Ada berita menarik yang saya baca kemarin dari harian Kompas. Bahwa Presiden Bolivia yang baru saja terpilih, Evo Morales akan berencana untuk menurunkan gajinya sebesar 50 % dan akan diikuti oleh seluruh jajaran kabinetnya dan para pejabat negara. Untuk informasi saja, setiap bulan gaji presiden bolivia sekitar USD 3,600. Dengan pengurangan itu berarti gaji Morales hanya akan berkisar sekitar USD 1,800 saja. Kalau di kurskan ke rupiah dengan nilai tukar 10,000 maka gaji perbulannya hanya 18 juta saja. Dan selisih dari pemotongan gajinya dan gaji pejabat negara lainnya akan dialokasikan untuk menambah tenaga kerja di sektor pendidikan dan kesehatan negara itu. Mungkin mendengar hal ini, akan ada yang menyeletuk "ah, diakan orang kaya". Tapi ternyata bukan. Morales hanya seorang petani Koka dari golongan miskin. Dia memperoleh banyak dukungan dari golongannya sehingga bisa menjadi presiden Bolivia. Dia berpendapat bahwa keadaan perekonomian yang berat itu harus ditanggung bersama-sama termasuk oleh para pejabat negara. Namun ada langkah yang lebih berani lagi yang akan dia lakukan. Dia tidak akan tunduk kepada Washington. Dia tidak akan mengandalkan perintah Washington yang akan memberikan kucuran dana agar membasmi tanaman Koka. Bukan karena dia mau menjadi pengedar obat bius tetapi karena alasan kedaulatan.
Merasa tersindir? Pada saat membacanya saya mendapat kesan yang bertolak belakang dengan negara kita. Di saat perekonomian kita morat-marit, dengan semangat luar biasa, secara berjamaah para pejabat negara berlomba-lomba menaikkan gajinya. Mengesankan bahwa mereka bersorak beramai ramai bahwa perekonomian yang berat sekarang ini harus ditanggung bersama oleh Rakyat, bukan pejabat negara. Untuk masalah kedaulatan, sepertinya Jakarta tidak punya nyali sedikitpun di kaki Washington. Masih ingat masalah terorisme dan penahanan ustad Baasyir? Jelas-jelas ada permintaan pemerintah AS di balik itu semua.
Membaca berita di harian Kompas itu saya jadi bertanya apakah pak Presiden, pak Wakil presiden, para Penyamun di DPR dan pejabat lainnya ikut membaca berita itu? seharusnya mereka belajar dari petani miskin bernama Evo Morales itu bahwa penghargaan dari masyarakat kepada pemimpinnya bukan dari seberapa mewahnya kehidupan pemimpinnya tetapi bagaimana pemimpinnya mau berkorban untuk mereka. Sepertinya pemimpin di negeri kita butuh diajari bagaimana memimpin negara miskin oleh Presiden Morales.
0 Responses to “Inspirasi Presiden Morales.”
Leave a Reply
You must login to post a comment.