Archive for October, 2005

Ini Tulisan ke-100 di Blog ini!

Friday, October 28th, 2005

100th

Pertama kali mendengar istilah Blog, saya sempat penasaran juga. Mainan seperti apa sih blog ini. Apalagi salah satu media luar negeri pernah memuat data yang menyebutkan bahwa pada tahun 2004 istilah “blog” adalah istilah yang paling banyak dicari atau populer di internet. Untuk itu saya penasaran menelusuri seluk beluk blog. Apalagi adik saya, Dendi, pertama kali memperkenalkan blognya. Saya jadi tertarik menulis blog. rasanya puas mengekspresikan pikiran dan emosi ke dalam tulisan yang pribadi. Penjelajahan blog dimulai saat saya membuat blog di blogger.com namun sepertinya kurang menarik karena pada saat itu untuk mendesain blog sepertinya susah banget. Apalagi saya sampai saat ini buta dalam masalah HTML. Jadi pada saat itu kurang antusias deh rasanya. Baru ketika Friendster mengeluarkan inovasi terbarunya yang memungkinkan member friendster membuat blog, saya mencobanya. Saya merasa membuat blog di FS lebih mudah karena saya tinggal memilik setting-setting yang saya inginkan maka mulailah saya membuat blog. Sempat bingung juga mau nulis apa ya? Lama kelamaan inspirasi itu mengalir dengan sendirinya. Bahkan saat ini saya kalau tidak menulis blog sekali dalam seminggu sepertinya pikiran saya tumpul. Hehehe

Banyak orang yang membuat blog untuk bermacam-macam tujuan; membuat semacam diary, seperti sekumpulan essay, ada yang membuatnya sebagai kumpulan referensi pribadi,atau bahkan ada yang membuatnya untuk promosi bisnis. Kata Bapak Hermawan Kartajaya, blog merupakan salah satu media untuk melakukan personal marketing. Dengan menulis blog, seseorang bisa mempromosikan dan menjual ide atau pemikirannya sehingga mempopulerkan kualitas dirinya. Namun bagi saya menulis blog adalah untuk mengasah kemampuan menulis, mencari reerensi dan juga membagi hal-hal yang saya rasakan dan saya ketahui kepada teman-teman saya. Rasanya senang juga memperoleh masukan atau tanggapan dari teman-teman yang membaca blog saya. mungkin satu atau dua tulisan kurang berkenan atau tidak sesuai dengan preferensi orang-orang tertentu yah anggap saya itu sebagai ungkapan saya yang paling pribadi dan bukan nilai sosial yang mau saya kampanyekan.

Senang juga mengetahui saya bisa menulis (atau mengutip) sampai 100 tulisan dan ternyata ada juga yang cukup rajin membacanya, hehehe. Terima kasih untuk semua support dan comment yang membangun terhadap blog “jadi-jadian” ini.

Reversi

Wednesday, October 26th, 2005

Othello Minggu lalu saya meng-install game Reversi di ponsel saya. Game ini saya peroleh dari seorang teman. Reversi, atau secara umum biasanya dinamakan Othello, adalah game board mirip catur dengan bidak kecil mirip kepingan koin yang sisinya berwarna hitam dan putih.

Para

pemainnya memiliki tujuan akhir untuk menghasilkan bidak yang paling banyak. Game othello/ reversi  ini merupakan best selling licenced strategy game in the world (www.wikipedia.org).

Game Othello ini diperkenalkan secara global sejak tahun 1975 di terdaftar atas nama Anjar Co. sebuah perusahaan mainan. Lalu game tersebut didistribusikan ke seluruh dunia dengan sistem lisensi. Namun sebenarnya jauh sebelum tahun 1975, game Othello telah lama dikenal sebagai Reversi sejak tahun 1880 dan dipasarkan di Inggris. Pada saat itu permainan ini dipasarkan oleh perusahaan yang bernama Jacques and Sons. Game Reversi pada saat itu memiliki beberapa aturan yang berbeda dari game othello saat ini. Namun seiring dengan perkembangan waktu. Saat ini othello dan reversi bisa dikatakan identik baik secara aturan maupun permainannya. Saat ini banyak sekali terdapat game reversi di internet karena nama reversi tidak didaftarkan seperti Othello. Perkembangan permainan sederhana ini bisa dibilang sangat pesat. Sejak tahun 1977, setiap tahunnya diselenggarakan the Othello World Championship dengan peserta dari berbagai negara di dunia. Namun pada saat itu, peserta mewakili dirinya sendiri (perorangan). Baru sejak tahun 1987, Othello World Championship ini pesertanya mewakili negara. Saat ini di negara-negara seperti Inggris, Italia, Amerika dan beberapa negara Eropa lainnya sudah terdapat Asosiasi Othello. 

Sejak diinstall, hampir tiap hari saya memainkannya terutama kalau sedang iseng tanpa kerjaan. Gamenya sih biasa tapi lama-lama asyik juga karena bisa dimainkan dimana saja; di kamar, di WC, di depan TV, lagi nunggu waktu buka, lagi nunggu waktu imsak dan di waktu lainnya yang senggang. Game strategy yang sederhana ini sangat menantang dan mengasyikkan. Setiap kali bermain ada saja kombinasi jalan permainan yang berbeda sehingga tidak membosankan walaupun kita memainkannya cukup sering. Apalagi yang dilawan adalah komputer sehingga kalau kalah kadang suka penasaran jadinya.

