04
Aug
05

There’s something about HER

Kaum Feminis dimanapun berada sering kali menghujat ketidakadilan yang dirasanya sangat tidak berpihak kepadanya. Padahal menurut saya, sejatinya perbedaan yang ada antara laki-laki dan perempuan bukanlah hal yang untuk diperdebatkan dan menjadikannya "bahan perang" antar manusia yang tidak ada habisnya. Sebenarnya ada konsep dasar yang berbeda yang dipegang oleh kaum feminis dan ajaran agama. Kaum feminis hanya mendasarkan pemikirannya pada hak asasi (masih jadi perdebatan sampai sekarang, hak asasi apa aja sih?), persamaan gender (don’t know for sure), demokrasi (yang diklaim sbg sistem terbaik di dunia), dan segala istilah yang baru dikenal dalam 1,5 abad terakhir, kadang dia lupa hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan yang kecil.

Saya bukan orang yang iri dan dengki dengan kemajuan perempuan. Saya bahkan kagum dan bangga dengan perempuan-perempuan yang bisa berbicara dan beraktivitas banyak di luar, terutama perempuan-perempuan Indonesia. Tapi yang saya tidak habis pikir kenapa pemikiran kebebasan yang diberikan itu terkadang melangkahi kodrat yang sudah diberikan oleh yang Maha Kuasa? Di beberapa kesempatan, saya suka bertemu dengan perempuan yang terkesan memprotes keadaan dirinya yang dilahirkan sebagai perempuan, yang menurut saya, sudahlah, dari jaman Kakek Adam dan nenek Hawa, Allah menciptakan mereka setara kok. Hanya diberi peran yang berbeda. Jadi kenapa menggugat? Siapa yang mau kalian gugat?

Saya sampai saat ini masih heran, mungkin bagi mereka saya hanya pria yang rendah diri atau tak berpendidikan. Tapi saya punya keyakinan satu hal bahwa generasi kelangsungan generasi penerus ada di tangan mereka. Kemauan mereka untuk melangsungkan generasi ini lah tumpuan harapan masa depan bersama.

Saya tidak membenci kaum Feminis hanya terkejut saya bagaimana sikap dan kelakuan mereka yang seolah-olah lebih tahu dan lebih pintar daripada Tuhan.

I got an inspiration for you:

Lg_dicinaWahai saudariku, Allah telah memuliakanmu dan mengangkat tinggi kedudukanmu, Ia menginginkan dirimu terpelihara dan terjaga dari tangan-tangan jahat yang ingin menjerumuskanmu ke lembah kehinaan dan memanfaatkan kelemahanmu, oleh karena itu, Ia menetapkan hukum dan peraturan yang dapat menjamin jati dirimu sebagai seorang wanita, karena engkau bukanlah laki-laki dan laki-laki juga bukanlah dirimu, Allah SWT

berfirman:

"… dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan?"(QS. 3:36)

Allah memang menghendaki menciptakan ciptaan-Nya terdiri dari jenis laki-laki dan wanita, Ia berfirman:

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah". (QS. 51:49)

Keduanya diciptakan Allah dengan sifat dan karakter yang berbeda untuk saling melengkapi satu sama lain bukan saling berhadapan dan bersaing dalam kehidupan, wilayah peranmu berbeda dengan saudara kandungmu itu, semua itu Allah lakukan semata-mata demi menjadikanmu manusia yang terhormat, berwibawa dan mulia.

Wahai saudariku, aku ingin mengajakmu merenungkan beberapa hukum yang Ia syariatkan untukmu demi memelihara kemulian jatidirimu sebagai wanita.

Pertama, Allah menghalalkan kepadamu memperhias diri dengan perhiasan dari emas dan sutra murni yang Ia haramkan bagi kaum laki-laki, Rasulullah ` bersabda: "Kedua perhiasan ini (emas dan sutra murni) diharamkan bagi laki-laki dan dihalalkan bagi wanita" (HR. Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib a.). Ia halalkan semua ini untukmu demi menjaga kecantikanmu dan sifatmu yang lembut.

Kedua, Sebaliknya, Allah mengharamkan segala sesuatu yang dapat menghilangkan sifat kewanitaanmu yang halus dan lembut itu baik dalam berpakaian, bertingkah dan perilaku yang menyerupai laki-laki, demikian juga laki-laki diharamkan menyerupai wanita dalam pakaian, gerak dan tingkah laku, karena hal itu tidak sesuai dengan jiwa dan tabiatnya.

Rasulullah` bersabda:

"Allah melaknati laki-laki memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki" (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah ra.)

