Archive for August, 2005

30
Aug

Cerita tentang Nenek

Cerita tentang Nenek

Cerita tentang Nenek

Setia selamanya…

Mungkin salah satu hobi saya yang sering saya lakukan di sela-sela hari libur adalah berkunjung ke rumah nenek saya di Cibinong. Bisa dibilang setiap bulan saya pasti berkunjung kesana walau mungkin hanya sekitar dua atau tiga jam saja. Kalau dicermati, sebenarnya tidak ada yang spesial disana, maksud saya, selain bersilaturrahmi dengan nenek dan kakek saya, Cibinong adalah kota yang biasa saja. Entah saya kadang merasa kangen aja kalau dalam sebulan saya tidak main ke Cibinong. Mungkin hanya pendaman rasa kangen atau rasa bersalah saja karena jarak yang begitu dekat dari Jakarta saya tega tidak punya waktu untuk mengunjungi nenek saya (yang disisi lain saya punya waktu berkunjung ke daerah-daerah yang lebih jauh dari Cibinong). Perasaan saya itu mungkin terkait dengan kurang begitu dekatnya saya dengan keluarga besar papa dan mama saya sewaktu saya masih kecil. Ya ketika saya kecil, kami sekeluarga seakan seperti terasing di tempat yang jauh dari domain keluarga besar kami. Sehingga kadang merasa saat sekaranglah, dimana jarak domisili saya tidak begitu jauh dengan mereka, saya harus senantiasa menjaga hubungan silaturrahmi ini. Mungkin juga mengobati rasa bersalah saya kepada Kakek nenek saya, Ayah dan Ibu dari Mama saya, yang sebelumnya telah mendahului ke hadapan-Nya. Mungkin juga sebagai wujud menutupi rasa khawatir saya bahwa orang-orang yang saya cintai itu kehadirannya tak akan abadi. Bisa saja Yang Maha Kuasa merenggut mereka kapan saja. Untuk itu saya sangat menghargai kehadiran mereka saat ini.

Hal lain yang membuat saya betah ke Cibinong adalah banyaknya cerita, nasihat dan pengalaman yang saya peroleh dari kakek dan nenek saya. Terus terang saya banyak belajar kepada mereka. Terutama belajar dalam menjalani kehidupan yang tidak selalu ramah ini. Mereka, yang menjalani hidup di Jaman Jepang, di jaman pergolakan kemerdekaan, jaman revolusi, sampai jaman krisis sekarang, tahu betul bagaimana rasanya terhimpit dalam kesulitan. Justru itulah saya harus bisa belajar dari mereka. Mereka kadang menceritakannya sampai membuat seakan-akan saya turut hadir dalam setiap perjuangan hidup mereka. Saya teringat nenek saya pernah menceritakan bagaimana perjuangan beliau untuk bisa menyekolahkan uwa-uwa saya dan juga papa saya. Untuk seorang Ibu, nenek saya bisa dikatakan Ibu yang sukses, karena bisa mengantarkan anak-anaknya sukses sebagai manusia. Walau bila dihitung secara materi, bisa jadi kita berpikiran mustahil sekali keadaan nenek saya bisa seperti itu. concernnya kepada pendidikan anak-anaknyalah yang berkontribusi terhadap keberhasilannya. Nenek saya sempat berujar bahwa beliau rela tidak makan atau hanya makan singkong hasil kebun saja demi menyekolahkan papa saya dan saudara-saudaranya. Saya melihat hasil perjuangan nenek saya itu membuat keluarga besar kami erat hubungannya satu sama lain. Saling membantu, saling menyokong. Yang memiliki kelebihan membantu yang sedang kekurangan. Sungguh pelajaran yang amat berharga bagi saya yang baru merasa hidup beberapa tahun terakhir saja.

Sisi lain yang saya kagumi dari kakek dan nenek saya kesetiaan dan kasih sayang yang selalu terpancar dari hubungan mereka sehari-hari. Nenek saya sangat care sekali sama kakek saya. dari cerita cerita uwa dan bibi saya, hampir tidak ada masalah serius dalam hubungan mereka sebagai suami istri. Walau bisa dibilang kehidupan mereka dahulu sangat terbatas, tapi dengan semangat juang tinggi, mereka bisa melewatinya, meminjam istilah drama, melewatinya dengan keringat, darah dan airmata. Nenek saya itu sangat tidak bisa berlama-lama terpisah dari kakek saya. beliau selalu terpikir "siapa yang ngurus kakek nanti?". Mungkin sikap bersahaja dan kesederhanaan mereka buah dari ketekunan mereka dalam menjalankan ibadah dan syariat agama. Hampir tiap hari rumah kakek saya dihiasi oleh suara berat mereka saat mengaji. Tenang rasanya berada di rumah kakek dan nenek saya itu.

Akhir pekan lalu, sepulang dari piknik divisi, saya menyempatkan mampir ke rumah mereka bersama istri saya. Ada cerita baru lagi yang saya peroleh dari beliau. Sambil menasehati istri saya yang lagi hamil muda, belia menceriterakan masa-masa awal mengandung papa saya. Nenek saya cerita kalo dulu dia ngidam daun pisang muda mentah (?)… hehehe… selain itu ngidam makan kopi. Ya MAKAN kopi. Mengunyah kopi tanpa air tanpa gula. Cerita itu membuat saya tergelak, pantas saya, papa saya terlihat lebih hitam dari saudaranya yang lain.

