18
May
05

Menjadi Orang Indonesia

Indonesian_1 Saya pernah suatu kali memikirkan kenapa ya saya bisa jadi orang Indonesia, dilahirkan di Indonesia, besar di Indonesia, sekolah di Indonesia, kerja di Indonesia. Dari sekian milyar manusia di dunia ini, kenapa saya ditakdirkan jadi orang Indonesia ya. Maaf saya bertanya bukan dalam rangka saya ingin menghujat dan mempertanyakan ketentuan Allah buat saya. Saya menanyakan karena pasti ada alasannya buat saya dan hikmah yang bisa saya dapat dari pertanyaan kenapa saya menjadi orang Indonesia.

Sekarang tahu sendiri kan kondisi bangsa dan negara tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ini lagi carut marut baik dari sisi ekonomi politik, sosial, dan juga moral. Hampir tidak ada yang bisa dibanggakan kalau kita sebagai bangsa Indonesia harus berhadapan dengan bangsa lain. Saya pernah berbincang bincang dengan rekan saya, orang Singapura, ketika saya berkunjung kesana. Dari setiap pembicaraan kita tentang kondisi ekonomi dan politik, saya suka miris kalau dia bertanya ke saya, kenapa sih di Indonesia banyak korupsi, kenapa orang yang korupsi susah diadili, kenapa pengunjuk rasa bisa bebas untuk melakukan demo dan anarki ,yang mana, pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya jadi berpikir sedemikian buruknyakah negara saya? Yang memperparah lagi bukan hanya anggapan dan pendapat orang non Indonesia terhadap Indonesia tetapi malah orang Indonesia sendiri kadang berpikir yang jelek tentang negaranya. Tapi saya yakin anggapan itu bukan salah mereka karena bisa jadi memang begitulah adanya, atau apakah keadaan buruk itu dikondisikan oleh Media? Saya tidak tahu.

Akhir pekan lalu saya menonton DVD Bowling for Columbine buatan Michael Moore. Saya salut dengan Michael Moore karena dia adalah pembuat film-film dokumenter yang handal dan Kritis (Fahrenheit 9/11, Roger and me) Di Bowling for Columbine itu dia menggambarkan kondisi negara Amerika yang diliputi oleh ketakutannya sendiri, yang menurut Moore, lebih disebabkan karena pengkondisian yang dilakukan negara itu terhadap rakyatnya. Kenapa tindak kriminal tinggi, kenapa banyak aksi kekerasan terjadi ya mungkin bisa jadi karena mereka melegalkan kepemilikan senjata dengan mudah serta media mereka banyak melakukan penyiaran berita yang bombastis mengenai kriminalitas. Sebenarnya film itu lebih menitikberatkan kepada problematika yang terjadi di sebuah SMU di Columbine dimana dua siswanya melakukan penyerangan kepada siswa lain dengan senjata berat. Film itu lebih banyak menyoroti kebijakan Amerika yang membuat kepemilikan senjata bagi rakyat sipilnya begitu mudah. Dengan menonton film itu buyarlah pikiran saya tentang Amerika yang begitu hebat dan adi kuasa itu. Malah saya merasa bersyukur, untunglah saya dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia. Negara kita memang carut marut, tapi kita masih punya banyak harapan. Film itu juga memberikan gambaran kepada saya tidak selamanya sesuatu yang kita pandang baik, adalah baik buat kita. Mungkin dengan dilahirkan dan hidup di Indonesia saya memiliki banyak hal, saya menikmati banyak hal, saya punya banyak teman yang baik, keluarga, tetangga, tukang bakso yang baik, tukang sayur, tukang parkir, polisi cepek yang selalu hadir dengan senyumnya.

Mungkin negara kita bukan yang terbaik menurut kita tapi di sinilah kita digariskan untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup kita, apapun kondisinya. Negeri kita memang sarang korupsi, tapi saya menemukan kebahagiaan di Indonesia. Saya bahagia punya masa kecil yang indah di Indonesia, saya bahagia punya keluarga, sahabat dan tema-teman yang baik. Saya bahagia saya dilahirkan di Indonesia.




0 Responses to “Menjadi Orang Indonesia”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.