24
Jan
06

Kisah Guru yang Bijak

BreadAlkisah ada seorang guru yang sangat tinggi ilmunya dan sangat bijaksana. Dia memiliki beberapa murid. Suatu kali ia menceritakan sebuah cerita kepada murid-muridnya sebagai bahan renungan bagi murid-muridnya.

Selesai bercerita, ada seorang murid yang bertanya pada guru tersebut

“Guru, apa maksud dari cerita tadi?” Tanya sang Murid.

Sang guru tersenyum lalu menjawab dengan bijak, “Nak, apabila saya memiliki sebuah roti, dan ingin saya berikan kepadamu, apakah engkau ingin saya langsung memberikannya kepadamu untuk kau cicipi sendiri atau engkau ingin roti itu saya cicipi terlebih dahulu untuk mengatakan padamu apa rasa roti itu?”

Terkadang dalam hidup ini kita memperoleh banyak petunjuk atau nasihat-nasihat dari orang yang lebih berpengalaman dan lebih bijak dari kita. Namun kita malas memikirkan makna dari petunjuk atau nasehat-nasehat tersebut. Sebaik apapun nasihat atau petunjuk yang kita peroleh sebelum kita pikirkan maknanya dan dijalani, sesungguhnya hal tersebut bukanlah petunjuk yang berharga. Butuh kesungguhan untuk mencicipi roti yang diberikan ke tangan kita, untuk kita nilai sendiri apakah roti itu manis, gurih, atau bantet?

=================================

“Mind is like parachute, it works only when opened”




0 Responses to “Kisah Guru yang Bijak”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.