Archive for March 9th, 2006

09
Mar

Ang Lee, untuk Asia

Ang_leePada perayaan penghargaan Golden Globe Award ke- 78 kemarin, dunia mencatat sejarah baru. Karena pada saat itu sutradara asal Asia, Ang Lee, menjadi sutradara Asia pertama yang memenangkan Piala Oscar sebagai The Best Director. Berita kemenangan Ang Lee dengan filmnya, Brokeback Mountain yang berbujet rendah itu memberikan banyak inspirasi dan pelajaran bagi kita semua.

Inspirasi pertama ketika mendengar berita itu adalah rasa kebanggaan, penghargaan dan percaya diri yang membuncah bahwa orang Asia pun bisa berbicara banyak di ajang Piala Oscar yang dianggap sebagai penghargaan tertinggi di bidang perfilman dunia. Kemenangan Ang Lee tersebut kembali membuktikan bahwa sesungguhnya di dunia ini manusia diciptakan setara dan sama. Tidak ada bangsa atau peradaban yang superior terhadap lainnya. Ang Lee yang orang Taiwan asli telah berkali-kali memenangkan penghargaan untuk film-filmnya di ajang-ajang perghargaan internasional. Sebut saja film-film seperti Pushing Hands (1992), Wedding Banquet(1993), Sense and Sensibility (1995), serta Crouching Tiger Hidden Dragon (2000) yang memenangkan penghargaan- penghargaan tertinggi dalam kancah perfilman dunia. Berarti telah sekian kali terbukti bahwa orang Asia pun mampu mengalahkan sutradara barat lainnya beberapa kali lagi.

Inspirasi kedua adalah ketika membaca kisah hidup Ang Lee. Bisa kita bilang bahwa Ang Lee benar-benar orang film dan mendedikasikan hidupnya di film. Di Taiwan ia mengambil diploma untuk jurusan seni di National Arts School, Taiwan. Kemudian melanjutkan ke Amerika untuk menyelesaikan sarjana di bidang seni dan master di bidang film. Ang Lee sangat fokus dengan tujuan hidupnya. Mungkin hanya film yang ada di benak dan harapannya. Ketika dia telah menyelesaikan studinya, sebelum mapan dalam industri perfilman, Ang Lee sempat menjadi pengangguran selama 6 tahun. Padahal ketika itu dia sudah berkeluarga. Ang Lee tetap berkeras dan berusaha untuk hidup dan besar di film. Bagi budaya Cina, seorang suami pengangguran dan hidup dinafkahi oleh istri adalah hal yang memalukan. Namun hal itu tetap dijalaninya karena konsentrasinya pada bidangnya. Karena selama masa menganggurnya itu Lee tidak hanya menganggur. Ia menyerap banyak teknik dan ide-ide baru yang dilihatnya dari banyak film dan pertunjukan drama. Di masa ini pula ia tetap menulis berbagai scenario walaupun tidak menghasilkan apa-apa. Kegigihan Ang Lee sangat luar biasa. Berkeluarga, master seni, pengangguran, menanggung Malu, tetapi ia tetap melakukan yang ia suka dan ia bisa. Bayangkan apa jadinya Ang Lee sekarang ketika waktu itu ia putus asa dan membanting setir ke bidang lain.

Inspirasi ketiga adalah membuat yang terbaik setiap saat. Kebanyakan film-film yang dibuat oleh Ang Lee adalah film-film berkualitas dibuktikan dengan seringnya film-film karyanya dinominasikan bahkan memenangkan penghargaan internasional. Ini berarti, Ang Lee mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya yang ia miliki untuk membuat film-film tersebut. Walaupun demikian, secara finansialpun tidak semua juga sukses karena ternyata film Hulk (2003) garapannya gagal total dipasaran. Secara kualitas, film Hulk adalah film yang bagus namun kurang menarik dan memuaskan penggemar Hulk dan penonton film komersial lainnya.

Inspirasi keempat adalah mampu untuk bangkit dari kegagalan. Pasca kegagalannya dalam film Hulk, Ang Lee berniat untuk mengundurkan diri dan pensiun dari dunia film. namun berkat dukungan Ayahnya, Ang Lee mampu bangkit dan mempertahankan karirnya di film. Bahkan film pasca kejatuhannya, Brokeback Mountain, yang berbiaya rendah itu menjadi film yang mengantarkannya jadi sutradara terbaik tahun ini.

Keberhasilan yang dicapai Ang Lee saat ini adalah buah kerja keras dan pengorbanannya di masa lalu. Melihat kisah ini, memotivasi saya bahwa tidak ada keberhasilan yang dicapai dengan ongkang-ongkang kaki dan bersantai. Dibutuhkan ribuan jam bagi Ang Lee untuk belajar, untuk menulis scenario yang sia-sia, menonton ribuan film dan drama, ribuan permohonan bekerja, ribuan rasa takut dan khawatir, ribuan cercaan, ribuan rasa malu dan semua hal lainnya yang menggentarkan. Namun Ang Lee, seorang warga Taiwan, seorang Asia asli, mampu membuktikan semuanya bisa diatasi dan prestasi tinggi bisa dicapai. Dengan kerja keras… ya hanya dengan kerja keras.

============================================

"Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration. Accordingly, a ‘genius’ is often merely a talented person who has done all of his homework"

- Thomas Alva Edison (1847 - 1931)