Yah itulah nenek saya. nenek yang penuh kesederhanaan dan ilmu. Nenek yang menjadi tauladan bagi anak-anaknya dan tentu saja cucu-cucunya. Untung nenek masih ada sampai sekarang, dan saya beruntung memperoleh pelajaran dan pengalaman yang banyak dengan berinteraksi dengannya. Seorang sosok yang unik dan langka untuk kehidupan yang fana sekarang ini.

======================================================

It requires wisdom to understand wisdom: the music is nothing if the audience is deaf

– Walter Lippman

29
Aug

Go Picnic… get tired… Back to work… UUUUGH!!!

Go Picnic... get tired... Back to work... UUUUGH!!! Go Picnic... get tired... Back to work... UUUUGH!!!

Have fun, go mad.

Pagi ini saya terbangun dengan kondisi badan yang pegal-pegal. Bagaimana tidak, selama weekend kemarin, banyak sekali kegiatan yang harus dilakukan. Yang utama adalah kegiatan berpiknik ria yang diadakan oleh divisi kami di Safari Garden Hotel, Cisarua.

Piknik kali ini bisa dianggap spesial. Spesial karena diadakan 2 tahun sekali. Dan setiap piknik selalu saja menyajikan sisi-sisi lain dari rekan-rekan kerja saya. mereka yang biasanya terlihat formal, pada saat tersebut bisa terlihat santai, kasual dan apa adanya. Ditambah lagi dengan membawa anggota keluarga masing-masing, kita bisa melihat dan lebih mengenal rekan kerja kita beserta keluarganya. Pada piknik kali ini pun saya pertama kali membawa dan memperkenalkan istri saya kepada rekan-rekan kerja saya dan keluarganya. Senang juga bisa membawa anggota keluarga ke keluarga besar divisi tempat saya bekerja. Dan senang juga saya bisa mengenal rekan kerja saya beserta keluarganya pula.

Berbagai kegiatan diadakan di piknik kali ini. Ada lomba nyanyi, tarik tambang, sepeda air dan lainnya. Doorprize nya juga berjibun dari mulai bolpen BRI sampai DVD player. Yah lumayanlah buat senang-senang melepaskan diri dari kepenatan bekerja.

Yah… tapi pagi ini harus back to work… back to reality… kapan ya piknik lagi…

22
Aug

China… oh China…

China... oh China...

Ballroom Four Seasons Hotel, Rasuna Said, Jakarta. 22 August 2005

Pagi ini saya berangkat dari rumah agak telat. Bukan karena niat terlambat ke kantor, karena memang hari ini saya ada undangan Seminar Ekonomi dan Mata Uang Asing yang diadakan oleh ANZ bank. Berhubung tempat penyelenggaraannya terhitung dekat dari rumah saya, maka saya langsung datang ke tempat seminar, instead harus ke kantor dulu trus ke tempat seminar.

Topik Economic and Currency Seminar kali ini menurut saya cukup unik "The China Revaluation and its Impact to Indonesia and Asian Economic" dengan menghadirkan pembicara dari Economist ANZ, Ms. Amy Auster (keliatannya masih muda dan cantik euy) seorang Head of International Economics, ANZ Bank, ada Ekonom dari IMF, ada juga Petinggi dari JSX. Tetapi topik yang paling menarik perhatiannya saya adalah perkembangan ekonomi China yang dipresentasikan oleh Ibu Amy.

Ibu Amy memaparkan berbagai data-data dan indikator-indikator ekonomi China dan juga negara Industri lainnya di dunia, termasuk yang ada di Asia…dan juga Indonesia. Saya hanya bisa tercengang dan melongo melihat dashyatnya indikator ekonomi China beberapa tahun terakhir. Dan berterima kasihlah kepada China yang telah berhasil meningkatkan harga komoditi dunia seperti Batu bara, Bijih Besi, Tembaga, Minyak Bumi dan bahkan Daging Sapi!!!

China benar-benar fenomenal, saat ini tingkat Gross Domestic Product China adalah no 2 setelah Amerika Serikat dan di prediksi pada tahun 2015 China akan meninggalkan Amerika untuk tingkat GDPnya. Thanks to China yang telah meningkatkan kebutuhan minyak dunia secara signifikan. Kebutuhan minyak china pada tahun 2004 menyumbang 32% peningkatan kebutuhan dunia, sedangkan peningkatan kebutuhan Minyak Amerika Serikat hanya menyumbang 12% saja. Luar biasa!!!

