Archive for May, 2006

25
May

Raker Finance 2006 : Control and Support (bag. 2)

Kamis, 18 Mei 2006. Hari kedua Raker Finance. Hari ini diisi dengan tema sentral raker yaitu implementasi Sarbannes Oxley di Aqua. Sedari pagi materi SOX dipresentasikan ke kami mulai dari asal usul Sarbannes Oxley Act (SOX) sebagai media untuk meningkatkan control perusahaan agar meningkatkan kepercayaan investor kepada perusahaan sampai ke workshop mengenai SOX. Di tengah-tengah sesi presentasi, tanpa diduga Bapak Wimar Witoelar keadaan kesehatannya sedikit membaik sehingga dia mampu untuk mengisi waktu yang terlewatkan di malam sebelumnya. Bapak Wimar berbicara sekitar 1 jam mengenai berbagai macam isu manajemen dan keadaan sosial saat ini. Memang apa yang dibicarakan Wimar hari itu agak sedikit melenceng dari tema utama namun apa yang disampaikannya sedikit banyak dapat memberikan wawasan dan perspektif lain dari manajemen perusahaan.

Image116 Setelah Sesi Bapak Wimar Selesai, acara pembahasan SOX dilanjutkan. Di sesi presentasi kepala sub divisi, saya kebagian untuk membawakan presentasi director saya yang memang tidak hadir hari itu. Presentasi yang saya bawakan adalah ringkasan dari tantangan yang dihadapi sub divisi kami dengan adanya implementasi SOX. SOX memang barang baru bagi berbagai pihak. Baru bagi pihak perusahaan, pihak investor maupun pihak auditor. Sehingga suatu hal yang baru tersebut semakin memperluas wawasan dan membuka cakrawala berpikir kita ke suatu tahap yang baru pula.

Pembahasan SOX berlangsung sampai sore hari menjelang senja. Setelah selesai, dengan segera seluruh peserta menuju ke bis masing-masing untuk berangkat ke Kampung Daun untuk makan malam. Perjalanan malam itu sekitar 45 menit untuk menuju ke Kampung Daun. Sesampainya kami di Kampung Daun langsung menuju meja makan dan ngantri makan malam. Rupanya acara seharian dan perjalanan yang membuat perut berdansa semakin menambah nafsu makan malam itu. Acara di Kampung daun bertajuk “Surprise Night for Everyone”. Malam itu memang penuh surprise, dari doorprize yang bikin surprise (karena sedikit sehingga gak semua dapet) sampai dengan VP kami yang fasih menyanyikan lagi Cinta nya Chrisye. Malam itu berlangsung hangat dan seru. Jam menunjukkan pukul 22.30 ketika acara selesai.

Sesampainya di Hotel, saya dan beberapa rekan masih harus membereskan berbagai macam. Dari pembagian hadiah doorprize sampai dengan membereskan spanduk acara. Memang malam itu adalah malam terakhir kami di Bandung karena acara Raker sudah hamper selesai. Tinggal menyisakan satu agenda untuk esok harinya yaitu : PAINT BALL WAR.

Jum’at, 19 May 2006. rombongan berangkat dari Hyatt menuju ke Cikole jam 8.30. walau sempat ada beberapa insiden, pengamanan  super ketat persiapan kedatangan SBY ke Bandung dan juga kejadian macetnya mesin salah satu bus, namun alhamdulillah acara dapat terus berlanjut. Sampai ke Cikole sekitar jam 9.30 semua peserta langsung diberikan perlengkapan “perang” dan briefing. Ada beberapa scenario permainan yang dilakukan pagi itu. Scenario pertama adalah perang terbuka dan scenario kedua adalah perang merebut bendera musuh. Saya datang ke lokasi agak telat karena harus menyelesaikan urusan di hotel terlebih dahulu namun sesampainya di Zone 235, tempat pertempuran, acara belum dimulai sehingga saya masih keburu untuk bergabung bermain perang-perangan.

