Masih seputar Liga Sepakbola Indonesia. Semalam pemenangnya sudah ditentukan. Persipura dengan kemenangan manis 3-2 setelah menjungkalkan tim Ibukota, Persija. Seperti yang sudah - sudah, supporter mengamuk. Mengakibatkan banyaknya kerugian material dan fisik. Banyaknya mobil pribadi, gedung, masyarakat umum yang jadi korban. Hasilnya? Ya tetap saja, Persija kalah 2-3 dari Persipura.
Suatu tindakan yang absurb. Mau cari apa mereka? Saya sempat terpikirkan kalo sebelumnya Jakarta ini sempat terancam oleh keberadaan Bonek dari Surabaya dan daerah lain, ternyata sikapnya tidak jauh beda dengan kualitas supporter tuan rumah. Entah sejak kapan tradisi supporter mengamuk ini dimulai. Tapi rasanya sangat jauh dari semangat olah raga dan sportivitas itu sendiri. Apakah ini mental bangsa yang lemah? Apakah karena kualitas pendidikan yang rendah? Ah tidak juga. Peristiwa supporter yang rusuh bukan hanya milik Indonesia. Supporter sepakbola Inggrispun, yang terkenal dengan Hooligans, tidak kalah seramnya. Malah mereka sangat kejam terhadap timnya sendiri. Pernah David beckham selama beberapa bulan tidak bisa tenang bermain bola karena selalu dicemooh di negeri sendiri ketika melakukan tindakan bodoh pada Piala Dunia 1998. Patrick Viera, Thierry Henry sangat berang dengan supporter sepakbola di Inggris yang sering mengeluarkan kata-atau bersifat Rasialis.
Mungkin kisah supporter sepakbola merupakan pengejawantahan sifat dasar kehewanan manusia yang terkuak saat mereka bersama berkumpul untuk suatu preferensi dan latar belakang yang sama. Tapi entah, sampai sekarang masih belum mengerti apa yang mereka cari dan apa yang mereka dapatkan dari melakukan kerusuhan. 34 orang ditangkap, puluhan mobil rusak, korban masyarakat berjumlah puluhan. Dan satu hal yang tidak berubah, Persija tetap menyerah 2-3 dari Persipura. Jadi?
0 Responses to “Bonek II: Antara Sportivitas dan Semangat Kaum Barbar”
Leave a Reply
You must login to post a comment.