Ketika terjadinya badai Katrina yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, saya pikir dampaknya hanya akan menyebabkan lebih jebolnya nilai rupiah. Akhir-akhir ini memang perhatian saya sedang kesana, mengamati Rupiah yang nilainya sudah melewati budget perusahaan saya sebesar 12%. Sangat sulit deh me-maintain foreign exposure kalo begini terus keadaannya. Dari beberapa informasi yang saya terima, badai Katrina menyebabkan beberapa kilang minyak di new mexico tidak dapat beroperasi yang mengakibatkan berkurangnya supply minyak dunia, terutama supply ke USA yang merupakan negara pengkonsumsi minyak nomor satu di dunia. Kekurangan supply tersebut menyebabkan USA harus dengan terpaksa mengeluarkan cadangan minyaknya. Berdasarkan info yang saya peroleh cadangan minyak yang dibutuhkan karena bencana kali ini merupakan penggunaan cadangan minyak yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Saya pikir Cuma itu dampaknya. Jujur saja, pada saat itu saya belum tahu seperti apa ganasnya Badai Katrina.
Saya baru terhenyak ketika melihat foto-foto dan tayangan berita akibat yang ditimbulkan oleh badai Katrina yang menimpa New Orleans, Negara Bagian Lousiana. Tanggul-tanggul jebol, jembatan layang jebol, rumah-rumah hancur, mayat bergelimpangan dimana-mana tak terurus. Saya kaget karena sebelumnya dalam pikiran saya tidak terbersit sedikitpun bahwa USA, negara yang selama ini merasa paling hebat, jaya, kaya bisa terkena badai sedashyat itu dan juga dengan dampak yang luar biasa itu. terakhir, saya dengar korban meninggal akibat bencana tersebut sudah ribuan orang. Innalillah.
Keadaan yang parah tersebut di perparah lagi oleh maraknya kriminalitas yang terjadi disana. Kemarin saya membaca ada pengungsi yang bunuh diri, ada yang diperkosa dalam pengungsian, banyaknya penjarahan… bersenjata lagi. Banyak orang terbunuh bukan karena bencana namun efek dari bencana. Untuk itu Pemerintah berupaya untuk mengevakuasi korban keluar New Orleans. Walau saya termasuk orang yang tidak suka dengan gaya politik dan bergaul Amerika yang seenaknya dan serampangan, saya terenyuh juga dan sedih melihat kejadian-kejadian itu. yang saya denngar juga, wabah penyakit sudah mulai timbul dan katanya, yang saat ini banyak disorot media adalah kota New Orleans yang merupakan kota besar dan gemerlap. Namun efek Badai di tempat lain sepanjang pesisir pantai timur Amerika juga tidak kalah parah dan hancurnya.
Dengan kejadian ini, kelompok Al qaida (entah Al qaida benar atau propaganda) merayakan dan menunjukkan rasa syukurnya dan ucapan selamatnya kepada negara-nega muslim yang selama ini ditindas oleh Amerika Serikat. Dalam surat elektroniknya mereka menyatakan bahwa di saat perjuangan mereka hampir menemui titik jenuh, bencana ini telah memberi suntikan semangat dan harapan akan datangnya bantuan Allah yang maha kuasa. Hanya dengan badai ini, Amerika telah mengalami kerugian yang sangat besar. Korban jiwa, infrastruktur, sanitasi, dan biaya yang jumlahnya jutaan dollar (bahkan mungkin milyar dollar) sebuah kemenangan mutlak tanpa perlawanan dan tanpa biaya besar. Mereka menyatakan bahwa bencana Katrina adalah jawaban doa atas orang-orang yang teraniaya selama ini. Mereka mengucapkan selamat kepada negara-negara Islam, pemimpin mereka, Sheikh of Mujahideen Osama Abi Abdullah, Mullah Mohamad Omar, and to Sheikh Al-Zawaheri, dan kepada para pejuang di Fallujah, Al-Qa’im, Hadithah dan Karabala. Subhanallah, pernyataan dari Al Qaida ini menghenyakkan saya. Betapa Allah Maha Besar.
Saya yang selama ini bertanya pada diri saya sendiri, sampai kapan Amerika akan dengan sombong memusuhi negara yang dia tidak suka, membunuhi orang-orang sesuka hatinya dan membenarkan apa yang dilakukannya. Saya sering bertanya, sampai kapan Amerika akan dengan angkuhnya menegakkan kepalanya kepada bangsa lain, menindas dan menyengsarakan. Mungkin dengan datangnya Katrina ini, saya sedikit diberi jawaban atas pertanyaan itu dan saya bersyukur dapat memperoleh mutiara hikmah seperti ini.
Seperti yang diketahui bahwa saat ini terjadi kekacauan internal di negara itu, banyak penduduk yang mengecam pemerintahnya karena telah lamban dalam melakukan pertolongan dan bantuan serta adanya diskriminasi. Di beritakan pula bahwa Amerika sedang kekurangan sumber daya untuk melakukan pertolongan karena dana bantuan darurat untuk bencana yang biasanya dianggarkan, telah disunat dan dialokasikan untuk biaya perang. Amerika juga kewalahan dengan defisit transaksi berjalannya yang sudah berjumlah 480 milyar dollar dimana 300 milyarnya untuk biaya perang.
Begitulah, kejadian ini memberi kesedihan dan sekaligus kebahagiaan buat saya. kebahagiaan yang disertai pelajaran bahwa sebenarnya kuasa Allah itu senantiasa ada. Dan pembalasan terhadap apa yang kita lakukan kepada orang lain (hukum karma) masih berlaku. Amerika yang selama ini angkuh dan sombong serta memandang rendah bangsa lain, menuduh seenak dengkulnya, membunuh orang tak bersalah sesukanya, telah ditunjukkan kebobrokan dan kebusukannya di negaranya sendiri.
Saya mereka-reka seandainya, the rest of the world, let say, North Korea atau Iran, membangkang dan menyerang Amerika dengan senjata nuklirnya saat ini, bukankah Amerika akan tenggelam? Semoga badai Katrina yang datangnya telah diramal sebelumnya ini dapat memberi petunjuk bagi Amerika untuk bisa menghormati dan menghargai bangsa lain secara setara seperti apa yang biasa mereka dengungkan di media-media yang mereka kuasai. Amin.



0 Responses to “Sedih dan Senyum Pasca Katrina”
Leave a Reply
You must login to post a comment.