Warhero2Perang-perangan dengan peluru cat seru juga. Namun mungkin karena tidak terbiasa, tentara jadi-jadian bernama Eka ini suka ketimpa sial. Dari kena peluru nyasar (suer gak ketauan siapa yang nembak) sampai senapan yang macet di tengah pertempuran membuat acara yang harusnya menaikkan adrenalin malah bikin stress hehehe. Namun secara keseluruhan, acara berlangsung seru dan semua peserta sangat menikmati moment tersebut.

Setelah acara peperangan selesai yang dilanjutkan dengan sholat jumat, para peserta Raker melanjutkannya dengan makan siang di restoran sekitar. Acara makan siang hari itu terus dilanjutkan dengan penutupan. Wah puas rasanya mengikuti Raker yang seru itu. Setelah acara penutupan, rombongan menuju ke Kartika Sari Dago untuk belanja-belanja. Sekitar jam 4 sore rombongan meninggalkan Bandung.

Pengalaman mengikuti raker Finance division Danone-Aqua merupakan pengalaman baru buat saya yang sangat menyenangkan dan memberikan wawasan dan inspirasi baru buat saya. Setelah raker ini, saya menjadi semakin mengenal karakter dan jiwa perusahaan ini terutama divisi keuangannya. Pengalaman ini membrikan saya kesempatan untuk dapat mengenal perusahaan dan orang-orangnya dengan baik. Semoga proses pembelajaran yang saya lakukan ini akan memberikan manfaat bagi saya di kemudian hari dan hari-hari mendatang yang saya jalani.

25
May

Raker Finance 2006 : Control and Support (bag. 1)

Minggu lalu, tepatnya tanggal 17 sampai 19 Mei 2006, Divisi saya mengadakan Raker yang diselenggarakan di Bandung. Tepatnya di Hotel Hyatt Regency Bandung. Ini adalah Raker pertama yang saya ikuti sejak saya bergabung di Danone-Aqua Group. Acaranya cukup heboh dan menarik. Tahun ini, divisi kami mengangkat tema “to Control and to Support” artinya sebagai sebuah divisi yang memiliki peran vital dalam perusahaan, peranan kami memang untuk mendukung dan melakukan control. Tema itu juga sejalan dengan proses implementasi Sarbannes-Oxley Act di tempat kerja kami. Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena saya dapat bertemu dengan beberapa rekan Finance di berbagai daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Team Finance di Danone Aqua group memang terhitung besar. Di kantor pusat sendiri ada sekitar 70-an orang belum lagi yang di daerah (13 Pabrik dan 17 Depot) jadi momen semacam ini cukup berharga untuk bertemu dengan banyak orang walaupun, sangat disayangkan, hanya golongan Direksi, Manager, dan beberapa senior supervisor saja yang dapat hadir karena keterbatasan budget. Tapi overall, kegiatan semacam ini membantu saya memperoleh dan mengenal rekan baru.

Pada Raker kali ini, saya ketempuan sebagai seksi transportasi. Jadi sekitar 1.5 bulan sebelumnya saya sudah disibukkan untuk mencari-cari Bis yang akan kami gunakan ke Bandung. Walau sempat dipusingkan dengan beberapa kali perubahan rencana ,akhirnya bis dapat dipesan dan lumayan bagus pelayanan serta fasilitasnya. Pengaturan transportasi sebelum dan selama acara sedikit banyak menyita perhatian dan konsentrasi saya selama Raker berlangsung. Untunglah semua berjalan dengan aman dan lancar walaupun sempat terjadi beberapa hambatan selama pelaksanaan acara.

Kami berangkat dari Head Office pada tanggal 17 Mei 2006 pagi dengan menggunakan 3 bis Safari 28 Seat. 1 bis mampir dahulu ke Bandara untuk menjemput rekan-rekan luar kota dan 2 bis lainnya langsung melaju menuju ke Bandung. Saya, kebagian dalam team “sweeper” jadi berangkatnya belakangan untuk berjaga-jaga apabila ada peserta atau hal lain yang tertinggal. Berangkat sekitar jam 9.00 dan tiba di Bandung sekitar jam 11.30 langsung menuju XTC Kafe and Resto di kawasan Dago untuk makan siang. Kemudian dilanjutkan menuju ke Hyatt untuk pembukaan dan acara. Hari itu langsung diisi dengan presentasi VP kami, Mr.Laurent Marcel tentang Visi, Misi dan Objective team Finance di 2006.

