Archive for September, 2005

29
Sep

Kata Ustad Sanusi

SanusiHari rabu kemarin, tepatnya tanggal 28 September 2005, Ikatan Persaudaraan Haji di kantor saya mengundang ustad KH. Anwar Sanusi, seorang mubaligh pimpinan SMP dan SMA Islam Terpadu "Arafah" Cisarua, Bogor. Dengan penampilan yang sederhana, elegan namun kharismatik, Ustad yang sering muncul di layar kaca ini memberikan petuahnya yang menggugah dan sangat dalam. Tema yang disodorkan oleh panitia tentang persiapan dalam menghadapi bulan Ramadhan, terasa menjadi lebih esensial. Ustad Anwar Sanusi, dengan kata-katanya yang lembut dan penuh makna, benar-benar memberikan pedoman yang pokok tentang bagaimana menghadapi bulan Ramadhan, sebuah pedoman yang sangat penting yang jarang saya dapatkan dari pengajian-pengajian biasa.

Ustad Anwar membuka ceramah dengan bertanya apakah ada yang memiliki masalah dengan orang tuanya, ibu bapaknya? Kalau ada lebih baik tidak usah berpuasa karena mereka hanya akan memperoleh lapar dan dahaga saja. Seberapa besarnya kekhusukan dan dalam melaksanakan ibadah puasa selama kita dalam keadaan durhaka kepada orang tua, tidak akan sepeserpun nilai ibadah puasa kita yang akan dicatat oleh Allah, SWT. Sampai-sampai Ustad Anwar menceritakan kisah sahabat nabi yang selama 6 tahun berturut-turut melaksanakan sholat malam dan sholat sunat, ketika ia menghadapi sakaratul maut, sampai 3 hari ia tersiksa. Ternyata setelah diselidiki oleh Rasul, sahabat ini memiliki kesalahan di masa lalu yang menyebabkan ibunya sakit hati. Seorang yang saleh saja apabila durhaka kepada orang tuanya, dimurkai Allah apalagi kita yang senantiasa membangkang terhadap orang tua ya. Naudzubillahi min dzalik. Selain durhaka kepada orang tua, Ustad anwar juga menyarankan agar hubungan dengan tetangga juga harus diperbaiki menjelang bulan Ramadhan ini. Jangan ada sikap permusuhan dan dendam. Tetangga yang dimaksud disini adalah orang-orang di sekitar kita. Kanan-kiri-depan-belakang rumah kita atau kanan-kiri-depan-belakang ruang kerja kita. Karena sangat merugi orang yang bermusuhan di bulan Ramadhan. Pahala kedua orang yang saling bermusuhan sama-sama tidak diterima oleh Allah, SWT. Hal yang sama bila terjadi pertengkaran antara suami dan istri. Maka itu sang ustad berkata bahwa kita lebih baik jadi orang yang pemaaf agar hidup kita diliputi perasaan yang tenag dan damai, begitupun orang -orang disekitar kita.

Ada lagi hal menarik lain yang disampaikan oleh ustad Anwar Sanusi pada pengajian sore itu. Hendaknya kita menjaga diri kita perasaan dendam. Orang pertama yang merugi karena dendam yang kita pendam adalah diri kita sendiri. Lalu kita juga diperintahkan untuk jangan merasa sombong sama sekali. Sikap sombong yang bercokol di hati manusia akan menjerumuskannya ke lembah kenistaan. Sifat sombong akan mendorong manusia untuk melakukan semua kejahatan dan dosa yang dilarang oleh Allah, SWT. Ustad Sanusi mencontohkan, kurang mulia apa syaitan, yang dahulu bisa berhadapan langsung dengan Allah, sang pencipta alam semesta. Kesalahannya hanya satu yaitu sombong, sombong dengan tidak mau bersujud kepada Adam AS. Karena kesombongannya itulah maka ia terusir dari surga. Untuk itu sangat beratlah hidup seorang yang sombong.

Pengajian yang berlangsung sekitar satu jam itu benar-benar membuat saya berpikir dan terhenyak. Banyak sekali yang harus dipersiapkan untuk menghadapi bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat bagi umat yang beriman. Bulan Ramadhan bukan hanya puasa, bukan hanya beribadah lebih khusyuk dan rajin. Tapi bulan Ramadhan merupakan sarana untuk introspeksi dan memperbaiki diri agar kita kembali kepada fitrah, kepada kondisi saat kita dilahirkan oleh Ibu kita. Keadaan dimana kita tidak memiliki sifat sombong, tidak memiliki rasa dengki, tidak memiliki dendam, serta ikhlas. Terima kasih, Ustad. Insya Allah di Ramadhan kali ini, saya akan menjadi manusia yang lebih baik.

===================================================

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" - QS Luqman : 18

===================================================

29
Sep

Children of Heaven (1997)

ChilheavenSeorang teman saya bercerita tentang sebuah film Iran yang bagus. Sudah lama saya dengar bahwa film-film Iran memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara-negara maju semacam Amerika dan Perancis. Malahan film-film Iran sangat kuat disisi cerita dan sinematografi. Teman saya ini bercerita tentang sebuah film "Children from Heaven". Asal mulanya karena kami sedang berbincang-bincang mengenai anak dan bagaimana ia memberi nama anaknya. Dia memberi nama anaknya Zahra, seperti nama anak perempuan dalam film Children of Heaven. Begitu menggebunya dia bercerita tentang film itu, saya menjadi penasaran, seperti apa film children of heaven itu. pasti menarik. Sehingga ketika teman saya itu menawari untuk meminjamkan VCD (original nih) film tersebut, serta merta saya tidak sedikitpun saya tolak walaupun kata rekan kerja saya yang lain, film ini sudah sering muncul di TV.

