Archive for May, 2005



11
May

Recognition >< Syukur?

Saya teringat teori Maslow mengenai kepuasan, bahwa sesungguhnya terdapat lima tingkat kepuasan yang dicari oleh setiap manusia. Yang pertama adalah kebutuhan fisik (Physical Safety and security), kemudian Kebutuhan sosial (Social Safety and Security), selanjutnya kebutuhan afeksi (Love and Response), kebutuhan pengakuan diri (Self Respect and Acceptance) dan kebutuhan aktualisasi diri . Saya sedang merenungkan kebutuhan diri saya sendiri, sampai dimana kebutuhan itu terpenuhi? Sampai tingkatan manakah diri saya. Dalam teori Maslow disebutkan bahwa apabila manusia telah mencapai kebutuhannya pada tingkat tertentu maka akan timbul keinginannya untuk memenuhi kebutuhannya yang lebih tinggi. Seorang manusia tidak akan pernah memikirkan kebutuhan akan rasa aman apabila kebutuhan dasar dia seperti makan dan minum belum terpenuhi. Maka jangan heran apabila kita sering menemukan orang-orang nekat yang menggadaikan keselamatan hidupnya untuk mencari sesuap nasi dengan mencuri atau menjambret misalnya. Dia akan menggadaikan keselamatan hidupnya yang apabila tertangkap massa, ia beresiko untuk digebuki, disiksa, bahkan dibunuh.

Soup Bagaimana dengan saya? Sudah cukupkah kebutuhan saya? Mungkin saya termasuk orang yang berutung di dunia ini, saya pernah mendapatkan email tentang analogi bila penduduk dunia merupakan sebuah desa dengan penduduk 100 orang. Setelah saya baca, saya masih termasuk lima orang yang beruntung dalam desa tersebut. Berarti masih banyak yang kurang beruntung di sisi lain dunia ini. Kondisi saya masih lebih beruntung dibandingkan saudara-daudara saya di Irak, Palestina, Kosovo, mungkin Aceh. Disini saya masih punya keyakinan yang berlebih (walau seharusnya tidak boleh) bahwa besok pagi saya masih bisa datang ke kantor baca email, nulis blog dan tetap mendapatkan gaji bulan depan. Padahal mungkin di tempat lain ada seorang yang sebelum tidurpun, dalam ketakutan dia bergumam mungkinkah masih bisa melihat mentari esok hari? Karena dia tidak tahu apakah tidak ada hujan bom, atau penggeledahan oleh tentara malam itu.

Jadi apabila direnungkan betapa beruntungnya saya dianugerahkan hidup seperti yang saya jalani sekarang ini. Dan mungkin juga teman-teman yang sempat mampir ke blog ini.

Namun kalau saat ini saya menginginkan lebih dari apa yang telah saya miliki saat ini, apakah saya sesuai dengan teori kebutuhan manusia atau saya tidak bersyukur? Saya sangat takut menjadi orang yang tidak bersyukur karena saya tahu akibat yang bisa ditimbulkan oleh orang yang tidak bersyukur. Terus terang banyak pengalaman masa lalu yang membuat saya menghindarkan perasaan kufur. Saat ini saya membutuhkan lebih dari sekedar salary, allowance, dan segala security yang sudah saya peroleh. Now, I need self recognition.

Saya masih harus merenungkan lebih jauh, apakah keinginan untuk memperoleh recognition menutupi rasa syukur saya terhadap apa yang saya peroleh sampai saat ini?

"Strive for excellence" - a values of PT. Astra International, Tbk

07
May

Small Note for This “Not So Bad” Saturday

Small Note for This "Not So Bad" SaturdayWell, what can I say, here we are. Finally I managed to pass this day without any headache. I experience a few happy moment today. We, people, sometimes overreact to something that we haven’t tasted yet. I met one of my friends today and he looks so messy. When I asked him what happened to him, he just said to me something terrible about this company. I think it hasn’t been so that far anyway. I guess he is too sensitive. He said that because of this company policy, he got headache as he cannot spend this whole day for sleeping just like he always do in the regular Saturday. I talked to myself; you have to look at it from different perspective, pal. Did you notice that today everything become so cozy and casual? I wish as if everyday could have been like today situation and atmosphere. You can spend more time to chat and speak to other people comparing to other days.