Image113_1Setelah Mr. Laurent berbicara, acara kemudian dilanjutkan ke beberapa presentasi mengenai project-project yang sedang berjalan yang melibatkan rekan-rekan Finance. Acara kemudian dilanjutkan dengan Talk Show. Talk Show ini merupakan acara yang mengulas info-info terkini mengenai company strategy dan CSR yang dilakukan perusahaan kami. Konsep acara ini sebenarnya bertujuan agar President Director kami, Mr. Pascal De Petrini, tidak bosan dan melulu menyampaikan informasi yang dimilikinya dengan presentasi. Pada sesi ini saya kebagian menjadi Panelis dimana tugas saya adalah bertanya dan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari beliau untuk di-share ke tim Finance. Talk show berlangsung seru dan atraktif, mungkin karena Mr. Pascal ini senang sekali bercerita panjang lebar. Dari company strategy sampai dengan harapan terhadap team Finance Danone Aqua disampaikannya. Sangat inspiratif apa yang disampaikan beliau ke kami.

Setelah acara talkshow acara dilanjutkan dengan break untuk mandi, sholat maghrib dan dinner. Sesi malam itu rencananya akan diisi oleh Bapak Wimar Witoelar. Namun karena beliau tiba-tiba sakit maka sesi yang sedianya diperuntukkan bagi beliau menjadi free time!. Semua peserta raker berhamburan keliling Bandung malam itu. Saya dan beberapa teman menghabiskan waktu keliling-keliling mencari jajanan khas Bandung sampai menjelang tengah malam.

15
May

Kentut Aufar Membawa Rindu

Anak saya, Aufar, tumbuh semakin lucu dan sehat. Tidak terasa usianya sudah hampir menginjak dua bulan. Berat badannya pun sudah semakin bongsor dan kelihatannya akan bertambah bongsor di hari-hari berikutnya mengingat nafsu minum susunya benar-benar dahsyat. Apalagi saat ini, susu formulanya merupakan susu formula kombinasi antara Susu Enfamil dan Nutrilon Soya.

Aqiqah052 Bukan tanpa alasan, dokternya Aufar menyarankan campuran susu semacam itu. Prof. Haryono, dokternya yang sekaligus eyangnya, menyimpulkan bahwa pencernaan anak saya ini rada tidak beres kalau mengkonsumsi laktosa yang banyak terkandung di susu formula yang berasal dari susu sapi. Itulah yang menyebabkan dia di bulan pertama sering rewel terutama kalau sehabis minum susu. Perutnya sering kembung dan susah untuk buang angin.

Saya terbayang betapa lucunya dia (dan juga kasihan) kalau dia rewel dan mencoba untuk ngeden buat buang angin. Kalau ingat saat-saat itu saya suka tersenyum sendiri. Kalau sedang rewel seperti itu, kontan mamanya dan juga eyang putri-nya sibuk untuk menggosokkan campuran minyak telon dan parutan bawang merah ke perutnya untuk membantunya buang angin. Dan benar saja ketika terdengar bunyi “duut” rewelnya berhenti dan kadang dia kembali tidur atau di beberapa momen yang sempat terekam, dia malah tersenyum. Duuh nih anak bikin kangen saja.

Ternyata buang angin yang merupakan hal yang biasa bagi kebanyakan orang, merupakan nikmat yang besar dan luar biasa bagi anak saya ini. Sebuah mekanisme morfologis yang umum ternyata sangat membawa kebahagiaan bagi kami. Namun saat ini, sepertinya Aufar dapat buang angin dengan normal dan teratur sehingga sudah tidak terdengar lagi tangisan dia karena kembung. Saya suka teringat dia kalau juga sedang (maaf) buang angin. Sebuah momen kecil yang membuat saya ingin selalu berada di dekatnya.