Chilheaven2 Film yang disutradarai oleh Majid Majidi menceritakan tentang dua anak kecil Ali dan Zahra yang sederhana dan berbudi pekerti baik. Cerita dimulai ketika Ali membawa sepatu adiknya yang sudah sobek untuk diperbaiki di toko sepatu. Sepulangnya dari tempat tersebut, Ali dengan tidak sengaja menghilangkan sepatu adiknya tersebut. Sepulangnya di rumah dengan rasa bersalah, Ali memberitahukan berita buruk itu kepada adiknya. Adiknya kebingungan bagaimana ia pergi ke sekolah esoknya. Akhirnya mereka berdua mencari solusi untuk masalah tersebut. Karena keadaan keluarga yang serba pas-pasan, mereka mencoba untuk mengatasinya tanpa membebani pikiran orang tua mereka. Banyak hal lucu sekaligus menohok dari tingkah polah sepasang adik kakak ini. Dari bagaimana pontang pantingnya mereka untuk saling berganti sepatu di siang hari sampai pengorbanan Ali untuk mencarikan sepatu bagi adiknya itu. Zahra, sang adik, bersekolah di pagi hari sedangnya Ali di siang harinya. Sehingga setiap pulang sekolah Zahra harus cepat-cepat berlari untuk menemui kakaknya. Dan juga Ali harus berusaha secepatnya berlari ke sekolah agar tidak terlambat. Beberapa kali Ali dimarahi oleh kepala sekolah karena terlambat. Kejujuran dan keluguan Ali dan Zahra sangat menyentuh dan memberikan banyak makna bagi kita. Contohnya saja ketika Zahra mengetahui ada anak lain yang memakai sepatunya yang hilang, ia berusaha untuk merebutnya kembali namun ketika mengetahui bahwa anak tersebut keadaan keluarganya lebih kekurangan dibandingkan keluarganya, ia bisa merelakannya. Benar-benar menyentuh. Ada juga moment yang sangat bagus ketika Ali mendapatkan hadiah bolpen dari gurunya, bolpen hadiah itu dia berikan kepada Zahra untuk menghibur adiknya itu. Sampai suatu ketika akan diselenggarakan perlombaan lari jarak jauh dimana hadiah ketiga berupa sepatu olahraga. Ali serta merta bersikeras untuk mengikuti perlombaan itu karena ia berniat untuk memberikan hadiah juara ketiga tersebut kepada adiknya. Ali bersikera untuk menjadi juara 3 agar bisa memperoleh sepatu yang akan dihadiahkan untuk adiknya walaupun hadiah juara 1 dan juara 2 merupakan impian setiap anak-anak yang ingin mengikuti perlombaan.

Chilheaven3Film ini bukan saja menghibur tetapi juga mengajari kita tentang berbagai nilai yang seharusnya masih dijaga sampai saat ini. Seperti ketika ayah Ali dan Zahra yang diserahi tugas untuk memecah gula yang akan digunakan untuk acara pengajian di Masjid. Walaupun keluarga Ali sudah kehabisa gula dan tidak mampu untuk membelinya saat itu, namun Ayahnya tetap tidak mau mengambil secuilpun untuk minumannya. "Ini milik masjid" katanya. Mungkin pendidikan keras dan budi pekerti dari Ayahnya itulah yang membuat Ali dan Zahra bersikap sangat mulia. Film ini sangat berbeda dari film anak-anak pada umumnya. Apalagi kalau mau dibandingkan dengan film ataupun sinetron anak-anak yang ada di Indonesia. Saya tidak melihat adanya kekerasan, kekejaman, iri, dengki dalam film ini. Benar-benar menggambarkan suatu realitas yang nyata namun dalam dan penuh pelajaran, penuh pesan dan teladan. Maka tidak heran apabila film ini memperoleh banyak pernghargaan selain dari tingkat Nasional Iran sampai internasional. Menampilkan film ini dengan latar belakang keluarga yang sederhana menjadikan film ini lebih membumi. Saya sangat tersentuh dengan film ini. Maka saya tidak heran kalau teman saya jadi terpesona akan film Children of heaven ini.

26
Sep

Bonek II: Antara Sportivitas dan Semangat Kaum Barbar

BarbarMasih seputar Liga Sepakbola Indonesia. Semalam pemenangnya sudah ditentukan. Persipura dengan kemenangan manis 3-2 setelah menjungkalkan tim Ibukota, Persija. Seperti yang sudah - sudah, supporter mengamuk. Mengakibatkan banyaknya kerugian material dan fisik. Banyaknya mobil pribadi, gedung, masyarakat umum yang jadi korban. Hasilnya? Ya tetap saja, Persija kalah 2-3 dari Persipura.

Suatu tindakan yang absurb. Mau cari apa mereka? Saya sempat terpikirkan kalo sebelumnya Jakarta ini sempat terancam oleh keberadaan Bonek dari Surabaya dan daerah lain, ternyata sikapnya tidak jauh beda dengan kualitas supporter tuan rumah. Entah sejak kapan tradisi supporter mengamuk ini dimulai. Tapi rasanya sangat jauh dari semangat olah raga dan sportivitas itu sendiri. Apakah ini mental bangsa yang lemah? Apakah karena kualitas pendidikan yang rendah? Ah tidak juga. Peristiwa supporter yang rusuh bukan hanya milik Indonesia. Supporter sepakbola Inggrispun, yang terkenal dengan Hooligans, tidak kalah seramnya. Malah mereka sangat kejam terhadap timnya sendiri. Pernah David beckham selama beberapa bulan tidak bisa tenang bermain bola karena selalu dicemooh di negeri sendiri ketika melakukan tindakan bodoh pada Piala Dunia 1998. Patrick Viera, Thierry Henry sangat berang dengan supporter sepakbola di Inggris yang sering mengeluarkan kata-atau bersifat Rasialis.

Mungkin kisah supporter sepakbola merupakan pengejawantahan sifat dasar kehewanan manusia yang terkuak saat mereka bersama berkumpul untuk suatu preferensi dan latar belakang yang sama. Tapi entah, sampai sekarang masih belum mengerti apa yang mereka cari dan apa yang mereka dapatkan dari melakukan kerusuhan. 34 orang ditangkap, puluhan mobil rusak, korban masyarakat berjumlah puluhan. Dan satu hal yang tidak berubah, Persija tetap menyerah 2-3 dari Persipura. Jadi?