Thanks to China juga yang telah mengabsorb sebagian besar ekspor dari Indonesia. Dibandingkan dengan negara asia lainnya, porsi impor China dari Indonesia adalah yang terbesar. Maka tidak salah dan heran apabila Ibu Amy memberi penegasan bahwa betapa Indonesia memiliki Big Opportunity dari kemelesatan China ini. Disaat Amerika melakukan embargo terselubung kepada produk dari Indonesia, peran China yang sedang menggeliat benar-benar turut menyumbang bergeraknya ekonomi Indonesia. Para analis ekonomi memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi China pada tahun ini akan berkisar pada 8,5 - 9,5 % sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri hanya sekitar 5 - 5,2%.. sedih ya hanya setengahnya saja kita.

Bulan lalu tanggal 21 July 2005, China membuka sistem devisanya dari peg terhadap US Dollar menjadi currency basket floating. Efeknya nilai mata uang Yuan menguat 2.1% dari USD dan diramalkan tingkat deflasinya dan revaluasinya akan terus berubah seiring perubahan ekonomi dunia. Deflasi bo’… bayangkan dengan tingkat INFLASI indonesia yang udah mau ke 8% tahun ini… hik makin sedih aja nih… bisa dibilang China lari ke kanan kita lari ke kiri. Dimasa depan sepertinya China harus berakrobat seperti Jepang, berupaya "melemahkan" nilai tukarnya terhadap USD hanya untuk menyelamatkan ekspor dan ekses produksi.

Sudah… sudah…sudah… Ekonomi China bikin iri deh pokoknya. Padahal mereka bertahun-tahun dikurung komunisme tapi bisa maju pesat. Indonesia bisa gak ya. Tapi yang terpenting adalah aksi apa yang harus dilakukan mengetahui kenyataan ini? "Kayaknya harus mulai belajar bahasa mandarin nih" kata rekan saya.

22
Aug

In this birthday celebration…

In this birthday celebration...

No Birthday party…

No heartbeating music…

No birthday cake…

No invitation…

No announcement…

But the phone kept ringing…

Sms still coming…

And birthdays’ wish still flowing…

Thanks guys… thanks gals…

Thanks brothers… Thanks sisters…

Thanks for remembering me as one piece of your heart…

It means a lot for me… a lot more than what I imagine

Exceeding my expectation of what I require from our relationship since the beginning.

May Allah show and pay back what you’ve done to me…

I cannot give any little appreciation, but thanks

And prays…

Hope our journey would never meet the dead end

Until the death time finally come.

===============================================

"Be like a postage stamp. Stick to one thing until you get there."

(John Billings)

16
Aug

MERDEKA!!!

MERDEKA!!!

Panas sih, tapi gw gak akan mati kalo dijemur gini kan?

Pagi ini, 17 Agustus 2005, 60 tahun sudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pagi ini, 17 Agustus 2005, saya harus bangun pagi-pagi karena ada upacara peringatan proklamasi kemerdekaan di kantor saya. Pagi ini, 17 Agustus 2005, saya juga harus mengantarkan adik saya, yang baru saja masuk Binus, untuk menghadiri upacara proklamasi kemerdekaan di kampusnya. Sehingga pagi ini, 17 Agustus 2005, saya harus bangun dan berangkat lebih pagi. Walaupun hari ini, 17 agustus 2005, adalah hari libur.

Menghadapi hari peringatan kemerdekaan RI mempunya makna yang tersendiri buat saya. Bagi saya, kemerdekaan adalah hal yang patut dikenang keberadaan dan tentu saja patut disyukuri oleh kita semua. Maknanya bagi saya adalah setiap kali tujuh belasan datang, saya merasa senantiasa diingatkan untuk bersyukur dan melakukan introspeksi ke dalam diri saya tentang apa yang sudah saya buat untuk negara saya. Sounds naïve but It’s true. Entah saya merasa ada yang ikut mengalir bersama darah saya ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, ketika mengheningkan cipta dinyanyikan dan juga ketika teks proklamasi dibacakan (apalagi mendengar rekaman pembacaan proklamasi oleh Presiden Soekarno (alm)). Entahlah, saya seakan-akan terlempar ke masa lalu dan merasakan atmosfer kemerdekaan itu. Saya membayangkan bagaimana suka citanya rakyat dimasa itu yang sehari-hari mengalami penindasan dan diskriminasi di negerinya sendiri, bisa mendengar proklamasi dibacakan. Pasti hari itu terasa mengharukan dan menggugah. Seluruh rakyat Indonesia bersuka cita di hari yang sama bahwa mereka bisa sejajar dengan bangsa lain dan manusia lain di dunia ini. Saya sangat bersyukur bisa merasakan perasaan itu. Saya pun bersyukur saat ini saya hanya diminta untuk upacara mengenang mereka. Hal yang sangat kecil dan remeh apabila dibandingkan dengan kesabaran, penderitaan dan perjuangan moyang-moyang, dan orang tua-orang tua kita semua di jaman dulu.

