03
Apr
06

Empat Hari Bersama si Kecil

Image19Long weekend kemarin merupakan hari-hari yang berkesan dan terasa sangat cepat. Tidak biasanya saya menghabiskan waktu di rumah saja. Biasanya kalau pulang ke Semarang, aktivitas yang saya lakukan adalah jalan-jalan seputar Semarang, entah ke mall, ke rumah teman ataupun jalan-jalan di pinggiran kota Semarang. Namun kemarin merupakan hari yang lain. Karena kemarin adalah hari yang saya tunggu-tunggu untuk bertemu dengan anak laki-laki saya, Aufar.

Pengalaman yang dramatis karena selama empat hari itu saya benar-benar belajar menjadi ayah. Bangun tengah malam ketika mendengar suara tangis atau rengekannya, mempersiapkan susu, popok, pampers, air hangat, wah pokoknya segala hal yang berhubungan dengan si kecil. Karena saking menikmatinya, selama empat hari itu siklus hidup saya benar-benar hampir mengikuti Aufar. Saya tidur ketika dia tidur, saya bangun ketika dia bangun, tapi ketika dia mandi saya tidak ikutan mandi malah asyik melihat dia dimandikan oleh mertua saya.

Memiliki anak itu luar biasa rasanya. Benar kata beberapa teman saya dulu bahwa bermain dengan anak tidak akan pernah bosan dan habisnya. Dulu saya suka berpikir bahwa beberapa teman saya suka menghabiskan waktunya dengan anak di waktu weekend, bahkan ada teman yang meninggalkan hobinya ketika sang anak lahir. Dan ternyata itu beralasan. Saya pun rela menempuh perjalanan bolak balik Semarang Jakarta setiap  minggu untuk bertemu dengan si kecil, meninggalkan kegiatan akhir pekan di Jakarta yang juga tidak ada habisnya. Banyak rencana yang ternyata saya tunda untuk memanfaatkan waktu dengannya. Termasuk salah satu ambisi dan cita-cita pengembangan diri saya.

Saya teringat kata seorang teman baik saya bahwa waktu awal-awal kelahiran anak di sepanjang masa pertumbuhannya (periode emas) adalah masa-masa yang jangan dilewatkan karena bisa jadi masa-masa itulah kita bisa melihat perkembangan anak dan juga turut membentuk karakternya. Selain itu, dengan gaya hidup masa kini, waktu yang berkualitas antara orang tua dan anak akan semakin sedikit. Katakanlah kita bisa intens berhubungan dengan mereka sekitar 9 – 10 tahun. Selebihnya mereka punya kesibukan sendiri dan bisa jadi dengan kesibukannya dan juga kesibukan kita, sebagai orang tua, bisa menjauhkan kita dengannya dan mrmbuat kita melewatkan kesempatan berharga dengannya.

Image30 Untuk itu saya bertekad untuk tidak melewatkan waktu-waktu berharga itu. Empat hari liburan akhir pekan kemarin benar-benar saya manfaatkan dengannya. Merawatnya, melihatnya, mencoba bermain dengannya. Benar-benar menjadi empat hari yang berharga.

Besok ada long weekend lagi… Kita main lagi yuuk, Aufar…




1 Response to “Empat Hari Bersama si Kecil”


  1. 1    Meytia April 3, 2006 at 11:23 am

    Wah eka kecil dah bisa buat anak kecil..hehehe…jangan marah loh K, sekarang pasti kamu kan dah gede, matang..maka diberi kepercayaan oleh Allah buat dikasi momongan, sekali lagi selamat yaaa…salam buat keluarga

Leave a Reply

You must login to post a comment.