Archive for July, 2005

31
Jul

Mulailah Mencari…

Pagi ini sebelum jam masuk berbunyi, saya membaca blog mbak Nana, salah satu rekan kerja saya, tentang promosi di grup perusahaan tempat kami bekerja. isinya menginspirasikan saya untuk menulis blog ini. Isinya memang benar sih. Mbak Nana menulis tentang promosi yang baru saja diterimanya itu, sebagai sesuatu yang absurb. Promosi menurut saya dan juga berdasarkan literatur perilaku organisasi yang saya rasa pernah saya baca (:-)) . Sebenarnya promosi itu bertujuan untuk dilakukannya pengkaderan dalam organisasi. Sehingga diharapkan organisasi dapat berjalan langgeng dan disokong oleh sumber saya manusia yang memadai dan siap untuk regenerasi. However, untuk menjadi the next generation itu, syarat yang pasti harus ada yaitu prestasi dan dedikasi kerja. Sehingga tidak berlebihan apabila seseorang yang dengan sungguh-sungguh bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan berprestasi berharap untuk memperoleh promosi. Mungkin hal itu lah yang dirasakan mbak Nana dan juga saya. hehe.

Path Unfortunately, harapan itu tidak sesuai dengan kenyataaan yang ada. Terutama di tempat kami. Bisa dibilang bahwa kamu tidak bisa menentukan kapan kamu dipromosi eventhough kamu berprestasi baik dan bekerja penuh dedikasi sekalipun. Yang fatal dari keadaan semacam itu, orang-orang jadi bekerja apa adanya. Toh kalau memang sudah waktunya dan kita dianggap pantas ya, pasti suatu saat pun akan dipromosi. Just work, wait and see.

Namun yang harus diingat bahwa balasan yang kita inginkan atas prestasi yang kita torehkan bisa jadi tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Terkadang tanpa kita sadari pun, apa yang kita harapkan datang dengan sendirinya. Tetapi terkadang pula, sesuatu yang sangat begitu kita tunggu-tunggu tidak pernah kesampaian. Keadaan tersebut persis sama dengan inspirasi yang saya peroleh malam sebelumnya. Saya mendengar diskusi di radio Smart FM tentang suatu sisi kehidupan yang digambarkan lewat fragmen. Singkat ceritanya begini :

Di sebuah desa kecil di sebuah lembah hiduplah seorang suci yang hidupnya senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Suatu kali terjadi hujan yang sangat besar di desa tersebut. Karena besarnya hujan tersebut maka lama kelamaan banyak daerah yang tergenang. Hari pertama, tinggi air mencapai mata kaki, banyak penduduk sudah mulai siap-siap untuk mengungsi. Pada hari kedua, tinggi air telah mencapai lutut, beberapa warga telah melakukan pengungsian. Sang orang suci ikut membantu warga yang ingin mengungsi. Tapi walau demikian, tak terlihat satu keinginanpun bagi orang suci tersebut untuk mengungsi. Hari ketiga, air telah mencapai perut orang dewasa, sebagian besar penduduk telah mengungsi. Beberapa warga menawarkan agar orang suci diungsikan tetapi orang suci tersebut menolak seraya berkata "Selama hidup saya, saya senantiasa mendedikasikan hidup saya kepada Yang Maha Esa, dan saya tidak pernah mengharapkan apapun. Untuk itu saya berharap Dia akan menolong saya kali ini". Hari keempat, air sudah mencapai leher. Tingga beberapa orang dewasa saja yang masih ada di desa beserta sang orang suci, namun hujan terus mengguyur tanpa henti. Akhirnya beberapa warga terakhir memutuskan untuk mengungsi dengan perahu terakhir dan mengajak serta sang orang suci. Namun dia menolak kembali. Pada hari kelima, hanya atap yang terlihat di pedesaan, semua orang telah mengungsi kecuali sang orang suci. Tak lama dari kejauhan terlihat sebuah perahu datang, ternyata ada warga desa yang kembali bermaksud menjemput sang orang suci, dan kali ini, seperti biasa, orang suci ini menolak kembali. Akhirnya ditinggallah dia sendiri di tengah hujan yang masih mengguyur. Dengan perasaan sedih dan kecewa akhirnya dia berteriak protes, "Tuhan, setelah sekian lama aku serahkan hidupku mengabdi kepada-Mu. Apakah Kamu tega membiarkan hamba-Mu seperti ini?? Kenapa Kau tinggalkan aku, Tuhan?? Kenapa tidak Kau tolong aku??"

