Archive for February, 2006

27
Feb

Ulang Tahun Bitha

Image25_2 Akhir pekan kemarin saya kembali pulang ke Semarang. Bukan bermaksud boros karena seminggu sebelumnya saya sudah pulang, tetapi istri saya meminta saya pulang. Setelah dipikir-pikir, ngapain juga saya bete bengong sendirian di Jakarta apalagi saya dengar adik saya bakalan punya acara sendiri. Akhirnya saya memutuskan lebih baik pulang saja.

Bertepatan dengan kepulangan saya ke Semarang adalah ulang tahun keponakan saya, Ulayya Tsabitah (Bitha), yang ke-3. Dia tampak senang di hari ulang tahunnya walaupun ada kejadian yang menyakitkannya karena pada hari ulang tahunnya, dia terjatuh karena terpeleset saat naik tangga sehingga menyebabkan bibirnya bengkak. Tapi walaupun bibirnya agak nyonyor, keponakan saya itu tetap lucu dan suka membuat saya geli melihat tingkahnya.

Ulang tahun Bitha dirayakan secara sederhana oleh keluarga besar istri saya. Hanya orang rumah saja yang “diundang”. Makanannya pun sederhana hanya sate ayam, kue-kue kecil dan kue tart. Ditambah sebuah Pizza Super Supreme ukuran large. Walaupun sederhana, perayaan tersebut mengingatkan saya ke masa kecil saya.

Seingat saya, waktu kecil ulang tahun saya hanya di rayakan 2 kali saja. Yang pertama kira-kira ketika umur saya 3 tahun dan yang kedua yang dirayakan bersama-sama dengan adik saya ketika umur saya kira-kira 9 tahun (kalo gak salah). Saya diceritakan sama Papa dan Mama saya serta Uwa Juju, yang merawat saya waktu kecil, bahwa waktu ulang tahun saya yang ke-3 itu, saya banyak ngumpet di kamar atau menangis karena waktu itu tamunya banyak sekali dan banyak yang tidak saya kenal. Memang waktu kecil saya dibilang sangat pemalu dan malu-maluin orang tua saya. Suka nangis keras-keras terutama kalo ketemu orang-orang baru. Saya terbayang saja kalau saja saya masih ingat kejadian itu. Duuh malu banget pasti ya.

Untunglah ulang tahun Bitha hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja sehingga Bitha tidak perlu ngumpet dan malu seperti saya dulu kalau tamunya banyak. Selain penghematan, saya pikir ada benarnya juga dilakukan sederhana. Kata mertua saya, dia belum mengerti ulang tahun, lagian temennya tidak banyak dan tidak dekat maklum belum sekolah. Kita merayakannya supaya dia senang saja. Dan memang benar, malam itu Bitha terlihat senang dan selalu tertawa. Senang sekali melihat pemandangan yang membahagiakan itu. Cuma sayang saya lupa satu hal, memberikan kado.

Esok harinya, bersama istri saya, saya mengajak Bitha ke Citraland. Disana saya membelikan dia sepatu kecil berwarna pink. Dia kelihatan suka sekali. Walaupun hadiah ulang tahunnya terlambat, semoga berguna dan Bitha senang memakainya. Selamat Ulang Tahun, Bitha…

Image122

Yang Ulang Tahun Siapa, yang niup lilin rame-rame…

20
Feb

Mimpi Dunia tanpa Asap Rokok

Ketika Pemerintah Daerah DKI Jakarta menetapkan peraturan daerah no. 2 tahun 2005 tentang larangan merokok di tempat umum, saya merasa sedikit bangga dengan Pemda DKI. Meski sempat disorot banyak pihak, saya kira langkah tersebut patut diacungi jempol. Memang di berbagai Negara maju, merokok di tempat umum bukanlah sebuah tindakan yang ksatria dan bijaksana bahkan bisa-bisa pelakunya menjadi bahan cemoohan sekitarnya atau bahkan ditangkap yang berwenang. Contohnya saja Singapura yang lebih ketat dalam menjalankan aturan yang mengatur hak asasi perokok tersebut.

