Archive for July 19th, 2005

19
Jul

Memori Stasiun Gambir

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Pagi kala itu terasa sepi, tapi bawaan kami kayaknya paling banyak saat itu

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Welcome to Gambir, the nicest train station in Jakarta

Memori Stasiun GambirMemori Stasiun Gambir

Dilarang duduk di tangga, tapi masuklah ke kolong peron

Kalau saya ditanya "tempat di Jakarta yang paling berkesan buat kamu, dimana?" saya pasti dengan tidak ragu akan menjawab "Stasiun Gambir". Bagaimana tidak, buat saya, Stasiun yang letaknya di jalan MI Ridwan Rais Jakarta Pusat itu, sangat familiar buat saya. Selama hampir 4 tahun saya bermukim di Jakarta, setiap bulannya paling tidak satu kali saya menyambangi stasiun ini untuk naik kereta ke Semarang. Maka ketika akhir Juni kemarin ketika rombongan keluarga kami akan berangkat ke Semarang, saya teringat memori di Stasiun itu.

Memori Stasiun GambirSaya teringat bagaimana pada masa-masa awal saya bekerja di Jakarta, saya bertemu teman saya waktu SMP, Agus Pravianto, yang bekerja di Departemen Keuangan di Gambir. Saya senangnya bukan main karena setiap akhir pekan saya bisa bersama dia satu kereta saat pulang ke Semarang. Beberapa teman dan juga senior saya, saya temukan di Stasiun ini. Stasiun Gambir ibarat suatu oase kecil di tengah kegersangan dan asingnya Jakarta. Di Stasiun ini dalam beberapa hal saya menemukan kehidupan yang sama sekali berbeda dengan Jakarta pada umumnya.

Cobalah untuk berdiam sendiri disana, seperti yang biasa saya lakukan setiap kali menjemput salah satu anggota keluarga saya. Sambil memandangi Monas yang cahayanya temaram di malam hari, pikiran saya suka melayang kemana-mana. Di kejauhan kita bisa melihat gedung-gedung tinggi Jakarta dengan gemerlap lampunya. Benar-benar pemandangan yang membuat saya terkesan sampai saat ini. Kadang pemandangan seperti itu pula yang membuat saya senang-senang saja disuruh jemput sodara di Gambir. Pemandangan yang langka untuk kota sekeras Jakarta

Tapi Gambir juga menyisakan beberapa tempat yang terkesan jorok dan tidak teratur, banyak calo, pengemis, mungkin juga copet. Bagaimanapun lihatlah lebih dekat, kadang sesuatu yang dilihat lebih dekat terlihat lebih indah dan ramah. Semoga Gambir dengan segala memori yang melekat dengannya, tetap berada di angan saya sebagai tempat yang punya sentuhan khas dalam hidup saya.

Memori Stasiun Gambir

Kereta telah datang, penumpang berdiri tidak sabar untuk masuk kereta