UpacaraHanya upacara, berdiri tidak lebih dari 30 menit, di bawah terik matahari pagi yang baik untuk kesehatan (dan yang jarang saya alami selama ini), mengikuti urutan acara, mendengarkan lagu kebangsaan dinyanyikan (yang akhir-akhir ini jarang saya dengar), mendengarkan teks proklamasi (sambil menghapal-hapalkan) mengheningkan cipta, sampai pemimpin barisan mengomandokan "Bubar, Jalan!". Ya hanya itu, dimana selama 30 menit itu kita tidak terancam apa-apa, tidak terancam nyawa, harta, atau apa yang kita sayangi. Hanya 30 menit untuk mengenang jasa mereka, yang telah berjuang demi nikmat yang kita rasakan sekarang ini. Hanya 30 menit, yang kadang tidak mau kita lakukan. Ada beberapa teman yang secara angkuhnya berkata "buat apa sih, Upacara? bikin cape, buang-buang waktu, dan gak ada gunanya"

"Well," kata saya, "secara fisik mungkin tidak, tapi setidaknya secara mental, kalau kita mau membuka hati, upacara lebih dari sekedar acara seremonial". Bagi saya, upacara adalah moment untuk mengingatkan saya tentang moment-moment masa lalu dan sejarah. Memang mungkin akan terlihat tidak ada gunanya bagi sebagian orang, tapi ada baiknya tradisi ini tetap dilestarikan dan didukung. Saya hanya takut, bila untuk upacara saja sudah tidak mau, dalam hal apa, kita mau mengingat dan menghargai kemerdekaan?

"Ya dalam hal bekerja, belajar, berusaha dengan baik" sanggahnya. "Ya itukan alasan yang bisa kamu jadikan tameng. Sekalian memenuhi kebutuhan dan kepentingan pribadi kan?" pikirku dalam hati. Ya sudahlah, kita dilahirkan berbeda karena itulah kita punya pikiran dan pemahaman yang berbeda-beda. Saya hanya punya angan, apabila mungkin setiap orang, pemimpin, pejabat negara maupun pejabat daerah, para petugas pajak, bea cukai, polisi, pengacara dan seluruh rakyat Indonesia, meresapi saja dengan dalam makna dari kemerdekaan ini, bagaimana sulitnya dan berlikunya merebut kemerdekaan, mungkin ada perubahan besar yang bisa kita peroleh dalam 1 sampai 10 tahun mendatang. Setidaknya pemimpin akan berusaha memenuhi tuntutan rakyat dan berjuang dengan jalannya untuk menciptakan kemakmuran. Mungkin para polisi akan lebih berikhtiar, kalau dulu para pejuang mengorbankan nyawa nya untuk kemerdekaan, hari ini giliran saya untuk berjuang mengorbankan nyawa untuk menghapuskan kejahatan dan kemaksiatan. Kalau dulu kita bisa gigih, dan berani dalam melawan kekuatan asing, kenapa sekarang kita jadi begitu takut? Apa karena kita sudah hidup nyaman? Mungkin.

Setidaknya harus ada yang bisa diambil dari peringatan kemerdekaan kali ini. Sudah 60 Tahun lho. Jepang yang tahun 1942 hancur lebur bisa bangkit dalam hitungan 40an tahun. Kita harusnya bisa, dan pasti bisa. Syaratnya hanya mau dan konsisten untuk menjaga kobaran semangat perjuangan untuk merdeka di diri kita masing masing serta mau untuk melaksanakan dan mewujudkannya.

Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke - 60. MERDEKA!!!

10
Aug

Langkah kecil yang membuat Perbedaan

Pagi ini sambil menunggu jam kerja kantor, sambil membaca buku "Managers Not MBAs" dan merenung (satu keahlian yang butuh konsentrasi tinggi kalau mau isi buku tetep nyanthol) tiba-tiba saya teringat dengan suatu usulan salah satu rekan saya di MM yang pernah menyarankan suatu tindakan kecil yang bermakna besar. Entahlah kenapa di pagi yang sepi ini pikiran saya bisa terbang kesana. Mungkin idenya sederhana saja, tapi buat saya bisa dijadikan pilot project untuk pemberdayaan ekonomi bangsa (maaf bahasanya keberatan ya?)

Teman saya pernah mengusulkan bahwa untuk membangun ekonomi bangsa bisa dimulai dari hal-hal kecil dan dari sektor perekonomian yang kecil saja. Sektor ekonomi mikro telah terbukti dalam melewati masa krisi ekonomi yang mendera Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Namun dibalik kesuksesan mereka dalam bertahan, mungkinkah mereka berkembang. Kawan saya ini yang latar belakangnya sebenarnya Teknik Sipil beralasan bahwa bertahan mungkin bisa, tapi akankah mereka hanya bertahan di titik nadir tanpa bisa berkembang. Sektor ekonomi mikro yang dibahas oleh teman saya ini semacam toko kelontong, penjual bakso keliling, penjual sate keliling, dan segala bentuk ekonomi rumahan.

Image67 Caranya? Sederhana saja. Kita hanya harus bersedia mengalokasikan waktu dan dana yang bisa dibilang tidak begitu banyak untuk membantu mereka yang ada di sekitar kita. Contohnya, tetapkan saja bahwa setidaknya sekali dalam satu bulan kita akan menggunakan sebagian uang kita untuk membeli produk mereka. Misal belilah bakso keliling di sekitar tempat kita secara teratur. Mungkin sebagian dari kita akan merasa ih ngapain? Enakan beli Bakmi GM, bakmi Tebet, Japos atau bakmi terkenal lainnya. Tapi pernahkan kita bayangkan bahwa dengan tindakan kita yang secara massif dapat membantu menopang hidup mereka bahkan meningkatkan kehidupan mereka? Kita senang bisa menikmati bakso hangat dengan harga lebih murah, bisa kenalan dengan abang bakso, dan dalam berbagai kesempatan bisa menjalin hubungan pertemanan, persahabatan bahkan kekeluargaan dengan mereka. Isn’t nice?

