Kaum Feminis dimanapun berada sering kali menghujat ketidakadilan yang dirasanya sangat tidak berpihak kepadanya. Padahal menurut saya, sejatinya perbedaan yang ada antara laki-laki dan perempuan bukanlah hal yang untuk diperdebatkan dan menjadikannya "bahan perang" antar manusia yang tidak ada habisnya. Sebenarnya ada konsep dasar yang berbeda yang dipegang oleh kaum feminis dan ajaran agama. Kaum feminis hanya mendasarkan pemikirannya pada hak asasi (masih jadi perdebatan sampai sekarang, hak asasi apa aja sih?), persamaan gender (don’t know for sure), demokrasi (yang diklaim sbg sistem terbaik di dunia), dan segala istilah yang baru dikenal dalam 1,5 abad terakhir, kadang dia lupa hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan yang kecil.
Saya bukan orang yang iri dan dengki dengan kemajuan perempuan. Saya bahkan kagum dan bangga dengan perempuan-perempuan yang bisa berbicara dan beraktivitas banyak di luar, terutama perempuan-perempuan Indonesia. Tapi yang saya tidak habis pikir kenapa pemikiran kebebasan yang diberikan itu terkadang melangkahi kodrat yang sudah diberikan oleh yang Maha Kuasa? Di beberapa kesempatan, saya suka bertemu dengan perempuan yang terkesan memprotes keadaan dirinya yang dilahirkan sebagai perempuan, yang menurut saya, sudahlah, dari jaman Kakek Adam dan nenek Hawa, Allah menciptakan mereka setara kok. Hanya diberi peran yang berbeda. Jadi kenapa menggugat? Siapa yang mau kalian gugat?
Saya sampai saat ini masih heran, mungkin bagi mereka saya hanya pria yang rendah diri atau tak berpendidikan. Tapi saya punya keyakinan satu hal bahwa generasi kelangsungan generasi penerus ada di tangan mereka. Kemauan mereka untuk melangsungkan generasi ini lah tumpuan harapan masa depan bersama.
Saya tidak membenci kaum Feminis hanya terkejut saya bagaimana sikap dan kelakuan mereka yang seolah-olah lebih tahu dan lebih pintar daripada Tuhan.
I got an inspiration for you:
Wahai saudariku, Allah telah memuliakanmu dan mengangkat tinggi kedudukanmu, Ia menginginkan dirimu terpelihara dan terjaga dari tangan-tangan jahat yang ingin menjerumuskanmu ke lembah kehinaan dan memanfaatkan kelemahanmu, oleh karena itu, Ia menetapkan hukum dan peraturan yang dapat menjamin jati dirimu sebagai seorang wanita, karena engkau bukanlah laki-laki dan laki-laki juga bukanlah dirimu, Allah SWT
berfirman:
"… dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan?"(QS. 3:36)
Allah memang menghendaki menciptakan ciptaan-Nya terdiri dari jenis laki-laki dan wanita, Ia berfirman:
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah". (QS. 51:49)
Keduanya diciptakan Allah dengan sifat dan karakter yang berbeda untuk saling melengkapi satu sama lain bukan saling berhadapan dan bersaing dalam kehidupan, wilayah peranmu berbeda dengan saudara kandungmu itu, semua itu Allah lakukan semata-mata demi menjadikanmu manusia yang terhormat, berwibawa dan mulia.
Wahai saudariku, aku ingin mengajakmu merenungkan beberapa hukum yang Ia syariatkan untukmu demi memelihara kemulian jatidirimu sebagai wanita.
Pertama, Allah menghalalkan kepadamu memperhias diri dengan perhiasan dari emas dan sutra murni yang Ia haramkan bagi kaum laki-laki, Rasulullah ` bersabda: "Kedua perhiasan ini (emas dan sutra murni) diharamkan bagi laki-laki dan dihalalkan bagi wanita" (HR. Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib a.). Ia halalkan semua ini untukmu demi menjaga kecantikanmu dan sifatmu yang lembut.