11
May

Komentar Om Farhan tentang Pornografi

Sejak Farhan pindah dari Trans TV ke Anteve, dia membidani dan menjadi host sebuah acara talk show interactive yang bertajuk “OM Farhan”. Isinya sih sebenarnya klise dan mirip-mirip dengan Lepas Malam yang pernah di-host olehnya ketika masih di Trans. Dengan gayanya yang sok liberal moderat dan mencoba elegan, Farhan mencoba mengangkat tema-tema aktual ke dalam acaranya.

Ada komentar menarik malam ini ketika dalam acaranya ia mencoba mengangkat tema Pornografi yang dengan serta merta menyimpulkan bahwa sulit menentukan batasan pornografi. Seketika saya mengernyitkan kening. Hei, betapa provokatifnya dia. Secara pribadi, dalam gonjang ganjing pro dan kontra RUU APP, kalau saya disuruh memilih, saya akan memilih untuk mengambil posisi mendukung RUU tersebut. Bukan karena ingin memojokkan kaum perempuan seperti yang beberapa artis “GR”- kan namun karena lebih kepada kepedulian saya kepada kelangsungan moralitas bangsa dan generasi penerusnya. Kalau yang menjadi masalah adalah penentuan batasan pornografi, adalah sangat merendahkan akal sekali apabila kita merasa sulit menentukan batasannya. Kalau saja kita mau membuka pikiran kita terhadap hal-hal yang hakiki semacam agama atau norma susila daripada budaya barat atau alasan kebebasan yang mengada-ada, menentukan batasan pornografi adalah hal yang mudah.

Sebagai muslim, saya akan memberikan alasan dari sudut pandang Islam. Penentuan batas pornografi sangat mudah. Dalam islam dikenal daerah tubuh yang namanya aurat. Ketentuan aurat ini bukan dari si A, tukang ngebor, Si B, tukang tipu atau Si C, tukang bikin sensasi. Ketentuan aurat datanagnya dari Sang Pencipta Manusia, Allah SWT, yang tentunya lebih tahu manusia daripada manusia itu sendiri. Aurat sudah ditentukan mana bagian untuk laki-laki dan mana untuk perempuan. Penentuan aurat pun tanpa ada itikad untuk membatasi satu makhluk dengan lainnya. Justru dengan aurat maka sang makhluk tahu bagian mana dari dirinya yang harus dia lindungi karena berharga. Tentu saja bagi si pander yang tidak sadar hal sekecil ini akan menganggap batas pornografi sulit dilakukan.

Kalau menyorot masalah aturan pergaulan pria – wanita. Apabila dikembalikan ke konsep muhrim non muhrim pun sebenarnya sudah jelas seberapa batas yang diperbolehkan dan dilarang dalam pergaulan antar jenis kelamin itu. Lebih jauh, salah satu tanda orang yang beriman adalah memiliki rasa malu. Jadi, kalau memang beriman, tentu saja orang akan merasa malu melakukan adegan ciuman di muka umum (even with your wife/husband!), orang tidak akan mempertontonkan kelaminnya di khalayak ramai, ataupun tidak akan mempertontonkan gerakan-gerakan yang merangsang (kalo masih tanya gerakan merangsang seperti apa, lebih kelihatan bodohnya deh) di muka umum.

Jadi menurut saya, om farhan…. Jangan korbankan intelektualitas anda di hadapan public kalau hanya mau bikin laku acara anda. Karena komentar-komentar menyepelekan itu semakin menunjukkan betapa kosongnya anda.

09
May

Pernikahan Ade

Akhir pekan kemarin, saya mengurungkan diri untuk pulang ke Semarang. Saya memiliki alasan untuk tidak pulang. Karena akhir pekan kemarin adalah pernikahan teman baik saya, Ade Krisna. Ade adalah teman baik saya di SMP 3 Semarang. Mungkin bisa dibilang bahwa Ade adalah salah satu teman pertama saya di waktu pertama kali masuk SMP 3 Semarang.

