25
Jul
05

Menikmati Kehidupan

Menikmati Kehidupan

Ampera Bridge. The picture was taken when I was there on my vacation.

Saya yakin sebagian dari kita ingin sekali menikmati kehidupan dengan tanpa beban dengan materi yang berlimpah dan kemudahan yang tiada tara. Walau mungkin hal tersebut adalah mimpi bagi sebagian orang, termasuk saya juga, tetapi hal itu juga mungkin sudah menjadi bagian hidup dari sebagian orang lainnya. Terlebih lagi melihat gaya hidup orang di jaman sekarang yang cenderung mendewakan materialitas, yang lewat berbagai media hiburan membombardir kita setiap saat. Tanpa bermaksud untuk mengelak, saya pun demikian adanya. Saya sangat ingin menikmati hari-hari yang panjang dengan bersenang-senang, santai, banyak uang, foya-foya, dan lain sebagainya, yah mirip-mirip lagunya Oppie Andaresta yang "Andai aku jadi orang kaya". Tapi apakah dengan menjadi kaya, terkenal, banyak uang otomatis akan bahagia?

Ada pepatah berbahasa inggris mengatakan bahwa "money cannot buy happiness" tapi pepatah itu itu pernah dibantah oleh Donald Trump yang kalau tidak salah ia pernah berkata "people who thinks money cannot buy happiness, actually had never had enough money to buy it" Nah lho… jadi jadi orang kaya itu penting dong. Saya jadi teringat artikel yang saya baca kemarin di Kompas hari minggu, 24 Juli 2005. ada artikel mengenai selebritis yang dahulu hidupnya melarat, miskin penuh pengorbanan namun sekarang telah sukses, kaya dan terkenal. Artis -artis yang ditulis kisahnya dalam artikel tersebut adalah Mandra, Inul Daratista, Dorce, dan Didi Kempot. Mandra, salah satu contohnya, yang kadang kita suka jadikan bahan ledekan bagi orang-orang yang kita anggap secara penampilan fisik (wajah) kurang itu, dahulu hidup dengan serba kekurangan. Dia dari usia remaja telah bergabung dalam kelompok lenong, berkeliling dari kampung ke kampung, kadang mendapat honor kadang tidak, tapi berkat kerja keras (mungkin juga kerja ikhlas :-)) Mandra bisa hidup bergelimang kemewahan saat ini. Tanah yang dimilikinya berhektar-hektar, Koleksi mobil, motor yang jumlah dan harganya lumayan tinggi untuk kebanyakan orang. Jadi walau penampilan biasa saja, Mandra itu ternyata orang yang kaya juga, jadi suatu saat kalau ada yang meledek seseorang mirip Mandra, yah ambil sisi positifnya saja, jangan kecewa atau kesal karena seorang Mandra adalah orang yang ulet, tabah dan pekerja keras. Dia pun telah menikmati buahnya saat ini.

Tadi pagi, saya bangun pagi dengan perasaan malas yang sangat. Walau sudah cuti 2 hari minggu lalu tapi rasanya kurang saja. Jadi terpikir kalau betapa nikmatnya apabila tadi pagi saya terbangun dengan kondisi yang sangat kaya dan tidak usah bangun pagi untuk segera ke kantor. Namun kemudian saya teringat kisah Mandra, Inul, Didi Kempot, Dorce atau siapapun orang multi kaya yang saya pernah tahu, bahwa untuk menjadi seorang yang multi kaya itu, kita tetap harus menjalani hidup seperti apa adanya. Bekerja, berusaha, berdoa, dan terima hasilnya. We must do the best, and let Allah do the rest. Jadi tidak ada alasan saya harus tidur dan bersantai ria. Itulah hidup, mengetahui bahwa saya masih di tahap untuk berusaha dan berdoa, saya harus menikmatinya dengan apa adanya.

=================================================

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.

Tuhan berkata kepada sang sapi "Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun."

Sang Sapi keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun"

Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia.

Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah!.Kukembalikan 10 tahun padamu"

Maka Tuhan pun setuju.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!"

Sang anjing menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu".

Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya.

Akan kuberikan engkau! umur sepanjang 25 tahun!"

Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun?

Itu terlalu pendek Tuhan. Let’s make a deal.

Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.

Setuju?"

Maka Tuhan setuju!.

AKIBATNYA…

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan bersenang-senang)

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi! (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita).

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat …

taken from mmugm mailing list




0 Responses to “Menikmati Kehidupan”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.