather than to take immediate action. I’m glad I share what I feel to him.

—————————————————-

"You can’t build reputation on what you’re going to do" - Henry Ford

16
May

A Love Song for Bobby Long

Bobbylong Satu lagi film bagus yang saya tonton diakhir pekan kemarin. A Love Song for Bobby Long, diperankan sangat bagus oleh John Travolta, Scarlett Johansson, dan Gabriel Macht. Saya suka film ini yang mengisahkan tentang interaksi antara tiga orang yang tinggal dalam sebuah rumah "warisan". Film ini selain menawarkan cerita yang kuat, dia juga menawarkan makna yang sangat dalam tentang hidup, tentang hubungan dengan orang lain, tentang arti seseorang buat kita dan juga makna dari sebuah keluarga.

Cerita dimulai dari meninggalnya Lorraine Will seorang kekasih dari Bobby Long (Travolta) dan juga Ibu dari Purslane Harmony Will (Johansson). Maka Pursy, anaknya, yang sudah lama hidup terpisah dengan sang Ibu melakukan perjalanan untuk hadir dalam penguburannya walaupun terlambat. Karena dia mengetahui bahwa Ibunya hidup sendiri maka Pursy bermaksud mengklaim harta yang ditinggalkan ibunya termasuk rumah tempat dia dibesarkan. Tapi betapa kagetnya dia setelah mengetahui bahwa rumah yang ditinggal Ibunya telah ditempati oleh Bobby Long, kekasih ibunya, beserta asistennya, Lawson (Macht). Bobby Long mengatakan dengan kesal kepada Pursy bahwa rumah itu diwariskan kepada mereka bertiga. Bobby Long kesal karena Pursy telah menyia-nyiakan hidup ibunya yang selama hidupnya sakit keras terlebih lagi, Pursy tidak hadir pada acara pemakaman Ibunya. Pada awalnya terjadi ketegangan yang hebat antara Bobby Long dan Pursy, yang merasa bahwa Bobby Long bermaksud menguasai rumahnya demi kepentingannya sendiri. Selain perseteruan itu, film ini menggambarkan bagaimana proses mengingat kembali dan menghargai hidup orang yang kita cintai apabila mereka telah meninggalkan kita.

Film ini memberikan makna yang sangat banyak dan menggugah saya. Film ini antara lain mengajarkan pada kita bahwa tidak selamanya anggapan kita terhadap orang lain selalu benar. Apalagi bila anggapan dan penilaian itu hanya didasarkan semata-mata hanya pada penampilan dan kebiasaan, dan juga masa lalu. Film ini menggambarkan juga bahwa adakalanya kesalahpahaman telah merenggut sesuatu yang harus kita lakukan terhadap orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Pada awalnya Pursy tidak suka terhadap Bobby Long yang dianggapnya sebagai orang tua yang tidak berguna, pemalas, dan pemabuk. Padahal kenyataannya Bobby Long adalah seorang mantan Profesor Sastra di sebuah universitas. Bobby juga ternyata orang yang perhatian dan penyayang. Hal tersebut ia tunjukkan dengan membantu Pursy melanjutkan kembali sekolahnya yang terputus sebelumnya.

Kisah yang dijalin dalam film ini begitu memukau dan enak untuk diikuti terlebih lagi melihat penampilan Scarlett Johansson yang cantik alami. Ya saya tidak menyesal menghabiskan waktu menonton film ini, film ini memberikan inspirasi bagi saya untuk selalu menghargai, mencintai, mensyukuri kehadiran orang-orang yang sangat kita sayangi dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuknya karena kita akan menyesal ketika mereka telah tiada apalagi bila kita pernah sampai membencinya hanya karena sebuah kesalahpahaman dan kita tidak punya kesempatan untuk meminta maaf kepadanya.

So, this is a good movie to watch for. Sebuah lagu cinta untuk Bobby Long. Saya jadi membayangkan ada tidak lagu cinta buat saya?