Image98 Sekilas cerita masa lalu. Ketika pertama kali pindah ke Semarang dari Ujung Pandang (Makassar) saya ketika itu kelas dua SMP di semester pertama. Pertama masuk SMP 3, dalam kondisi yang baru dan serba canggung, saya masuk kelas. Setelah tidak lama memperkenalkan diri, saya duduk di kursi kosong di deretan depan. Nah, pada momen itulah saya mengenal Ade. Saat itu teman yang pertama kali saya kenal adalah Ade, Anto, dan Wildan. Ade menjadi salah satu teman baik saya kala itu. Sering sekali saya main ke rumahnya baik untuk nebeng makan atau bermain Komputer. Hanya sayang sekali, pertemanan saya dengan Ade hanya bertahan satu tahun. Karena ketika masa kenaikan kelas 3, Ade pindah ke Bandung beserta keluarganya.Walau demikian hubungan pertemanan kami senantiasa terjaga. terlebih lagi ketika kami saling bertemu lagi melalui Friendster.

Nah, beberapa hari  yang lalu, Ade mengabarkan rencana pernikahannya lewat friendster. Dan esok harinya secara personal mengirim email ke saya. Menghormati pertemanan yang rtelah terjalin selama ini, saya  menguatkan niat menghadiri pernikahannya.

Akhirnya, kemarin saya berangkat ke Bandung bersama Adik saya, Personal Assistant dan Kakak Tua peliharaan keluarga. Kesampaian juga saya menghadiri acaranya Ade walau agak sedikit terlambat karena sempat terhalang keadaan lalu lintas yang padat antara Jakarta-Bandung. Senang sekali saya melihat teman saya itu sangat bahagia di Pelaminan. Apalagi tersirat wajah ceria ketika tahu saya hadir disana. Ada rasa senang juga bisa menghadiri momen itu. Sempat terpikir untuk mencari teman-teman SMP lain di tempat itu. Tapi rupanya tidak ada, atau mungkin ada tapi saya tidak menemukannya, atau mungkin sempat berpapasan dengan saya tapi saya sudah lupa raut wajah mereka. Ah, sudahlah… yang jelas saya sudah sangat senang malam minggu kemarin saya masih bisa menyempatkan diri  untuk hadir.

Setelah pulang dari acaranya Ade, rasa kangen dengan Semarang merasuk ke dada. Terbayang wajah istri dan anak saya. Tunggu ya, minggu depan Ayah pulang.

For Ade, may your wedding be blessed and bring happiness to you and your wife… Happy building new family!

09
May

I Love to Make Everyone Happy

Image103 Just got input from my mentor that sometimes the act of making everybody happy is not all the time suitable for me. It’s worth to consider using multiple tools to fit the situation I face on. However, the style of creating harmony has been my character and I hardly refuse it. The input suddenly makes me think that, again, I have to keep learning. What I have now, what I have obtained today, is not the end or, let say, final destination. There will be numerous new un-expectable experience will holds my way to the future.

Once again, the issue of keep learning new things fulfils my day. It will not be easy though. But at least, it makes me grow… grow higher and better.

06
May

Crash (2004)

It’s the sense of touch. In any real city, you walk, you know? You brush past people, people bump into you. In L.A nobody touches you. We’re always behind this metal and glass. I think we miss that touch so much, that we crash into each other, just so we can feel something

-Graham (Don Cheadle) in Crash (2004)-

Crash

Saya tidak tahan untuk tidak menuliskan betapa terkesannya saya menyaksikan film pemenang Oscar 2006 ini. Dengan sederetan actor dan aktris dengan yang berkualitas maka cukup jelas sudah alasan mengapa film ini bisa memenangkan Oscar. Terlepas dari kontroversi dengan film Brokeback Mountain”, saya pikir film in cukup pantas memperoleh Oscar dan sederet penghargaan perfilman lainnya dengan kualitas cerita yang berbobot.