26
Sep

Jalan - Jalan ke Ujung Genteng

Genteng "What an exciting weekend". Itulah komentar yang bisa saya katakan tentang perjalanan yang saya lakukan akhir pekan kemarin. Betul-betul menambah pengalaman dan wawasan saya tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Indonesia. Setelah pernah mengunjungi Baduy untuk melihat suku Baduy, Ujung kulon untuk melihat (telapak) Badak cula satu, Sawarna untuk melihat gua alam, bersama TIAC (Toyota Indonesia Adventurer Club) saya mengunjungi Ujung Genteng yang terletak di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tempatnya jauh di pesisir pantai selatan Jawa Barat dengan jarak tempuh sekitar 300 km dari Jakarta. Perjalanannya sendiri memakan waktu sekitar 7 jam. Sangat melelahkan memang, tapi benar-benar sebanding dengan apa yang kami dapatkan disana. Perjalanan kali ini memiliki misi menyaksikan proses penyu bertelur di pantai Pangumbahan, Sukabumi. Dikemas dengan tema "Help me to survive" TIAC ingin menanamkan lebih dalam kepedulian anggotanya kepada kelestarian alam dan makhluknya terutama Penyu Hijau (Chelonia Midas) yang diambang kepunahan itu.

Perjalanan dilakukan pada jumat malam (23 September 2005) after office hour. Kami berangkat jam 22.00 WIB. Lumayan macet malam itu. perjalanan yang dilakukan secara nonstop itu membawa kelelahan sendiri bagi sang sopir, karena kami semua sudah tidur, terpaksa sang sopir melaju terus sampai kami tiba di penginapan. Saya sempat geli mendengar celutukan pak Dedi malam-malam "pada gak kencing nih orang" hehehe…

Genteng3Kami tiba di Ujung Genteng sekitar jam 4.30 pagi. Sehabis sholat subuh, beberapa anggota TIAC sudah secara insting melakukan eksplorasi pantai tanpa agenda. Pagi pagi kami sudah disuguhkan panorama pantai yang alami dengan karang-karang yang bertebaran beserta makhluk-makhluk kecil di dalamnya. Sunrise menambah keindahan pagi. Benar-benar pemandangan yang indah. Setelah makan pagi, kami hiking ke pantai yang bernama Muara Buaya. Pantai ini sangat cocok untuk dipakai berenang karena beberapa puluh meter dari garis pantai terdapat jejeran karang yang melindungi pantai sehingga ombak di pinggir pantai tidak begitu kencang. Cuaca yang panas saat itu tidak menyurutkan yang mau berenang. Yah lumayan lah membuat kulit lebih berwarna warni.

Siang harinya diisi dengan istirahat sebentar. Setelah makan siang dan sholat dhuhur, rombongan berangkat menuju Curug Cikaso dengan menumpangi Truk. Seru juga siang itu. selama perjalanan dari penginapan ke lokasi curug, dipenuhi suasana canda dan konyol-konyolan. Yah pengalaman tersebut menjadi salah satu unforgettable moment juga. Ada sensasi tersendiri menumpangi truk dengan medan yang gak rata. Belum lagi banyak pohon yang menjuntai ke tengah jalan sehinggi setiap kali melewati pohon-pohon tersebut kami harus jongkok untuk menghindarinya. Untuk mencapai Curug Cikaso, tidak semudah yang dibayangkan. Setelah naik truk selama kurang lebih 45 menit, kami masih harus berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai air terjun yang terisolir di rerimbunan pohon itu. Curug Cikaso siang itu sangat deras sekali. Berdasarkan penjelasan penduduk setempat yang menjadi guide kami, derasnya air Curug Cikaso disebabkan karena debit air yang tinggi karena musim hujan. Yah memang. Curug itu sendiri membuat hujan lokal di sekitarnya. Saya basah kuyup sepulangnya dari sana. Selesai sesi di Curug, dengan menggunakan truk yang sama, perjalanan dilakukan menuju ke Dermaga Tua untuk menikmati sunset. Walau suasana agak mendung sehingga sunset tidak terlihat begitu jelas, kami menikmatinya dengan berfoto. Mungkin bisa disimpulkan selama perjalanan ini sesi berfoto sangat padat sekali. Hampir di setiap kesempatan, moment untuk berfoto benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Setelah menikmati sunset di Dermaga Tua, kami bersiap-siap untuk memasuki agenda utama, melihat penyu bertelur. Kami berangkat dari penginapan sekitar pukul 20.00. Dengan menumpang truk yang sama, kami berangkat ke lokasi yang letaknya sekitar 5 km dengan medan yang cukup berat. Berpasir dan berlumpur. Sempat beberapa kali ban truk selip namun ketangguhan truk tersebut berhasil mengantarkan kami ke tempat penangkaran penyu.

Sampai di tempat penangkaran suasana sangat gelap gulita dan senyap. Hal tersebut memang disengaja karena seekor penyu dewasa yang hendak bertelur akan mengurungkan niatnya dan kembali ke lepas pantai apabila ia mendeteksi adanya cahaya atau suara di pantai. Oleh sebab itu ketika kami sampai di tempat penangkaran kami diminta menunggu di pos konservasi. Kami tidak boleh menyalakan senter dan ribut. Baru ketika ada aba-aba dari petugas konservasi untuk

Jalan - Jalan ke Ujung Genteng

Chelonia Midas (penyu hijau) sedang bertelur di pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi 24 September 2005.

mendekati lokasi penyu bertelur barulah kami mendekati pantai. Sempat penasaran juga karena walau kami sudah ada di pantai tapi kami tetap disuruh menunggu. Tak lama kemudian kami semua dipanggil. Subhanallah, ternyata penyu yang sedang bertelur kala itu besar sekali. Diameternya kurang lebih sekitar 130 cm. tapi kata seorang kawan, penyu tersebut ukurannya sedang, karena biasanya ada yang lebih besar lagi dari penyu tersebut. Berdasarkan referensi, seekor penyu baru dapat bertelur dan berkembang biak ketika usianya sekitar 25 tahun. Dan uniknya, seekor penyu betina akan menetaskan telurnya di tempat dia menetas ketika masih menjadi tukik. Untuk alasan itulah mengapa menjaga kelestarian ekosistem tempat penyu berbiak menjadi sangat penting selain menjaga habitat hidup dan berkembang biak penyu. Spesies penyu yang telah bertahan lebih dari 200 juta tahun yang lalu sejak jama Trias memang merupakan salah satu makhluk hidup yang rentan kelangsungan hidupnya. Ancaman dari predator, baik predator alami seperti paus pembunuh atau hiu maupun predator manusia, telah mengancam kelangsungan hidupnya. Berdasarkan penelitian dari WWF, hanya sekitar 1 ekor penyu yang sanggup bertahan hidup dan bertelur dari 1000 telur yang dihasilkan. Probabilitas survival yang minim ini akan semakin kecil seiring dengan perkembangan saat ini dimana semakin banyak habibat asli penyu yang tergusur oleh aktivitas manusia. Dari 8 tempat berbiak alami penyu hijau, hanya tinggal satu saat ini yaitu si Pantai Pangumbahan yang kami kunjungi. Melihat proses konservasi dengan kelengkapan yang minim dan sederhana ditambah dengan minimnya pengawasan dari pemerintah atau pihak yang concern terhadap perkembangan populasi penyu hijau, banyak dari kami yang sangat prihatin melihat kenyataan itu. Tempat konservasi tersebut tidak jauh bedanya dengan sebuah entitas bisnis, karena kata mereka, untuk bertahanpun mereka masih membutuhkan sekian persen telur penyu yang mereka dapatkan untuk dijual dan dikonsumsi. Padahal tidak ada satu pihakpun terlebih lagi pemerintah yang melakukan pengawasan terhadap tempat konservasi yang dikelola swasta tersebut.