Dalam Bermain Reversi, yang menentukan adalah bagaimana strategi untuk memperoleh posisi yang strategis sehingga bisa memperoleh warna banyak. Biasanya posisi yang strategis adalah di posisi paling pojok papan othello. Namun segalanya bisa berubah, terkadang belum tentu juga menempatkan bidak di pojok, akan menghasilkan bidak yang banyak malah terkadang, posisi di pojok juga tidak bisa menghasilkan apa-apa. Dengan bermain pola reversi ini, seakan-akan kita diberi pelajaran management strategi secara tidak langsung. Kita harus bisa memanfaatkan posisi saat ini untuk mencapai posisi yang diinginkan dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan langkah yang akan diambil oleh kompetitor. Begitu kita mencapai posisi yang diinginkan(strategis) posisi itu tetap harus kita perkuat dengan mengembangkan ke daerah sekitarnya. Pokoknya ada antusiaame tersendiri bermain reversi itu. Dengan keuanggulannya itu maka tidak heran saya mengetahui bahwa game ini cukup tua dan terjual laris di dunia.

Kalap

Tuesday, October 25th, 2005

DevilKata ustad di tempat pengajian saya waktu kecil dulu, kalau kita sedang marah lebih baik menenangkan diri dengan posisi duduk, kalau masih belum reda amarah itu, maka cobalah untuk berbaring. Kalau ternyata masih susah mencongkel rasa marah di hati, cobalah untuk ambil air wudhu karena amarah itu pada dasarnya datangnya dari syeitan yang mengompori manusia untuk marah. Air wudhu akan menyejukkannya karena syaitan terbuat dari api sehingga dengan mengambil air wudhu seakan-akan sang syaitan akan terbilas habis dari aliran darah di tubuh kita.

Pesan yang sederhana itu saya ingat betul sampai sekarang. Sangat sederhana isinya dengan dibungkus gaya mendongeng, pesan untuk tidak mudah marah itu senantiasa melekat di hati saya. Marah itu datang dari berbagai sebab, tetapi lebih banyak dari diri kita sendiri. Kata Bapak Ary Ginanjar Agustian, penulis buku terkenal ESQ, bahwa kemampuan mengendalikan amarah itulah salah satu yang membedakan kemampuan emosi (emotional quotient) antara satu orang dengan orang yang lain. Dengan mengedepankan amarah, kita pada dasarnya memilih untuk tidak berpikir jernih dalam mengambil tindakan.  Dan amarah yang sudah sangat dikuasai hawa nafsu syaitan inilah yang kadang dikatakan oleh orang sebagai kalap. Kalau sudah kalap, apa yang terlintas dalam pikiran orang yang kalap itulah yang dilakukan tanpa berpikir, dan tanpa pertimbangan. Sudah banyak kita dengar atau baca di koran-koran bahwa orang yang habis membunuh rekannya, saudaranya atau bahkan orang tuanya kadang menyesali perbuatannya sesaat setelah amarahnya terpuaskan dengan membunuh. Jadi sebenarnya Syaitan telah pergi setelah dia berhasil memprovokasi manusia untuk berbuat dosa besar.

Sama halnya dengan yang dialami Iswandi, pelaku pembakaran Harmoni plaza, 13 Oktober yang lalu. Dia kalap. Karena telah di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, ia membakar habis kantor PT. Panca Kusuma Harmoni sehingga menyebabkan kerugian material dan juga korban jiwa 4 orang dan 7 orang luka bakar. Padahal aksi PHK tersebut karena ulahnya sendiri yang menggelapkan uang perusahaan sebesar 600 ribu rupiah. Pada akhirnya dia diancam kurungan seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara. Tahu bagaimana perasaan Iswandi? Dia menyesal (baca detikcom 21/10/05) tapi apakah penyesalannya mengembalikan luka keluarga korban?. Lain lagi ceritanya di  Muara Bungo, Jambi. Seorang RT tewas ditikam warganya karena masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pengakuan tersangka, ia kesal karena sang RT meminta bagian sebesar 60 Ribu rupiah dari dana BLT yang diterimanya yang hanya sejumlah 300 ribu untuk tiga bulan itu. namun versi para tetangga mengatakan bahwa sebenarnya sang pelaku kalap karena dia tidak tercatat sebagai penerima BLT.

Kalap, banyak versinya dari kalap yang dipicu oleh ulah sendiri sampai kalap yang dipicu karena provokasi orang lain. Saya jadi teringat kata ustad dulu, andai saja sebelum mereka mengambil tindakan mereka berpikir lebih jauh dulu. Minimal ketika mereka sedang marah (belum kalap) mereka duduk, berbaring atau berinisiatif mengambil air wudhu. Sehingga efek yang terjadi tidak disesali di kemudian hari. Atau paling tidak, lakukan seperti apa yang disarankan oleh Steven Covey. Bahwa ketika kita akan melakukan sesuatu setidaknya berpikirlah sepuluh langkah sebelumnya mengenai tindakan yang akan kita lakukan. Sehingga kita akan menjadi orang yang efektif, tidak meledak-ledak, spontan dan salah langkah lalu menyesal.

Sangat banyak sekali potensi kekalapan akhir-akhir ini. Entah apakah kita yang sudah lupa bagaimana mengatasi amarah atau karena Syaitan semakin perkasa memprovokasi manusia. Yang jelas seharusnya saat ini kita belajar dari ilmu berpuasa, mumpung masih Ramadhan, bersabarlah. Sesungguhnya Allah senantiasa dekat dengan orang-orang yang sabar.

