Archive for May 23rd, 2005

23
May

Look Who’s Smiling

Pada perjalanan yang saya lakukan akhir minggu lalu, saya teringat satu hal yang membuat saya harus menengok ke lubuk hati saya. Dari jendela kereta Argo Muria yang saya tumpangi, saya dapat melihat hamparan sawah yang begitu luas. Sebagian persawahan itu sepertinya telah selesai dipanen. Ada di beberapa tempat terlihat sawah yang tergenangi air dan selesai dibajak sepertinya sudah siap untuk ditanami padi. Ada hal lain yang membuat saya begitu bersyukur. Saya melihat sekelompok petani sedang bekerja menanami padi di sawah secara bergotong royong. Dan mereka tersenyum, saling bercanda satu sama lainnya. They looked so happy.

Di pinggir rel berikutnya saya melihat sederetan rumah berjajar sepanjang rel. Saya melihat ada sekumpulan anak-anak pulang sekolah. Entah dimana mereka bersekolah, dengan pakaian yang terlihat dekil, mereka berjalan bersama sambil menunjukkan gigi putih mereka, mereka tersenyum. They looked so happy.

Dengan kecepatan yang tinggi pemandangan yang saya lihat waktu itu terasa cepat berganti namun moment ketika saya melihat senyum petani, dan senyum anak yang pulang sekolah sepertinya semuanya menjadi slow motion. Saya bisa melihat sang petani menatap rekannya sambil tertawa, saya bisa melihat si anak sekolah berjalan tertunduk sambil tertawa. Mereka terlihat bahagia.

Ternyata untuk memperoleh kebahagiaan, kamu tidak harus menjadi kaya, terkenal, dan populer. Siapa pun bisa, termasuk para petani yang sedang menanam padi dan anak kecil yang pulang sekolah. Saya harusnya pun bisa memperoleh kebahagiaan yang mereka rasakan.

Seorang pemuda gendut pun tersenyum dari jendela Argo Muria.