Tiba-tiba terdengar suara gaib terdengar di telinganya "Aku sudah menolongmu tiga kali, tetapi kamu sama sekali tidak memperdulikan Aku"

Jadi terkadang memang kita sebagai manusia, selalu berharap bantuan-Nya sesuai dengan harapa dan cara pandang kita. Kita bekerja berharap memperoleh promosi, bonus dan segala kompensasi yang kita anggap pantas dan setimpal dengan tindakan kita. Kita berharap tindakan kita dibalas setimpal dengan yang kita harapkan. Padahal Rahmat Allah, yang maha kuasa senantiasa ada pada kita. Walau tidak selalu dalam bentuk sesuai keinginan kita. Kita seharusnya jangan berputus asa. Seharusnya kita harus jeli dan peka apa rahmat Allah yang diberikan hari ini untuk kita? Andaikan sang orang suci itu peka, seharusnya dia tidak usah kecewa dan marah. Karena perahu penolong dan kepedulian warga desa adalah salah satu bentuk rahmat Allah kepadanya.

Saya tidak dipromosi tahun ini. Tidak apa, tapi saya yakin dengan konsistensi kerja dan memperkaya kemampuan dan aktivitas saya, saya bisa memperoleh rahmat dan karunia Allah tanpa harus lewat promosi. Yang terpenting adalah mulailah mencari lewat usaha dan kerja keras tanpa henti. Terlalu banyak rahasia yang harus kita ungkap dengan kemampuan akal yang terbatas ini. Karena Dia tidak pernah meninggalkan kita.

27
Jul

Are we there Yet?

Are we there Yet?

… IT’S STILL NOT FRIDAY …

Do you think I’m gonna give up today?

But not yet…

Not yet…

25
Jul

Kaum Wanita di Hadapan Allah, SWT

Saya memperoleh email ini, dari sebuah milis. Isinya tentang kedudukan wanita di dalam Islam. Sering saya jengah dengan pendapat kaum wanita liberal terutama wanita barat, atau wanita yang selalu condong ke barat, yang mendewakan emansipasi, yang melihat harkat dan martabat dirinya hanya di dunia saja. Alhamdulillah saya memperoleh pencerahan hari ini. Dan semoga saya bisa membaginya untuk wanita-wanita yang saya sayangi, ibu, istri, adik, saudara-saudara perempuan, teman dan sahabat-sahabat perempuan saya bahwa sesungguhnya Allah sangat mencintai mereka tanpa syarat, tanpa diskriminasi, tanpa mereka minta. Semoga tulisan ini membuka pintu hatimu untuk lebih dekat kepada-Nya. Untuk kaum pria, agar tulisan ini disebarkan ke setiap penjuru dunia, kepada saudara perempuan kalian yang kalian sayangi, semoga akan membuatnya semakin dekat kepada Allah.

==============================

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM,

Lihat saja peraturan dibawah ini :

1.. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.

2.. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3.. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.

4.. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.

5.. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6.. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.

7.. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.

8.. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

1. Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dgn seorg wanita.

2.Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

3.Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

4.Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

5.Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

6.Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

7.Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja :

- shalat 5 waktu,

- shaum di bulan Ramadhan,

- taat pada suaminya dan

- menjaga kehormatannya.

8.Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH … demikian sayangnya ALLAH pada wanita bukan?

taken from Sabili mailing list

25
Jul

Menikmati Kehidupan

Menikmati Kehidupan

Ampera Bridge. The picture was taken when I was there on my vacation.

Saya yakin sebagian dari kita ingin sekali menikmati kehidupan dengan tanpa beban dengan materi yang berlimpah dan kemudahan yang tiada tara. Walau mungkin hal tersebut adalah mimpi bagi sebagian orang, termasuk saya juga, tetapi hal itu juga mungkin sudah menjadi bagian hidup dari sebagian orang lainnya. Terlebih lagi melihat gaya hidup orang di jaman sekarang yang cenderung mendewakan materialitas, yang lewat berbagai media hiburan membombardir kita setiap saat. Tanpa bermaksud untuk mengelak, saya pun demikian adanya. Saya sangat ingin menikmati hari-hari yang panjang dengan bersenang-senang, santai, banyak uang, foya-foya, dan lain sebagainya, yah mirip-mirip lagunya Oppie Andaresta yang "Andai aku jadi orang kaya". Tapi apakah dengan menjadi kaya, terkenal, banyak uang otomatis akan bahagia?