Well, just slightly move yourself to some angle, you’ll see different view of what you saw before. That is what I learn today. Frankly, everyday is a new lesson for us if we just want to open our eyes and our ears wider. So, enjoy life!!!

06
May

Saturday Fever

Saturday Fever Today is the 2nd times that my office orders us to work on Saturday. This policy is taken as we will have additional holiday in November. They swift the holiday on Saturday to become a working day.Perhaps the policy will work for some people who work In plant instad of us who work in office, in this case, especially me. So this morning I just wake up a little bit early than every regular Saturday. I actually wanted to close my eyes longer enjoying the beautiful morning, however, the duty is calling and I could not handle it. Anyway, I felt the best part of this morning when I drove through toll road. It was very quiet and peaceful scenery. No hurry, no traffic jam, no three in one. It seems everything is right in its place. If only I could feel this amazing feeling everyday, I would be 10 years younger :-)

I arrive in the office at 07.35 am. Pretty much improvement I guess. I started working at 8.00. Actually, I cannot say it was working as I just read my incoming email and browsed some favourite sites. Hey, but it ain’t fool. I have nothing important task to do today. So I just try to do something that I think it is required to be done, such as writing a blog. Is it nice?

I wonder what is someone right there doing? Is he working or reading an email or browsing internet just like what I do? I look across the room, there are a group of managers who are meeting, and I don’t know what they are talking about. I guess there are important issues around. Oh I know, they are talking about the financial audit. Hehehe they are the right person to talk about it. At least, it’s nice to know that they are working too not just sitting and fooling around.

I begin to love this morning.

05
May

Magnolia

Kemarin, libur kenaikan Isa Al Masih, saya habiskan dengan bersantai dirumah, tidur-tiduran, main PS (not totally) dan nonton DVD. Saya menghabiskan 2 film kemarin yaitu Totoro (this is the 4th times I watch the movie) dan Magnolia. Sebenarnya Magnolia bukan DVD yang baru saya beli (Rp. 8000,- you know what it means) karena sebelumnya saya kira DVD ini spoiled. Tetapi ketika saya ganti mesinnya eh ternyata DVD ini baik2 saja. Tetapi baru kemarin saya berhasil menghabiskan satu DVD full tanpa ter interrupt - tidur hehehe.

MagnoliaMagnolia, berkisah tentang kehidupan sekelompok orang yang saling berhubungan. Scene-nya mirip-mirip dengan film semacam 21 grams, Traffic, dan Love Actually. Memang rada berat sih isinya tapi saya mengacungkan empat jempol untuk film ini, termasuk jempol kaki. Tidak salah sebagai film yang masuk nominasi Golden Globe 1999, film ini memang berbobot dan cerdas. Ada sisi kehidupan seorang pembawa acara kuis yang terkenal, seorang anak jenius yang putus asa, seorang motivator Sex (Acted by Tom Cruise), seorang yang sekarat yang juga ayah dari si motivator sex, istri mudanya yang menyesal tidak pernah mencintai sang suami yang sekarat (Julianne Moore), seorang polisi yang berdedikasi dan taat, seorang mantan quizz kid yang ceroboh dan baru saja dipecat dari pekerjaannya karena kurang produktif (William H Macy). Yang jelas film ini kaya. Kaya makna, kaya jiwa dan banyak hal yang bisa direnungkan dari cerita yang teratur walau melompat-lompat dari satu scene ke scene lain. Yang cerdas, walaupun menceriterakan kehidupan beberapa orang yang berbeda tapi bisa diketahui semuanya terjadi dalam satu waktu dan semua orang yang diceritakan dalam film itu sesungguhnya interconnected satu sama lain. Sehingga ketika menontonnya saya Cuma bisa bilang : Jenius.