Sampai acara selesai, dalam benak saya masih tersimpan satu pertanyaan besar. Sampai kapankah mereka bertahan. Kadang saya berharap ada yang bisa saya lakukan untuk membantu penyu hijau berkembang karena penyu-penyu hijau ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan penyu yang berbiak di tempat lain di Indonesia maupun Malaysia. Harapan yang mungkin saat ini masih sebatas tidak mengkonsumsi produk dari penyu atau telur penyu.

Dan untunglah, sampai kami pulang ke Jakarta esok paginya, tidak ada satupun dari rombongan kami yang membeli telur penyu walaupun tidak sedikit penjaja telur yang menawarkan kepada kami, serta tidak sedikit pula kawan dan kerabat yang menitipkan untuk dibawakan telur penyu. Jalan-jalan ke Ujung Genteng, sebuah perjalanan akhir pekan yang tidak sekedar menawarkan kegembiraan dan kesenangan tetapi juga makna dan kesadaran untuk berbagi tempat kepada makhluk ciptaan Tuhan yang unik, dalam kehidupan.

18
Sep

Bonek…

Bagi orang-orang yang tinggal di Jakarta, beberapa hari terakhir adalah hari-hari yang menegangkan. Yah walaupun bisa dibilang tiap hari hidup di Jakarta adalah saat - saat tegang, tapi pengalaman belakangan ini membuat orang-orang kalang kabut, termasuk saya. Ketegangan itu muncul karena menjelang putaran delapan besar Liga Sepakbola Indonesia yang diadakan di Jakarta, berdatangan ribuan supporter Bola bermodal nekat dari berbagai daerah. Yang bikin gerah adalah mereka datang bagai jagoan, tanpa modal, tanpa bekal, tapi seakan-akan bisa hidup dengan percaya diri. Yang terkenal dari grup supporter iniBonek  adalah Bonek, atau Bondho Nekat, supporter asal surabaya, pendukung Persebaya. Tapi sebenarnya walau yang meresmikan dirinya dengan bonek hanya pendukung Persebaya, tapi sebenarnya semua supporter adalah Bonek. Ya supporter PSIS, supporter PSM bahkan supporter Persija. Karena semuanya setali tiga uang, mereka datang menumpang, makan ngutang lalu ngemplang dan kehadirannya bikin tegang. Hari jumat kemarin salah satu contohnya. Sejak siang hari sudah banyak berita yang muncul di detik.com tentang tingkah polah para bonek ini. Saya sempat berpikir juga, mau pulang lewat mana yah? Soalnya jalur gatot subroto, senayan, permata hijau adalah jalur reguler saya. padahal daerah Senayanlah pusat konsentrasi massa bonek.

Kemaren sabtu-minggu juga sama, saya yang biasanya setiap hari sabtu keluar rumah, jadi urung di rumah saja. Ya menikmati libur dengan istri dan adik saya. sebenarnya jalur alternatif ada sih walau agak sedikit memutar, tapi memikirkan kemungkinan macet dan insiden, stay at home was the best choice. Jarang-jarang saya menikmati siang hari di rumah. Memang di setiap kesempatan Polda Metro Jaya menjamin keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan 8 besar berlangsung tapi di belakangnya ditambahin "kalau tidak dalam keadaan terpaksa/mendesak, diharapkan tidak mendekati kawasan Senayan" ya ampuun, dia aja nggak pede apalagi kita.

Syukurlah semalam, Persebaya menyerah 0 - 1 dari PSIS semarang, dan saya dengar banyak yang bergembira mendengar kabar tersebut. Artinya banyak yang nyumpahin tuh biar cepet pulang. Persis seperti yang saya dengar dari radio Suara Metro pagi ini. Dan memang, kata sumber yang dapat dipercaya, karena kekalahan itu banyak Bonek yang sudah pulang. Ok, then. Bye, Bonek… take care and don’t come back!!!

15
Sep

Hidup yang rapuh

FragileKatakan saja namanya Clara, wanita usia sekitar 35 tahun, telah menikah dan telah dikaruniai anak. Memiliki suami yang mapan, karir yang menanjak, dan anak yang cantik. Clara merupakan wanita yang bahagia dan sukses dari sudut pandang orang lain. Kira-kira satu setengah tahun yang lalu ia berangkat ke Amerika untuk meneruskan studi disana, meninggalkan suami dan anaknya di tanah air. Sekitar 6 bulan lalu, sontak ia mendapat telpon mendadak dari suaminya. Suaminya minta cerai, selidik punya selidik, ternyata suaminya selingkuh. Di tengah kesibukannya mengejar cita-cita, ia harus menghadapi cobaan berat itu. sekitar sebulan lalu, ia divonis mengidap kanker otak dan harus segera dioperasi agar tidak membahayakan jiwanya. Sekitar dua minggu yang lalu, operasi bedah otak dilakukan. Sel kanker di otak kiri diangkat. Operasi itu berefek samping pada sistem koordinasi tubuh sebelah kanan. Sekarang Clara masih terbaring di rumah sakit, kondisi tubuh sakit, kondisi hati sakit. Sempat terpikirkan bagaimana ia akan menghabiskan sisa hidupnya.