Ada pepatah berbahasa inggris mengatakan bahwa "money cannot buy happiness" tapi pepatah itu itu pernah dibantah oleh Donald Trump yang kalau tidak salah ia pernah berkata "people who thinks money cannot buy happiness, actually had never had enough money to buy it" Nah lho… jadi jadi orang kaya itu penting dong. Saya jadi teringat artikel yang saya baca kemarin di Kompas hari minggu, 24 Juli 2005. ada artikel mengenai selebritis yang dahulu hidupnya melarat, miskin penuh pengorbanan namun sekarang telah sukses, kaya dan terkenal. Artis -artis yang ditulis kisahnya dalam artikel tersebut adalah Mandra, Inul Daratista, Dorce, dan Didi Kempot. Mandra, salah satu contohnya, yang kadang kita suka jadikan bahan ledekan bagi orang-orang yang kita anggap secara penampilan fisik (wajah) kurang itu, dahulu hidup dengan serba kekurangan. Dia dari usia remaja telah bergabung dalam kelompok lenong, berkeliling dari kampung ke kampung, kadang mendapat honor kadang tidak, tapi berkat kerja keras (mungkin juga kerja ikhlas :-)) Mandra bisa hidup bergelimang kemewahan saat ini. Tanah yang dimilikinya berhektar-hektar, Koleksi mobil, motor yang jumlah dan harganya lumayan tinggi untuk kebanyakan orang. Jadi walau penampilan biasa saja, Mandra itu ternyata orang yang kaya juga, jadi suatu saat kalau ada yang meledek seseorang mirip Mandra, yah ambil sisi positifnya saja, jangan kecewa atau kesal karena seorang Mandra adalah orang yang ulet, tabah dan pekerja keras. Dia pun telah menikmati buahnya saat ini.

Tadi pagi, saya bangun pagi dengan perasaan malas yang sangat. Walau sudah cuti 2 hari minggu lalu tapi rasanya kurang saja. Jadi terpikir kalau betapa nikmatnya apabila tadi pagi saya terbangun dengan kondisi yang sangat kaya dan tidak usah bangun pagi untuk segera ke kantor. Namun kemudian saya teringat kisah Mandra, Inul, Didi Kempot, Dorce atau siapapun orang multi kaya yang saya pernah tahu, bahwa untuk menjadi seorang yang multi kaya itu, kita tetap harus menjalani hidup seperti apa adanya. Bekerja, berusaha, berdoa, dan terima hasilnya. We must do the best, and let Allah do the rest. Jadi tidak ada alasan saya harus tidur dan bersantai ria. Itulah hidup, mengetahui bahwa saya masih di tahap untuk berusaha dan berdoa, saya harus menikmatinya dengan apa adanya.

=================================================

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.

Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."

Sang Sapi keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"

Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia.

Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah!.Kukembalikan 10 tahun padamu"

Maka Tuhan pun setuju.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!"

Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".

Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.

Akan kuberikan engkau! umur sepanjang 25 tahun!"

Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun?

Itu terlalu pendek Tuhan. Let’s make a deal.

Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.

Setuju?"

Maka Tuhan setuju!.

AKIBATNYA…

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan bersenang-senang)

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi! (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita).

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat …

taken from mmugm mailing list

20
Jul

Bertemu Fadhil (di Gambir)

Bertemu Fadhil (di Gambir)

Mas Fadhil and his wife, Fitria, at Gambir around 21.30 Jakarta time.

Baru kemarin saya menuliskan memori saya tentang stasiun Gambir di blog ini. Dan malamnya, saya mampir ke Gambir untuk menjemput orang tua saya yang datang dari Semarang. Seperti biasa saya sangat menikmati suasana sepinya Gambir di waktu malam. Kereta yang lewat hanya beberapa saja sehingga tidak terlalu bising dan biasanya pada jam-jam di atas jam 21.00, Gambir hanya berisi penjemput dan porter saja jadi tidak begitu ramai dibandingkan siangnya. Ketika saya sedang menunggu dalam kesendirian itu, saya bertemu dengan teman, kakak, sahabat dan juga tetangga saya, Fadhil.