Ketiga, Allah melindungi kelemahanmu dan menempatkanmu selalu dalam naungan laki-laki, Ia tidak menuntutmu mencari penghidupan untuk memenuhi kebutuhanmu atau kebutuhan orang lain, tetapi kaum laki-lakilah yang Ia wajibkan memenuhi semua kebutuhan hidupmu, karena Ia tak ingin engkau bergulat dalam kehidupan demi sesuap nasi agar engkau tak terhina. Jika engkau seorang gadis, ayahmu dan saudara laki-lakimulah yang memenuhi kebutuhanmu, jika engkau seorang ibu, anakmu yang laki-laki yang dituntut menjamin kebutuhan hidupmu dan jika engkau seorang istri, suamimu yang harus bertanggung jawab atas semua kebutuhanmu, lalu jika tak ada seorangpun diantara mereka yang menjamin kebutuhan hidupmu maka Allah mewajibkan kepada pemerintah memenuhi semua hajat hidupmu yang asasi.

Keempat, Allah memerintahkan kepadamu menjaga pandanganmu terhadap lawan jenismu agar syetan tidak menjerumuskanmu kedalam kubangan yang hina.

Allah berfirman:

"Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka?" (QS. 24:31)

Kelima, Allah memerintahkan kepadamu menjaga tubuhmu dari pelecehan tangan-tangan jahil dan penghinaan mata-mata yang usil dengan membalutnya dengan pakaian mulia kecuali muka dan telapak tanganmu.

Allah berfirman:

"..dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka?"(QS. 24:31)

Keenam, Allah memerintahkan kepadamu tidak menampakan perhiasanmu yang tersembunyi seperti rambut, leher, betis dan lengan tanganmu kecuali kepada suamimu, dan orang-orang yang termasuk mahram bagimu.

Allah berfirman yang artinya: "… dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…" (QS. 24:31)

Ketujuh, Allah memerintahkan kepadamu berjalan dengan santai dan berbicara dengan nada rendah sehingga engkau nampak berwibawa dan terhormat. Allah berfirman:

"…Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan…" (QS. 24:31)

"..Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya?"(QS. 33:32)

Kedelapan, Allah memerintahkan kepadamu menghindari segala sesuatu yang dapat menarik perhatian kaum laki-laki kepada dirimu dan tergoda dengan penampilanmu dengan mengikuti prilaku kaum jahiliyah pertama atau kaum jahiliyah abad ini.

Rasulullah ` bersabda:

"Wanita yang memakai pafum lalu keluar dari rumahnya agar orang-orang mencium aromanya adalah penzina" (HR. Abu Daud)

Kesembilan, Allah melarangmu berduaan dengan laki-laki selain suami dan mahrammu agar syetan tidak menjatuhkanmu ke jurang kehinaan.

Rasulullah ` bersabda:

"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita dan janganlah pula ia pergi kecuali didampingi mahramnya" (Muttafaqun’alaih)

Saudariku, jika engkau renungkan semua perintah Allah ini dengan hati nurani yang jernih dan jujur, maka engkau akan mendapatkan bahwa Allah sungguh telah menempatkan dirimu bagaikan intan mutiara yang tersimpan di tempat yang terjaga yang tidak boleh dijamah oleh tangan orang yang di hatinya ada penyakit, engkau adalah makhluk mulia dan terhormat di dalam Islam.

Taken from Islamic Mailing List.




6 Responses to “There’s something about HER”


  1. 1    liL' dEviL August 5, 2005 at 12:37 am

    “Saya tidak membenci kaum Feminis hanya terkejut saya bagaimana sikap dan kelakuan mereka yang seolah-olah lebih tahu daripada Tuhan.”

    Dan bagaimana juga dengan pendapat laki2 yang seolah2 lebih tau dari Tuhan?

  2. 2    Ahmad Eka August 5, 2005 at 2:23 am

    Hahaha… kena nih yeee

  3. 3    Ahmad Eka August 5, 2005 at 2:54 am

    ini saya post dari http://www.mediasalafy.com. silahkan renungkan…

    Bismillahirrohmanirrohim

    Segala pujian hanya untuk Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, juga semoga tercurahkan kepada keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya dengan baik.

    Amma ba’du

    Pembaca yang budiman, semoga Allah merahmati Anda,

    Apa jadinya seorang wanita lebih memilih karir diatas keluarganya.
    Tentu saja akan ada seorang suami yang “kehilangan” isteri dan anak-anak yang kehilangan seorang ibu. Sebuah keluarga akan goyah, karena ditinggal salah satu tiang layarnya. Lalu bagaimana jika tidak hanya seorang, melainkan ratusan, ribuan bahkan jutaan wanita? Ya, sebanyak itulah juga keluarga yang akan hancur.

    Arus feminisme memang sedang bertiup kencang di Indonesia. Ketika seorang wanita digagalkan untuk duduk sebagai presiden, maka kaum feminis berteriak tentang kesejajaran gender. Dan ketika wanita sudah jadi pemimpin, teriakan merekapun akan semakin keras. Kesamaan hak perempuan dan laki-laki, perempuan adalah sama dengan laki-laki semakin lantang diucapkan. Bahkan telah berani menentang sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah jelas-jelas beliau lakukan yakni poligami, ini bisa kita lihat dalam mu’tamar NU ke-31 di Boyolali Solo beberapa waktu yang lalu karena kaum wanita NU dari kubu Abdurahman wahid yang dipelopori oleh istrinya yakni Ibu Sinta Nuriah, melakukan aksi boikot terhadap masakan yang telah dipesan oleh panitia bagian konsumsi mu’tamar tersebut terhadap masakan ayam “WONG SOLO” karena pemiliknya adalah orang yang melakukan poligami, dan poligami sangat melecehkan kaum wanita, katanya.