Itulah salah satu kisah nyata yang diceritakan oleh teman saya. kisah tersebut menimpa teman SMP-nya. Mendengar kisahnya, kami berbagi hikmah akan kisah itu. Betapa hidup itu begitu rapuh. Clara yang tengah berada di puncak kehidupannya, bisa langsung berbalik keadaannya. Dahulu yang enerjik, bahagia, sukses saat ini harus menerima kepahitan semacam itu. Kita sama sekali tidak punya cukup kekuatan untuk menentukan nasib kita sepintar dan secerdas apapun kita. Hal yang sama yang terjadi kepada para korban bencana Tsunami, kecelakaan pesawat Mandala kemarin, para korban Katrina Hurricane, dan para nasabah reksadana beberapa hari terakhir.

Sebuah renungan dan peringatan untuk tetap berserah diri kepada-Nya.

13
Sep

Ramadhan di depan mata

RamadhanMuhammadiyah telah menetapkan bahwa bulan Ramadhan 1426 H akan jatuh pada tanggal 5 Oktober 2005. Ternyata waktu telah berlari begitu cepat. Serasa baru kemarin kita berpuasa menahan lapar dan dahaga, kemudian merayakan kemenangan Idul Fitri. Ternyata waktu telah berlalu begitu cepat. Serasa suasana haru dan khusyuk baru saja meliputi kita semua. Ternyata waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita merasa bersih dari dosa dan kesalahan. Setahun hampir berlalu. Bukan tidak mungkin dosa dan kesalahan yang kita lakukan telah bertumpuk-tumpuk. Sungguh tepatlah datangnya bulan Ramadhan dijadikan media untuk melebur dan menghapuskan dosa dan kesalahan yang sekaligus juga untuk mengenalkan kita kepada diri kita dan juga Allah, SWT maha pencipta sekalian alam.

Banyak harapan dan keinginan yang ada di setiap bulan Ramadhan. Kita seakan kembali untuk mengingat siapa diri kita, untuk apa kita berada di dunia, dan apa tujuan hidup kita. Di setiap Ramadhan, kita seakan-akan harus masuk TTC "Taqwa Training Centre" dengan kualifikasi Iman untuk bisa mengikutinya dan diikuti ikhlas, sabar dan tabah dalam menjalaninya. Di Setiap Ramadhanlah waktu untuk melakukan ibadah dan perbuatan baik yang akan diganjar berkali-kali lipat sehingga umur manusia modern yang pendek ini akan terasa berbobot amal ibadahnya. Sehingga amal manusia umat Muhammad tidak akan kalah dengan amal umat manusia sebelumnya yang berumur lebih panjang.

Menyambut bulan yang istimewa itu, apa persiapan yang sudah saya lakukan. Berdasarkan petunjuk menghadapi Ramadhan, persiapan yang harus dilakukan adalah :

1. Sejak dua bulan sebelum sang Ramadhan datang (Rajab) biasanya Rasulullah saw banyak berdoa sbb :

"Ya Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan."

"Ya Allah sampaikanlah kami pada Ramadhan dengan aman, keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan dan terhindar dari penyakit serta bantulah kami untuk melaksanakan shalat, puasa dan tilawah al-Quran padanya."

"Ya Allah bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir, serahkanlah ia pada kami dan serahkanlah kami padanya, karuniakanlah kami kesanggupan untuk berpuasa, dan menegakkan malam-malamnya. Dan karuniakanlah kami kesungguhan kekuatan dan semangat serta jauhkanlah kami dari fitnah didalamnya".

2. Sejak sebulan sebelum sang Ramadhan tiba,(Sya’ban), hendaknya kita memperbanyak puasa (sunat), membaca Qur’an, dzikir, dan ibadah sunnat lainnya, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dalam hadits Bukhari-Muslim, Aisyah ra. berkata : "Tidaklah aku lihat Rasul menyempurnakan puasanya sebulan penuh kecuali pada Ramadhan dan tidak juga aku lihat beliau memperbanyak puasa sunnatnya kecuali di bulan Sya’ban". Memperbanyak aktivitas tilawah Quran, sebagaimana yang diungkapkan Anas bin Malik bahwa para sahabat jika memasuki bulan Sya’ban, mereka segera mengambil mushaf dan membacanya.

3. Meminta maaf kepada sesama manusia, sehingga ketika memasuki Ramadhan dosa kita dengan sesama manusia sudah terhapuskan dan di bulan Ramadhan tinggal menyelesaikan dosa kita pada Allah SWT saja, dan ketika hari raya Idul Fitri tiba kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah (suci).

4. Bertafaqquh, yaitu memperdalam pengetahuan fiqih kita yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan sebaik mungkin syariat yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sepertinya saya ketinggalan beberapa langkah untuk menyambutnya. Harus berbenah nih sekarang. Karena tamu agung itu segera datang.

==================================================

"Jibril datang kepadaku dan berkata ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapatkan ampunan, maka jika ia mati masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan : Amin!. Akupun mengatakan : Amin!"

(HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

11
Sep

GReAT ExPECTATIONS : Let Desire be your Destiny

"We are what we are

People don’t change"

- Estella, Great Expectations (1998) -

==============================================

GexSudah agak lama juga saya tidak menulis tentang film di blog saya. yah, untuk kegiatan yang satu itu, saya memang memerlukan film yang benar-benar menggugah dan berkualitas dari sudut pandang saya. Agak sulit menemukan film bagus belakangan ini, disamping itu beberapa hari terakhir saya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, terutama di akhir pekan, sehingga agak sulit menikmati film pilihan. Sabtu kemaren kebetulan saya memiliki kesempatan untuk itu. Pilihan saya jatuh kepada film produksi 1998 yang cukup tenar yaitu : Great Expectations.

