Archive for June 3rd, 2005

03
Jun

Saving Private Money

"Happiness is a choice that requires effort at times" - Anonymous

——————-

Saving Hari ini saya membuka account di sebuah bank. Account tersebut merupakan sebuah program tabungan terencana tapi dalam jangka waktu yang panjang. Saya mengambil yang 20 tahun. Sebenarnya pertimbangannya sederhana. Saya harus dibiasakan menabung. Karena kalau boleh jujur, selama ini saya termasuk orang yang boros. Paling suka spending money untuk hal-hal yang nggak bersisa, jadi sekali keluar duit, menguap entah kemana. Sepertinya benar adanya bahwa semakin meningkatnya pendapatan akan semakin meningkat pula tingkat konsumsi (sangat berlaku buat saya). Yang paling parah bila tingkat konsumsi sangat mendekati tingkat pendapatan sehingga akan menyebabkan semakin tipisnya tingkat saving.

Seperti rumus sederhana yang biasa kita pelajari di kuliah-kuliah Makro Ekonomi bahwa Y (pendapatan) = C (Konsumsi) + S (Saving). Yang parah kadang peningkatan pendapatan mendorong peningkatan konsumsi, saving tetap. Bahkan di beberapa waktu saving yang sudah dikumpulkan selama beberapa waktu kita convert juga jadi konsumsi, jadi kapan savingnya?

Kebetulan salah seorang kawan yang bekerja di sebuah bank menawari saya program tersebut dengan iming-iming saya akan memperoleh sebuah Nokia 9500. ah barang murah kau tawar-tawarin pikirku. Pertamanya sih ragu juga. Saya harus menabung dengan jumlah yang sama setiap bulan selama 20 tahun? 240 bulan? Berarti kalau usia saya saat ini 25 tahun, berarti manfaat tabungan itu baru bisa saya rasakan pada usia 45 tahun. Jadi kepikiran juga, pada usia demikian, seperti apa saya? Apakah masih seperti saat ini masih sanggup untuk menabung sejumlah yang ditentukan. Keuntungan dari program yang ditawarkan adalah adanya asuransi, jaminan bahwa in case, amit-amit semoga tak terjadi, pada periode menanbung saya mengalami kecelakaan/ ketidakmampuan tetap atau misalnya meninggal, akan ada jaminan bahwa tabungan tersebut akan terus bertambah setorannya setiap bulan sampai masanya berakhir. Hmmm. Not bad juga, setidaknya tidak ada yang spekulatif dalam melakukannya. Ada contingency plan dari tabungan ini. Yang saya harus persiapkan sekarang adalah keinginan kuat dan konsisten bahwa saya harus menyisakan dana untuk ditabung setiap bulannya. Semoga saya karena program ini membuat hasrat menabung saya jadi lebih besar dari konsumsi. Sehingga apabila terjadi peningkatan pendapatan dimasa datang saya akan bisa mengerem keinginan untuk meningkatkan konsumsi. Kalo dipikir-pikir, misalkan saja gaya hidup saya masih sama seperti jaman kuliah dulu, saya yakin bisa menabung banyak tiap bulannya. Dengan tabungan tersebut saya dapat memanfaatkan untuk usaha atau lain sebagainya. Ah sudahlah, mengutip kata-kata Andrie Wongso dalam sebuah bukunya yang kurang lebih begini "Dalam hidup, kita jangan pernah takut, dan apabila telah menjalaninya kita jangan pernah menyesal". Jadi keputusan yang saya ambil semoga bermanfaat sebagaimana saya mengharapkannya. Tinggal satu hal lagi nih, Nokia 9500 mau dikemanain?

03
Jun

Hari Jumat

Ada nuansa lain yang biasanya saya rasakan ketika memasuki hari jum’at yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Bangun pagi di hari jum’at terasa sangat antusias, karena ada harapan bahwa this is it, the last day of the week. Besok saya akan bangun pagi dengan lebih relaks dan damai. Ketika berangkat ke kantor pun entah benar atau tidak, saya suka merasa kalau di hari jumat lalu lintas terasa lebih lengang, lebih lancar dan semuanya terlihat lebih damai. Hal itu akan sangat terasa berbeda ketika hari senin misalnya yang sepertinya semua orang berlomba untuk datang ke kantor salip kanan kiri seenaknya, seakan-akan mengejar waktu untuk buang air.

Yah begitulah. Terlebih lagi hari jumat waktu terasa sangat pendek dan cepat. Jam 11.30 biasanya ruangan di tempat saya bekerja sudah agak kosong karena sebagian sudah ngabur untuk makan siang sebelum melakukan sholat jum’at. Jam 12.00 sholat jumat sampai kira-kira jam 13.00. setelah sholat jumat biasanya kembali bekerja tapi suasanannya sudah berbeda. Biasanya saya sudah malas mengerjakan pekerjaan yang rada berat karena biasanya pikiran saya sudah lelet. Lagian kalau ada pekerjaan yang terasa butuh konsentrasi ekstra lebih baik saya lanjutkan esok harinya saja, hari sabtu, lebih tenang dan bisa fokus. Jumat sore biasanya ada beberapa messenger dari bank yang akan mengambil atau mengantarkan dokumen. Beberapa officer dari bank juga lebih suka datang ke kantor pada hari jumat. Ketika saya belum mengikuti program khusus biasanya jumat sore adalah jadwal saya untuk bermain tennis, jadi ada rasa excited tersendiri dengan aktivitas yang seperti itu. Belakangan ini tiap jumat saya harus bertemu dengan Cameron Wayman, si orang Australia, guru bahasa Inggris saya di EF.

Oh iya, nulis EF saya jadi teringat kalau nanti malam ada post test Structure section TOEFL. Intinya, I love this day. Hari jumat bagi saya adalah hari yang unik dan menyenangkan.

Have a nice weekend, fellows.