Hari minggu kemarin, saya pulang ke Semarang. Seperti biasa kalau di rumah, saya banyak menikmati waktu untuk menonton televisi. Begitu juga kemarin. Saya baru nyadar begitu banyak infotainment yang bercokol di televisi sekarang ini. Saya tidak mengerti apa yang dicari oleh para penyelenggara infotainment tersebut. Saya yakin tujuannya hanya duit, duit, duit. Tidak ada unsur pendidikan sama sekali dalam tayangan seperti itu. Kalau boleh jujur, tayangan semacam itu hanya akan memenuhi hasrat keadilan bagi orang-orang yang iri. “Lihatlah mereka, kaya, cantik, terkenal tapi kok cerai, tapi kok selingkuh, tapi kok… dll”. Atau tayangan semacam itu hanya akan menambah bahan bagi penontonnya untuk bergunjing ria dengan teman-temannya. “Eh kamu tau nggak, kemaren tuh masak Rhoma Irama… jenggotan”. Muak bener saya liat tontonan begitu. Lebih muak lagi saya ketika salah satu acara infotainment menayangkan kontroversi tentang keikutsertaan Artika Sari Devi ke ajang Miss Universe di Bangkok, Thailand. Tidak ada yang salah bagi sebuah acara infotainment tersebut, seperti biasa menghadirkan sosok orang yang baru saja terkenal dengan sederet kisah hidupnya. Memang secara fisik Artika Sari Devi bisa dibilang cantik, tapi saya jadi bertanya secantik apa hatinya, secantik apa akidahnya. Dengan sombong dan angkuhnya dia merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk mempromosikan Indonesia ke kancah dunia. Hello… hello… are you sure? saya rasa naif sekali kalau dengan mengikuti ajang Miss Universe nama Indonesia terangkat. Harusnya para penggagas keikutsertaan Indonesiadi ajang Miss Universe itu malu. Betapa rendahnya mereka menjual harga diri bangsa. Bisa lihat negara mana yang paling banyak memenangkan ajang Miss Universe, VENEZUELA. Apakah dengan gelar miss universe nama Venezuela terangkat? Apanya yang terangkat? Paling hanya terkenal bahwa negara tersebut merupakan negara dengan wanita yang cantik-cantik. Lantas, apa lagi?
Yang lebih mengecewakan lagi buat saya adalah komentar dari sang pembawa acara tentang pihak-pihak yang menentang keikutsertakan. Seakan-akan pihak yang menentang itu, yang sebagian besar memang ormas Islam, adalah pihak yang berpikiran picik, sempit dan berstandar ganda. Sebenarnya apanya yang picik? Apakah melindungi harkat dan martabat wanita Indonesia adalah perbuatan yang berpikiran picik dan sempit? Bukankah yang mendukung yang berpikiran sempit dan picik? Hanya karena iming-iming popularitas, finansial, dan bisnis mereka rela untuk mengingkari ajaran agamanya, mereka rela untuk membuka bagian tubuh mereka yang terlarang. Yang menyedihkan mereka membawa-bawa nama Indonesia. Menurut anda siapa yang picik dan naif?

0 Responses to “Indonesia Tidak Butuh Miss Universe!”
Leave a Reply
You must login to post a comment.