14
May
05

Impian

Kembali lagi ke hari sabtu yang ordinary. Pagi hari dibuka dengan wawancara dengan sebuah owner perusahaan FCMG. Saya membawanya santai saja , sebab saya tidak ingin menjanjikan apa-apa terhadap beliau, yang saya lakukan saat ini adalah menebar jala, melempar dadu, dan melepaskan anak panah. Semoga dari jala yang saya lempar saya dapat memperoleh ikan, dari dadu yang saya lempar dapat mengeluarkan angka enam, serta dari panah yang saya lepas dapat tepat pada sasaran.

Dream Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Dalam pikiran saya hanya ada satu prinsip, perubahan tidak akan datang apabila kita tidak pernah sekalipun membuka kesempatan terhadap terjadinya perubahan. Saya senantiasa berdoa dan berharap semoga perubahan yang saya inginkan, merupakan perubahan impian saya dimana saya dapat mengembangkan diri lebih jauh, memperoleh tantangan dan tanggung jawab baru yang bisa lebih mengeluarkan potential ability saya.

Saya mulai memperbarui TOEFL saya, melakukan re modifikasi terhadap CV saya, dan mencoba melakukan penetrasi ujian CFA. Sedikit demi sedikit saya berharap semoga saya sedang membuka jalan kesana sekarang.

Tidak ada yang salah dari setiap langkah yang saya jalani saat ini. Saya hanya tidak mau menjadi tikus kecil dalam sebuah lubang yang sangat menikmati tumpukan keju yang ada. Yang lama kelamaan terlena dan merasa nyaman. Saya tidak mau suatu saat tersadar saya telah menghabiskan waktu dan umur saya yang berharga dengan aktivitas yang sia-sia. Saya jadi teringat kisah yang diceritakan oleh Andrie Wongso dalam sebuah radio favorit saya. Dia mengisahkan tentang pemuda yang berkeluh kesah terhadap keadaan dirinya yang merasa dirinya tidak punya apa-apa. Pemuda tersebut berkeluh kesah kepada seorang kakek yang bijaksana. Mendengar keluh kesah sang pemuda, si Kakek menawarkan bantuan kepada sang pemuda tersebut :

Maukah kamu menukarkan kesehatanmu dengan 10 tail emas sehingga besok pagi engkau menjadi sakit-sakitan?

Maukah kamu menukarkan masa mudamu dengan 20 tail emas sehingga besok kamu menjadi tua?

Maukah kamu menukarkan ketampananmu dengan 30 tail emas sehingga besok kamu menjadi jelek dan buruk rupa?

Maukah kamu menukarkan kebijaksanaanmu dengan 40 tail emas sehingga besok pagi kamu menjadi bodoh dan idiot?

Maukah kamu menukarkan hidupmu dengan 50 tail emas sehingga besok pagi kamu mati?

Setiap pertanyaan dan tawaran itu dijawab "tidak mau" oleh sang pemuda. Maka sang kakek yang bijaksana itu pun berkata bahwa sesuatu yang tidak ingin kita menjualnya adalah sesuatu yang sangat berharga. Apa yang kita masih miliki saat ini harus kita jadikan modal untuk semangat dan berusaha sebaik-baiknya. Waktu, masa muda, kesehatan yang saya miliki sekarang harusnya bisa saya manfaatkan untuk menggali potensi yang saya miliki hanya dengan begitulah saya berkembang.

Ada banyak hal yang menjadi impian saya selama ini, ada beberapa yang tercapai, ada yang melampaui batas, ada yang belum. Ada yang diperoleh tiba-tiba, ada yang dengan keringat dan ada yang dengan kesabaran dan ketabahan. Memang manusia diciptakan nafsu kepadanya yang membuat dia tidak pernah merasa puas, mirip dengan teori kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow. Apapun itu, yang namanya impian, katanya, harus kita gantungkan setinggi bintang kalau nggak tercapai paling tidak kita telah mendapatkan awan. Karena pencapaian impian sebenarnya mirip-mirip dengan pencapaian tujuan sebuah organisasi/perusahaan. Saya harus punya Visi, Misi, Tujuan. Dimana tujuan itu dijabarkan lagi dengan rencana-rencana strategis, dari rencana strategis diwujudkan dengan program, dan program dijalankan dengan tindakan. Saya punya visi, misi, tujuan, rencana strategis, program dan tindakan. Kita tunggu hasilnya saja.

"Semua pencapaian besar dimulai dari langkah yang kecil" - anonim




2 Responses to “Impian”


  1. 1    acied May 19, 2005 at 1:10 am

    good taught…as usual….;p

  2. 2    Ahmad Eka May 19, 2005 at 2:37 am

    is it? wow thanks…

Leave a Reply

You must login to post a comment.