Tapi mungkin yang paling berpengaruh apabila kita tidak melulu beli barang-barang consumer goods kebutuhan sehari-hari di Hyper Market semacam Carrefour, Giant, atau Makro. Kalau sekiranya hanya beli sikat gigi dan odol, ngapain sih ke Carrefour? Kenapa tidak ke tetangga kita saja yang punya toko kelontong. Selain lebih hemat, tidak usah bayar parkir, lebih ekonomis dalam mengerem hasrat konsumerisme, sekalian kita membantu hidup tetangga kita yang berjualan itu. habis kalau bukan kita sebagai tetangga yang beli lalu siapa lagi? Sebenarnya terdengar sepele dan a little bit ridiculous tapi bayangkan kalau semua orang Indonesia melakukan hal yang sama? Pasti hal tersebut akan menciptakan hasrat berwirausaha di sekitar kita dan akan cenderung mengerem sifat konsumerisme yang berlebihan yang selama ini kita lakukan. Lalu, tanya saya, bagaimana dengan lapangan kerja yang bisa diciptakan oleh hyper market itu. sekali lagi dia berkata "tenaga kerja yang sedianya bekerja di hyper market akan diserap oleh kesempatan wirausaha yang terbuka selain itu akan mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar". "Hmmm boleh juga" pikirku.

Langkah kecil yang bisa membuat perbedaan, mungkin. Terlebih lagi bila langkah kecil ini kita lebarkan kepada prinsip mengkonsumsi barang/ produk buatan negeri sendiri daripada Impor. Mungkin exchange rate kita terhadap USD tidak akan separah sekarang.

Gara-gara sambil merenung, buku yang tadi saya baca, secara tidak disadari, tergeletak di lantai.

===============================================

"Wisdom is the reward you get for a lifetime of listening when you would rather have talked." (Mark Twain)

08
Aug

Mr. Cheng Ho (1371-1436)

Chengho2 Akhir pekan lalu saya berkesempatan pulang ke Semarang. Sebenarnya kepulangan saya ke Semarang lebih kepada kunjungan ke keluarga sebagaimana yang saya lakukan biasanya. Namun akhir pekan kemarin suasana kota Semarang sangat berbeda. Lebih meriah, lebih segar dan lebih "merah". Hal tersebut sehubungan dengan penyelenggaraan peringatan 600 tahun ekspedisi Laksamana Cheng Ho, seorang laksamana China muslim yang hidup di jaman dinasti Ming (jadi ingat film Flash Gordon gak sih?).

Banyak acara yang digelar sehubungan dengan peringatan 600 tahun Cheng Ho. Ada lomba barongsai, pameran perdagangan, kirab, pertunjukan-pertunjukan dll. Saya rasa event kali ini benar-benar ingin mengangkat nama Semarang ke kancah dunia. Bagus juga, Semarang yang saya kenal kering dengan pariwisata, kali ini benar-benar jadi kunjungan wisata. Disana-sini lumayan terlihat turis-turis asing tapi kebanyakan turis dari Asia (katanya radio sih). Sepertinya peringatan semacam ini sudah sepantasnya digelar untuk peringatan Cheng Ho. Walau agak terlambat buat Semarang namun hal ini sedikit banyak memberikan sumbangsih terhadap prospek perdagangan dan pariwisata kota Semarang.

Peringatan Cheng Ho memang luar biasa sebagaimana dengan luar biasanya ekspedisi yang dilakukan oleh Cheng ho itu sendiri. Ekspedisi Cheng Ho yang dilakukan secara besar-besaran itu mempunyai misi perdamaian dan perdagangan. Tercatat dalam sejarah bahwa ekspedisi yang dilakukan 80 tahun sebelum Columbus ini singgah ke negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Srilanka, dan lainnya. Bahkan Columbus yang berencana ke India, tersesat sampai ke benua Amerika. Ekspedisi Cheng Ho yang dimulai tanggal 11 Juli 1405 terdiri dari 350 armada yang panjang kapalnya sekitar 135 meter. Dengan personil sejumlah 27,000 orang bisa dikatakan bahwa ekspedisi itu merupakan ekspedisi pelayaran terbesar di jamannya. Walaupun dengan armada dan personil yang sebanyak itu, tidak satupun ada catatan sejarah bahwa ekspedisi tersebut bersitegang dengan daerah yang dikunjunginya. Karena tujuan semula dari ekspedisi tersebut murni persahabatan dan perdagangan. Sungguh merupakan cita-cita dan tujuan yang mulia yang bisa kita ambil pelajaran darinya.