Yang membuat saya heran adalah bisa-bisanya kami bertemu di tempat tersebut. Kebetulan saya mempunyai ganjalan yang belum sempat terungkapkan dengan Fadhil. Saya tidak bisa menghadiri pernikahannya dua minggu lalu sebab waktunya bertepatan dengan acara ngunduh mantu pernikahan saya. Maka dengan pertemuan itu saya sangat bersyukur sekali karena saya bisa bertemu dengan teman, kakak, sahabat dan juga tetangga saya itu… bersama istrinya lagi. Jadi lengkaplah malam itu saya bisa berbincang-bincang sehingga waktu menunggu kereta tiba tidak terasa membosankan.

Berdasarkan pengalaman itu jadi semakin bertambahlah kenangan saya terhadap stasiun Gambir itu. di Stasiun itu saya mengalami banyak hal-hal yang secara kebetulan, mencengangkan saya.

19
Jul

Memori Stasiun Gambir

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Pagi kala itu terasa sepi, tapi bawaan kami kayaknya paling banyak saat itu

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Welcome to Gambir, the nicest train station in Jakarta

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Dilarang duduk di tangga, tapi masuklah ke kolong peron

Kalau saya ditanya "tempat di Jakarta yang paling berkesan buat kamu, dimana?" saya pasti dengan tidak ragu akan menjawab "Stasiun Gambir". Bagaimana tidak, buat saya, Stasiun yang letaknya di jalan MI Ridwan Rais Jakarta Pusat itu, sangat familiar buat saya. Selama hampir 4 tahun saya bermukim di Jakarta, setiap bulannya paling tidak satu kali saya menyambangi stasiun ini untuk naik kereta ke Semarang. Maka ketika akhir Juni kemarin ketika rombongan keluarga kami akan berangkat ke Semarang, saya teringat memori di Stasiun itu.

Memori Stasiun GambirSaya teringat bagaimana pada masa-masa awal saya bekerja di Jakarta, saya bertemu teman saya waktu SMP, Agus Pravianto, yang bekerja di Departemen Keuangan di Gambir. Saya senangnya bukan main karena setiap akhir pekan saya bisa bersama dia satu kereta saat pulang ke Semarang. Beberapa teman dan juga senior saya, saya temukan di Stasiun ini. Stasiun Gambir ibarat suatu oase kecil di tengah kegersangan dan asingnya Jakarta. Di Stasiun ini dalam beberapa hal saya menemukan kehidupan yang sama sekali berbeda dengan Jakarta pada umumnya.

Cobalah untuk berdiam sendiri disana, seperti yang biasa saya lakukan setiap kali menjemput salah satu anggota keluarga saya. Sambil memandangi Monas yang cahayanya temaram di malam hari, pikiran saya suka melayang kemana-mana. Di kejauhan kita bisa melihat gedung-gedung tinggi Jakarta dengan gemerlap lampunya. Benar-benar pemandangan yang membuat saya terkesan sampai saat ini. Kadang pemandangan seperti itu pula yang membuat saya senang-senang saja disuruh jemput sodara di Gambir. Pemandangan yang langka untuk kota sekeras Jakarta

Tapi Gambir juga menyisakan beberapa tempat yang terkesan jorok dan tidak teratur, banyak calo, pengemis, mungkin juga copet. Bagaimanapun lihatlah lebih dekat, kadang sesuatu yang dilihat lebih dekat terlihat lebih indah dan ramah. Semoga Gambir dengan segala memori yang melekat dengannya, tetap berada di angan saya sebagai tempat yang punya sentuhan khas dalam hidup saya.

Memori Stasiun Gambir

Kereta telah datang, penumpang berdiri tidak sabar untuk masuk kereta

18
Jul

Be Cool

BecoolSetelah dua hari yang lalu menikmati macetnya kota Jakarta selama berjam-jam, kemarin, dengan tidak biasa, saya pulang cepat dari kantor. Tiba di rumah pas maghrib. Mendapati rumah yang kosong karena istri dan adik saya sedang tahlilan di tempat saudara yang meninggal akhir pekan lalu, saya mengambil kesempatan itu untuk menonton DVD yang beberapa waktu belakangan tidak sempat saya tonton.

