Archive for March 7th, 2006

07
Mar

Air Tight Mentality

Air_tightPernah dengar istilah air tight mentality? Kalau bagi saya, saya baru mendengarnya sekitar seminggu belakangan ini. Dipicu ketika saya mendengar sebuah acara radio yang pembicaranya Bapak James Gwee. Saat itu Bapak James Gwee sedang menceritakan tentang pelajaran hidup dari Og Madino, seorang pembicara internasional yang juga mantan pilot angkatan udara Amerika Serikat pada perang dunia II. Istilah air tight sendiri bukanlah istilah baru. Air tight room merupakan ruang di lambung kapal laut atau kapal selam yang dapat mencegah kapal laut atau kapal selam tenggelam ketika lambungnya bocor. Air tight room ini dapat mengisolasi air yang masuk sehingga tidak memasuki ruangan lain dalam kapal.

Nah, yang dimaksud air tight mentality adalah sikap mental yang mampu berperan seperti prinsip air tight room tersebut. Artinya, mampu memilah-milah masalah dan perhatian. Dalam aplikasinya air tight mentality adalah melakukan sesuatu secara fokus tanpa terganggu dengan masalah lainnya. Jadi misalkan kita memiliki masalah di kantor, ketika kita pualng dan sampai ke rumah, jangan sampai masalah di kantor tersebut terbawa ke rumah sehingga menyebabkan emosi yang mengganggu suasanan di rumah. Prinsip ini mudah untuk dikatakan namun sangat sulit untuk diterapkan. Apalagi mau diterapkan oleh orang yang multi-problema seperti saya.

Selain memilah-milah focus dan masalah, air tight mentality juga mendorong seorang individu untuk living in today. Kadang hidup kita selalu dipenuhi oleh bayang-bayang masa lalu ataupun mimpi terhadap masa depan sehingga kita tidak bisa menikmati hidup yang sedang kita jalani hari ini. Orang yang berorientasi masa lalu, tidak akan pernah menikmati hidupnya saat ini karena baginya, masa lalu adalah suatu yang indah sehingga pembawaan orang seperti ini selalu dalam penyesalan. Sedangkan orang yang senantiasa berorientasi masa depan juga tidak dapat menikmati hari ini karena dia tidak akan menyadari apa yang telah dia peroleh dan miliki hari ini. Dengan Air tight mentality ini, kita dapat mencegah emosi masa lalu dan harapan masa depan mempengaruhi cara pandang kita terhadap hari ini.

Mungkin terasa familiar sekali ya terhadap apa yang kita alami sekarang. Kadang kita terlalu terpaku kepada masa lalu yang menyebabkan kita tidak fokus lagi terhadap apa yang ada di depan kita, yang ada di tangan kita saat ini. Atau malah kita sedang begitu ambisiusnya mengejar masa depan sehingga melupakan tanggung jawab yang kita emban saat ini, hari ini. Ada pepatah yang mengatakan bahwa masa depan itu hanya bayangan kita, yang ada adalah hari ini. Maka itu belajarlah untuk mengatur emosi dengan air tight mentality ini sehingga kita senantiasa fokus terhadap hidup kita dan mensyukuri apa yang ada dan telah dimiliki sekarang.