Akhir pekan kemarin saya pulang ke Semarang. Banyak agenda yang ingin saya selesaikan disana, salah satunya adalah legalisir ijasah dan transkrip nilai S1 saya di Universitas Diponegoro. Saya menyempatkan mampir untuk melakukan legalisir ijasah dan transkrip karena saya pikir mumpung saya masih ada waktu yang luang lebih baik dilakukan sekarang. Terus terang kunjungan saya yang singkat ke Undip setelah sekian lama meninggalkannya sangat berkesan. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari kunjungan tersebut. Hanya datang bawa ijasah dan transkrip, menemui orang Tata Usaha, Bayar biaya transkrip di bagian keuangan, trus menyerahkan Ijasah Asli dan transkrip asli beserta copy-nya ke loket legalisir dan ditinggal. Sudah. Selesai.
Sebenarnya pada waktu itu saya bisa pulang tapi saya tergelitik untuk melihat sekeliling kampus yang sekarang nampak lebih segar karena terdapat beberapa gedung yang baru dan ada sedikit renovasi di sana sini. Dalam perjalanan saya berkeliling-keliling saya menemukan banyak hal baru. Sepertinya suasananya berbeda saja. Sekarang sepertinya lebih teduh dan lebih teratur. Saya melewati beberapa tempat yang dulu biasa digunakan oleh saya bersama teman-teman untuk menunggu jam kuliah. Melewati kafetaria yang biasa digunakan untuk sarapan bersama teman-teman apabila ada kuliah yang dimulai pagi hari. Melewati taman tempat biasanya kami dulu bersenda gurau menunggu waktu kuliah. Taman yang biasanya kami sebut "central park" itu hampit tidak ada yang berubah kecuali perubahan di tempat duduknya yang sekarang sepertinya dilengkapi dengan tungkup dan tempat duduknya pun dicat hitam. entah apa maksud dari mengecat tempat duduk taman menjadi hitam. sempat saya khawatir jangan-jangan catnya nempel di celana saya. Syukurlah ternyata tidak.
Banyak yang berubah. Hampir tidak ada sosok yang saya kenal. Walau demikian saya bisa melihat sosok orang-orang yang saya kenal dulu dalam sosok orang lain. Saya bisa melihat sosok teman saya yang dulu terkenal alim ketika melihat mahasiswa yang berpenampilan seperti dia, sosok mahasiswa yang sok artis, dengan pakaian anehnya, sosok mahasiswa gondrong dengan baju hem dikeluarkan duduk-duduk di kafetaria membuat saya merasa familiar dengan suasana tersebut. Sepertinya saya terlempar ke masa lalu. Ternyata sedikit banyak, saya telah merasa kehilangan masa tersebut. Masa yang benar-benar membuat saya lebih mengenal kehidupan yang sesungguhnya. Tidak salah kalau undip merupakan campus of life saya. Di situlah saya mengenal kebebasan berpikir, kemajemukan masyarakat, keberagaman kepentingan dalam komunitas, persaingan sehat dan tidak sehat, bagaimana dibenci atau di -iri-kan orang dan sebaliknya., bagaimana membentuk dan mempertahankan komunitas eksklusif, bagaimana memupuk dan mempertahankan persahabatan dan cinta. Dan sebagainya. Banyak kenangan, momen, pelajaran berharga yang saya peroleh dari campus of life tersebut. 4 tahun serasa waktu yang sangat pendek untuk memperoleh semua itu.
Ya Allah, terima kasih untuk semua pelajaran hidup yang pernah saya peroleh di tempat itu.
Tak lama, saya menerima SMS. Saya harus pulang.
Suasana "Central Park" Undip Pleburan
Bertemu Jacky. Latar belakangnya ada abang loper koran yang bisu. Masih ada aja



Wew…si Eka nih…udah mem foto gw tiba2 terus dimasukin ke Blog dia lagi….gemana sih…gw musti nuntut royalti nehhh….huehehehehe…
Central park…atau catwalk terpanjang di dunia ya.. Beberapa hari yang lalu saya juga duduk disana beda dengan Eka..saat itu malam hari, sangat berbeda dengan dulu yang pernah kurasakan, Malam hari terasa lebih hidup di kampus beda banget dengan dulu. Campus of life; mungkin itu juga tepat buat saya..saya yangmungkin menurut banyak orang tidak berpendirian, tidak menjadi diri sendiri…Fase menjadi seorang akademis yang cuma datang duduk diam dan dengarkan..fase seorang aktivis keagamaan…fase seorang anak gaul…dengan sejuta gosip dari mulai “biang Gosip” sampai “Affair dengan Dosen Pembimbing Skripsi”…Banyak yang belum sempat kulakukan saat itu…Namun tak ada yang pantas untuk disesali, semua telah terjadi dan hanya pantas disyukuri. Karna semua itu aku bisa seperti saat ini..Smoga selamanya tetap teguh menjadi Karang di Lautan atau Rumput yang takkan luruh walaupun dipukuol ribut. Kapan kita kumpul-kumpul dengan teman2 Mas? Kutunggu undangan reuninya…
tenang jek, kalo ada yang ngasih duit karena blog ini, lho bakal gw bagi, sayangnya nggak… hahahaha
Walah..mas eka..msh smpt mengabadikan kmpus tercinta..hehehe…kok kolam yg didpn auditorium g’ dfoto skalian..??hehehe…
“campus of life”…jadi kangeeen nih…jadi keingetan masa2 kuliah ya ka,apalagi aku yang orang desa gitu deh..:-) dateng ke kota gede kayak semarang buat kuliah di undip..kayak mimpi aja, tapi seru banget apa yang aku alami selama 5 tahun kuliah dikampus ini…idem deh ma eka…so many things that i`ve got from this campus…salah satunya ya ketemu ma si bos eka ni…( bilang setuju loh ka awas qlo nggak…hehehe..)