Archive for January 24th, 2006

24
Jan

Kisah Guru yang Bijak

BreadAlkisah ada seorang guru yang sangat tinggi ilmunya dan sangat bijaksana. Dia memiliki beberapa murid. Suatu kali ia menceritakan sebuah cerita kepada murid-muridnya sebagai bahan renungan bagi murid-muridnya.

Selesai bercerita, ada seorang murid yang bertanya pada guru tersebut

“Guru, apa maksud dari cerita tadi?” Tanya sang Murid.

Sang guru tersenyum lalu menjawab dengan bijak, “Nak, apabila saya memiliki sebuah roti, dan ingin saya berikan kepadamu, apakah engkau ingin saya langsung memberikannya kepadamu untuk kau cicipi sendiri atau engkau ingin roti itu saya cicipi terlebih dahulu untuk mengatakan padamu apa rasa roti itu?”

Terkadang dalam hidup ini kita memperoleh banyak petunjuk atau nasihat-nasihat dari orang yang lebih berpengalaman dan lebih bijak dari kita. Namun kita malas memikirkan makna dari petunjuk atau nasehat-nasehat tersebut. Sebaik apapun nasihat atau petunjuk yang kita peroleh sebelum kita pikirkan maknanya dan dijalani, sesungguhnya hal tersebut bukanlah petunjuk yang berharga. Butuh kesungguhan untuk mencicipi roti yang diberikan ke tangan kita, untuk kita nilai sendiri apakah roti itu manis, gurih, atau bantet?

=================================

“Mind is like parachute, it works only when opened”

24
Jan

Hujan itu (seharusnya) Membawa Berkah

Image49_1Akhir-akhir ini hujan rajin mengguyur Jakarta setiap sore. Entah mengapa intensitasnya jadi semakin tinggi saja. Sekitar 2 mingguan yang lalu saya memperoleh email yang memperingatkan bahwa berdasarkan hasil perkiraan BMG, akan terjadi badai di Jakarta. Sepertinya perkiraan BMG itu tidak meleset. Karena dua hari belakangan ini setiap kali pulang kantor, kaki saya pegal-pegal karena harus bergelur dengan kemacetan lalu lintas yang biasanya padat menjadi tambah padat karena hujan dan genangan air.

Kalau sudah hujan begini, kota Jakarta menjadi sangat tidak nyaman. Selain macet, ada genangan air dimana-mana, kalau beruntung, kita dapat menemui pohon yang tumbang atau billboard yang patah. Begitupun yang terjadi pada hari senin (23/1/06) kemarin. Selain jalan yang macet parah, beberapa pohon terlihat tumbang. Bahkan menara TV7 pun ikut ambruk yang sampai berita terakhir diturunkan telah menewaskan tiga orang. Mendengar kabar itu saya jadi prihatin. Sudah sering kita dengar bahwa datangnya hujan itu membawa berkah dari langit. Hujan itu patut disyukuri. Karena hujan, maka tumbuhan terlihat lebih hijau dan segar, tanah menjadi subur dan persediaan air tanah untuk kehidupan tercukupi. Di beberapa bagian dunia bahkan datangnya hujan sangat diharapkan. Bahkan para peneliti sampai mengusahakan bagaimana menciptakan hujan buatan bagi daerah yang dilanda kekeringan. Namun akhir-akhir ini lebih banyak lagi yang kita dengar bahwa beberapa kali hujan diiringi dengan bencana. Ada yang tergerus air bah, longsor bahkan banjir.

RainLalu, apakah hujan yang kita terima sekarang masih merupakan berkah? Atau berkah itu datang dalam bentuk teguran bagi kita untuk lebih ramah pada bumi dan makhluk lemah yang terdapat di dalamnya? Dulu, sewaktu kecil, setiap kali hujan datang, bukan main gembiranya hati saya, apalagi kalau bisa main bola sambil berhujan-hujanan. Tapi entahlah saat ini setiap kali hujan datang, yang saya khawatirkan adalah jalanan yang macet parah dan jalanan yang banjir. Semoga, selain kejadian-kejadian kecil yang saya alami itu, hujan masih mau membawa berkahnya bagi seluruh alam, termasuk orang-orang yang sudah zalim kepada alam itu sendiri.