Berani berubah

Wednesday, October 19th, 2005

Ada kepuasan tersendiri membaca biografi orang lain apalagi bila perjalanan hidup orang lain tersebut membawa kesan yang mendalam bagi diri kita. Lebih bermanfaat lagi apabila kesan yang mendalam tersebut berdampak pada penambahan wawasan diri kita dan juga memotivasi kita untuk senantiasa melakukan sesuatu.

TungAda perasaan puas, kagum dan juga tersentak ketika saya membaca profil Bapak Tung Desem Waringin di majalah Intisari beberapa waktu lalu. Tung Desem Waringin terkenal sebagai guru Financial Freedom, seorang Authorized consultant dari Anthony Robbins Consultant yang ada di Indonesia. Pak Tung Desem Waringin terkenal dengan kemampuannya untuk "menyihir" audiensnya untuk memiliki motivasi dalam bekerja dan berusaha. Sudah tidak terhitung lagi kesaksian dari pada muridnya yang menyatakan keberhasilan pak Tung dalam mem-boost motivasi mereka sehingga penjualan mereka sampai ratusan persen. Seminar Pak Tung yang terkenal "Sales Magic", benar -benar fenomenal karena mengajarkan bagaimana cara menjual apa saja, kepada siapa saja, kapan saja dan dengan harga berapa saja . Setiap kali pak Tung menyelenggarakan seminar semacam itu pastilah full booked oleh para marketer, investor atau orang yang mau belajar menjadi kaya.

Saya dulu sempat berpikir bagaimana ya pak Tung ini bisa memiliki kemampuan semacam itu? bagaimana dia bisa jadi seorang Authorized consultant dari sebuah consultant bisnis terkemuka di dunia? Apakah dulu dia bersekolah di luar negeri sehingga bisa memiliki koneksi dan kesempatan membuka hubungan bisnis dengan Anthony Robbins, jalan yang biasa ditempuh oleh para consultant umum lainnya. Ternyata perkiraan saya meleset. Pak Tung bisa menjadi seperti sekarang karena keberaniannya untuk berubah.

Pak Tung menghabiskan masa kecilnya di Solo Jawa Tengah. Keadaan ekonomi keluarganya biasa saja malah cenderung kekurangan sehingga orang tuanya harus bekerja dengan keras. Di masa kecilnya beliau banyak memperoleh pelajaran berharga dari ayahnya sehingga memotivasinya untuk tidak hidup kekurangan. Pada kuliahnya di UNS, pak Tung memiliki prestasi yang cemerlang, banyak prestasi yang dia ukir selama menjadi mahasiswa baik prestasi secara formal maupun non formal. Ketika lulus, seperti halnya sarjana baru lainnya, Pak Tung melamar kemana-mana dan pada akhirnya dia diterima di BCA. Prestasinya di BCApun bukan hanya biasa-biasa saja tapi fenomenal. BCA Cabang Malang, dimana dia ditugaskan memperoleh peringkat yang bagus dari sisi penjualan, kinerja maupun peredaran ATM se Indonesia. Dengan prestasi demikian, bukanlah hal yang mustahil apabila beliau memiliki masa depan cerah di BCA dan juga tawaran pekerjaan yang lebih baik di tempat lain.

Suatu ketika pak Tung mengajukan pengunduran dirinya dari BCA dan dia mengambil inisiatif untuk mengikuti training Anthony Robbins Consultant di Singapura yang berbiaya sekitar USD 10,000.-. Uang dengan jumlah tersebut sangat besar walaupun untuk seorang pimpinan BCA pada masa itu. untuk keperluan tersebut pak Tung sampai menjual tanah miliknya. Setelah mengikuti training di Singapura, keberuntungan tidak datang dengan seketika. Beberapa kali di masa-masa awal dia sebagai authorized Anthony Robbins Consultant, pak Tung beberapa kali menggelar seminar SECARA GRATIS. Walau demikian seminar yang dilakukan oleh pak Tung mampu "menyihir" para peserta seminar dan membakar motivasi mereka. Setelah menggelar seminar gratis di perusahaan Columbia, penjualan perusahaan tersebut meningkat sebesar 40% dalam waktu beberapa minggu. Sejak saat itulah pak Tung mulai dikenal dan mulai saleable. Saat ini pak Tung bukan hanya Anthony Robbins Consultant saja tetapi juga Robert T Kiyosaki Cashflow 101 consultant. Banyak topik seminar yang telah diselenggarakan oleh perusahaan konsultan miliknya dan semuanya menggugah pesertanya untuk maju dan berkembang. Seminar yang digelar Pak Tung,yang juga pengarang buku best seller Financial Revolution, biasanya penuh karena selain isinya baru, inovatif dan inspiratif, seminar tersebut dibawakan dengan semangat yang tinggi. Saya terkesan dengan cerita beliau suatu ketika di acara Wealth Talk di sebuah radio swasta. Beliau pernah mengalami musibah mobil panthernya terbakar di jalan Tol. Kalau orang normal seperti saya dan kebanyakan orang lainnya, paling-paling mobil rongsokan tersebut saya jual ke tukang besi tua dengan harga 3 - 5 juta saja. Namun dengan trik dan kemampuannya sedemikian rupa, pak Tung mampu menjual rongsokan mobil itu dengan harga sekitar 15 jutaan. Hebat ya?