    Mereka lupa, bahwa Allah telah menciptakan hambanya bersama dengan fitrahnya. Masing-masing dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ketika fitrah itu dilanggar, maka akan terjadi ketidakseimbangan.

    Seorang ayah yang berkerja di luar rumah adalah kewajibannya untuk mencari nafkah menghidupi keluarganya. Sedangkan seorang ibu yang berkerja di rumah adalah kewajibannya mengatur keluarga dan mendidik anak. Mengatur rumah, memasak dan mendidik anak di rumah bukanlah suatu yang hina bagi wanita. Namun justru ibadah yang paling mulia di sisi Allah.

    Penganut feminisme ingin menghilangkan perbedaan fitrah laki-laki dan perempuan, semata-mata hanya merasa bahwa menjadi seperti laki-laki adalah sesuatu yang hebat. Maka mereka menganjurkan wanita untuk meninggalkan dapur dan berkerja di luar rumah bersaing merebut karir dengan laki-laki. Itulah kemenangan yang mereka inginkan.

    Padahal kemenangan bagi wanita adalah jika ia berhasil membina keluarganya menjadi keluarga sakinah. Keluarga ideal yang berjalan di atas jalan Rabb-nya. Inilah cita-cita yang hilang dari lubuk kaum hawa sekarang ini.

    Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda bahwa baik buruknya suatu bangsa dapat dilihat dari kaum wanitanya. Jika kaum wanitanya baik maka bangsa itu akan baik, sebaliknya jika wanitanya buruk, maka bangsa itupun akan buruk pula.

  4. 4    Ahmad Eka August 8, 2005 at 9:06 pm

    Dari eramuslim…

    Muslimah Dihimbau Tidak Terjebak Aliran Sesat Bertopeng Pemberdayaan Perempuan
    Publikasi: 08/08/2005 16:45 WIB

    eramuslim - Muslimah Peduli Umat (MPU) yang terdiri dari 45 ormas perempuan menghimbau kepada seluruh muslimah agar tidak terjebak oleh tipu daya paham dan aliran sesat yang mengatasnamakan Islam, yang dikemas dalam bentuk propaganda perlindungan terhadap perempuan dan pemberdayaan perempuan.
    Padahal sesungguhnya, hal itu hanya mengantar pada penyesatan dan pemurtadan.

    Demikian pernyataan sikap yang disampaikan Ketua Umum MPU Nurdiyati Akma, dalam jumpa pers di Kantor Sekretariat MPU Tebet Jakarta, Senin (8/08)

    “Seluruh komponen umat Islam termasuk muslimah yang berada didalam ormas pesantren lembaga Islam dan anggota parlemen diharapkan bersatu dalam menghadapi masalah ini,” jelasnya.

    MPU meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan suara mayoritas umat Islam, serta membentengi kaum muslimah dari serangan musuh Islam. Ia menilai, paham sekulerisme dan liberalisme merupakan pandangan yang bertentangan dengan Islam. Menurutnya, paham tersebut digunakan sebagai landasan arah pemberdayaan perempuan Indonesia yang menjauhkan Muslimah dari koridor Islam.

    “Semangat kebebasan dan kesetaraan telah menjiwai perjuangan kaum perempuan, sehingga arah pemberdayaan muslimah yang sesuai dengan perspektif Islam dilupakan,” tegasnya.

    Oleh karena itu, MPU mendesak Pemerintah untuk mempersiapkan UU yang melarang keberadaan paham liberalisme, sekularisme, pluralisme dan Ahmadiyah sesuai dengan fatwa MUI.

    Ia menambahkan, sebagai langkah dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan sesuai dengan perspektif Islam, maka pada hari Kamis (11/08), pukul 09.00 WIB, ribuan muslimah akan melakukan aksi menolak penjajahan

  5. 5    liL' dEviL August 9, 2005 at 10:52 pm

    kasian sekali ya manusia2 itu…

    dan lagi siapa yang kena? Cowo yang merasa mengenal Tuhan lebih baik? Kasian juga sih

  6. 6    Ahmad Eka August 10, 2005 at 12:49 am

    sebenarnya siapapun bisa mengenal dan dekat dengan Tuhan, entah co atau ce. caranya bisa dimulai dengan dekat sama agama dan ajaran yang diturunkannya.
    yang harus dikasihani adalah bukan orang yang mengenal Tuhannya dong, justru yang gak kenal dan gak mau kenal (terima ajaranNya).
    btw, dont get offended, friend. saya hanya melaksanakan tugas saya, menyampaikan walaupun hanya satu ayat.
    masih ingat surah Al Ashr?
    1. Demi Masa
    2. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian
    3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
    ok?

Leave a Reply

You must login to post a comment.