Chengho Laksamana Cheng Ho terkenal dengan kepemimpinannya yang handal, cerdik, dan mahir dalam ilmu pelayaran. Dia pun dikenal sebagai pemeluk Islam yang tekun. Yang jelas, sejarah Cheng Ho sudah seharusnya sejajar dengan sejarah pelayaran barat lainnya seperti, Columbus, Magelhaens ataupun Vasco Da Gama. Selain karena kebesaran ekspedisi yang dilakukan jauh sebelum mereka, yang harus dicatat adalah semangat persahabatan dan kerjasama yang sama sekali tidak terdapat pada pelayaran barat umumnya yang lebih kepada Gold, Glory, Gospel. Semoga semangat peringatan 600 tahun Cheng Ho menjadi inspirasi bagi semua warga Asia dan Dunia untuk lebih mengedepankan persahabatan dari pada kepentingan. Salute for you, Mr. Cheng Ho.

07
Aug

Mr. Yui

Di awal bulan Juli, divisi kami memperoleh pimpinan baru. Seorang Deputy Division Head yang akan mendampingi Division Head kami, yang orang jepang itu, untuk membantu tugas-tugasnya dalam urusan manpower planning dan (mudah-mudahan) manpower development. Memang sudah sangat lama, Divisi kami tidak ada deputy division head yang biasanya diisi oleh staff lokal. Sebelumnya hampir seluruh tetek bengek divisi dipegang oleh division head berkebangsaan Jepang yang notabene, in someway, kurang mendalami pekerjaan masing-masing orang sehari-hari. Jadi dari penilaian saya, urusan manpower planning yang dipegang oleh orang jepang kurang efektif, walaupun beliau didampingi dan diberi masukan oleh para manager di divisi ini. Alasannya karena keputusan mutlak ada di tangan beliau dan division Jepang ini tidak mengikuti proses yang dijalankan oleh para manager baik dalam perhitungan kebutuhan manpower, analisis job description, maupun keputusan untuk rotasi dan promosi. Selain itu, para manager ditempat kami, entah apa alasannya, kurang fight dan kurang kompeten dalam perumusan dan pembuatan keputusan managerial sehingga apapun yang diputuskan mereka terkesan accidental, short term, dan selalu unplanned objectives.

Untuk itu dimata saya, kehadiran Bapak Yui Hastoro, yang sudah malang melintang di perusahaan ini selama 16 tahun, bisa menjadi angin segar bagi divisi ini. Bapak Yui memang bukan seseorang dengan background Finance, tapi dengan pengalaman beliau mengatur dan me-manage project seperti pembentukan seksi, divisi semacam new-model department di PCD, saya yakin beliau lebih punya conseptual framework tentang management yang lebih baik dari sebagian besar manager di tempat kami. Dengan kehadiran beliau, banyak harapan yang bisa kita gantungkan kepada beliau, paling tidak pintu komunikasi yang selama ini lebih intens dilakukan di jalur clique atau nonformal, bisa diformalisasi sehingga informasi yang diterima oleh pegawai bawah di tempat kami lebih sehat, segar dan komplit. Paling tidak harapan itulah yang sempat muncul di pikiran saya ketika kami melakukan sharing hari jumat yang lalu. Beliau secara terbuka mempersilakan kami memberi masukan dan pertanyaan. Dan jawaban-jawaban yang diberikan beliau, walaupun belum tuntas, tapi secara tidak langsung saya bisa menangkap kapabilitas beliau sebagai seorang pimpinan kerja kami.

Seorang pimpinan kerja yang baik adalah seorang yang bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai manager dan juga sebagai leader. Sebagai manager, diharapkan pimpinan kerja dapat melakukan tugas managerial semacam, planning, organizing, coordinating/ actuating dan juga evaluating. Ditambah kemampuan sekidit kompetensi dibidang yang dipimpinnya. Pimpinan kerja juga dituntut untuk bisa menjadi leader; memotivasi, mendengar, mengarahkan perilaku, tingkah laku dan visi bawahan. Terlebih lagi seorang leader haruslah orang yang tegas, bertanggung jawab dan bisa dijadikan panutan. Saya rasa harapan perubahan semacam ini bukan hanya timbul dalam hati saya tetapi juga tersirat dari keinginan rekan-rekan saya.

Sekarang saya sedang menunggu dan berusaha menjemput perubahan itu. Welcome to the club, Mr. Yui.

05
Aug

When God calls

Phone
God: Hello. Did you call me?

Me: Called you? No. Who is this?

God: This is GOD. I heard your prayers. So I thought I will chat.

Me: I do pray. Just makes me feel good. I am actually busy now. I am in the midst of something.

God: What are you busy at? Ants are busy too!

Me: Don’t know. But I can’t find free time. Life has become hectic.

God: Sure. Act ivity gets you busy. But productivity gets you results. Activity consumes time. Productivity frees it.

Me: I understand. But I still can’t figure out. By the way, I was not expecting YOU to buzz me on instant messaging chat.

God: Well I wanted to resolve your fight for time, by giving you some clarity. In this net era, I wanted to reach you through the medium you
are comfortable with.

Me: Tell me, why has life become complicated now?

God: Stop analyzing life. Just live it. Analysis is what makes it complicated.

Me: Why are we then constantly unhappy?