Dari pengalaman beliau saya melihat banyak sekali insight yang bisa saya serap. Dari selagi muda, pak Tung sudah terbiasa aktif, konsisten, pekerja keras, dan jujur. Sehingga prestasi di kuliah, kegiatan olah raga dan pekerjaan pun mentereng. Namun bukan itu yang membuat saya tergugah. Dengan posisi yang unggul di puncak karir dan prestasi, pak Tung berani mengambil langkah besar. Mengikuti training yang bisa dibilang mahal. Sebuah tindakan besar yang butuh keberanian besar. Dibalik ada latar belakang yang membuat pak Tung berani melakukan hal tersebut, melakukan perhitungan cermat dan memiliki visi terhadap masa depannya. Harus diakui apa yang dilakukannya sangat berani. Keberanian untuk berubah yang telah membawa kesuksesan kepadanya sampai saat ini. Kurang apa sekarang Pak Tung Desem Waringin. Kaya, terkenal dan happy tentunya. Saya terkesan dengan keputusan yang diambilnya yang telah membawanya sampai pada keadaan seperti saat ini. Saya jadi bertanya kepada diri saya sendiri, "apabila saya diberi kesuksesan dan prestasi seperti yang dialami pak Tung di BCA kemudian dihadapkan pada pilihan menjadi seorang konsultan, Apakah saya berani berubah?"

Sepertinya saya masih harus banyak belajar.

========================================

What the superior man seeks is in himself; what the small man seeks is in others –

Confucius

==============================

Mimpi Siang Bolong…

Tuesday, October 18th, 2005

Kira-kira seminggu yang lalu saya mampir ke blog Bapak Hermawan Kartajaya, seorang mahaguru marketing dunia yang berasal dari Indonesia. Saya membaca satu artikel menarik di dalamnya yaitu tentang persaingan antara Samsung dan Sony (http://hermawan.typepad.com/blog/2005/10/sony_vs_samsung.html). Saya memperoleh insight dari tulisan tersebut. Bagaimana persaingan antara Sony dan Samsung telah berlangsung lama. Sony yang namanya telah menggelegar sejak lama di dunia elektronik inovatif tidak membuat perusahaan seperti Samsung untuk head to head dengannya. Dalam salah satu rilis businessweek, bahkan saat ini sony menggunakan chip yang diproduksi oleh Samsung untuk memotori digital music player produksinya. Hebat ya?

Geliat Korea dalam persaingan produk global terasa baru saja dimulai. Tetapi efek dan semangatnya luar biasa. Hal tersebut terasa juga di Industri otomotif. Merek-merek mobil Korea semacam Kia dan Hyundai pun sekarang sudah menyebar kemana-mana. Angan saya mengatakan bahwa bukan tidak mungkin suatu saat Toyota akan menggunakan mesin dari Hyundai. Secara kultural dan geografis, bangsa-bangsa pembuat Sony dan Samsung adalah bangsa-bangsa yang dekat dengan kita, bangsa Indonesia. Tapi kenapa mereka bisa punya perusahaan-perusahaan luar biasa semacam Sony, Samsung, Toyota dan Hyundai?. Saya coba menata serpihan informasi tentang perusahaan lokal Indonesia yang prestasinya sampai tingkat Global. Seingat saya baru PT. Telkom saja yang sudah termasuk salah satu dari 50 perusahaan yang menguntungkan di dunia (itupun seingat saya versi businessweek tapi sudah lama deh). Padahal secara inovasi, produk dan layanan, kualitas telkom biasa-biasa saja. Jadi apakah Telkom akan bertahan sampai lama? Jadi dari sebuah negara yang sebesar kita ini hampir tidak memiliki perusahaan kelas dunia? Rata-rata- perusahaan-perusahaan yang bonafid di Indonesia adalah anak-anak perusahaan asing. Astra International, misalnya, walaupun secara management lebih mending daripada perusahaan Indonesia ada umumnya tetapi secara struktur permodalan dan operasinya masih sangat besar ketergantungannya terhadap pihak asing. Sehingga bila para lulusan sarjana baru di Indonesia memiliki angan untuk bekerja di perusahaan Bonafid, pikiran mereka pastilah akan tertuju kepada daftar perusahaan asing dan afiliasinya yang ada di Indonesia.

GabunganMelihat kenyataan itu bukan tidak mungkin, kita bangsa Indonesia, akan selalu merasa minor dan kerdil di pergaulan dunia. Nasionalisme terhadap negara ini hanya akan merupakan sebuah janji pada Ibu pertiwi yang tak bisa ditepati. Bagaimana identitas bangsa ini bisa dipertahankan apabila warga negaranya sendiri sudah apatis terhadap image negaranya sendiri. Saya rasa ini akan menjadi PR untuk kita semua dalam bertindak dan berpikir. Mimpi rasanya Indonesia memiliki Indonesia Inc. seperti Temasek Holdingnya Singapore yang punya aset dimana-mana dan profitable lagi. Semoga mimpi itu bukan hanya akan menjadi sekedar mimpi dan kita suatu saat bisa bangga dengan perusahaan nasional berkelas dunia. Iya, tapi kapan?

Untuk mempererat tali silaturrahmi… Kumpul!

Tuesday, October 18th, 2005

"Untuk mempererat tali silaturrahmi akan diadakan acara buka puasa bersama. Hari sabtu tanggal 15 Oktober 2005 jam 17.00 ketemuan di 21 Plasa Semanggi. Tx"

Itulah sms yang saya terima akhir pekan kemarin. SMS dari Beng Beng, rekan alumni FE Undip, tersebut langsung saya forward ke nomor rekan-rekan saya yang lain. Cukup memasukkan nomornya saja, communicator saya langsung mengirimkan ke sekitar 12 nomor. Entah nyampe atau nggak yang penting saya sudah forward message tersebut ke rekan-rekan terdekat saya yang saya tahu berdomisili di Jakarta. Hanya ada sekitar 4 balasan dari 12 nomor yang saya kirim.

