Archive for October 18th, 2005

18
Oct

Mimpi Siang Bolong…

Kira-kira seminggu yang lalu saya mampir ke blog Bapak Hermawan Kartajaya, seorang mahaguru marketing dunia yang berasal dari Indonesia. Saya membaca satu artikel menarik di dalamnya yaitu tentang persaingan antara Samsung dan Sony (http://hermawan.typepad.com/blog/2005/10/sony_vs_samsung.html). Saya memperoleh insight dari tulisan tersebut. Bagaimana persaingan antara Sony dan Samsung telah berlangsung lama. Sony yang namanya telah menggelegar sejak lama di dunia elektronik inovatif tidak membuat perusahaan seperti Samsung untuk head to head dengannya. Dalam salah satu rilis businessweek, bahkan saat ini sony menggunakan chip yang diproduksi oleh Samsung untuk memotori digital music player produksinya. Hebat ya?

Geliat Korea dalam persaingan produk global terasa baru saja dimulai. Tetapi efek dan semangatnya luar biasa. Hal tersebut terasa juga di Industri otomotif. Merek-merek mobil Korea semacam Kia dan Hyundai pun sekarang sudah menyebar kemana-mana. Angan saya mengatakan bahwa bukan tidak mungkin suatu saat Toyota akan menggunakan mesin dari Hyundai. Secara kultural dan geografis, bangsa-bangsa pembuat Sony dan Samsung adalah bangsa-bangsa yang dekat dengan kita, bangsa Indonesia. Tapi kenapa mereka bisa punya perusahaan-perusahaan luar biasa semacam Sony, Samsung, Toyota dan Hyundai?. Saya coba menata serpihan informasi tentang perusahaan lokal Indonesia yang prestasinya sampai tingkat Global. Seingat saya baru PT. Telkom saja yang sudah termasuk salah satu dari 50 perusahaan yang menguntungkan di dunia (itupun seingat saya versi businessweek tapi sudah lama deh). Padahal secara inovasi, produk dan layanan, kualitas telkom biasa-biasa saja. Jadi apakah Telkom akan bertahan sampai lama? Jadi dari sebuah negara yang sebesar kita ini hampir tidak memiliki perusahaan kelas dunia? Rata-rata- perusahaan-perusahaan yang bonafid di Indonesia adalah anak-anak perusahaan asing. Astra International, misalnya, walaupun secara management lebih mending daripada perusahaan Indonesia ada umumnya tetapi secara struktur permodalan dan operasinya masih sangat besar ketergantungannya terhadap pihak asing. Sehingga bila para lulusan sarjana baru di Indonesia memiliki angan untuk bekerja di perusahaan Bonafid, pikiran mereka pastilah akan tertuju kepada daftar perusahaan asing dan afiliasinya yang ada di Indonesia.

GabunganMelihat kenyataan itu bukan tidak mungkin, kita bangsa Indonesia, akan selalu merasa minor dan kerdil di pergaulan dunia. Nasionalisme terhadap negara ini hanya akan merupakan sebuah janji pada Ibu pertiwi yang tak bisa ditepati. Bagaimana identitas bangsa ini bisa dipertahankan apabila warga negaranya sendiri sudah apatis terhadap image negaranya sendiri. Saya rasa ini akan menjadi PR untuk kita semua dalam bertindak dan berpikir. Mimpi rasanya Indonesia memiliki Indonesia Inc. seperti Temasek Holdingnya Singapore yang punya aset dimana-mana dan profitable lagi. Semoga mimpi itu bukan hanya akan menjadi sekedar mimpi dan kita suatu saat bisa bangga dengan perusahaan nasional berkelas dunia. Iya, tapi kapan?

18
Oct

Untuk mempererat tali silaturrahmi… Kumpul!

"Untuk mempererat tali silaturrahmi akan diadakan acara buka puasa bersama. Hari sabtu tanggal 15 Oktober 2005 jam 17.00 ketemuan di 21 Plasa Semanggi. Tx"

Itulah sms yang saya terima akhir pekan kemarin. SMS dari Beng Beng, rekan alumni FE Undip, tersebut langsung saya forward ke nomor rekan-rekan saya yang lain. Cukup memasukkan nomornya saja, communicator saya langsung mengirimkan ke sekitar 12 nomor. Entah nyampe atau nggak yang penting saya sudah forward message tersebut ke rekan-rekan terdekat saya yang saya tahu berdomisili di Jakarta. Hanya ada sekitar 4 balasan dari 12 nomor yang saya kirim.

Image108Image107_1Esoknya saya berencana datang ke venue setelah buka puasa sehubungan dengan adanya aktivitas lain yang harus saya lakukan sebelum acara buka puasa tersebut. Dalam benak saya pasti banyak sekali yang kumpul karena info dari Beng Beng, ia mengundang rekan-rekan alumni FE undip dari 4 angkatan, angkatan 95, 96, 97, 98. dan dari undangan Beng Beng tersebut saya memforward ke beberapa teman saya yang lain. Pastilah akan ramai karena sms berantai semacam itu memiliki efek multiplier yang lumayan berimpak besar. Esoknya, Segera selepas maghrib, saya meluncur ke Plangi. Sudah beberapa misscall dan sms masuk menanyakan saya dimana, saya pikir pasti sudah banyak yang berkumpul. Sesampainya di Plaza Semanggi saya langsung menuju ke Foodcourt. Sebelumnya saya rada heran juga sebab saya memperoleh konfirmasi berbeda dari dua orang yang berbeda. SMS dari Beng Beng mengatakan bahwa anak-anak sudah pada bubar cuma tinggal beberapa orang saja dan sedang berkeliling namun jawaban di telepon dari Sulaiman mengatakan mereka sedang makan di food court.

Sesampainya di food court, saya baru ngeh ternyata sedari tadi ada 2 grup yang Image105_1 buka puasa. Grup Beng Beng dan Grup konco-konco Akuntansi Undip. Ternyata mereka pikir undangan sore itu ekslusif untuk anak-anak alumni akuntansi undip. Mereka gak ngeh ternyata undangan yang saya forward adalah undangan dari Beng Beng. Tapi kesalahpahaman tersebut tidak mengurangi nilai kebersamaan yang terasa sudah jarang kami rasakan akhir-akhir ini. Suasananya pun agak berubah karena dua rekan saya, Didit dan Sulaiman, membawa istrinya masing-masing. Dalam suasana keakraban tersebut, saya merasa seperti melanglang ke masa lalu dimana suasana berkumpul tersebut biasanya kami lakukan di kantin kampus atau di café-café mahasiswa di Semarang. Namun sekarang ternyata bisa kami lakukan lagi di sebuah Plaza di jantung kota Jakarta. Sempat membayangkan juga seandainya moment kumpul-kumpul sore itu bisa melibatkan lebih banyak rekan. Pasti akan berkesan sekali.

Suasana malam itu akrab sekali, saya akan merindukan masa-masa seperti itu, dimana kita memandang rekan apa adanya, tanpa embel-embel yang mengungkungi dan membatasi. Semoga suasana tersebut kami rasakan kembali di kemudian hari.

Agenda : Buka Puasa Bersama

Date : 15 Oktober 2005

Time : 17.00 - 21.00 WIB

Venue : Plaza Semanggi, Jl. Gatot Subroto, Jakarta

Member : Me, Sulaiman (+ Linda -Wife- and Kiara -Daughter-), Didit (+Yunita-wife-), Riswan, Jacky, Putu Deasy (+brother and sister), Ning (in other group)