23
Jan
06

Menjadi Luar Biasa Itu Mudah

11 January 2006 jam 21.42.

Saya sedang menikmati roti di atas kereta api Kamandanu yang sedang bergerak agak perlahan. Di kursi seberang saya, ada seorang kakek yang hendak menaikkan tasnya ke atas bagasi. Dengan tangan yang terlihat kecil di balik baju batiknya yang agak lusuh sepertinya ia kesulitan mengangkat tas nya sendiri ke atas bagasi. Tanpa berpikir panjang, saya berdiri, menepuk pundaknya dan mengambil tasnya lalu menaikkannya ke atas bagasi.

Lalu kakek itu berkata, “matur nuwun, mas” dengan suara lirih

Saya tidak berkata apapun, hanya tersenyum. Namun dalam hati saya saya merasa luar biasa. Hanya membantu menaikkan tas saya bisa merasa sangat berharga. Subhanallah

Taken from short journal of my 9500 Communicator




1 Response to “Menjadi Luar Biasa Itu Mudah”


  1. 1    Apong January 23, 2006 at 4:31 pm

    Baru ngangkat tas kakek aja udah begitu berharganya…gimana kalau bantu ngangkatin kakeknya…Hehehe…Just Kidding…The more you help people, the more you gain your soul.

Leave a Reply

You must login to post a comment.