Archive for April 6th, 2006

06
Apr

Bisa Jadi Karena…

Kemarin saya mendengarkan sebuah Tausiyah yang menarik di masjid kantor saya. Tausiyah tersebut banyak membahas tentang berbahayanya namimah; menghasut, mengadu domba, menyebarkan keburukan orang lain, dalam kehidupan di dunia. Konon kata ustad, perilaku namimah inilah yang membuat tertolaknya doa seorang kyai bahkan seorang Nabi sekalipun di hadapan Allah, SWT. Pak Ustad tersebut mencuplik sebuah kisah yang terjadi pada jaman Nabi Musa AS.

Suatu ketika di daerah tempat Bani Israil menetap, terjadi kemarau panjang yang teramat sangat. Sudah bertahun-tahun cuaca begitu terik dan hujan tidak turun jua. Tanah ladang kering kerontang bahkan pecah-pecah dan banyak binatang ternak yang mati. Pada keadaan tersebut Nabi Musa AS mengumpulkan pengikutnya untuk melaksanakan shalat (menurut ustad, Nabi Musa AS dan umat terdahulu juga sholat) Istisqa atau sholat untuk meminta hujan.

Nabi Musa dan pengikutnya melakukan sholat istisqa selama tiga hari berturut-turut. Namun walaupun mereka sudah khusu’ dan bersungguh-sungguh melakukannya, Allah SWT belum berkenan mengabulkan permohonan mereka. Nabi Musa AS, satu-satunya Nabi yang dianugerahi kemampuan untuk berdialog langsung dengan Allah SWT bertanya kepada Allah, SWT :

“Ya Allah, mengapa tidak Engkau turunkan hujan kepada kami, padahal kami telah memohon dengan sungguh-sungguh kepada-Mu?” Tanya Musa.

Allah, SWT menjawab “Hai, Musa. Aku tidak akan mengabulkan doamu selama ada pengikutmu, yang menjadi bagian jemaat sholatmu, yang suka ber-namimah

Nabi Musa AS kembali bertanya “Siapa orang-orang itu, ya Allah? Tunjukkan kepada ku supaya bisa kuusir mereka dari barisan jemaatku”

Nabi Musa AS menginginkan Allah SWT untuk menunjukkan siapa orang yang suka ber-namimah itu supaya dapat dikeluarkan dari jamaah dan mereka dapat memohon kembali kepada Allah. Namun apa jawab Allah, SWT?

“Wahai, Musa. Kuperintahkan kepadamu untuk menjauhi namimah, bagaimana mungkin engkau menyuruhku untuk melakukan namimah?” Jawab Allah.

Allah SWT menolak menunjukkan siapa orang yang suka ber-namimah. Allah sendiri, sebagai Dzat yang Maha Agung dan Maha Suci tidak mau menunjukkan aib atau kesalahan orang lain bagaimana mungkin kita sebagai makhluknya yang lemah dan berkekurangan ini mudah melakukannya?

Lalu Nabi Musa AS bertanya kembali, “Ya, Allah. Apa yang harus hamba-Mu lakukan?”

Allah menjawab dengan singkat, “Bertobatlah”

Maka kembali Nabi Musa AS mengumpulkan jamaahnya untuk bertobat dan setelah itu melakukan sholat Istisqa. Dan berkumpullah mereka lalu bertobat.

Sesaat setelah mereka bertobat, maka turunlah hujan dari langit. Subhanallah.

Kisah tersebut seharusnya menjadi petunjuk dan pelajaran bagi kita semua bahwa dosa-dosa yang kita lakukan ini pada suatu titik membuat terhalangnya rahmat kepada kita. Perilaku namimah atau suka mencari-cari kesalahan dan menyebarkan kesalahan orang lain merupakan perbuatan yang tercela di mata Allah. Dalam kisah tersebut pun sudah dicontohkan bagaimana Allah sendiri tidak mau menunjukkan dosa dan kekurangan seseorang di hadapan orang lain namun kita sebagai hamba-Nya suka sekali melakukan mencari-cari kesalahan orang lain dan menyebarkannya.

Lihat saja keadaan sekarang. Perilaku mencari kesalahan orang lain begitu maraknya. Dan sebagian dari kita menikmati hal itu atau bahkan memperoleh keuntungan darinya. Lihat saja aneka acara infotainment di televisi yang sudah kelewat batas. Perilaku para politisi yang suka menunjukkan kesalahan pihak lain sedangkan kesalahan dirinya atau golongannya ditutup-tutupi dan dilindungi. Bisa jadi karena itulah kita sering berdoa namun tidak kunjung dikabulkan doa kita. Sudah tidak terhitung banyaknya istighotsah, doa bersama yang dipimpin oleh seorang kyai dilakukan. Namun keadaan kita masih saja terpuruk seperti sekarang ini.

Bisa jadi karena dosa kita, karena betapa kita senang sekali mengadu domba, mencari kesalahan orang lain dan menyebarkan kesalahan atau aib orang lain tersebut maka kita berada di garis belakang peradaban dunia. Bisa jadi karena hal itu maka banyak doa para kyai yang kita hormati tidak dikabulkan oleh Allah. Bisa Jadi karena namimah.