Saya kemarin mendengar sebuah renungan yang menarik mengenai jati diri. Dalam isi renungan itu dibahas mengenai jati diri yang dianalogikan dengan berbagai hal, dimana jati diri memegang peranan yang sangat penting terhadap segala hal yang ingin kita capai dalam hidup ini. Kita sebagai manusia terutama manusia modern yang sering disibukkan oleh sesuatu yang tidak hakiki seringkali lupa atau bahkan kehilangan jatidiri kita. Kita sebagai manusia apabila paham betul dan sangat mengerti terhadap jatidiri kita sebenarnya tak akan pernah merasa "jatuh", merasa tak berharga, tak berguna ataupun sial. Pengenalan jatidiri ini seyogyanya merupakan pengetahuan dan pegangan hidup setiap orang. Kita apabila mengenai siapa diri kita, apa peran kita, dan hendak kemana kita melangkah tidak akan pernah merasakan kehilangan dan keterpurukan sedemikian dalam. Bahkan dengan pengenalan jatidiri yang baik akan membuat kita senantiasa mudah, mau dan terus bangkit dalam setiap aktivitas pencapaian tujuan.
Mengenai jatidiri ini, memang banyak dipengaruhi oleh informasi-informasi yang negatif yang terkadang mematikan atau mengaburkan jatidiri itu sendiri. Kita tidak mengenal jatidiri bukan karena kita tidak pernah menemukannya, hanya saja kita memperoleh gambaran dan anggapan yang salah mengenai jatidiri itu. Anggapan yang salah itu bisa disebabkan oleh :
1. Anggapan orang lain terhadap jati diri kita yang kita percayai 2. Anggapan diri kita terhadap diri kita sendiri berdasarkan pengalaman yang kita percayai 3. Anggapan sistem terhadap diri kita sebagai nilai yang menjauhkan kita dengan jati diri.
Mulailah mengenai jatidiri karena dengan demikian akan membuat pandangan kita terhadap hidup menjadi lebih utuh dan sempurna.
Sekarang bulan Mei, semoga menjadi awal kebangkitan bagi kita semua.
Recent Comments