Film crash bercerita tentang kehidupan manusia modern saat ini. Mengambil setting di Los Angeles dimana interaksi multi etnik terjadi dengan begitu masifnya. Di film ini digambarkan bagaimana perilaku memberi label kepada orang lain berdasarkan etnisnya dapat dengan mudah terjadi. Juga bagaimana prasangka buruk terhadap orang yang berbeda latar belakang dan ras berlangsung di sekitar kita. Film ini ingin bercerita bahwa trauma masa lalu lah yang turut serta membentuk dan memupuk perbedaan, pelabelan dan prasangka itu.

Yang terpenting dari semua label, prasangka dan perbedaan yang ada, film ini ingin memberikan gambaran bahwa dibalik semua label yang kita berikan ke ras atau etnik tertentu, mereka itu adalah manusia. Mereka memiliki cinta, memiliki rasa kekeluargaan, ikatan persaudaraan dan harga diri. Mungkin dengan menampilkan perspektif semacam itu kita bisa lebih mengenal dan dapat memahami perbedaan yang sebenarnya ada di sekitar kita.

Dalam film ini digambarkan bagaimana Jean (Sandra Bullock) begitu traumanya setelah dia dan suaminya mengalami perampokan yang dilakukan oleh dua orang negro. Jean sebelumnya merasa bahwa dia sudah mencoba berprasangka baik dengan kedua bocah negro itu. Namun setelah kejadian itu dia sangat trauma dan dengan mudah memberi label orang lain hanya berdasarkan etnisnya dan penampilan luarnya. Disisi lain bagaimana seorang Cameron (Terrence Howard) harus menahan geramnya atas perlakuan tidak adil seorang polisi kulit putih (Matt Dillon) yang memojokkannya ketika mobilnya dihentikan karena dicurigai mobil curian. Dan kejadian itu berakumulasi kepada proses psikologi mereka di sepanjang hidup mereka. Mungkin inilah yang kerap terjadi di lingkungan sosial dimana banyak individu yang berasal dari latar belakang berbeda berinreaksi satu sama lain.

Saya Cuma bisa berkomentar bahwa film ini layak dan patut ditonton. Benar – benar menyentuh, mengalir dan menghanyutkan. Beragam perasaan bisa ikut terbawa saat menyaksikan film ini. Kita bisa ikut marah, jengkel, kasihan dan bahkan terharu. Sebuah film yang hebat.

04
May

Kita Semua Terjepit, Man

Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei lalu membawa kisah tersendiri bagi bangsa kita. Isu tentang revisi UU Ketenagakerjaan no. 13 tahun 2003 membawa momen tersendiri. Sekitar puluhan ribu buruh memenuhi jalan-jalan Jakarta dan berbagai kota di Indonesia lainnya. Mereka menyatakan penolakan terhadap revisi itu.

Dan kemarin, 3 Mei 2006 aksi buruh itu menggelora kembali. Bahkan aksi buruh yang dilakukan lebih meriah dan berakhir dengam tindakan anarkis. Kalau sudah begitu, sepertinya apa yang disuarakan itu menjadi fals bunyinya. Hambar seperti lalapan pake ketumbar. Memang jauh hari sebelum momen hari buruh sedunia itu sudah santer terdengar rencana revisi Undang-undang itu yang bocorannyapun sudah banyak beredar di internet dengan detail. Alasan perubahan itupun sebenarnya mulia, ingin menarik investor asing beramai-ramai memasuki negeri ini. Namun mungkin pemerintah lupa bahwa untuk menarik investor bukan hanya mengurangi kesejahteraan buruh. Hal ini dapat dilihat dari rancangan UU yang banyak mengurangi hak dan kesejahteraan buruh. UU No. 13 tahin 2003 itu mengandung banyak kelemahan dan kekurangan, terutama dalam hal pembelaan terhadap kaum buruh. Dengan kondisi demikian, merevisi UU tersebut yang bahkan mengurangi kesejahteraan mereka serta merta akan membuat kaum buruh berang. Hidup semakin susah, man.

