28
Mar
06

Selamat Datang, anakku…

Aufar023 Tanggal 21 Maret 2006 merupakan hari yang bersejarah bagi hidup saya dan keluarga. Karena pada hari itulah telah lahir buah hati saya yang saya tunggu-tunggu selama 9 bulan ini. Melalui persalinan normal yang terbilang lancar, bayi mungil itu lahir dengan bobot 2,8 kg dan panjang 48 cm. Sungguh merupakan pengalaman yang mengharukan, mendebarkan, dan tentu saja menyenangkan.

Pengalaman ini begitu mengharukan, beraneka macam rasa membuncah di hati saya ketika melihat bayi mungil itu keluar dengan masih berlumuran darah setelah sekitar 12 jam sang ibu, istri saya, berjuang melawan kontraksi yang saya yakin sangat menyiksa itu. Saya terharu saya bisa hadir dan mendampingi istri saya untuk menjalani proses itu. Tergetar seluruh tubuh saya begitu melihatnya keluar dan berlinang air mata saya mendengar tangisan pertamanya.

Namun cerita tidak hanya berakhir ketika sang bayi lahir, justru hal itu adalah awal dari pengalaman-pengalaman baru berikutnya. Pengalaman betapa mendebarkannya ketika sang bayi nangis. Pertama kali terjadi, saya terus terang bingung apa yang mesti dilakukan? Karena tentu saja anak saya ini belum bisa memberitahukan dia nangis karena apa? Untuk itu perlu proses kreatif untuk mengetahui alasan sang bayi nangis, apakah dia haus, kepanasan, atau popoknya basah? Begitu mendebarkan buat saya mendengarnya menangis. Pada awalnya hal tersebut sempat membuat saya dan istri saya panik. Untunglah ada Ibu mertua dan kaka ipar saya yang sudah lebih pengalaman menangani bayi sehingga dari merekalah kami belajar dan memperoleh petunjuk merawat bayi secara gratis.

Memiliki buah hati memang menyenangkan. Berbagai harapan tertumpu padanya. Berbagai mimpi-mimpi hadir di angan-angan. Hendak kudidik seperti apa dia, ingin saya arahkan kemana dia, serta bagaimana saya akan membahagiakan dia. Yang jelas harapan setiap orang tua adalah memberikan yang terbaik untuk anaknya sejauh yang dia bisa. Semoga saja dia bisa menjadi insan yang berguna. Yang berbakti pada orang tuanya, keluarga, agama, bangsa dan negaranya.

Selamat datang, anakku…

Aufar001




0 Responses to “Selamat Datang, anakku…”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.