God: Your today is the tomorrow that you worried about yesterday. You are worrying because you are analyzing. Worrying has become your habit.

That’s why you are not happy.

Me: But how can we not worry when there is so much uncertainty?

God: Uncertainty is inevitable, but worrying is optional.

Me: But then, there is so much pain due to uncertainty.

God: Pain is inevitable, but suffering is optional.

Me: If suffering is optional, why do good people always suffer?

God: Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don’t suffer. With that experience their life become better, not bitter.

Me: You mean to say such experience is useful?

God: Yes. In every term, experience is a hard teacher. She gives the test first and the lessons afterwards.

Me: But still, why should we go through such tests? Why can’t we be free from problems?

God: Problems are Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons to Enhance Mental Strength! Inner strength comes from struggle and endurance, not when you are free from problems.

Me: Frankly in the midst of so many problems, we don’t know where we are heading..

God: If you look outside you will not know where you are heading. Look inside. Looking outside, you dream. Looking inside, you awaken. Eyes provide sight. Heart provides insight.

Me: Sometimes not succeeding fast seems to hurt more than moving in the right direction. What should I do?

God: Success is a measure as decided by others. Satisfaction is a measure as decided by you. Knowing the road ahead is more satisfying than knowing
you rode ahead. You work with the compass. Let others work with the clock.

Me: In tough times, how do you stay motivated?

God: Always look at how far you have come rather than how far you have to go. Always count your blessings, not what you are missing.

Me: What surprises you about people?

God: When they suffer they ask, “Why me?” When they prosper, they never ask “Why me?” Everyone wishes to have truth on their side, but few want to be on the side of the truth.

Me: Sometimes I ask, who am I, why am I here. I can’t get the answer.

God: Seek not to find who you are, but to determine who you want to be.Stop looking for a purpose as to why you are here. Create it. Life is not
a process of discovery but a process of creation.

Me: How can I get the best out of life?

God: Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.

Me: One last question. Sometimes I feel my prayers are not answered.

God: There are no unanswered prayers. At times the answer is NO.

Me: Thank you for this wonderful chat. I am so happy to start the new day a new sense of inspiration.

God: Well. Keep the faith and drop the fear. Don’t believe your doubts and doubt your beliefs. Life is a mystery to solve not a problem to resolve.
Trust me. Life is wonderful if you know how to live.

04
Aug

There’s something about HER

Kaum Feminis dimanapun berada sering kali menghujat ketidakadilan yang dirasanya sangat tidak berpihak kepadanya. Padahal menurut saya, sejatinya perbedaan yang ada antara laki-laki dan perempuan bukanlah hal yang untuk diperdebatkan dan menjadikannya "bahan perang" antar manusia yang tidak ada habisnya. Sebenarnya ada konsep dasar yang berbeda yang dipegang oleh kaum feminis dan ajaran agama. Kaum feminis hanya mendasarkan pemikirannya pada hak asasi (masih jadi perdebatan sampai sekarang, hak asasi apa aja sih?), persamaan gender (don’t know for sure), demokrasi (yang diklaim sbg sistem terbaik di dunia), dan segala istilah yang baru dikenal dalam 1,5 abad terakhir, kadang dia lupa hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan yang kecil.

Saya bukan orang yang iri dan dengki dengan kemajuan perempuan. Saya bahkan kagum dan bangga dengan perempuan-perempuan yang bisa berbicara dan beraktivitas banyak di luar, terutama perempuan-perempuan Indonesia. Tapi yang saya tidak habis pikir kenapa pemikiran kebebasan yang diberikan itu terkadang melangkahi kodrat yang sudah diberikan oleh yang Maha Kuasa? Di beberapa kesempatan, saya suka bertemu dengan perempuan yang terkesan memprotes keadaan dirinya yang dilahirkan sebagai perempuan, yang menurut saya, sudahlah, dari jaman Kakek Adam dan nenek Hawa, Allah menciptakan mereka setara kok. Hanya diberi peran yang berbeda. Jadi kenapa menggugat? Siapa yang mau kalian gugat?

Saya sampai saat ini masih heran, mungkin bagi mereka saya hanya pria yang rendah diri atau tak berpendidikan. Tapi saya punya keyakinan satu hal bahwa generasi kelangsungan generasi penerus ada di tangan mereka. Kemauan mereka untuk melangsungkan generasi ini lah tumpuan harapan masa depan bersama.

Saya tidak membenci kaum Feminis hanya terkejut saya bagaimana sikap dan kelakuan mereka yang seolah-olah lebih tahu dan lebih pintar daripada Tuhan.

