“There are over 550 Million firearms in the world-wide circulation. That is one arm to every twelve people on the planet. The only question is, how do we arm the other eleven?”
Yuri Orlov – Lord of War
=========================================
Menonton film Lord of War benar-benar membuat saya terhenyak. Menyaksikan film ini kita seakan-akan sedang dikuliahi tentang kenapa perdamaian di muka bumi ini sangat sulit tercipta. Mungkin salah satunya karena ajang pertempuran dan peperangan merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi sebagian orang. Orang yang mengambil jarak terhadap realitas hidup itu sendiri.
Film Lord of War berkisah tentang kehidupan seorang pedagang senjata yang bernama Yuri Orlov (Nicholas Cage) yang sangat piawai menjalankan profesinya. Dia hanyalah seorang anak Ukraina yang hidup di lingkungan yang tidak asing dengan perang, kekerasan, dan pertumpahan darah. Di tengah hidupnya yang pas-pasan, ia memperoleh inspirasi menjadi pedagang senjata setelah melihat kenyataan bahwa betapa kebutuhan manusia akan senjata sangat besar dan pasti selalu ada.
KepiawaianYuri dalam berbisnis membawanya ke puncak karir. Hampir setiap daerah konflik merupakan pasar yang menggiurkan baginya. Ia berkeliling ke setiap tempat konflik di dunia untuk menyediakan senjata bagi kedua belah pihak. Dia mengambil posisi netral dan tidak mengambil salah satu sisi. Senang juga melihat kehidupannya yang bebas dan sering bepergian ke belahan dunia yang berbeda. Menyaksikan film ini sedikit banyak memperlihatkan kepada kita betapa buruknya situasi di luar sana
Namun menjadi pedagang senjata bukanlah kehidupan sangat
enak juga. Yuri harus berulang kali bergelut dengan konflik dan berbagai ancaman yang bisa merenggut kehidupannya dan juga nyawanya. Ia harus menyembunyikan pekerjaannya yang sebenarnya baik terhadap istrinya sendiri, Ava Fontaine (Bridget Moynahan), Jarang bertemu anaknya, dikejar-kejar agen Interpol, Agen Jack Valentine (Ethan Hawke), dan berbagai peristiwa yang mengancam nyawanya. Yang menarik dari film ini adalah tema pergulatan batin di diri Yuri atas kebenaran moral dan kepuasan kerja. Yang dikejar Yuri bukan hanya materi namun kepuasan bila dia dapat menjual senjata kepada banyak pihak. Sampai-sampai dia tidak peduli senjata yang dijualnya kepada siapa. Dia akan dengan senang hati menjualnya kepada gangster, pemimpin pemberontak, diktator, bahkan pemimpin negara yang sedang di embargo. Tidak ada batas wilayah bagi Yuri. Tidak ada tanggung jawab moral, tidak ada kawan maupun lawan. Semua dianggapnya sebagai customer. Bagi yang senang marketing, pasti dapat belajar dari Yuri bagaimana memuaskan dan membuat loyal para customernya.
Film ini very highly recommended untuk ditonton. Selain bagus dari segi cerita, gambar dan permainan para aktor dan aktrisnya, yang lebih utama adalah pesan dan pelajaran yang ada dibalik ceritanya. Sungguh sebuah kisah yang amat menarik untuk diikuti sekaligus membuat kita terenyuh. Betapa kenyataan akan dunia yang aman dan damai mungkin hanya akan menjadi mimpi belaka.
=========================================
“Do you know who will inherit the Earth? … the Arms dealer.
Because everyone else is too busy killing each other”
Yuri Orlov – Lord of War
Yup, i’ve seen that fabulous film!! i was quite impressed with the beginning of the film (the journey of a bullet, from the time it’s made…till the moment it was shooted right on a boy’s forehead). Seems like intentionally show us what the bullet was made for.
Other than that, the film was enjoyable since it has many ‘insane’ conversations, like when the agent said to Yuri:
“I wanna say ‘Go to Hell!’, but i think u’re already in”.
And about Yuri’s confession to his wife:
“it’s not bout the money”…
“then what is it?”
………
“It’s coz…I’m GOOD at IT!!!”
Huaaaaaa…… That’s God Damn Crazy!!! haha… ;D
Very Glad knowing anyone also like what I like… hehehe
Ka,…
Gue nonton film ini sekitar awal February.
Wow..
seperti yang di bilang sama si Fia…
Gue harus bilang “Sialan nih orang” setiap beberapa menit ketika “insane” dialog terjadi.
Dan yang paling gue suka adalah dialog antara Yuri dan Agent Jack di ujung film…wow…He’s so confidence…