Kedua, Sebaliknya, Allah mengharamkan segala sesuatu yang dapat menghilangkan sifat kewanitaanmu yang halus dan lembut itu baik dalam berpakaian, bertingkah dan perilaku yang menyerupai laki-laki, demikian juga laki-laki diharamkan menyerupai wanita dalam pakaian, gerak dan tingkah laku, karena hal itu tidak sesuai dengan jiwa dan tabiatnya.
Rasulullah` bersabda:
"Allah melaknati laki-laki memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki" (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah ra.)
Ketiga, Allah melindungi kelemahanmu dan menempatkanmu selalu dalam naungan laki-laki, Ia tidak menuntutmu mencari penghidupan untuk memenuhi kebutuhanmu atau kebutuhan orang lain, tetapi kaum laki-lakilah yang Ia wajibkan memenuhi semua kebutuhan hidupmu, karena Ia tak ingin engkau bergulat dalam kehidupan demi sesuap nasi agar engkau tak terhina. Jika engkau seorang gadis, ayahmu dan saudara laki-lakimulah yang memenuhi kebutuhanmu, jika engkau seorang ibu, anakmu yang laki-laki yang dituntut menjamin kebutuhan hidupmu dan jika engkau seorang istri, suamimu yang harus bertanggung jawab atas semua kebutuhanmu, lalu jika tak ada seorangpun diantara mereka yang menjamin kebutuhan hidupmu maka Allah mewajibkan kepada pemerintah memenuhi semua hajat hidupmu yang asasi.
Keempat, Allah memerintahkan kepadamu menjaga pandanganmu terhadap lawan jenismu agar syetan tidak menjerumuskanmu kedalam kubangan yang hina.
Allah berfirman:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka?" (QS. 24:31)
Kelima, Allah memerintahkan kepadamu menjaga tubuhmu dari pelecehan tangan-tangan jahil dan penghinaan mata-mata yang usil dengan membalutnya dengan pakaian mulia kecuali muka dan telapak tanganmu.
Allah berfirman:
"..dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka?"(QS. 24:31)
Keenam, Allah memerintahkan kepadamu tidak menampakan perhiasanmu yang tersembunyi seperti rambut, leher, betis dan lengan tanganmu kecuali kepada suamimu, dan orang-orang yang termasuk mahram bagimu.
Allah berfirman yang artinya: "… dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…" (QS. 24:31)
Ketujuh, Allah memerintahkan kepadamu berjalan dengan santai dan berbicara dengan nada rendah sehingga engkau nampak berwibawa dan terhormat. Allah berfirman:
"…Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan…" (QS. 24:31)
"..Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya?"(QS. 33:32)
Kedelapan, Allah memerintahkan kepadamu menghindari segala sesuatu yang dapat menarik perhatian kaum laki-laki kepada dirimu dan tergoda dengan penampilanmu dengan mengikuti prilaku kaum jahiliyah pertama atau kaum jahiliyah abad ini.
Rasulullah ` bersabda:
"Wanita yang memakai pafum lalu keluar dari rumahnya agar orang-orang mencium aromanya adalah penzina" (HR. Abu Daud)
Kesembilan, Allah melarangmu berduaan dengan laki-laki selain suami dan mahrammu agar syetan tidak menjatuhkanmu ke jurang kehinaan.
Rasulullah ` bersabda:
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita dan janganlah pula ia pergi kecuali didampingi mahramnya" (Muttafaqun’alaih)
Saudariku, jika engkau renungkan semua perintah Allah ini dengan hati nurani yang jernih dan jujur, maka engkau akan mendapatkan bahwa Allah sungguh telah menempatkan dirimu bagaikan intan mutiara yang tersimpan di tempat yang terjaga yang tidak boleh dijamah oleh tangan orang yang di hatinya ada penyakit, engkau adalah makhluk mulia dan terhormat di dalam Islam.
Taken from Islamic Mailing List.

Recent Comments