Great expectations dibintangi oleh Ethan Hawke, Gwyneth Paltrow, Hank Azaria, Robert De Niro, Anne Bancroft dan lainnya. Menceritakan tentang kisah cinta luar biasa Finnegan "Finn" Bell (Hawke) dan Estella (Paltrow). Film yang diinspirasikan dari novel karya Charles Dickens ini dimulai dari pengalaman masa kecil Finn yang membantu seorang Mafioso, Arthur Lustig (De Niro) yang kabur dari penjara. Finn, yang saat itu berusia 10 tahun, dengan tanpa pamrih menolong pelarian itu bahkan ketika dia akan di ajak ke Mexico. Pengalaman tersebut hanya selintas begitu saja. Di hari-hari berikutnya dia disibukkan untuk menghibur seorang perawan tua, Ms. Nora Dinsmoor (Bancroft) yang diceritakan agak sedikit tidak waras karena pernah dikhianati calon suaminya di pelaminan. Sejak saat itu Ms. Dinsmoor hidup menyendiri. Ketika itu ia hanya ditemani oleh keponakannya, Estella yang berusia 10 tahun. Sebenarnya saat itu telah tumbuh benih-benih cinta diantara Finn dan Estella namun tidak pernah terungkapkan, karena Ms. Dinsmoor sering menceritakan dan menanamkan pada Finn bahwa apa yang Finn rasakan hanya akan menyakitkannya. Bahkan saat mereka dewasa hanya sekali Finn memiliki kesempatan untuk mengajak Estella keluar untuk berkencan. Padahal setiap akhir pekan sejak usia 10 tahun, Finn senantiasa berkunjung ke Paradiso Perduto, nama puri dimana Ms. Dinsmoor dan Estella tinggal. Kesempatan untuk mengajak Estella berkencan adalah kesempatan terakhir Finn bertemu Estella karena sejak saat itu Estella pergi ke New York untuk sekolah dan berkarir. Finn merasakan sakit yang luar biasa, sakit yang sudah pernah diperingatkan oleh Ms. Dinsmoor. Sejak saat itu Finn tidak pernah mengunjungi Paradiso Perduto lagi, Ia menghilangkan rasa sakitnya bekerja keras sebagai Nelayan membantu pamannya selama bertahun-tahun.

"Seven Years passed, I stopped going to Paradiso Perduto, I stopped painting. I put aside the fantasy and the wealthy, and the heavenly girl who did not want me. None of it would happen to me again. I’d seen through it. I elected to grow up"

Finn, Great Expectations (1998)

Sampai suatu saat ada seorang pengacara datang yang bermaksud untuk mengorbitkan Finn sebagai Seniman. Ragno, pengacara tersebut mengatakan bahwa ia membawa mandat seseorang yang tidak bisa ia katakan. Finn harus ke New York untuk memamerkan karya-karya gambarnya. New York, tempat dimana Estella tinggal. Dia curiga Ragno adalah suruhan Ms. Dinsmoor. Terlepas dari suruhan Ms. Dinsmoor atau bukan, Finn tetap ke New York sesuai rencana Ragno. Di New York, Finn bertemu dengan Estella kembali, kebahagiaan menyelimuti mereka karena kegembiraan terpancar dari keduanya saat pertemuan di kesempatan kedua. Namun kembali lagi, hanya rasa sakit yang ada karena Estella telah dilamar oleh seorang pria dan berencana untuk pindah ke Paris setelah menikah. Finn kembali kecewa, walaupun dia sukses melakukan pameran dan semua gambarnya laku terjual. Di sela kekecewaannya, Finn bertemu dengan seorang tua yang dikejar orang. Finn membantunya namun ternyata orang tersebut adalah Arthur Lustig, seorang buronan yang pernah ditolongnya di masa kecil. Ternyata Arthur tidak dapat melupakan nilai ketulusan dari pertolongan Finn kala itu. Arthur sangat berterima kasih dan bersyukur Finn telah sukses. Finn yang dulu hanya seorang anak Nelayan sekarang telah menjadi seniman sukses. Pertemuan dengan Arthur adalah pertemuan terakhir, karena setelah itu, Arthur tewas terbunuh di pangkuan Finn. Pada saat itu Finn baru mengetahui bahwa Arthur lah yang menolongnya untuk menjadi seniman sukses di New York. Melalui pengacaranya, Ragno, Arthur mengatur skenario sedemikian rupa sehingga Finn bisa ke New York untuk mengadakan pameran tunggal karyanya. Finn sukses tetapi Finn tidak pernah melupakan Estella sebagai cinta sejatinya.

Gex2Film ini sangat indah dan menyentuh. Dengan latar belakang modern merupakan karya adaptif yang bagus. Banyak kritikus memuji film ini. Soundtracknya pun oke… Life in Mono. Saya juga suka Kiss scene dari film ini. Saya pikir, kiss scene yang terbaik. Lebih baik dari Kiss scene antara Kirsten Dunst dan Tobey Maguire di Spiderman. Overall, it’s a must see movie. Walaupun ini bukan yang pertama kali saya nonton Great Expectations tapi film ini tetap menggugah dan indah.

========================================

"You know what this is?…

It’s my heart, and its broken"

- Finn Bell -

08
Sep

Sedih dan Senyum Pasca Katrina

Sedih dan Senyum Pasca Katrina Sedih dan Senyum Pasca Katrina

Ketika terjadinya badai Katrina yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, saya pikir dampaknya hanya akan menyebabkan lebih jebolnya nilai rupiah. Akhir-akhir ini memang perhatian saya sedang kesana, mengamati Rupiah yang nilainya sudah melewati budget perusahaan saya sebesar 12%. Sangat sulit deh me-maintain foreign exposure kalo begini terus keadaannya. Dari beberapa informasi yang saya terima, badai Katrina menyebabkan beberapa kilang minyak di new mexico tidak dapat beroperasi yang mengakibatkan berkurangnya supply minyak dunia, terutama supply ke USA yang merupakan negara pengkonsumsi minyak nomor satu di dunia. Kekurangan supply tersebut menyebabkan USA harus dengan terpaksa mengeluarkan cadangan minyaknya. Berdasarkan info yang saya peroleh cadangan minyak yang dibutuhkan karena bencana kali ini merupakan penggunaan cadangan minyak yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Saya pikir Cuma itu dampaknya. Jujur saja, pada saat itu saya belum tahu seperti apa ganasnya Badai Katrina.

Sedih dan Senyum Pasca Katrina

Saya baru terhenyak ketika melihat foto-foto dan tayangan berita akibat yang ditimbulkan oleh badai Katrina yang menimpa New Orleans, Negara Bagian Lousiana. Tanggul-tanggul jebol, jembatan layang jebol, rumah-rumah hancur, mayat bergelimpangan dimana-mana tak terurus. Saya kaget karena sebelumnya dalam pikiran saya tidak terbersit sedikitpun bahwa USA, negara yang selama ini merasa paling hebat, jaya, kaya bisa terkena badai sedashyat itu dan juga dengan dampak yang luar biasa itu. terakhir, saya dengar korban meninggal akibat bencana tersebut sudah ribuan orang. Innalillah.