Image108Image107_1Esoknya saya berencana datang ke venue setelah buka puasa sehubungan dengan adanya aktivitas lain yang harus saya lakukan sebelum acara buka puasa tersebut. Dalam benak saya pasti banyak sekali yang kumpul karena info dari Beng Beng, ia mengundang rekan-rekan alumni FE undip dari 4 angkatan, angkatan 95, 96, 97, 98. dan dari undangan Beng Beng tersebut saya memforward ke beberapa teman saya yang lain. Pastilah akan ramai karena sms berantai semacam itu memiliki efek multiplier yang lumayan berimpak besar. Esoknya, Segera selepas maghrib, saya meluncur ke Plangi. Sudah beberapa misscall dan sms masuk menanyakan saya dimana, saya pikir pasti sudah banyak yang berkumpul. Sesampainya di Plaza Semanggi saya langsung menuju ke Foodcourt. Sebelumnya saya rada heran juga sebab saya memperoleh konfirmasi berbeda dari dua orang yang berbeda. SMS dari Beng Beng mengatakan bahwa anak-anak sudah pada bubar cuma tinggal beberapa orang saja dan sedang berkeliling namun jawaban di telepon dari Sulaiman mengatakan mereka sedang makan di food court.

Sesampainya di food court, saya baru ngeh ternyata sedari tadi ada 2 grup yang Image105_1 buka puasa. Grup Beng Beng dan Grup konco-konco Akuntansi Undip. Ternyata mereka pikir undangan sore itu ekslusif untuk anak-anak alumni akuntansi undip. Mereka gak ngeh ternyata undangan yang saya forward adalah undangan dari Beng Beng. Tapi kesalahpahaman tersebut tidak mengurangi nilai kebersamaan yang terasa sudah jarang kami rasakan akhir-akhir ini. Suasananya pun agak berubah karena dua rekan saya, Didit dan Sulaiman, membawa istrinya masing-masing. Dalam suasana keakraban tersebut, saya merasa seperti melanglang ke masa lalu dimana suasana berkumpul tersebut biasanya kami lakukan di kantin kampus atau di café-café mahasiswa di Semarang. Namun sekarang ternyata bisa kami lakukan lagi di sebuah Plaza di jantung kota Jakarta. Sempat membayangkan juga seandainya moment kumpul-kumpul sore itu bisa melibatkan lebih banyak rekan. Pasti akan berkesan sekali.

Suasana malam itu akrab sekali, saya akan merindukan masa-masa seperti itu, dimana kita memandang rekan apa adanya, tanpa embel-embel yang mengungkungi dan membatasi. Semoga suasana tersebut kami rasakan kembali di kemudian hari.

Agenda : Buka Puasa Bersama

Date : 15 Oktober 2005

Time : 17.00 - 21.00 WIB

Venue : Plaza Semanggi, Jl. Gatot Subroto, Jakarta

Member : Me, Sulaiman (+ Linda -Wife- and Kiara -Daughter-), Didit (+Yunita-wife-), Riswan, Jacky, Putu Deasy (+brother and sister), Ning (in other group)

Sakit…

Monday, October 17th, 2005

Ill_1Biasanya ketika sakit mendera kita, kita baru menyadari betapa nikmatnya dan bersyukurnya kita telah diberi kesehatan selama ini. Bagi saya, sakit merupakan sinyal yang memiliki beragam arti dan makna. Pertama, Sakit mengingatkan kita tentang betapa berharganya menjadi sehat itu. Kepala yang biasanya baik-baik saja dengan diberi sedikit pusing atau pening saja, saya sudah merindukan kepala yang rasanya biasa-biasa saja itu. bahkan yang lebih sederhana, sakit di kaki akibat terantuk meja saja sudah membuat saya kangen dengan kaki yang tidak terantuk meja.

Kedua, Sakit membuat kita sadar bahwa kita tidak punya kontrol terhadap diri kita. Sakit bisa datang kapan saja dia mau dan dia suka. Entah kita sedang dipenuhi deadline atau janji yang harus ditepati atau kita sedang santai bengong tanpa pekerjaan. Pada saat kita sedang didera sakit, terkadang kita tidak kuasa dan harus melepaskan semua kesibukan kita untuk proses kesembuhan dan demi keselamatan orang-orang di sekitar kita agar mereka tidak tertular penyakit yang sedang kita derita. Seperti ketika saya menderita sakit seminggu yang lalu. Tidak kurang beberapa janji dan deadline pekerjaan harus saya korbankan karena sakit itu. Saya tidak bisa memilih untuk sakit setelah saya menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan deadline segera. Selesai tidak selesai, kamu harus istirahat. Mungkin itulah yang dikatakan sang penyakit kepada saya. Mungkin sebagian akan berkata "makanya, jaga kesehatan, makan dan istirahat yang cukup dan teratur". Saya pun demikian, saya olahraga teratur, istirahat teratur tapi penyakit tetap saja datang.

