25
Jun
05

Jomblo juga manusia…

Stpcup2Di beberapa kesempatan, saya suka menjadi tempat curhat beberapa teman saya yang kebetulan.. "jomblo". Saya nggak tau kenapa orang yang belum punya pacar atau pasangan dibilang jomblo. Yang saya heran, kadang mereka minta ke saya "Eka, kalo ada temen kamu yang oke, kaya, belum punya pacar, kenalin dooong…" hmmm bukannya nggak mau membantu ya, tapi saya paling nggak bisa deh ngejodoh-jodohin temen. Pernah sih waktu SMA yang ngejodohin sesama teman saya dan akhirnya mereka berhasil jadian. Ketika berhasil itu, saya merasa orang yang bahagia banget karena sedikit banyak saya membantu mengukir jalan hidup rekan saya tetapi ternyata saya bukan dewa cinta yang baik, I’m just stupid cupid, beberapa lama mereka bubar. Yang menyedihkan lagi, mereka bubarnya karena salah satu ada yang selingkuh. Pada waktu itu saya merasa seperti orang yang paling berdosa di mata teman saya itu. saya turut mengukir kisah tragis di agenda hidupnya. Mungkin sejak saat itulah saya sangat berhati-hati kalo mau ngejodohin orang. Karena efeknya itu lho yang bikin bete. Temen yang selingkuh jadi jauh ama saya, mungkin dia merasa bersalah jadi dia sedikit mengatur jarak. Hubungan pertemanan kami pun tidak seperti sedia kala, padahal saya sih nggak ambil pusing (walaupun tadinya pengen gw hajar tuh orang). Temen yang jadi korban selingkuh jadi sebel ama saya, walaupun yang selingkuh bukan saya setiap kali dia teringat memori buruk itu pasti deh kata-kata "kamu sih, ka…" selalu dilontarkan kalau sudah gitu I felt deeply sorry. Tapi rasanya beban itu sudah berlalu karena sampai sekarang saya belum bertemu mereka lagi. hehe

AloneBack to the present, kalau ada teman saya yang curhat mengenai kejombloannya saya biasanya hanya jadi pendengar yang baik. Mencoba mendalami perasaan dia dan mencoba dia untuk lebih membuka diri. Sempat saya melontarkan gagasan-gagasan gila agar dia bisa memperoleh kesempatan untuk mengenal orang-orang baru yang akan membuka kesempatan lebih lebar untuk menemukan love of a lifetime. Saya kadang membayangkan saya seperti Sam Beckett (Scott Bakula), seorang scientist dalam film Quantum Leap, yang menyelesaikan permasalahan orang-orang dengan menjadi diri orang tersebut. Nah kalau Sam Beckett itu bisa mengubah hidup orang dengan memerankan peran tertentu, mungkin si Eka ini merubah nasib jomblo-nya orang tersebut. Hmm interesting task, tapi jangan sampai saya harus melompat ke diri seorang cewek sehingga saya harus mencari cowok buatnya… yaaakkss. Yah, keinginan tersebut bukan tanpa alasan. Seorang teman pernah mengungkapkan perasaan kesepiannya, tekanan yang dia hadapi dari orang tua, keluarga, teman karena sampai saat ini dia belum punya pasangan yang tepat. Ada saja yang membuat dia terhalang memperoleh jodohnya. Banyak yang bilang dia terlalu pilih-pilih, tapi apa itu salah? Namun ketika saya tanyakan ke yang bersangkutan, dia sebenarnya nggak pilih-pilih juga. Mungkin tiap orang dilahirkan berbeda dari sisi kemampuan get along with other people. Mungkin juga, atau mungkin memang keadaan yang mengkondisikannya demikian. Dan kadang lingkungan sangat jahat, teman saya yang jomblo itu kerap diledekin, terlebih lagi bila ada rekannya yang lebih muda akan menikah. Kenapa sih kita begitu jahat terhadap mereka? Mereka normal kok, orientasi seksualnya baik-baik saja, mungkin kesibukan, pergaulan, lingkungan saja yang tidak memungkinkan mereka untuk menemukan pasangan hidupnya untuk saat ini. Dan saya, sebagai teman yang tahu kondisi dan perasaannya tidak bisa berbuat apa. Saya hanya berdoa semoga dia diberi pasangan hidup yang tepat segera.

Mungkin lingkungan memandang sebelah mata kepada orang yang jomblo karena dua hal :

1. mereka ingin rekan yang jomblo ini terdorong untuk berusaha mencari pasangan hidupnya. Jadi tekanan-tekanan yang diberikan oleh orang tua, keluarga, dan teman-temannya sebagai alarm, atau istilah pabriknya "Pokayoke" bahwa dia harus sudah memikirkan rumah tangga seiring dengan usianya yang semakin bertambah. Mereka berbuat demikian karena ingin hidup kawannya bahagia dan teratur (hmm I begin to be a Psycholog)

2. Mereka memang ingin memojokkan dan menjadikan rekan yang jomblo ini bulan-bulanan, karena rekan saya ini, dibilang kaya, ya kaya, dibilang oke, ya lumayan, dibilang baik juga ya gitu deh. Jadi mungkin menjadikan orang lain bahan tertawaan adalah hiburan bagi sebagian orang.

Yang jelas, baik ataupun buruk, menjadi jomblo kadang bukan pilihan yang mereka inginkan kok. Teman saya ini sekarang sudah lebih membuka diri terhadap lingkungan dan hal-hal baru. Ya mirip-mirip teori pemasaran lah. Kalau ingin meningkatkan potensi penjualan, setidaknya tingkatkan potensi terjadinya penjualan, tingkatkan cakupan pasar, masuki segmen gemuk. Siapkan strategi untuk targetting and positioning. Saya hanya bisa berdoa untuk saat ini, semoga dia bisa memperoleh orang yang tepat suatu saat untuk menjadi teman hidupnya sampai akhir hayat. Dan saya juga berdoa agar teman-teman lain yang suka meledeknya sadar bahwa jomblo juga manusia.

Dedicated to all jomblo’s whole the world. Keep moving and alive!!!

===========================

Movie Quote :

Al: Ziggy had a new data search component installed and we had to have it shipped in from Hong Kong and I think that gave a little jet-lag to the modem of the floppy disk.
Sam: Why do you make this stuff up all the time? Why don’t you just say to me, ‘Sam, we don’t know.’ Why don’t you just do that for once, instead of making it up all the time?
Al: Well, that wouldn’t be any fun.

Quantum Leap, TV Series (1989-1993)




2 Responses to “Jomblo juga manusia…”


  1. 1    Jacky June 28, 2005 at 11:07 pm

    wah2 karya tulis yg cukup bagus ini Ka….layak masuk artikel majalah…pemikiran kamu sangat humanis sekali kagum saya…buat para jomblo harus tetap tegar dan pede aja yah…santai aja dan nikmati hidup jangan sampe gara2 jomblo terus jadi minder and stress wahhh bisa rusak hidup tar…..kalo minat boleh gabung neh ama IJO LUMUT (IKATAN JOMBLO LUCU DAN IMUT) yg kebetulan saya sendiri ketuanya wakakakakak…

  2. 2    Ahmad Eka June 28, 2005 at 11:50 pm

    wkakaka… ngaku2 lo…
    btw IJO Lumut itu affiliated with JOJOBA ya… (jomblo-jomblo bahagia)

Leave a Reply

You must login to post a comment.