Archive for December 18th, 2005

18
Dec

Ketika harus memilih

Ada kata-kata bijak yang pernah saya dengar bahwa selama seorang manusia itu hidup, maka sepanjang hidupnya dia akan dihadapkan oleh pilihan. Pilihan yang dihadapinya bisa berupa pilihan yang dia ambil secara sadar ataupun secara tidak sadar. Dengan pilihan yang kita ambil itulah kita menjalani hidup kita dari detik ke detik dan dari waktu ke waktu. Ketika kita bangun tidur, kita dihadapkan kepada pilihan, apakah kita akan langsung bangun, berolahraga dan mandi atau memilih tetap tidur selama beberapa menit, ngolat-ngolet, terus jalan ke kamar mandi untuk meneruskan tidur selama beberapa saat. Ketika kita berangkat ke kantor ada banyak rute yang bisa kita pilih, banyak alat transportasi dan kita dapat memilih seberapa cepat waktu yang kita mau untuk menuju ke tempat kerja. Di kantor, kita bisa memilih untuk bekerja mengejar target dengan inisiatif sendiri, atau bekerja senang tanpa beban, atau lebih banyak menjilat kanan kiri untuk naik jabatan. Dan hal yang paling pokok dari sebuah pilihan adalah konsekuensi yang diinginkan. Apa yang kita harapkan dari pilihan yang akan kita ambil itu?

Pilihan, hal itulah yang mengganggu saya beberapa hari terakhir ini. Hal tersebut dikarenakan karena saya harus mengambil pilihan untuk tetap tinggal atau pergi dari perusahaan yang selama 4 tahun lebih saya mengadu nasib. Pilihan tersebut menjadi terasa berat karena ada 2 hal yang mengganggu saya yaitu pilihan ini dampaknya bukan hanya kepada saya tetapi juga kepada keluarga saya. dan yang kedua adalah apakah ketika meninggalkan perusahaan, saya dapat menemukan apa yang saya cari selama ini.

Saya rasa alasan pertama cukup beralasan. Seperti yang disarankan oleh seorang Pilihanteman baik saya, paling tidak dalam memutuskan pilihan, saya harus ikut melibatkan pendapat istri saya, apakah dia setuju dan akan mensupport konsekuensi dari pilihan yang akan saya ambil kelak. Terus terang saya sedikit ragu sebelumnya tapi dukungan istri telah membuat saya lebih bisa untuk menegakkan kepala untuk melangkah mantap. Beberapa kawan dekat juga membantu saya untuk memberikan pertimbangan yang lebih objektif. Kekhawatiran yang kedua juga bukan tanpa alasan, karena dari beberapa masukan teman dan juga pengalaman yang saya rasakan sendiri bahwa tempat kerja yang sekarang sudah cukup bonafid dan safe. Dengan posisi sebagai produsen kendaraan bermotor nomor dua dunia, rasanya tidak ada alasan yang kuat buat saya untuk meninggalkannya tanpa alasan yang kuat. Namun demikian, hanya Allah-lah yang paling dapat memantapkan jalan saya untuk memilih. Sehingga akhirnya saya pilih hal yang memang selama ini saya idamkan : Leaving.

Ketika pilihan itu saya ambil. Mulailah saya merasakan konsekuensi yang saya pilih. Soon, saya merasa kehilangan teman-teman kerja saya yang selama 4 tahun belakangan ini begitu banyak mewarnai hari-hari saya. Beberapa rekan sejawatpun mengungkapkan perasaan kehilangannya yang selama ini tidak saya pernah duga mereka akan mengungkapkannya kepada saya. Di sisi hati saya yang terdalam, memang terdapat rasa sedih juga akan meninggalkan mereka; teman, keluarga dan sahabat-sahabat yang telah ikut mewarnai hidup saya. Namun ada seorang kawan yang berkata begini, "Hubungan pertemanan dan persahabatan tak akan lekang walau oleh jarak, malah Eka akan memperoleh lebih banyak teman baru. Saya yakin dengan sifat dan cara bergaul Eka, Eka akan mudah mendapatkan teman". Pernyataan kawan baik saya itu sedikit banyak kembali memperteguh pilihan saya. Terima kasih atas masukannya yang berharga, kawan-kawan.

Pertanggal 16 Januari 2006 besok, saya akan memulai karir baru saya di tempat yang baru. Semoga karir yang saya pilih itu lebih meningkatkan kapabilitas, pengalaman dan juga value saya. terlebih lagi, semoga saya tidak diliputi perasaan sombong dan angkuh yang akan membuat saya jauh dari teman, sahabat dan keluarga saya di Toyota. Semoga akan lebih banyak lagi teman yang bisa saya dapatkan karena seperti kata pepatah "memiliki 1000 teman, tidak akan pernah cukup, namun memiliki satu orang musuh adalah terlalu banyak. Wish me luck, my dear Toyota friends! I won’t forget you all.

================

Ability is what you’re capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it

– Lou Holtz