Namun mimpi Jakarta bebas asap rokok itu saya rasa bisa jadi hanya mimpi. Karena walaupun larangan merokok banyak ditempel di tempat umum tapi pelanggarnya dengan santai mengisap rokok tanpa malu. Entah tidak tahu perda atau memang mereka tidak bisa mengerti bahwa tanda gambar rokok yang di coret itu artinya dilarang merokok. Duuh… salah siapa?

Image74

Di Gambir, hampir setiap tiang di tempel larangan merokok. Namun banyak yang keras kepala rupanya, seperti Bapak yang berjaket hitam itu.

Picture taken with Nokia 9500

Image32_1

Seseorang yang dengan pede menghisap rokok dalam-dalam. padahal malam itu stasiun Gambir nampak ramai. tidak ada pengawas?

Picture taken with Nokia 9500 (that’s why the picture is unclear…:) )

15
Feb

Valentine?… Penting banget gak sih?

PinkTanggal 14 Februari malam kemarin, sepulang dari kantor saya menyempatkan diri mampir ke Plaza Senayan untuk membeli roti Breadtalk untuk mama dan adik saya di rumah. Saya agak heran karena pada malam itu jalanan terasa ramai dan padat. Jalan masuk ke parkiran Plaza Senayan saja padat dan parkirannya penuh, padahal kalau weekdays, saya merasa Plaza Senayan tidak seramai itu. Saya baru nyadar ternyata banyak sekali yang merayakan Valentine disana. Saya takjub juga begitu banyak pasangan muda mudi yang terlihat bergandengan mesra dan lucunya, setiap pasangan itu pasti sang cewe-nya membawa setangkai mawar yang terbungkus plastik. Sempat terpikir apa ada pembagian bunga mawar ya?

Saya melihat restoran dan kafe yang ada di tempat itu penuh bahkan beberapa tempat terlihat sekumpulan orang yang mengantri menunggu giliran tempat duduk. Di beberapa toko terdapat banyak nuansa merah jambu dengan aksesoris hati yang berwarna senada. Dalam hati saya terheran-heran sebegitu hebatnyakah hari kasih sayang itu? Meriahnya layaknya hari besar keagamaan saja.

Sehari sebelumnya saya memperoleh bacaan email dari seorang teman mengenai hari Valentine. Berikut saya kutipkan sebagian isinya :

Sejarah Valentine’s day

The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day:

“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers.”
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St.Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

(Sumber : Artikel www.swaramuslim.com)

Terlepas dari hikmah yang bisa diambil dari bacaan itu, ada hal menarik yang saya dengar di radio U-FM (satu-satunya alasan tune in di radio ini karena teman saya Osa menjadi penyiar disini) bahwa ada penelitian yang mengatakan bahwa pada momen Valentine’s day tingkat penjualan kondom meningkat dengan pesat dan tingkat room occupancy ratio (rasio antara kamar yang terisi dan kamar yang tersedia) berbagai hotel meningkat dengan tajam. Tanpa bermaksud untuk berprasangka buruk, karena bisa saja konsumennya adalah pasangan yang sudah nikah resmi, apakah momen Valentine memicu gaya Free Sex dalam pergaulan? Saya rasa, saya akan mengusulkan thesis untuk meneliti fenomena itu lebih jauh kalau saja ada teman MM saya yang belum lulus. Hehe…

Gw gak asyik banget ya. No Offense lho….

=================================================

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (QS. Al Isra’ : 36).

14
Feb

Tombo Ati

Tombo2_1

Tombo ati iku limo perkarane

Kaping pisan moco Qur’an lan maknane

Kaping pindo sholat wengi lakonono

Kaping telu wong kang sholeh kumpulono

Kaping papat kudu weteng ingkang luwe

Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sawijine sopo bisa ngelakoni

Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

—–

- Opick dalam album “Istighfar” -

==================================

Obat Hati

Bacalah Qur’an dan maknanya

Shalat malam jalankanlah

Bergaullah dengan orang - orang yang saleh

Seringlah menahan lapar di siang hari

Berdzikir malamlah yang lama

Konsep anti depresi yang paten. Warisan leluhur, dan tanpa biaya. Seperti yang saya butuhkan saat ini.