Ketiga, Merasakan sakit membuat kita sadar dan peka bahwa orang-orang di sekitar kita juga rentan terkena penyakit. Sehingga bukan tidak mungkin ketika kita membuat janji dengan seseorang, orang tersebut tidak bisa memenuhinya karena terbentur sakit. Jadi dengan menderita penyakit tersebut saya jadi lebih peka bahwa ketika orang lain sakit, kita jangan serta merta mengecap yang bukan-bukan. Pengalaman biasanya mengajarkan bahwa ketika kita sehat namun terbentur suatu hal seperti ingin cuti tanpa beban, maka dengan mudah kita mengatakan sakit dengan mencari surat dokter aspal. Sehingga yang terjadi, ketika kita mendengar ada orang lain sakit terkadang kita berprasangka buruk "ah, paling-paling juga lagi males ke kantor" apalagi bila ditambah sang pelaku sakit aspal tersebut memang kerap berlaku demikian. Dengan sakit yang saya derita kemaren, saya jadi dihadapkan kenyataan bahwa sakit itu realitas dan realitas itu wajar adanya.

Keempat, sakit memberi kita kesempatan untuk istirahat. Andaikan sakit itu tidak Image48_1 datang entah kapan saya bisa menikmati istirahat di pertengahan minggu. Dengan kesempatan itu, saya memiliki kesempatan untuk menarik diri sejenak dari gencarnya kehidupan. Istirahat dari bermacet-macet ria, istirahat kontak dengan komputer, istirahat menulis blog (ups), istirahat berdebat gak jelas dengan orang -orang, istirahat dari pikiran-pikiran sumpek dan sebagainya. Setidaknya saya menemukan sisi lain di sela-sela penyakit yang datang seketika itu. Selain memberikan kesempatan istirahat, di masa reses tersebut saya memiliki kesempatan lebih banyak dan lebih luas untuk merenung dan introspeksi.

Kelima, Sakit membuat saya bersyukur selama ini saya punya aktivitas yang tidak membuat saya bete. Believe me, staying at home makes me bete a lot. Dibalik enaknya di rumah ternyata terlalu lama di rumah membuat kepala saya tambah pusing, bosan, ditambah suasanan puasa membuat badan terasa lemas.

Keenam, melalui sakit ini, saya bisa melihat mana teman-teman yang peduli sama saya dan mana yang tidak hehehe. seperti biasa teman-teman baik saya banyak yang sms dan menanyakan kabar. thanks for the attentions, pals.

However, sakit kali ini lebih membuka mata saya bahwa di balik datangnya yang tiba-tiba dan tak terduga, mungkin ini sebagai teguran dan sentilan dari yang di atas untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Apa yang kau kejar, Sahabat…

Thursday, October 6th, 2005

ChasingSemalam saya menelepon salah satu teman dekat saya. sebuah aktivitas yang sudah lama tidak saya lakukan selama ini. Melakukan telepon hanya untuk say hi dan apa kabar. Banyak yang kami bicarakan semalam dan dari pembicaraan tersebut ada terbersit suatu hal di hati saya yang membuat saya terpikir hingga sebelum tidur. Yang mengganjal adalah tentang mengejar ketertinggalan dalam hidup. Berdasarkan pengalaman dan apa yang saya rasakan memang terkadang ada yang terasa mengganjal di hati kita untuk hal hal tertentu dalam hidup ini seperti kepemilikan harta, pekerjaan, jodoh ataupun keturunan. Adalah hal yang wajar apabila manik-manik kehidupan dunia itu menjadi hal-hal yang memotivasi kita. Kadang kita berpikir bahwa ketika seseorang mampu meraih suatu hal, berarti mereka sukses dan apabila kita belum seperti yang mereka peroleh di saat yang sama berarti tertinggal. Pertanyaan tersebut membuat saya melongok kedalam diri saya sendiri, kalau begitu saya banyak tertinggal dalam kehidupan. Misalkan saja pada usia 25 tahun beberapa rekan saya sudah menikah, memiliki rumah atau kendaraan pribadi, sudah memiliki keturunan yang cakep-cakep, sudah punya usaha sendiri sedangkan mungkin saya belum. Kalau demikian, saya lebih tertinggal lagi dari artis-artis cilik yang dalam usia belia bisa memperoleh penghasilan puluhan kali lipat dari apa yang bisa saya peroleh.

Saya jadi teringat pengelakan yang dilakukan oleh rekan saya ketika dia ditanya "kok udah umur segini belum nikah, padahal si A, anak baru, masih muda udah nikah, masa disalip melulu?" dan dengan santai dan tegas dia cukup berkata "emangnya balapan?". Saat ini saya dalam posisi untuk menjudge mana yang benar dan mana yang salah tetapi paling tidak ada garis tengah yang bisa diambil dari kedua sudut pandang tersebut. Dalam kehidupan, terutama di dunia yang fana ini merupakan hal yang lumrah bahwa time horizon menjadi ukuran sesuatu terutama umur. Sepertinya kita dituntut untuk mencapai tahapan tertentu seiring perkembangan umur kita. Usia 6 tahun harus masuk SD, 12 tahun harus sudah SMP, 15 tahun SMA dan sekitar 18 tahun sudah harus masuk kuliah. Kalau diteruskan, usia 20 tahun harus sudah punya pacar/tunangan , 27 tahun sudah harus nikah, 30 tahun sudah harus jadi supervisor, 35 tahun jadi manajer dan seterusnya. Kehidupan yang keras ini mendidik kita untuk menjadi lupa terhadap hakekat hidup kita. Untuk apa kita disini dan bagaimana seharusnya kita bersikap. Sebenarnya tidak ada yang perlu dirisaukan karena selama keyakinan kita bahwa hidup ini ada digenggaman yang Kuasa, yang harus kita lakukan adalah bekerja dan berusaha sebaik yang kita bisa tanpa lupa berdoa. Kedengarannya seperti kata-kata yang klise ya… tapi setidaknya akan tetap membuat kita bahagia dengan keadaan kita sekarang.