Keadaan yang parah tersebut di perparah lagi oleh maraknya kriminalitas yang terjadi disana. Kemarin saya membaca ada pengungsi yang bunuh diri, ada yang diperkosa dalam pengungsian, banyaknya penjarahan… bersenjata lagi. Banyak orang terbunuh bukan karena bencana namun efek dari bencana. Untuk itu Pemerintah berupaya untuk mengevakuasi korban keluar New Orleans. Walau saya termasuk orang yang tidak suka dengan gaya politik dan bergaul Amerika yang seenaknya dan serampangan, saya terenyuh juga dan sedih melihat kejadian-kejadian itu. yang saya denngar juga, wabah penyakit sudah mulai timbul dan katanya, yang saat ini banyak disorot media adalah kota New Orleans yang merupakan kota besar dan gemerlap. Namun efek Badai di tempat lain sepanjang pesisir pantai timur Amerika juga tidak kalah parah dan hancurnya.

Dengan kejadian ini, kelompok Al qaida (entah Al qaida benar atau propaganda) merayakan dan menunjukkan rasa syukurnya dan ucapan selamatnya kepada negara-nega muslim yang selama ini ditindas oleh Amerika Serikat. Dalam surat elektroniknya mereka menyatakan bahwa di saat perjuangan mereka hampir menemui titik jenuh, bencana ini telah memberi suntikan semangat dan harapan akan datangnya bantuan Allah yang maha kuasa. Hanya dengan badai ini, Amerika telah mengalami kerugian yang sangat besar. Korban jiwa, infrastruktur, sanitasi, dan biaya yang jumlahnya jutaan dollar (bahkan mungkin milyar dollar) sebuah kemenangan mutlak tanpa perlawanan dan tanpa biaya besar. Mereka menyatakan bahwa bencana Katrina adalah jawaban doa atas orang-orang yang teraniaya selama ini. Mereka mengucapkan selamat kepada negara-negara Islam, pemimpin mereka, Sheikh of Mujahideen Osama Abi Abdullah, Mullah Mohamad Omar, and to Sheikh Al-Zawaheri, dan kepada para pejuang di Fallujah, Al-Qa’im, Hadithah dan Karabala. Subhanallah, pernyataan dari Al Qaida ini menghenyakkan saya. Betapa Allah Maha Besar.

Saya yang selama ini bertanya pada diri saya sendiri, sampai kapan Amerika akan dengan sombong memusuhi negara yang dia tidak suka, membunuhi orang-orang sesuka hatinya dan membenarkan apa yang dilakukannya. Saya sering bertanya, sampai kapan Amerika akan dengan angkuhnya menegakkan kepalanya kepada bangsa lain, menindas dan menyengsarakan. Mungkin dengan datangnya Katrina ini, saya sedikit diberi jawaban atas pertanyaan itu dan saya bersyukur dapat memperoleh mutiara hikmah seperti ini.

Seperti yang diketahui bahwa saat ini terjadi kekacauan internal di negara itu, banyak penduduk yang mengecam pemerintahnya karena telah lamban dalam melakukan pertolongan dan bantuan serta adanya diskriminasi. Di beritakan pula bahwa Amerika sedang kekurangan sumber daya untuk melakukan pertolongan karena dana bantuan darurat untuk bencana yang biasanya dianggarkan, telah disunat dan dialokasikan untuk biaya perang. Amerika juga kewalahan dengan defisit transaksi berjalannya yang sudah berjumlah 480 milyar dollar dimana 300 milyarnya untuk biaya perang.

Begitulah, kejadian ini memberi kesedihan dan sekaligus kebahagiaan buat saya. kebahagiaan yang disertai pelajaran bahwa sebenarnya kuasa Allah itu senantiasa ada. Dan pembalasan terhadap apa yang kita lakukan kepada orang lain (hukum karma) masih berlaku. Amerika yang selama ini angkuh dan sombong serta memandang rendah bangsa lain, menuduh seenak dengkulnya, membunuh orang tak bersalah sesukanya, telah ditunjukkan kebobrokan dan kebusukannya di negaranya sendiri.

Saya mereka-reka seandainya, the rest of the world, let say, North Korea atau Iran, membangkang dan menyerang Amerika dengan senjata nuklirnya saat ini, bukankah Amerika akan tenggelam? Semoga badai Katrina yang datangnya telah diramal sebelumnya ini dapat memberi petunjuk bagi Amerika untuk bisa menghormati dan menghargai bangsa lain secara setara seperti apa yang biasa mereka dengungkan di media-media yang mereka kuasai. Amin.

05
Sep

Lovely Nieces

Image52Libur tiga hari kemaren terasa sangat menyenangkan buat saya. walaupun saya tidak menghabiskan waktu untuk bepergian ke tempat-tempat wisata atau bersenang-senang. Tiga hari kemarin hanya saya habiskan di Semarang. Sebuah kota yang kerap saya kunjungi paling tidak sebulan sekali. Saya ke semarang disaat keluarga besar saya mengadakan semacam reuni keluarga di Bandung. Otomatis hal tersebut membuat saya hanya menghabiskan waktu di rumah istri saya di Semarang, karena rumah saya kosong tidak ada orang.

Lovely Nieces

the girl named Ela

Ketika membayangkan rencana itu saja, saya sudah bisa merasakan betapa akan membosankannya hari yang akan saya jalani. Walaupun berdiam di rumah untuk menghabiskan waktu beristirahat di tempat tidur merupakan salah satu cara yang biasa saya lakukan untuk menghabiskan waktu libur, tapi dalam hati, please jangan libur 3 hari ini deh. Yah tapi ada tuntutan moral yang harus saya penuhi karena pada waktu tersebut tetangga istri saya, yang telah banyak membantu dan bersusah payah waktu pernikahan kami, sedang mengadakan acara pernikahan putrinya. Jadi saya memutuskan untuk tetap ke Semarang, mereka sudah pernah repot buat saya, setidaknya saya bisa berkesempatan untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaan saya kepada mereka. Itu adalah agenda saya di hari pertama: showing appreciation. Tetangga istri saya terlihat sangat bahagia dan surprise juga melihat kami hadir di acara mereka. Terima kasih, ya Allah, Engkau memberikan kesempatan padaku untuk melakukan kebaikan hari itu.