13
Feb

Do you work to Earn or Learn?

To_learn Sejak mendengar ceramahnya Bapak James Gwee di Managers Day kemarin, kata-kata yang menjadi judul tulisan ini selalu terngiang di telinga saya. Dari segi bahasa mungkin kata-kata tersebut terdengar biasa saja hanya permainan kata saja namun bagi saya maknanya sangat dalam. Dalam Sesi ceramahnya itu Bapak James Gwee sebenarnya ingin menekankan kepada seluruh pendengar yang hadir disana kenapa kita harus berubah, harus beradaptasi dan berinovasi setiap waktu. Ya karena memang situasi dunia dan situasi bisnis berubah terus menerus. Lihat saja kemajuan dunia saat ini, kompetisi antar korporat dan antar bangsa yang ketat menjadikan kita turut terjepit di tengah-tengahnya apabila tidak berbuat apa-apa.

Persaingan semakin ketat berarti bahwa margin yang diperoleh antara satu perusahaan dengan perusahaan lain pun semakin tipis. Itulah konsekuensi logis dari persaingan yang berdampak pada komposisi biaya yang akan dia keluarkan untuk menggaji para pekerjanya pun semakin tipis. Saya jadi teringat sebuah artikel di Majalah SWA yang mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir dunia kerja memang melakukan penyesuaian pembayaran gaji terhadap karyawannya namun dari tahun ke tahun penyesuaian tersebut semakin kecil persentasenya. Waktu itu Pak James Gwee memberikan pertanyaan balik ke audience. Kalau kita sebagai business owner berada dalam posisi terjepit dan dihadapkan pada pilihan untuk memilih antara merekrut newcomer atau mempertahankan old player, mana yang akan dipilih? Tentu saja apabila pemain-pemain lama ini tidak melakukan skill up dan continuous learning, suatu saat dia akan tergeser sebelum waktunya oleh para young gunners yang lebih up-to-date ilmunya, lengkap skill-nya dan luas pergaulannya. Maka apabila para pemain lama ini mengharapkan bekerja hanya untuk Earn atau memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya maka hakikatnya yang diperolehnya saat ini adalah sebuah penurunan daya beli secara perlahan. Untuk itulah James Gwee menyarankan untuk melakukan orientasi bekerja sebagai to Learn, untuk senantiasa belajar, mengembangkan diri mengikuti perubahan situasi yang ada.

Pada dasarnya saat ini, kestabilan sudah merupakan barang langka atau bahkan menurut beliau adalah mitos. Semua bergerak cepat. Pertumbuhan penduduk bergerak cepat, perpindahan dana bergerak cepat, perubahan kondisi ekonomi berubah cepat, bahkan politik pun berubah cepat. Kecepatan perubahan lingkungan tersebut hanya dapat diimbagi oleh kemampuan kita untuk melakukan adaptasi dan Inovasi. Bahkan seharusnya kita bergerak mendahului perubahan. Kemana angin akan bertiup kita sudah menuju ke arahnya.

Bekerja untuk tujuan learning memungkinkan kita membaca perubahan dengan tangan terbuka dan pandangan yang luas karena pada titik tersebut kita sudah membuka kacamata kuda yang kita pergunakan untuk senantiasa berkembang berubah mengikuti perkembangan jaman. Working to Learn juga memungkinkan kita akan selalu tidak takut akan perubahan dan tantangan yang akan menghadang di depan. Karena dalam proses berjalan mencapai tujuan kita selalu dalam keadaan siap dan berani berubah. Dan bekerja dalam hal ini bukan dalam hal bekerja menjadi karyawan namun bisa juga bekerja sebagai business owner bahkan lebih luas lagi, bekerja untuk pencapaian dalam hidup.

Sangat inspirasional sekali. Semoga saya diberi kemudahan untuk menjalankannya.

