Archive for September 11th, 2005

11
Sep

GReAT ExPECTATIONS : Let Desire be your Destiny

"We are what we are

People don’t change"

- Estella, Great Expectations (1998) -

==============================================

GexSudah agak lama juga saya tidak menulis tentang film di blog saya. yah, untuk kegiatan yang satu itu, saya memang memerlukan film yang benar-benar menggugah dan berkualitas dari sudut pandang saya. Agak sulit menemukan film bagus belakangan ini, disamping itu beberapa hari terakhir saya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, terutama di akhir pekan, sehingga agak sulit menikmati film pilihan. Sabtu kemaren kebetulan saya memiliki kesempatan untuk itu. Pilihan saya jatuh kepada film produksi 1998 yang cukup tenar yaitu : Great Expectations.

Great expectations dibintangi oleh Ethan Hawke, Gwyneth Paltrow, Hank Azaria, Robert De Niro, Anne Bancroft dan lainnya. Menceritakan tentang kisah cinta luar biasa Finnegan "Finn" Bell (Hawke) dan Estella (Paltrow). Film yang diinspirasikan dari novel karya Charles Dickens ini dimulai dari pengalaman masa kecil Finn yang membantu seorang Mafioso, Arthur Lustig (De Niro) yang kabur dari penjara. Finn, yang saat itu berusia 10 tahun, dengan tanpa pamrih menolong pelarian itu bahkan ketika dia akan di ajak ke Mexico. Pengalaman tersebut hanya selintas begitu saja. Di hari-hari berikutnya dia disibukkan untuk menghibur seorang perawan tua, Ms. Nora Dinsmoor (Bancroft) yang diceritakan agak sedikit tidak waras karena pernah dikhianati calon suaminya di pelaminan. Sejak saat itu Ms. Dinsmoor hidup menyendiri. Ketika itu ia hanya ditemani oleh keponakannya, Estella yang berusia 10 tahun. Sebenarnya saat itu telah tumbuh benih-benih cinta diantara Finn dan Estella namun tidak pernah terungkapkan, karena Ms. Dinsmoor sering menceritakan dan menanamkan pada Finn bahwa apa yang Finn rasakan hanya akan menyakitkannya. Bahkan saat mereka dewasa hanya sekali Finn memiliki kesempatan untuk mengajak Estella keluar untuk berkencan. Padahal setiap akhir pekan sejak usia 10 tahun, Finn senantiasa berkunjung ke Paradiso Perduto, nama puri dimana Ms. Dinsmoor dan Estella tinggal. Kesempatan untuk mengajak Estella berkencan adalah kesempatan terakhir Finn bertemu Estella karena sejak saat itu Estella pergi ke New York untuk sekolah dan berkarir. Finn merasakan sakit yang luar biasa, sakit yang sudah pernah diperingatkan oleh Ms. Dinsmoor. Sejak saat itu Finn tidak pernah mengunjungi Paradiso Perduto lagi, Ia menghilangkan rasa sakitnya bekerja keras sebagai Nelayan membantu pamannya selama bertahun-tahun.

"Seven Years passed, I stopped going to Paradiso Perduto, I stopped painting. I put aside the fantasy and the wealthy, and the heavenly girl who did not want me. None of it would happen to me again. I’d seen through it. I elected to grow up"

Finn, Great Expectations (1998)

Sampai suatu saat ada seorang pengacara datang yang bermaksud untuk mengorbitkan Finn sebagai Seniman. Ragno, pengacara tersebut mengatakan bahwa ia membawa mandat seseorang yang tidak bisa ia katakan. Finn harus ke New York untuk memamerkan karya-karya gambarnya. New York, tempat dimana Estella tinggal. Dia curiga Ragno adalah suruhan Ms. Dinsmoor. Terlepas dari suruhan Ms. Dinsmoor atau bukan, Finn tetap ke New York sesuai rencana Ragno. Di New York, Finn bertemu dengan Estella kembali, kebahagiaan menyelimuti mereka karena kegembiraan terpancar dari keduanya saat pertemuan di kesempatan kedua. Namun kembali lagi, hanya rasa sakit yang ada karena Estella telah dilamar oleh seorang pria dan berencana untuk pindah ke Paris setelah menikah. Finn kembali kecewa, walaupun dia sukses melakukan pameran dan semua gambarnya laku terjual. Di sela kekecewaannya, Finn bertemu dengan seorang tua yang dikejar orang. Finn membantunya namun ternyata orang tersebut adalah Arthur Lustig, seorang buronan yang pernah ditolongnya di masa kecil. Ternyata Arthur tidak dapat melupakan nilai ketulusan dari pertolongan Finn kala itu. Arthur sangat berterima kasih dan bersyukur Finn telah sukses. Finn yang dulu hanya seorang anak Nelayan sekarang telah menjadi seniman sukses. Pertemuan dengan Arthur adalah pertemuan terakhir, karena setelah itu, Arthur tewas terbunuh di pangkuan Finn. Pada saat itu Finn baru mengetahui bahwa Arthur lah yang menolongnya untuk menjadi seniman sukses di New York. Melalui pengacaranya, Ragno, Arthur mengatur skenario sedemikian rupa sehingga Finn bisa ke New York untuk mengadakan pameran tunggal karyanya. Finn sukses tetapi Finn tidak pernah melupakan Estella sebagai cinta sejatinya.

Gex2Film ini sangat indah dan menyentuh. Dengan latar belakang modern merupakan karya adaptif yang bagus. Banyak kritikus memuji film ini. Soundtracknya pun oke… Life in Mono. Saya juga suka Kiss scene dari film ini. Saya pikir, kiss scene yang terbaik. Lebih baik dari Kiss scene antara Kirsten Dunst dan Tobey Maguire di Spiderman. Overall, it’s a must see movie. Walaupun ini bukan yang pertama kali saya nonton Great Expectations tapi film ini tetap menggugah dan indah.

========================================

"You know what this is?…

It’s my heart, and its broken"

- Finn Bell -