Archive for January 5th, 2006

05
Jan

Kisah di Kantor Polisi

Pol2Dua hari ini saya ke kantor polisi sektor Kebayoran Lama untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK, dulu SKKB). Kemarin saya sudah ke sana namun karena surat pengantar saya masih kurang lengkap, maka saya harus melengkapinya terlebih dahulu. Berbekal surat pengantar dari Kelurahan, hari ini saya kembali lagi ke kantor polisi itu.

Sesampainya di sana, saya langsung menemui seorang petugas.

"Pagi, Pak. Pak, saya mau mengurus SKCK, ini surat pengantarnya" sapa saya sambil tersenyum ramah maklum habis mandi dan sudah sikat gigi.

Polisi itu memandang saya, mengambil selembar kertas di lacinya dan menyodorkannya ke saya. "Isi ini dulu" jawabnya datar tanpa senyum tanpa ekspresi.

"Di sana isinya" sahut dia sambil menunjuk sebuah meja kosong di luar ruangan tanpa senyum tanpa ekspresi.

Ooh, polisi itu menyodorkan formulir pertanyaan yang harus saya isi dan tanda tangani sebagai data untuk dokumentasi polisi. Oke, tidak sampai lima belas menit, saya nongol lagi di hadapannya dengan senyum ramah khas Astra.

"Ini, pak. Sudah saya isi. Ini saja kan, Pak?" tanya saya. maklum saya harus cepat-cepat ke kantor.

"Jadinya kapan, Pak?" tanya saya lagi.

"Hari senin, sekarang kan hari Jum’at" jawabnya tanpa tersenyum.

Waaah… hari senin? Hari senin besok kan hari kejepit, mana kantor saya libur lagi. Mana saya harus pulang ke Semarang lagi keluh saya dalam hati.

"Sekarang sidik jari" katanya datar tanpa senyum tanpa ekspresi

Beliau menyiapkan peralatan untuk sidik jari. Sambil menunggu dia menyiapkan alatnya, saya bertanya, "Pak, biayanya berapa?"

Dia memandang saya beberapa saat. "Sepuluh ribu" jawabnya

Saya langsung mengeluarkan dompet, mengambil selembar sepuluh ribuan dan memberikannya kepadanya.

Wajahnya sedikit bersinar, kemudian bertanya balik ke saya "untuk ngurus apa, dik?" sahutnya membuka pembicaraan sambil memegang jari-jari saya, menempelkan ke blok tinta dan menempelkannya ke form sidik jari. Satu per satu

"Melamar pekerjaan, pak"

"dimana? Departemen ya?"

"ah, bukan, di swasta kok, pak"

Kemudian dia mendekatkan badannya ke saya sambil berkata, "Pak, nambah sepuluh ribu lagi, bisa jadi lima belas menit"

"Eeeng Ing Eeeeng… bilang kek dari tadi!!!" semprot saya dalam hati

Saya langsung mengeluarkan dompet, mengambil selembar sepuluh ribuan dan memberikannya kepadanya.

"Tunggu ya, pak" sahutnya ramah dengan senyum sedikit terhias di wajah.

Belum sampai lima belas menit, SKCK sudah di tangan. Saya pun berangkat ke kantor dengan tenang.

Polisi…Pol

05
Jan

Surat itu…

Image96Rasanya lain ketika surat pemutusan hubungan kerja sudah di tangan. Surat itu berisi pemberitahuan bahwa permohonan pengunduran diri saya sudah disetujui. Dalam suat itu pula diatur perihal-perihal yang harus saya lakukan dan penuhi, sehubungan dengan proses hengkangnya saya. Senang dan lega. Namun rasa sudah bukan menjadi bagian dari sebuah keluarga mulai muncul. Kesadaran bahwa saya sudah bukan bagian dari perusahaan sudah muncul. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali membaca surat pemutusan hubungan kerja yang saya terima kemarin. Saya memulai untuk melakukan beres-beres dan pengalihan tugas. Sebuah kegiatan yang sudah saya bayangkan dan rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya dan ternyata hari ini sudah mulai saya lakukan. Campur aduk rasanya namun perasaan sedih sangat terasa dominan. Sedih itu muncul karena saya merasakan rasa kehilangan sebuah keluarga yang selama beberapa tahun terakhir ini menjadi bagian hidup saya setiap hari. Saya mencoba untuk tegar dan tetap tersenyum menjalani hari-hari terakhir dalam ikatan keluarga itu

Nilai persahabatan dan pertemanan lebih terlihat nilainya ketika saya harus mengucapkan kata-kata pamit kepada rekan-rekan kerja saya selama ini yang turut mendukung saya dalam pekerjaan sehari-hari. Hal itu yang bisa saya lihat dari rekan-rekan di sebuah bank partner bisnis perusahaan tempat saya bekerja. Ketika itu saya berkunjung untuk pamit dan memperkenalkan pengganti saya. Saya pikir hal tersebut perlu saya lakukan sebagai rasa penghargaan dan terima kasih saya kepada mereka yang telah membantu pekerjaan saya selama ini sekaligus memperkenalkan pengganti saya agar hubungan yang telah terbina selama ini dapat senantiasa terjaga dengan baik. Walaupun dulu saya sering komplain, marah ataupun bersitegang dengan mereka namun hubungan kerja tersebut terasa manis di ingatan saya. karena selain hubungan pekerjaan, di luar pekerjaanpun kami masih sering berinteraksi. Sehingga ketika memberitahukan perihal kepindahan saya, saya bisa merasakan ketulusan hati mereka dalam mensupport dan melepas saya. Sebuah nilai persahabatan yang sama sekali di luar dugaan saya sebelumnya.

Sorenya, saya menghabiskan waktu bermain basket dengan rekan-rekan kantor saya. Saat itu akan menjadi saat terakhir saya untuk bermain basket dengan mereka. Sempat terpikir apa bisa saya merasakan perasaan senang dan erat seperti yang saya rasakan itu. Saya sangat menikmati permainan waktu itu walaupun kaki kanan saya masih terasa sakit akibat cedera yang saya alami dari minggu sebelumnya. Kami bermain basket seperti sedang bersenda gurau. Yang ada fun, fun dan fun. Rasanya tidak ada terpikir sedikitpun di benak kami untuk saling menjatuhkan dan menang. Sebuah pengalaman yang langka dan mungkin akan sangat jarang saya temui di tempat lain.

Berat memang, saat merasakan sudah bukan menjadi bagian dari institusi yang selama ini dibanggakan dan akan merasakan kehilangan kehangatan dari orang-orang yang mendukung saya selama ini. Namun semua itu saya anggap sebagai kompensasi yang harus saya tanggung sekarang untuk mengejar sebuah cita-cita dan harapan saya dan keluarga di masa depan. Saya hanya berharap semoga saya dapat memperoleh persahabatan, rasa kekeluargaan, pertemanan yang tanpa batas waktu, tanpa batas lokasi dan tanpa batas perusahaan. Dan semoga saya dapat memperolehnya juga di tempat yang baru kelak. Semua pengalaman yang telah saya jalani dan teman-teman yang telah mewarnai hidup saya akan saya ingat dalam lubuk hati saya. semoga saya juga dapat menjadi impuls yang sama yang tersimpan di hati mereka.

Surat yang saya terima itu saya baca-baca di rumah dan saya simpan. Hal yang sama dengan kenangan yang telah lewat. Akan saya simpan…

==========================================================

"Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover"

- Mark Twain -