Yang menjadi tontonan menarik dari film ini adalah tentang kenyataan bahwa sesuatu yang "kebetulan" kerap terjadi dalam hidup kita. Seperti dikisahkan dalam film ini, Frank TJ Mackey (Cruise) kebetulan sedang kesal dengan seorang wartawan yang memojokkannya tentang kisah hidupnya. Dia sangat membenci ayahnya, partridge, yang dulu meninggalkan ibunya yang sedang menderita kanker. Hanya dia yang dahulu menemani ibunya yang sekarat. Maka ketika mackey diwawancarai, dia mengakui ayahnya telah meninggal. Namun sang wartawati tahu kisah yang sebenarnya. Disisi lain, pada saat yang bersamaan, ayahnya tidur terkulai sekarat menyesali perbuatannya yang lalu kepada seorang perawatnya. Dia menyatakan ingin bertemu anaknya dan meminta maaf. Scene yang mengharukan terjadi kala mackey akhirnya bersedia untuk bertemu dengan ayah yang dulu dibencinya. Betul - betul film yang luar biasa, tidak salah kalau saya lihat banyak sekali list penghargaan yang diperoleh film ini di belakang sampulnya.

Namun ada scene yang menjadi tanda tanya saya sampai akhir cerita, yang bahkan ketika saya tanya adik saya, dia pun tidak mengerti. Ada sebuah scene di akhir cerita, terjadi hujan kodok! Aneh bin ajaib. Selain cerita yang aneh, saya mikir juga nyari kodok dimana ya sebanyak itu? Kebayang juga deh andaikata hujan kodok itu terjadi di Jakarta…. Hiiii….

Overall, the movie is absolutely tremendous!

03
May

Jati diri

Jati diriSaya kemarin mendengar sebuah renungan yang menarik mengenai jati diri. Dalam isi renungan itu dibahas mengenai jati diri yang dianalogikan dengan berbagai hal, dimana jati diri memegang peranan yang sangat penting terhadap segala hal yang ingin kita capai dalam hidup ini. Kita sebagai manusia terutama manusia modern yang sering disibukkan oleh sesuatu yang tidak hakiki seringkali lupa atau bahkan kehilangan jatidiri kita. Kita sebagai manusia apabila paham betul dan sangat mengerti terhadap jatidiri kita sebenarnya tak akan pernah merasa "jatuh", merasa tak berharga, tak berguna ataupun sial. Pengenalan jatidiri ini seyogyanya merupakan pengetahuan dan pegangan hidup setiap orang. Kita apabila mengenai siapa diri kita, apa peran kita, dan hendak kemana kita melangkah tidak akan pernah merasakan kehilangan dan keterpurukan sedemikian dalam. Bahkan dengan pengenalan jatidiri yang baik akan membuat kita senantiasa mudah, mau dan terus bangkit dalam setiap aktivitas pencapaian tujuan.

Mengenai jatidiri ini, memang banyak dipengaruhi oleh informasi-informasi yang negatif yang terkadang mematikan atau mengaburkan jatidiri itu sendiri. Kita tidak mengenal jatidiri bukan karena kita tidak pernah menemukannya, hanya saja kita memperoleh gambaran dan anggapan yang salah mengenai jatidiri itu. Anggapan yang salah itu bisa disebabkan oleh :

1. Anggapan orang lain terhadap jati diri kita yang kita percayai 2. Anggapan diri kita terhadap diri kita sendiri berdasarkan pengalaman yang kita percayai 3. Anggapan sistem terhadap diri kita sebagai nilai yang menjauhkan kita dengan jati diri.

Mulailah mengenai jatidiri karena dengan demikian akan membuat pandangan kita terhadap hidup menjadi lebih utuh dan sempurna.

Sekarang bulan Mei, semoga menjadi awal kebangkitan bagi kita semua.