Film kali ini sangat Funky tapi benar-benar menghibur, cerdas dan keren. Judul film itu "Be Cool". Sebetulnya sebelumnya saya kurang begitu tertarik dengan judulnya, tapi setelah melihat deretan pendukungnya : John Travolta, Uma Thurman, Danny De Vito, Vince Vaughn, bahkan The Rock saya tertarik untuk membelinya. Dan ketika saya menontonnya kemarin, benar saja, filmnya betul-betul Cool, Smart, Full Intrigue, dan Funny.

Berkisah tentang seorang produser film, Chili Palmer (Travolta) yang berkeinginan untuk banting setir dari bisnis film ke bisnis musik. Pasca meninggalnya rekannya Tommy Athens yang dibunuh oleh Mafia Rusia, Chili menawarkan diri kepada istri mendiang rekannya itu, Edie Athens (Uma Thurman) untuk membantu Edie menjalankan bisnis musik yang hampir bangkrut ketika ditinggal Tommy. Chili berniat mengorbitkan seorang penyanyi muda berbakat, Linda Moon (Christina Millian) yang ditolongnya dari jeratan produser keji, Raji (Vince Vaughn) dan bossnya, Nick Carr. Film ini menggambarkan kepiawaian Chili dalam bernegosiasi dan melakukan taktik dan strategi bisnis yang brilian. Dia bisa memanfaatkan berbagai keunggulan dan kelemahan yang ada pada dirinya dan lingkungan sekitarnya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Kemampuannya dalam meyakinkan orang juga patut diacungi jempol. Travolta dalam film ini benar-benar menjadi seorang yang cool abis. Dia digambarkan memiliki pembawaan yang tenang namun sangat cerdas dan berpikiran tajam. Walaupun beberapa kali dia dan Edie berada dalam situasi yang kurang menguntungkan namun taktik dan strategi Chili mampu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan penyelesaian yang cantik. Bagaimana tidak, dalam usaha mengorbitkan Linda Moon, mereka harus berhadapan dengan Mafia Rusia, yang mengejar-ngejar Chili karena menyaksikan pembunuhan Tommy Athens yang dilakukan oleh mereka, dengan Nick Carr dan pembunuh bayarannya karena Chili telah merebut Linda Moon yang masih ada kontrak dengannya, dengan Mafia Negro, Sin Lasalle, yang memiliki piutang kepada mendiang Tommy Athens, dan juga dengan polisi. Namun Chili piawai dalam menyelesaikan itu semua sehingga dia dapat berhasil mengorbitkan Linda Moon. Dalam film ini, ikut terlibat juga grup musik Rock, Aerosmith yang membantu meroketkan nama Linda Moon.

Menyaksikan Film ini saya teringat film-film semacam Ocean’s Eleven, Ocean’s Twelve, Italian Job, atau Matchstick men karena saya begitu terpukau dengan adu strategi antara Chili Palmer dengan saingan-saingannya, selain itu ada scene dimana Chili (Travolta) berdansa dengan Edie (Uma Thurman) dimana mengingatkan saya dengan adegan yang sama mereka di Pulp Fiction, sangat apik dan menghanyutkan. Menjadi nilai tambah yang benar-benar menjadikan film ini COOL. Film ini juga memberikan inspirasi bagi saya atau siapa saja yang menyaksikannya untuk tidak takut untuk bermimpi karena dengan usaha yang keras dan sungguh-sungguh, semua cita-cita dan tujuan yang diinginkan bisa terwujud.

========================

Movie quote :

Martin Weir  : What the hell is that?

Chili Palmer  :It’s a hybrid car, you can save much energy with that.

Martin Weir  : How about the speed?

Chili Palmer : When you’re Important, people will wait.