"The heart is Lonely Hunter"

14
May

Impian

Kembali lagi ke hari sabtu yang ordinary. Pagi hari dibuka dengan wawancara dengan sebuah owner perusahaan FCMG. Saya membawanya santai saja , sebab saya tidak ingin menjanjikan apa-apa terhadap beliau, yang saya lakukan saat ini adalah menebar jala, melempar dadu, dan melepaskan anak panah. Semoga dari jala yang saya lempar saya dapat memperoleh ikan, dari dadu yang saya lempar dapat mengeluarkan angka enam, serta dari panah yang saya lepas dapat tepat pada sasaran.

Dream Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Dalam pikiran saya hanya ada satu prinsip, perubahan tidak akan datang apabila kita tidak pernah sekalipun membuka kesempatan terhadap terjadinya perubahan. Saya senantiasa berdoa dan berharap semoga perubahan yang saya inginkan, merupakan perubahan impian saya dimana saya dapat mengembangkan diri lebih jauh, memperoleh tantangan dan tanggung jawab baru yang bisa lebih mengeluarkan potential ability saya.

Saya mulai memperbarui TOEFL saya, melakukan re modifikasi terhadap CV saya, dan mencoba melakukan penetrasi ujian CFA. Sedikit demi sedikit saya berharap semoga saya sedang membuka jalan kesana sekarang.

Tidak ada yang salah dari setiap langkah yang saya jalani saat ini. Saya hanya tidak mau menjadi tikus kecil dalam sebuah lubang yang sangat menikmati tumpukan keju yang ada. Yang lama kelamaan terlena dan merasa nyaman. Saya tidak mau suatu saat tersadar saya telah menghabiskan waktu dan umur saya yang berharga dengan aktivitas yang sia-sia. Saya jadi teringat kisah yang diceritakan oleh Andrie Wongso dalam sebuah radio favorit saya. Dia mengisahkan tentang pemuda yang berkeluh kesah terhadap keadaan dirinya yang merasa dirinya tidak punya apa-apa. Pemuda tersebut berkeluh kesah kepada seorang kakek yang bijaksana. Mendengar keluh kesah sang pemuda, si Kakek menawarkan bantuan kepada sang pemuda tersebut :

Maukah kamu menukarkan kesehatanmu dengan 10 tail emas sehingga besok pagi engkau menjadi sakit-sakitan?

Maukah kamu menukarkan masa mudamu dengan 20 tail emas sehingga besok kamu menjadi tua?

Maukah kamu menukarkan ketampananmu dengan 30 tail emas sehingga besok kamu menjadi jelek dan buruk rupa?

Maukah kamu menukarkan kebijaksanaanmu dengan 40 tail emas sehingga besok pagi kamu menjadi bodoh dan idiot?

Maukah kamu menukarkan hidupmu dengan 50 tail emas sehingga besok pagi kamu mati?

Setiap pertanyaan dan tawaran itu dijawab "tidak mau" oleh sang pemuda. Maka sang kakek yang bijaksana itu pun berkata bahwa sesuatu yang tidak ingin kita menjualnya adalah sesuatu yang sangat berharga. Apa yang kita masih miliki saat ini harus kita jadikan modal untuk semangat dan berusaha sebaik-baiknya. Waktu, masa muda, kesehatan yang saya miliki sekarang harusnya bisa saya manfaatkan untuk menggali potensi yang saya miliki hanya dengan begitulah saya berkembang.

Ada banyak hal yang menjadi impian saya selama ini, ada beberapa yang tercapai, ada yang melampaui batas, ada yang belum. Ada yang diperoleh tiba-tiba, ada yang dengan keringat dan ada yang dengan kesabaran dan ketabahan. Memang manusia diciptakan nafsu kepadanya yang membuat dia tidak pernah merasa puas, mirip dengan teori kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow. Apapun itu, yang namanya impian, katanya, harus kita gantungkan setinggi bintang kalau nggak tercapai paling tidak kita telah mendapatkan awan. Karena pencapaian impian sebenarnya mirip-mirip dengan pencapaian tujuan sebuah organisasi/perusahaan. Saya harus punya Visi, Misi, Tujuan. Dimana tujuan itu dijabarkan lagi dengan rencana-rencana strategis, dari rencana strategis diwujudkan dengan program, dan program dijalankan dengan tindakan. Saya punya visi, misi, tujuan, rencana strategis, program dan tindakan. Kita tunggu hasilnya saja.

"Semua pencapaian besar dimulai dari langkah yang kecil" - anonim