Mas Fadhil and his wife, Fitria, at Gambir around 21.30 Jakarta time.
Baru kemarin saya menuliskan memori saya tentang stasiun Gambir di blog ini. Dan malamnya, saya mampir ke Gambir untuk menjemput orang tua saya yang datang dari Semarang. Seperti biasa saya sangat menikmati suasana sepinya Gambir di waktu malam. Kereta yang lewat hanya beberapa saja sehingga tidak terlalu bising dan biasanya pada jam-jam di atas jam 21.00, Gambir hanya berisi penjemput dan porter saja jadi tidak begitu ramai dibandingkan siangnya. Ketika saya sedang menunggu dalam kesendirian itu, saya bertemu dengan teman, kakak, sahabat dan juga tetangga saya, Fadhil.
Yang membuat saya heran adalah bisa-bisanya kami bertemu di tempat tersebut. Kebetulan saya mempunyai ganjalan yang belum sempat terungkapkan dengan Fadhil. Saya tidak bisa menghadiri pernikahannya dua minggu lalu sebab waktunya bertepatan dengan acara ngunduh mantu pernikahan saya. Maka dengan pertemuan itu saya sangat bersyukur sekali karena saya bisa bertemu dengan teman, kakak, sahabat dan juga tetangga saya itu… bersama istrinya lagi. Jadi lengkaplah malam itu saya bisa berbincang-bincang sehingga waktu menunggu kereta tiba tidak terasa membosankan.
Berdasarkan pengalaman itu jadi semakin bertambahlah kenangan saya terhadap stasiun Gambir itu. di Stasiun itu saya mengalami banyak hal-hal yang secara kebetulan, mencengangkan saya.

BWEQQQQ….mas Fadhil..weleh udah married segala…kabarnya gimana tuh anak Ka? domisilinya di Jkt kah?? kapan nikahnya?? kerja dimana?? btw kepalanya tetep plontos ya kayak dulu wekekekekekkeekek gak transplantasi rambut dia huehehehehee…
waduh lu tu yee… masak gak tau sih… jangan terlalu serius sekolahnya dooong.
mas Eka (msh inget gw gak yah?? :P) ..kasi tau no Hp mas fadhiel donk, pengen kontak si Fitria nih (istrinya) biasa almuny AIESEC
gw inget banget ama loe terutama ama kriwil rambut loe, di…