=============================================

It’s better to move slowly rather than not at all

- Chinese Proverb -

=============================================

12
Feb

GOAL!: The Dream Begins

GoalDi akhir pekan yang sepi, saya menghabiskan waktu kembali dengan menonton DVD, aktivitas yang sudah agak lama tidak saya nikmati beberapa hari belakangan ini. Dari beberapa film yang saya tonton, saya terkesan dengan salah satu film yang memukau dan inspiratif. Judulnya singkat saja : GOAL!.

Berkisah tentang pengalaman hidup Santiago Munez (Kuno Becker), seorang anak kaum migran di Los Angeles yang sangat berbakat dan menggemari sepak bola. Karena bakatnya itu maka suatu hari ketika ada seorang mantan talent scout, Glen Foy (Stephen Dillane) melihatnya bermain, Santiago ditawari untuk datang ke Inggris untuk bertemu dengan seorang manager team Newcastle United.

Dalam mengejar impiannya itu, Santiago memperoleh berbagai macam halangan dan rintangan, bahkan dari Ayahnya sendiri yang mengingatkan Santiago untuk tetap “mengjnjak tanah” jangan terpukau oleh mimpi yang hanya akan merugikan dirinya dan juga hidupnya. Dengan tekad keras dan keyakinan kepada dirinya sendiri serta dukungan dari adik dan neneknya, akhirnya Santiago berangkat ke Inggris untuk memperjuangkan mimpinya.

Menonton film yang fenomenal ini, saya seakan diingatkan bahwa untuk membuat mimpi kita jadi kenyataan diperlukan sebuah kerja keras, pengorbanan dan kesungguhan yang besar. Talenta tidak akan cukup membantu apabila tidak diiringi dengan kesungguhan dan keyakinan terhadap diri sendiri. Dalam film ini, Santiago banyak dihadapkan kepada kesulitan dan keharusan untuk berkorban. Sebuah harga yang memang pantas dibayar untuk sebuah usaha mewujudkan mimpi.

Goal3 Film Goal! ini rencananya merupakan salah satu dari trilogy perjalanan hidup Santiago Munez sebagai pemain sepakbola professional. Saya rasa film ini cukup unik karena mengangkat sepak bola sebagai tema sentralnya. Dalam film ini pula kita bisa melihat Alan Shearer, Raul Gonzales, David Beckham, Patrick Kluivert, Zinedine Zidane beserta berbagai pemain sepakbola top lainnya bermain film. Sebuah pemandangan yang rada unik untuk sebuah film, setidaknya menurut pandangan saya. Dengar-dengar sih untuk membuat film ini pun, sang produser harus dapat approval dari FIFA karena menggunakan pemain betulan dalam film ini. Overall, ceritanya benar-benar menyentuh. Sebuah inspirasi yang berarti bagi semua orang yang sedang dalam usaha mengejar mimpi, seperti saya.

===========================================

Dedicated to someone who is chasing his dream

===========================================

Goal2

10
Feb

Manager’s Meeting Danone-Aqua 2006: from GOOD to GREAT (ep. 2)

Image32

Hari Melelahkan

Tanggal 8, hari dengan jadwal yang padat. Jam 08.00 tepat, setelah sarapan, kami harus sudah registrasi untuk meeting. Acara didahului dengan presentasi Presiden Direktur Danone-Aqua, orang Perancis asli, Mr. Pascal De Petrini untuk sharing mengenai Visi perusahaan. Saya belajar banyak pada sesi tersebut. Selain dipaparkan masalah achievement 2005 juga rencana kerja di 2006 dan Visi 2010. Saya sedikit banyak bisa mulai mengikuti denyut lajunya perusahaan. Setelah presentasi, sesi selanjutnya diisi oleh pembicara kesukaan saya, Mr. James Gwee, MBA. Bapak James Gwee, yang orang Singapore fasih berbahasa Indonesia ini, sangat terkenal dan sangat familiar buat saya. Beliau membawakan topic mengenai “Succeed to Change: Continuously Changing and Adapting in an Ever-Changing Environment”, sebuah topik yang menarik, interaktif dan inspirational buat saya dan mungkin juga bagi seluruh peserta. Banyak pelajaran baru dan kesadaran baru yang saya peroleh dari ceramah Bapak James Gwee itu. Saya terinspirasi untuk jangan takut berubah, jangan takut tantangan, dan jangan takut bertindak. 

Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membahas topic tertentu. Di akhir sesi kelompok-kelompok tersebut harus memberikan rekomendasi dan rekomendasi tersebut akan dipresentasikan ke seluruh peserta. Yah, mirip-mirip acara seminar nasional Akuntansi yang sering saya ikuti di jaman kuliah dulu. Setelah acara diskusi, sore harinya, acara dilanjutkan dengan penyerahan President awards, yaitu penyerahan penghargaan kepada para manager berprestasi selama tahun 2005. hmm menarik juga, bisa nggak ya saya dapat tahun depan? Hihi

The Dinner and the Performance

Acara inti telah selesai sekitar jam 19.00 dan akan dilanjutkan dengan gathering night jam 19.30. Gila… belum mandi gini…. maka saya naik ke kamar untuk mandi secepatnya. Saya belum bisa tenang karena pada acara gathering ini, performance tim Finance akan tampil pertama. Dua puluh menitan berikutnya, mandi sudah, makan malam sudah. Acara sudah mau dimulai tapi kami merasa sama sekali belum siap 100%. Karena kehilangan 2% cairan tubuh akan menghilangkan… lho kok iklan. Yah, acara sudah akan mulai dalam hitungan menit kami masih koordinasi”ntar kamu gitu, kamu gini”

Akhirnya waktu tampil datang juga, seluruh member Finance naik ke panggung beramai-ramai joget seperti iklan Aqua “I feel Good”. Wah pokoknya rame deh… rame, fun dan tentu saja kacau. Setelah iklan “I feel good” diplesetkan, giliran iklan Mizone kemudian. Parodi untuk iklan kedua ini lebih kacau lagi, karena konsepnya saja baru dipersiapkan semalam sebelumnya. Ada beberapa detail yang terlewat dan terlupa. Tapi tidak apa, lumayan lucu. Setelah Mizone diparodikan, kemudian dilanjutkan dengan parodi Simfoni Aqua dengan perlengkapan galon kosong dan botol beling aqua. Kayaknya parodi yang terakhir lebih kompak dan oke.

Performance sudah selesai, lega rasanya. Kemudian yang kami lakukan adalah menyaksikan penampilan dari divisi lain yang gak kalah memukaunya. Hebat juga orang-orang Aqua, pikir saya, karena mereka begitu kreatif dan berani tampil. Apalagi di akhir sesi, para executive coordinator, termasuk para bule dan president director, mau tampil dengan dandanan yang luar biasa heboh. Pengalaman baru yang cukup mengesankan buat saya.

Acara selesai sekitar jam 22.30. Teman saya mengajak makan rawon setan lagi. Tetapi kali ini bukan hanya berdua saja, tetapi berempat. Eh, ternyata ketika kami sampai di tempat rawon setan, kami bertemu dengan orang-orang Aqua yang lagi ngantri juga makan Rawon Setan. Kata teman saya, warung Rawon tersebut adalah tempat yang highly recommended kalo ke Surabaya. Really?

Image141_1

Finance Meeting and Going Home.

9 Februari pagi. Rasa lelah akibat aktivitas hari sebelumnya masih terasa. Tetapi harus dilawan karena hari itu masih ada agenda yang harus dijalani yaitu : Meeting Finance untuk menentukan objectives 2006.

Acara dimulai jam 8.30 dan langsung dipimpin oleh VP Finance, orang Perancis juga, Mr. Laurent Marcel. Dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih, beliau menjelaskan tentang achievement tim Finance 2005 dan target tahun 2006. Kembali lagi, saya belajar hal baru disini. Saya jadi tahu aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan oleh tim, mana yang sudah tercapai dan mana yang belum serta kaitan satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. Setelah Mr. Laurent selesai memaparkan visinya, giliran para Director yang presentasi. Aha… nambah lagi ilmunya.