Ada satu hal yang menguatkan saya dalam menghadapi dilema semacam itu, saat merasa tertinggal dalam perlombaan kehidupan. Saya suka teringat dan termotivasi bahwa tiap orang diciptakan special. Tidak mungkin jalan hidup satu orang sama persis dengan orang lain, walaupun orang tersebut memiliki hubungan dekat dengan kita. Bahkan sepasang saudara kembar pun bisa berbeda jalan hidupnya. Tergantung bagaimana kehidupan itu dia jalani, dan tentu saja karena adanya restu dari yang kuasa. Dan Ingatlah bahwa kehadiran kita didunia adalah special dan pemenang karena dari sejak dalam rahim, kita telah mengalahkan kurang lebih 250 juta sel sperma yang lain.

Satu hal penting lagi adalah tetaplah bahagia karena kebahagiaan seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri. Sudah banyak cerita orang yang berlimpah harta dan kedudukan malah tidak bahagia. Tapi banyak juga cerita bahwa orang yang hidupnya sederhana dan apa adanya malah lebih berbahagia. Biarlah orang lain berlari dengan perlombaannya sendiri, melangkahlah dengan nyaman, lihatlah sekitar dan syukuri apa yang sudah kita miliki saat ini.

===========================================

Patience is bitter but the fruit is sweet - Jean Jacques Rousseau

===========================================

INSIGHT:

YOU ARE SPECIAL

Suatu hari seorang pembicara terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00, ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.

"Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini."

Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat2. Lalu bertanya lagi,"Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

"Baiklah," jawabnya, "Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.

"Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

"Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan.

Jangan pernah lupa - Anda spesial…!!!

Tahukah Anda bahwa Anda tidak tahu? (an email that enchant me today)

Thursday, October 6th, 2005

Baru masuk kantor dan buka komputer, saya melihat ada email baru yang masuk. Dari seorang teman yang biasa mengirimkan berbagai informasi menarik seputar money market. Tapi kali ini email yang rada iseng. Tapi isinya menarik. Setidaknya menyadarkan kita untuk tidak melulu merasa benar. Sering sekali saya menjumpai orang-orang semacam yang tertera di email tersebut. Malah in some occasions, mungkin juga saya termasuk di dalamnya. Sepertinya kita harus lebih terbuka terhadap hal baru. Tentunya untuk hal-hal yang memang ada ruang untuk dijelajahi, tapi untuk hal-hal yang sudah harga mati, seperti nilai agama, nilai kemanusiaan dan kesusilaan tetap harus dijaga kemurniannya.

It has shocked me, how about you?

=====================================================

Tahukah Anda bahwa Anda tidak tahu?

Source: Anonymous

Einstein_1Tahukah Anda bahwa reaksi Anda akan suatu kejadian bisa memperlihatkan bagaimana diri Anda sebenarnya? Suatu cerita atau berita bisa memberikan reaksi yang berbeda tergantung siapa Anda. Berdasarkan pengetahuan kita akan sesuatu, manusia mempunyai 4 sifat: 1. Manusia yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu 2. Manusia yang tahu bahwa dia tidak tahu 3. Manusia yang tidak tahu bahwa dia tahu 4. Manusia yang tahu bahwa dia tahu

Manusia yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu adalah orang yang merasa sudah menguasai segalanya. Tidak perlu belajar dan tidak perlu menyelidiki lebih jauh. Kita sering menyebutnya sok tahu. Orang seperti ini sangat sulit dibuat mengerti. Bukan karena dia bodoh tapi karena dia tidak mau belajar dan tidak mau menerima nasihat. Anehnya, orang seperti ini justru sangat gampang berprasangka buruk pada sesamanya. Berita yang belum tentu benar bisa menjadi fakta menurut dia. Mereka hidup dalam dunia bayang-bayang bahwa mereka lah yang paling benar dan paling tahu segalanya padahal mereka sama sekali tidak tahu apa-apa.

Manusia yang tahu bahwa dia tidak tahu adalah orang yang rendah hati. Mereka senantiasa mau belajar. Mereka tidak mau memberikan komentar akan suatu hal sebelum mereka tahu pasti duduk perkaranya. Mereka selalu hati-hati melangkah sebelum mengetahui dengan jelas apa yang akan mereka tuju.

Manusia yang tidak tahu bahwa dia tahu adalah orang yang rendah diri. Mereka tidak bisa melihat kelebihan diri mereka. Mereka sering menghukum diri sendiri dan memuji orang lain. Orang seperti ini menganggap diri mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan benar. Pujian dari orang lain atas pekerjaan mereka bisa jadi merupakan ejekan yang menyakitkan.

Manusia yang tahu bahwa dia tahu adalah orang yang percaya diri. Mereka percaya pada kemampuannya karena mereka bisa mengukur kemampuannya. Mereka selalu yakin bahwa mereka bisa mengejar impian dan harapan mereka. Orang seperti ini selalu siap melakukan sesuatu tanpa ragu-ragu karena mereka sudah bisa menghitung dengan pasti hambatan yang mereka akan hadapi dan kekuatan yang mereka miliki.

Lalu kita ada di mana?

Sebagian besar manusia, kalau tidak bisa dikatakan seluruhnya, mempunyai semua sifat di atas tetapi dengan porsi yang berbeda-beda. Ada orang yang porsi sifat pertamanya yang dominan dan ada juga orang yang sifat lainnya yang dominan.