Hari kedua dimulai dengan dibangunkannya saya oleh keponakan saya, Putri dari kakak ipar saya, Bitha. A little bit weird, dia yang masih berusia sekitar 2 tahun membangunkan saya… hmmm sebenarnya bukan dia yang bangunin sih, tapi istri saya. istri saya mencoba mendiamkan dia, yang sedang nangis karena ditinggal Ibunya berbelanja ke pasar dengan cara mengalihkan perhatiannya untuk menganggu saya yang sedang menikmati tempat tidur. Dan berhasil, dia ketawa melihat saya bangun karena digaruk-garuknya telapak kaki saya. Tidak lama kemudian, kakaknya, Ela yang berusia 6 tahun, datang bergabung mengganggu saya. Tidaaak… rintih saya dalam hati.

Ela dan Bitha memang dekat dengan saya. sejak mereka lahir dan bertumbuh saya sudah sering ikut menggendong-gendong atau bermain dengannya sampai saat ini. Makanya saya tidak tega untuk tetap berbebal diri tetap tidur dan tidak menghiraukan gurauan mereka. Saya luluh juga dengan kehadiran mereka yang merusak hari sabtu bahagia saya. Saya terpaksa bangun, saya tidak mau terlihat konyol di depan anak kecil untuk tetap tidur di pagi hari. Saya berinisiatif mengajak mereka jalan-jalan keliling kompleks. Jalan kaki pagi hari, berempat: saya, istri saya, Ela dan Bitha. Mereka terlihat sangat senang sekali. Tadinya saya pikir mereka akan bosan jalan pagi dengan saya, ternyata tidak. Sepanjang perjalanan mereka banyak cerita dan bertanya. Hehehe lucu juga sih, banyak orang yang ngelirik ke kami, mereka pasti berpikir bahwa kami adalah satu keluarga. Dan mereka akan paham ketika Ela dan Bitha memanggil kami Oom dan Tante.

Image55Ternyata petualangan saya dengan Ela dan Bitha tidak hanya sampai disitu saja. Setelah berjalan-jalan pagi, kami mampir untuk makan bubur ayam. Baru setelah makan bubur ayam itu, Bitha merengek untuk digendong. Digendong di depan, kayak tuan puteri katanya. Maksud digendong kayak tuan puteri adalah saya menggendong dia seperti pangeran menggendong tuan puteri jadi kakinya minta ikut digendong. Aneh-aneh aja anak ini. Kebetulan kakaknya tidak mengeluh. Dia tetap saja jalan walau kadang minta istirahat dulu.

Sehabis jalan pagi, Ela dan Bitha mengajak saya main. Ya main yang gak jelas deh. Pokoknya saya ngikut aja. Yang membuat senang ketika bermain dengan mereka adalah saat mereka tertawa keras-keras. Bebas banget ya jadi anak kecil itu. dan terlebih lagi kalau saat mereka mendengarkan cerita saya yang rada-rada ngibul hehehe. Serius banget. Gara-gara permainan dengan mereka membuat mereka ketagihan. Sampai siang kalo saya minta istirahat (mau tidur sebentar) mereka tetap mau main. Saya sudah mencoba mengakali dengan berbagai macam cara. Ada yang suruh ganti baju dulu, mandi dulu, makan dulu, minum susu dulu, dlll dan mereka melakukannya dengan riang dan penuh harap setelah mereka melakukannya akan meneruskan bermain dengan saya. tapi saya tidak kehilangan akal. Ketika saya ngantuk banget, saya ajak mereka ke kamar saya dan sambil cerita-cerita saya mengajak mereka berlomba. Mereka tertarik rupanya.

"Lombanya apa, oom?" Tanya Bitha

"Cepet-cepetan tidur ya, siapa yang duluan tidur dia menang, yang tidak tidur kalah dan nanti gak dapet es krim" Kibul saya sambil menahan ngantuk

"Ayo… ayo…" mereka gak sabar

"Ya udah… siap… satu… dua… tiga…!!!" habis itu geblas… akhirnya saya bisa tidur juga. Abis itu lupa kejadiannya. Yang jelas ketika saya terbangun beberapa waktu kemudian, Ela masih tidur di sebelah saya tapi Bitha, si bungsu yang gak bisa diam itu, entah kemana.

Malamnya saya diomeli mamanya karena Bitha rewel, mungkin karena kecapean seharian main dengan saya. hehehe

Hari minggunya, kejadiannya terasa berulang. Pagi-pagi saya sudah diganggu dengan keributan anak-anak itu yang menerobos seenaknya ke kamar saya. aduuuh… saya mencoba mengajak mereka untuk lomba cepet-cepetan tidur lagi. Tapi ternyata mereka pintar, mereka gak kemakan akal bulus saya kali ini. Tapi saya juga pintar, saya pura-pura aja tetap berlomba dan tetap tidur. Saya gak tahu abis itu mereka kemana.

Terlalu lama tidur membuat kepala saya pusing juga. Akhirnya bangun, mandi, gosok gigi, dan siap-siap sarapan. Ketika saya mau turun, saya kepergok mereka yang sedang nonton film kartun di TV, "Ooom Ekaa…. Main yuuuk" sorak mereka. Tadinya saya menolak tapi gemas juga melihat gaya mereka yang memelas mengajak main saya. saya luluh juga. Siang itu saya menghabiskan waktu bermain dengan mereka.

Image78Walaupun sempat terasa malas kesal dan berbagai perasaan jadi satu tapi saya bisa menikmati bermain dengan keponakan saya yang lucu-lucu itu. malah saat ini membuat saya kangen dengan mereka. Ada saja yang bikin saya ketawa kalau bermain dengan mereka. Ada yang menyerah kalo gak ngumpet gak bisa ditemukan, ada yang lari ketakukan sambil ampun-amput kalau mau saya gelitiki, ada yang benjol kena lemari, ada yang numpahin gelas… ah macam-macam dan lucu-lucu. Ada juga yang membuat saya terharu. Ketika saya mau pulang, Ela minta ke istri saya untuk ikut mengantarkan oomnya ke stasiun, sedangkan Bitha yang waktu itu sudah mau tidur sampai bangun untuk sekedar mengucapkan "daa daa" ke saya. Pengalaman tersebut membuat saya memikirkan calon anak saya kelak, seperti apa ya? Semoga sehat, lucu, pintar seperti mereka. Bisa membuat bahagia saat berada di sekitarnya dan membuat kangen saat jauh dengannya. Yang jelas saat ini, saya sedang mencari-cari waktu, kapan saya bisa ke Semarang lagi. Setidaknya untuk bermain dan mengibulin mereka. HAHAHA…