Merayakan tahun baru biasanya semarak dan penuh kegembiraan. Itulah yang saya tangkap ketika saya menghabiskan waktu tahun baru di Semarang kemarin. Walau saya tidak ikut menikmati saat-saat pergantian tahun namun sekitar jam 19.30 WIB pada 31 Desember 2005 malam, saya menyempatkan jalan kaki dengan istri dan kakak ipar saya sekeluarga menuju ke alun-alun kota Semarang, Simpang Lima. Malam masih terhitung dini namun jalan-jalan yang mengakses ke Simpang Lima sudah ditutup oleh aparat keamanan. Banyak warga yang berduyun-duyun menuju ke Simpang lima untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Mungkin sudah tradisi entah dari kapan, yang saya tahu selama ini, setiap kali malam pergantian tahun pasti dipusatkan di Simpang Lima, disertai dengan panggung gembira yang meriah. Biasanya musik favorit yang dipentaskan adalah dangdut tetapi malam kemarin grup band yang sedang naik daun, Radja, manggung di Simpang Lima. Mungkin hal tersebut jadi daya tarik tersendiri sampai-sampai keponakan saya, Ela, yang setiap hari suka mendengarkan kaset Radja dan hapal beberapa lirik lagunya, memaksa untuk mendekati area panggung karena ingin melihat grup band kesayangannya itu. bukan Radja yang ditemui namun ternyata grup band pembuka yang suaranya melengking naudzubillahi min dzalik.
Akhirnya daripada memutar-mutar tidak karuan, akhirnya kami mangkal di sebuah warung tenda yang menjajakan roti bakar dan STMJ. Lumayan juga menikmati hingar bingar kota Semarang sambil menyeruput STMJ spesial (telornya 2 lho) dan menyantap roti bakar. Yah namun seperti biasa, tidak ada kesenangan murah meriah yang tidak diganggu oleh pengamen dan pengemis. Tanpa mengurangi rasa iba saya, saya juga cukup prihatin sebenarnya dengan mereka. Di tengah hiruk pikuk orang bergembira, mereka harus mengais-ngais rejeki. Yah, saya memang tidak terlalu menikmati suasananya namun kehadiran mereka sedikit banyak cukup mengganggu orang-orang yang ingin menikmati kenikmatan dan kenyamanan dengan harga murah
Waktu masih beranjak sekitar jam 21.15 tetapi saya sudah merasa bosan. Istri saya yang sedang hamil sudah merasa pegal dan keponakan saya sudah tidur di gendongan ayahnya. Maka kami memutuskan untuk pulang dengan segera. Dalam perjalanan pulang, kami masih berpapasan dengan banyak sekali orang, baik tua muda, berada dan apa adanya, menuju ke arah Simpang Lima. Entah berapa puluh ribu orang yang berkumpul di Simpang Lima pada malam itu.
Setibanya di rumah, saya mencoba menonton TV. Banyak sekali tontonan menarik yang ditawarkan oleh stasiun TV pada malam tahun baru. Kemarin saja, Trans TV menayangkan Kungfu Hustle-nya Stephen Chow dan RCTI menayangkan Tuxedo-nya Jacky Chan. Ah basi. Sekitar jam 22.00 saya naik ke kamar, mengambil HP untuk memulai mengarang kata-kata ucapan Happy New Year lewat sms. Ternyata saya kalah cepat, sudah terdapat sekitar 8 sms yang masuk yang isinya ucapan happy new year. Saya mencoba mengarang kata2 manis seperti pujangga. Setelah selesai, saya kirim ke beberapa teman. Malam semakin larut dan saya tetap mengutak-ngatik HP membaca sms masuk dan mengirim sms kepada rekan yang belum saya kirim. Sambil merenung, saya memikirkan masa-masa yang telah berlalu dan mencoba mereka-reka masa depan yang akan saya raih. Ada sejuta harapan dan khayalan membentang di depan.
Sekitar jam 24.00… saya terkaget dengan suara yang sangat keras, langit terlihat seperti berwarna warni. Saya tersadar, rupanya tahun telah berganti dan kembang api mulai menari-nari. Saya hanya melihat ke arah jendela, tidak begitu antusias, selain mengantuk, saya berpikir bahwa kembang api yang meriah itu belum tentu membawa kebahagiaan di tahun dan masa yang sulit ini. Kita harus tetap bekerja, berusaha, belajar dan berdoa, semoga 2006, yang menurut beberapa peramal dan analis ekonomi sebagai tahun yang lebih berat, dapat kita lewati bersama dan memperoleh kemenangan dan kebahagiaan di atasnya. Saya mengucapkan selamat tahun baru kepada istri saya dan calon anak saya seraya berkata "Selamat tahun 2006 ya, dek. semoga kamu tumbuh dengan sehat"
Tidak lama kemudian saya tertidur.
======================================================
Life isn’t a matter of milestones, but moments
– Rose Kennedy
0 Responses to “Tahun Baru, Semangat Baru, Harapan Baru”
Leave a Reply
You must login to post a comment.