Be Cool

18
Jul

Being the Global Quality Citizen…

FortuneSeperti biasa setiap tahunnya Fortune Magazine mengeluarkan edisi khususnya tentang Global Top Companies. Hari ini saya menerima email yang berisi tentang posisi global top companies berdasarkan profitabilitasnya untuk tahun 2005. Nama-nama perusahaan yang ada di dalamnya merupakan nama yang sudah lumrah muncul di Majalah Fortune. Sebut saja Exxon, Citigroup, Toyota, Microsoft dan lainnya. Namun ada nama yang muncul yang sangat dekat dengan kita, Petronas. Perusahaan Malaysia ini terasa dekat dengan kita karena pernah disebut sebagai "anak didik" Pertamina, perusahaan gajah milik Indonesia yang kini tak berdaya di negerinya sendiri. Saya pernah dengar cerita dari rekan saya yang juga orang Pertamina bahwa dulu, sekitar tahun 1970 - 1980-an, karyawan-karyawan Petronas berguru ke Pertamina. Namun saat ini dengan terpampang di Fortune sebagai perusahaan top, patutlah kita bilang bahwa sang murid kini telah melampaui gurunya. Yang jadi pertanyaan, apakah sang murid yang begitu cerdas dan brilliant sehingga bisa melampaui gurunya atau sang guru yang cerdas karena mampu menghasilkan murid yang unggul? Apapun alasannya patutlah Pertamina berkaca. Mungkin dalam situasi seperti ini, yang harus berkaca bukan hanya pertamina tapi juga kita, sebagai anak bangsa.

Berita ini juga semakin mengukuhkan keunggulan negeri tetangga kita dibandingkan kita. Apa yang bisa kita banggakan saat ini? Tapi above all, kita jangan terpuruk dengan keadaan ini. Mungkin sekarang kita sedang jatuh, sedang diuji, sedang digembleng. Adalah hal yang sangat bodoh apabila dalam gemblengan ujian yang berat ini, kita sudah binasa dan kalah. Mari, rekan, sebagai anak bangsa, siapapun kamu, apapun pekerjaanmu, cita-citamu, agamamu, orientasi seksualmu… mari kita bangun Indonesia sekarang juga dengan lebih semangat sebelum semuanya terlambat.

GLOBAL TOP COMPANIES: Highest Profits

1 Exxon Mobil

2 Royal Dutch/Shell Group

3 Citigroup

4 General Electric

5 BP

6 Bank of America Corp.

7 Chevron

8 Total

9 HSBC Holdings

10 Pfizer

11 Toyota Motor

12 Wal-Mart Stores

13 American Intl. Group

14 Samsung Electronics

15 Altria Group

16 Petronas

17 ENI

18 China National Petroleum

19 Johnson & Johnson

20 Intl. Business Machines (IBM)

21 Royal Bank of Scotland

22 Microsoft

23 ConocoPhillips

24 GlaxoSmithKline

25 Verizon Communications

26 Intel

27 ING Group

28 Berkshire Hathaway

29 Wells Fargo

30 OAO Gazprom

31 Nippon Telegraph & Telephone

32 UBS

33 Procter & Gamble

34 Petrobrás

35 Barclays

36 SBC Communications

37 China Construction Bank

38 Mizuho Financial Group

39 Merck

40 BNP Paribas

41 Novartis

42 Deutsche Telekom

43 HBOS

44 Nestlé

45 E.ON

46 Roche Group

47 State Farm Insurance Cos

48 Wachovia Corp.

49 ABN AMRO Holding

50 Home Depot

Resources: Fortune Magazine

17
Jul

Its only words..:))

echronologique

Picture was taken on Sunday, 17 July 2005 Terminal 1C Jakarta International Airport

Just sharing this picture which was taken on last Sunday morning. In one cozy but disgusting spot of Jakarta’s International Airport, Sukarno-Hatta. Specifically, at Terminal 1C’s toilet. I was very curious, how come in the international airport was found such word or instruction like this. A reflection from the nation’s personality?

14
Jul

Let me fall…

Semalam, sambil terkantuk-kantuk dengan mengendarai mobil Avanza black saya, dengan kecepatan 60 km/h saat melintas di Tol dalam kota antara Tanjung Priok ke Senayan, saya mendengarkan ada topik perbincangan menarik di radio Falling SmartFM. Saya lupa nama acara tersebut itu apa. Namun dari topik yang dibahas dan didiskusikan oleh narasumber dan pembawa acara, topik malam itu tentang Berani menghadapi Kegagalan. Narasumber pada malam itu menjelaskan bahwa sebenarnya kegagalan adalah salah satu langkah untuk menuju keberhasilan bahkan memperoleh kegagalan adalah salah satu keberhasilan apabila dari kegagalan yang menerpa kita, kita bisa bangkit dan belajar dari kegagalan itu. Setiap orang sukses yang ada di dunia ini, pasti pernah mengalami kegagalan. Kesuksesan mereka diperoleh karena mereka mampu mengatasi kegagalan itu dan orang yang menikmati dan merasakan kesuksesan adalah orang -orang yang tahu dan pernah merasakan bagaimana gagal itu.

