28
Jan
06

Saya Manusia Copy + Paste

Copas Saya merasa pekerjaan saya menjadi lebih mudah dengan adanya fasilitas copy + paste di program-program komputer. Tentu saja dengan fasilitas ini banyak hal-hal yang sepele tidak perlu kita lakukan lagi. Kita tidak perlu mengetik ulang sebuah kalimat atau bahkan sebuah tulisan bila pernah ada yang menulisnya atau pernah kita tulis. Bahkan dahulu saya teringat waktu masih kuliah sambil kerja. Banyak rekan-rekan saya yang membuat paper dengan bermodalkan copy paste. Alhasil, dengan demikian, assignment dosen yang memiliki tenggat waktu yang harus selesai dalam semalam bisa sukses dilakukan. Selain   melakukan copy + paste untuk tulisan, apabila sedang bergelut dengan excel atau program spreadsheet lainnya, dengan beragam rumus, lebih enak melakukan copy paste rumus yang sudah ada daripada kita harus berpusing-pusing lagi untuk mengetikkannya.

Secara praktikal, copy + paste adalah sebuah fasilitas di computer yang benar-benar memudahkan kita dalam melakukan setiap pekerjaan sehingga orang yang pandai memanfaatkan fasilitas itu menjadi terlihat lebih smart, efisien dan kreatif. Dari proses copy + paste itu, saya membayangkan bahwa betapa kita semuapun adalah hasil dari filosofi copy + paste. Tidak percaya?

Mirip dengan membuat tulisan atau pekerjaan dengan menggunakan program-program komputer, dalam hidup, selama proses perjalanannya betapa banyak kita melakukan dan mengalami proses copy + paste itu. Sikap kita yang mengikuti lingkungan, watak kita yang mengikuti orang tua ataupun idola, dan karakter kita yang terbentuk berdasarkan mencontoh dan meneladani orang lain adalah contoh hasil dari proses copy + paste itu. Dalam perjalanan hidup itu kita melakukan peng-copy-an dari lingkungan sekitar kita baik berupa nilai ataupun tindakan-tanduk orang lain lalu kita mem-paste-nya ke dalam diri kita dan perilaku kita. Bahkan orang yang cerdas pandai pun memperoleh ilmunya dari proses copy + paste dari ilmu yang telah ada lebih dahulu daripadanya. Misalnya saja Albert Einstein yang pasti memperoleh kejeniusan dalam fisika sedikit banyak belajar fisika dari teori Archimedes ataupun Newton. Bukankah setiap kali kita melakukan penelitian atau membuat tulisan sering menggunakan referensi dari orang lain? Jadi rasa-rasanya kalau diruntut sampai jaman dahulu kala sebenarnya di dunia ini hampir tidak ada yang orisinil. Semua sedikit banyak telah melalui sebuah proses copy + paste.

Menyadari kenyataan semacam itu, kalau kita pikirkan lebih jauh bahwa benar adanya bahwa hidup kita tidak lepas dari pengaruh dan pertolongan orang lain. Kita bertumbuh dari lahir sampai sekarang adalah merupakan sumbangan dari sejumlah orang-orang yang kita temui dan berinteraksi dengannya dimana dalam proses perjalanannya, proses copy + paste karakter, tata nilai secara intense terjadi dan secara tidak sengaja dilakukan. Untuk itulah saya merasa seharusnya tidak ada yang bisa disombongkan oleh kita untuk apa yang telah kita miliki dan capai selama ini. Mungkin ada yang telah berprestasi tinggi dalam karir, pendidikan ataupun hubungan pribadi namun sebenarnya itu semua adalah karunia Yang Maha Kuasa dan juga sebagian sumbangsih dari orang-orang sekitarnya. Pada intinya kita semua tidak orisinal, jadi apa yang harus disombongkan? Toh ternyata kita hanyalah hasil dari sebuah proses copy + paste tak disadari dan yang telah terjadi secara terus menerus.

Saya merasa sebagai manusia copy + paste, Anda?




0 Responses to “Saya Manusia Copy + Paste”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.