I got an inspiration for you:

Lg_dicinaWahai saudariku, Allah telah memuliakanmu dan mengangkat tinggi kedudukanmu, Ia menginginkan dirimu terpelihara dan terjaga dari tangan-tangan jahat yang ingin menjerumuskanmu ke lembah kehinaan dan memanfaatkan kelemahanmu, oleh karena itu, Ia menetapkan hukum dan peraturan yang dapat menjamin jati dirimu sebagai seorang wanita, karena engkau bukanlah laki-laki dan laki-laki juga bukanlah dirimu, Allah SWT

berfirman:

"… dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan?"(QS. 3:36)

Allah memang menghendaki menciptakan ciptaan-Nya terdiri dari jenis laki-laki dan wanita, Ia berfirman:

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah". (QS. 51:49)

Keduanya diciptakan Allah dengan sifat dan karakter yang berbeda untuk saling melengkapi satu sama lain bukan saling berhadapan dan bersaing dalam kehidupan, wilayah peranmu berbeda dengan saudara kandungmu itu, semua itu Allah lakukan semata-mata demi menjadikanmu manusia yang terhormat, berwibawa dan mulia.

Wahai saudariku, aku ingin mengajakmu merenungkan beberapa hukum yang Ia syariatkan untukmu demi memelihara kemulian jatidirimu sebagai wanita.

Pertama, Allah menghalalkan kepadamu memperhias diri dengan perhiasan dari emas dan sutra murni yang Ia haramkan bagi kaum laki-laki, Rasulullah ` bersabda: "Kedua perhiasan ini (emas dan sutra murni) diharamkan bagi laki-laki dan dihalalkan bagi wanita" (HR. Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib a.). Ia halalkan semua ini untukmu demi menjaga kecantikanmu dan sifatmu yang lembut.

Kedua, Sebaliknya, Allah mengharamkan segala sesuatu yang dapat menghilangkan sifat kewanitaanmu yang halus dan lembut itu baik dalam berpakaian, bertingkah dan perilaku yang menyerupai laki-laki, demikian juga laki-laki diharamkan menyerupai wanita dalam pakaian, gerak dan tingkah laku, karena hal itu tidak sesuai dengan jiwa dan tabiatnya.

Rasulullah` bersabda:

"Allah melaknati laki-laki memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki" (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah ra.)

Ketiga, Allah melindungi kelemahanmu dan menempatkanmu selalu dalam naungan laki-laki, Ia tidak menuntutmu mencari penghidupan untuk memenuhi kebutuhanmu atau kebutuhan orang lain, tetapi kaum laki-lakilah yang Ia wajibkan memenuhi semua kebutuhan hidupmu, karena Ia tak ingin engkau bergulat dalam kehidupan demi sesuap nasi agar engkau tak terhina. Jika engkau seorang gadis, ayahmu dan saudara laki-lakimulah yang memenuhi kebutuhanmu, jika engkau seorang ibu, anakmu yang laki-laki yang dituntut menjamin kebutuhan hidupmu dan jika engkau seorang istri, suamimu yang harus bertanggung jawab atas semua kebutuhanmu, lalu jika tak ada seorangpun diantara mereka yang menjamin kebutuhan hidupmu maka Allah mewajibkan kepada pemerintah memenuhi semua hajat hidupmu yang asasi.

Keempat, Allah memerintahkan kepadamu menjaga pandanganmu terhadap lawan jenismu agar syetan tidak menjerumuskanmu kedalam kubangan yang hina.

Allah berfirman:

"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka?" (QS. 24:31)

Kelima, Allah memerintahkan kepadamu menjaga tubuhmu dari pelecehan tangan-tangan jahil dan penghinaan mata-mata yang usil dengan membalutnya dengan pakaian mulia kecuali muka dan telapak tanganmu.

Allah berfirman:

"..dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka?"(QS. 24:31)

Keenam, Allah memerintahkan kepadamu tidak menampakan perhiasanmu yang tersembunyi seperti rambut, leher, betis dan lengan tanganmu kecuali kepada suamimu, dan orang-orang yang termasuk mahram bagimu.

Allah berfirman yang artinya: "… dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…" (QS. 24:31)

Ketujuh, Allah memerintahkan kepadamu berjalan dengan santai dan berbicara dengan nada rendah sehingga engkau nampak berwibawa dan terhormat. Allah berfirman:

"…Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan…" (QS. 24:31)

"..Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya?"(QS. 33:32)

Kedelapan, Allah memerintahkan kepadamu menghindari segala sesuatu yang dapat menarik perhatian kaum laki-laki kepada dirimu dan tergoda dengan penampilanmu dengan mengikuti prilaku kaum jahiliyah pertama atau kaum jahiliyah abad ini.

Rasulullah ` bersabda:

"Wanita yang memakai pafum lalu keluar dari rumahnya agar orang-orang mencium aromanya adalah penzina" (HR. Abu Daud)

Kesembilan, Allah melarangmu berduaan dengan laki-laki selain suami dan mahrammu agar syetan tidak menjatuhkanmu ke jurang kehinaan.

Rasulullah ` bersabda:

"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita dan janganlah pula ia pergi kecuali didampingi mahramnya" (Muttafaqun’alaih)

Saudariku, jika engkau renungkan semua perintah Allah ini dengan hati nurani yang jernih dan jujur, maka engkau akan mendapatkan bahwa Allah sungguh telah menempatkan dirimu bagaikan intan mutiara yang tersimpan di tempat yang terjaga yang tidak boleh dijamah oleh tangan orang yang di hatinya ada penyakit, engkau adalah makhluk mulia dan terhormat di dalam Islam.

Taken from Islamic Mailing List.