Setelah semua director selesai presentasi, Mr. Pascal, President Director, masuk ke ruangan untuk sharing. Saya benar-benar menikmati suasana yang terbuka ini. Komunikasi visi dalam management benar-benar ingin di-deliver dengan baik. Dan saya rasa delivery visi tersebut benar-benar mengena, setidaknya buat saya.

Jam 14.00, setelah lunch. Rombongan finance meninggalkan Marriott menuju Bandara Djuanda, Surabaya. Kami dibagi dua kelompok: kelompok yang pesawat jam 16.00 dan pesawat jam 17.00. namun tidak semua pulang pada hari itu karena ada sebagian yang masih harus mengikuti inter-divisional meeting. Selama 3 hari yang padat acara itu saya merasa banyak memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru. Betapa beruntungnya saya memperoleh momen setepat itu. Semoga bisa menjadi awal yang baik buat saya untuk memulai karir di tempat yang baru ini.

10
Feb

Manager’s Meeting Danone-Aqua 2006: from GOOD to GREAT (ep. 1)

Image144 Selama tiga hari kemarin (7 – 9 Februari 2006) saya pergi ke Surabaya untuk menghadiri Managers meeting di Surabaya. Managers meeting adalah acara tahunan Danone-Aqua untuk sharing visi management kepada para manager agar semua orang dalam perusahaan memiliki visi dan arah yang sama dalam bekerja setahun sampai lima tahun ke depan. Acara tersebut saya anggap sebagai “blessing in disguise” buat saya. Saya yang masih baru join di perusahaan bisa memperoleh kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dengan baik, belajar hal baru dengan lebih baik, memperoleh induksi nilai dan budaya kerja yang sama sekali baru buat saya dan juga berkenalan dengan sejawat baru. Yah, pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

Berangkat ke Surabaya

Berangkat tanggal 7 pagi secara rombongan dengan beberapa teman dari divisi saya memberi kesempatan kepada saya mengenal orang-orang di divisi saya. Memang agak sulit kalau di Aqua untuk bertemu orang-orang satu divisi karena pembagian ruangan yang sendiri-sendiri dan tertutup, beda waktu saya di Toyota dimana satu divisi berada di tempat yang terbuka dan luas. Maka itu kesempatan berangkat bareng membuat saya jadi bisa ngobrol santai dengan rekan-rekan satu batch ke Surabaya.  Di Surabaya, kami menginap di JW Marriott Hotel, Embong Malang, Surabaya(dulu Westin). Acara yang padat membuat saya tidak terlalu bisa menikmati suasana santai dan fasilitas hotel. Baru sampai, sudah ada acara presentasi dari Bapak Gde Prama mengenai etos kerja. Sebenarnya acara tersebut bukan merupakan bagian dari agenda Managers Day, hanya acara yang diadakan salah satu divisi di perusahaan. 

Setelah itu, waktu sore sampai malam kami isi dengan acara latihan persiapan untuk pentas. Oh iya, di acara managers day ini setiap divisi harus mempersiapkan performance untuk di tampilkan di gathering night. Kebetulan divisi Finance merupakan divisi yang isinya orang serius dan sibuk, apalagi sehabis closing, jadi persiapan performance belum selesai, sudah harus tampil esok harinya. Performance yang akan ditampilkan oleh divisi saya adalah parodi dari iklan Aqua: I feel Good, Mizone, dan Symphony Aqua. Not too bad, but neither too good lah.

Latihan selesai kira-kira jam 11.00. Namun setelah latihan, saya tidak langsung tidur. Saya diajak rekan sekamar saya, Endro, yang orang Surabaya untuk makan rawon Setan di seberang Hotel. Pertamanya saya tidak ngeh kenapa namanya rawon setan. Dan saya baru ngeh ketika rawonnya sudah saya santap. Setan!… bener-bener enak, empuk dan dagingnya gede-gede. Bukan gaya hidup yang sehat memang, habis makan rawon langsung tidur.. hiii gendut.

Image25

02
Feb

One Family, in various cities

Family

"It must be a precious moment when we can finally be together"

Family picture, taken few years ago.