Topik diskusi tersebut membuat saya melakukan refleksi terhadap diri saya dan pengalaman yang saya alami selama ini. Tidak terhitung jumlah kegagalan yang pernah saya alami dari saya kecil sampai saya sebesar gajah bengkak ini. Sebut saja ketika SD, saya sering gagal dalam memperoleh rangking. SMP saya beberapa kali gagal dekat dan berkenalan dengan cewek yang saya suka. Ketika lulus SMP saya punya keinginan kuat untuk bisa masuk SMA Taruna Nusantara, saya mengikuti seleksinya dan hanya sampai tes fisik saja, saya gagal masuk TN. Ketika SMU, saya pengen sekali jadi salah satu anggota pasukan pengibar bendera setidaknya di balaikota atau istana negara, namun karena ukuran badan yang tergolong kerdil ini, saya gagal. Saya gagal jadi pasukan pengibar bendera. Ketika lulus SMU saya mengikuti UMPTN, waktu itu cita-cita saya jadi arsitek, maka saya pilihlah Arsitektur ITB sebagai pilihan pertama, namun ketika itu saya gagal. Saya lolos untuk pilihan kedua saja, Akuntansi Undip.

Dari flash back sekilas terhadap masa lalu saya saja, saya sudah bisa mendaftar beberapa kegagalan yang pernah saya alami. Belum lagi kegagalan-kegagalan yang saya alami secara informal, seperti dikhianati pacar, kalah dan babak belur dalam pertandingan karate, tersisih dalam keanggotaan himpunan atau senat dan lainnya.

Namun kegagalan yang saya alami, tidak membuat saya mati. Untung saja saya masih punya kekuatan untuk terus berjalan, berderap dan berlari sehingga kenangan akan kegagalan-kegagalan itu cukup saja ada dalam benak saya dan sebagai figuran dalam percikan kejadian di masa lalu. Saya belajar sesuatu malam itu, tidak seharusnya saya menyerah kepada kegagalan dan dihantui oleh perasaan takut gagal. Kegagalan bukanlah aib dimana kita harus bersembunyi di baliknya ataupun dosa dimana kita harus menjauhkannya. Point terpenting dari konsep berani menghadapi kegagalan adalah nilai kegigihan, kerja keras dan pantang menyerah. Menurut cerita yang pernah saya dengar, Thoma Alva Edison mengalami 3000 kegagalan sebelum akhirnya dia berhasil menemukan bohlam yang saat ini tidak bernilai manfaatnya bagi kita. Dia pernah berkata bahwa keberhasilan yang diperolehnya hanya 1% berkat kejeniusan dan 99% adalah kerja keras. Secara fisiologi dan morfologi mungkin saya, anda dan kita semua sama halnya dengan Thomas Alva Edison ataupun Albert Einstein bahkan Bill Gates. Yang membedakan mungkin hanya mental dimana mereka terbiasa bekerja dan berpikir keras sedangkan saya atau anda tidak. Seperti halnya lagu yang sempat disitir pada malam itu "let me fall" dari Josh Groban. Let me fall, if I fall, there is no reason to miss this one chance, this perfect moment…. Just let me fall.

Saya gagal beberapa kali dalam mengikuti program bea siswa, saya gagal tes masuk Price Waterhouse Cooper, IBM, Bank Indonesia dan mungkin juga Deutche Bank. Tetapi biarkan saya jatuh, let me fall, karena tidak ada alasan untuk saya untuk menghindari moment dan kesempatan yang berharga ini.

====================================

Let Me Fall
(from Cirque de Soleil)
Music: Richard Marx
Lyrics: Linda Thompson

by : Josh Groban

Let me fall
Let me climb
There’s a moment when fear
And dreams must collide

Someone I am
Is waiting for courage
The one I want
The one I will become
Will catch me

So let me fall
If I must fall
I won’t heed your warnings
I won’t hear them

Let me fall
If I fall
Though the phoenix may
Or may not rise

I will dance so freely
Holding on to no one
You can hold me only
If you too will fall
Away from all these
Useless fears and chains

Someone I am
Is waiting for my courage
The one I want
The one I will become
Will catch me

So let me fall
If I must fall
I won’t heed your warnings
I won’t hear

Let me fall
If I fall
There’s no reason
To miss this one chance
This perfect moment
Just let me fall