Sayangnya orang yang sifat pertamanya dominan seringkali tanpa sadar menyebabkan dirinya jadi bahan cemohan orang lain sementara orang yang dominan sifat ketiganya sering membuat dirinya jadi bulan-bulanan kemarahan dirinya sendiri.

Kita perlu selalu melihat diri kita dan mengevaluasi diri kita, sifat dominan yang mana yang sering muncul dalam diri kita. Adalah beruntung apabila kita mempunyai sifat dominan yang kedua dan keempat. Ketika kita tahu bahwa kita tidak tahu, kita berusaha untuk belajar dan belajar hingga suatu saat kita berani melangkah dengan cepat dan tepat karena kita sudah tahu apa yang dulu tidak kita ketahui.

Ada kabar baik buat Anda, yaitu Anda bisa mengukur di golongan manakah Anda biasa berdiri dan Anda bisa menggeser sifat dominan Anda ke arah yang lebih baik: 1. Apabila Anda selalu siap mendengar input dari orang lain tanpa perduli siapa dia maka yakinlah sifat pertama di atas bukan sesuatu yang dominan di diri Anda. Kesediaan mendengar nasihat atau info dari orang lain adalah bukti Anda jauh dari sifat pertama tadi. 2. Apabila Anda selalu ragu-ragu melakukan sesuatu dan selalu melihat masalah di atas masalah maka sepertinya sifat ketiga sangat dominan pada diri Anda. Anda perlu tahu bahwa potensi kemampuan Anda tidak terbatas dan belajar akan mengasah kemampuan Anda dan akhirnya mengubah diri Anda menjadi orang yang tahu kemampuan sendiri. 3. Apabila setiap menghadapi sesuatu, sebelum Anda bertindak lebih jauh, Anda selalu bertanya pada diri Anda sejauh mana Anda tahu tentang sesuatu itu maka Anda termasuk golongan sifat kedua atau keempat. Dengan selalu bertanya, menilai, membedakan fakta dan opini akan menyebabkan Anda bisa yakin sesuatu itu Anda tahu dengan pasti atau Anda tidak tahu dengan pasti.

Lalu siapakah Anda? Setelah membaca tulisan di atas tahukah Anda bahwa Anda tidak tahu?

=====================================

50,000.- = 11.111

Tuesday, October 4th, 2005

GasolineSempat didera rasa menyesal sepekan kemarin tidak ikut-ikutan untuk mengantri BBM. Alhasil saya kena batunya kemarin. Ketika tangki bensin mobil saya sudah menipis, saya tidak punya pilihan lain. Harus tetap mengarahkan mobil ini ke arah pom bensin. Sempat hepi juga, karena pemandangannya sepi sekali, pemandangan yang berbeda di sepanjang pekan kemarin. Tetapi pedih juga rasanya ketika meteran di pom bensin menunjukkan angka 50,000. yah ternyata uang sebesar itu sekarang hanya mampu untuk mengisi 11.111 liter saja.

Sebenarnya bukan itu yang menjadi pokok bahasan saya menuliskan blog ini. Hanya ingin menunjukkan bahwa uang kita sudah kembali susut nilainya. Sempat berdiskusi dengan beberapa teman bagaimana menyiasati kenaikan harga BBM yang "keterlaluan" ini, ada yang mengganti ke sepeda motor, ada yang menganggurkan mobilnya untuk selanjutnya nebeng teman, ada juga yang tetap menggunakan mobilnya hanya mengurangi frekuensi jalan-jalan. Whatever the action, yang harus disadari oleh kita bahwa kenaikan harga ini telah sedikit merenggut kesejahteraan kita, memang sebelumnya bisa dibilang kesejahteraan semu. Sempat terlintas dipikiran saya, apa yang terjadi dengan mereka yang untuk makan hari ini saja susah. Saya dapat kabar dari rekan saya bahwa beberapa warung-warung makan tutup karena harga bahan baku untuk memutar roda bisnis mereka merangkak naik sedangkan mereka tidak punya kuasa untuk menaikkan harga. Yah apalagi berhimpitan dengan akan datangnya bulan puasa. Juga sempai ramai di koran-koran bahwa di beberapa daerah, kendaraan umum enggan menjalankan pekerjaan mereka. Yah, memang hidup ini semakin berat saja rasanya.

Berterima kasihlah kepada pemerintah kita yang telah berbaik hati memberikan hadiah istimewa tak terlupakan di permulaan bulan ramadhan ini. Beruntunglah kita semua karena memiliki pemerintah yang peduli dengan kesengsaraan yang didera oleh kita semua sehingga dengan semangat mendorong inflasi sampai 12% di penghujung tahun ini. Alangkah beruntungnya kita memiliki pemimpin yang penuh tenggang rasa, dimana di saat kita sulit dan terhimpit, mereka masih bisa menghambur-hamburkan dan mengkorupsi uang negara. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Mari kita hargai pemimpin kita sebagai pahlawan yang telah berhasil mengorbankan kesejahteraan rakyatnya demi kepentingan pribadi dan golongannya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Mungkin hikmah di balik semakin meningkatnya harga-harga dan tercekiknya rakyat kita, akan lebih menggemakan suara Tuhan di tiap sudut temaram kota.

Saya menyadari betapa masih beruntungnya, saya, anda dan mereka yang masih bisa mengakses blog ini sehingga untuk sejenak lupa bahwa sekarang uang 50,000 hanya mampu untuk membeli 11.111 liter bensin premium. Betapa masih beruntungnya saya.

Dedicated to the sufferings, keep strong and alive, forgive me for doing nothing.