Bagaimana hidup ini tidak semakin susah, dengan kondisi inflasi serta harga bahan pokok yang meroket akibat kenaikan bahan bakar minyak sudah cukup menghempaskan kaum buruh ke level kehidupan bawah. Penurunan kesejahteraan apalagi adanya ancaman PHK yang besar membuat keadaan hidup mereka sangat tidak pasti dan terjepit oleh kebutuhan anak istri. Namun sebenarnya mereka tidak sendiri, Pemerintahpun terjepit karena harus melunasi utang yang semakin menumpuk, memperbaiki infrastruktur, mengurangi beban anggaran dan menggelembungkan asset negara dan membahagiakan rakyat. Bahkan dunia pun terjepit oleh ancaman perang nuklir, pemanasan global, neo imperialisme, dan dekadensi moral. Jadi, tanpa revisi UU ketenagakerjaan pun kita sudah terjepit. Jadi, lebih baik baca Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaa ha Illallahu Allahu Akbar, Laa haula wa laa kuwwata Illa billah. Doa yang dibaca oleh para Malaikat pemikul Arsy, yang membuat mereka pantang mengeluh dan lelah. Semoga hidup kita jadi lebih baik.

02
May

Aqiqah si kecil Aufar

Akhir pekan kemarin saya ke Semarang. Seperti biasa saya sudah merasa kangen sekali dengan istri dan anak saya. Terlebih lagi pekan lalu adalah waktu yang kami sekeluarga pilih untuk melaksanakan Aqiqah putera saya itu. Tidak kurang Papa dan Mama saya ikut datang ke Semarang untuk hadir dalam acara aqiqah tersebut. Bahkan, adik saya Erin yang sedang menghadapi ujian tengah semester menyempatkan hadir juga dan menjadikannya pertemuan pertama dengan keponakannya itu.

AqiqahaufarAqiqah sendiri merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang disyariatkan untuk dilakukan pada setiap bayi yang baru lahir. Aqiqah itu sendiri menurut Imam Al Jauhari bahwa Aqiqah adalah seseorang menyembelihkan hewan untuknya di hari ke tujuh serta mencukur rambut bayi tersebut. Aqiqah itu sendiri penting dan disunnahkan untuk dilaksanakan bagi setiap anak muslim yang baru lahir sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW “Setiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan Aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh dan diberi nama (Hadits Imam At Tirmidzi, Hasan) serta hadist lainnya yang menyebutkan “Anak yang lahir sebaiknya di-aqiqah-i, maka alirkanlah darah karenanya dan hilangkan kotoran dan penyakit darinya” (Riwayat Imam Bukhari)

Bahagia sekali rasanya hari itu. Selain sudah menyelesaikan kewajiban sebagai orang tua, serta mengikuti sunnah Rasul, saya berharap maksud dari doa kami sekeluarga agar Aufar dapat menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, berguna untuk bangsa, Negara dan agama dapat terjawab dan diberi jalan oleh Allah SWT untuk dikabulkan. Pada hari itu pula banyak yang memberikan selamat, dan mengatakan betapa lucunya bayi kami membuat rasa syukur kami kepada Allah SWT, sang pencipta, yang menitipkan karunia ini kepada kami, semakin bertambah hebat.

Pada hari itu juga, di tengah hiruk pikuknya para tamu yang hadir, saya terpikir dan berkata dalam hati, “betapa saya sudah diberi begitu banyak anugrah dari Yang Maha Kuasa. Tidak semua orang tua dapat segera meng-aqiqah-kan anaknya atau bahkan tidak semua pasangan dapat memiliki anak. Betapa beruntungnya saya, betapa pemurahnya Allah memberikan semua ini kepada saya. Semoga hal tersebut menjadikan saya dan juga keluarga termasuk dalam orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat. Semoga.

02
May

Hadapi atau Lari (dan Mati)

RunmanPernahkah kamu merasakan kebosanan, kemuakan dan keletihan yang amat sangat? Di saat seperti itu tidak sedikit diantara kita yang memilih untuk lari atau melemparkan sumber masalah tersebut ke orang lain. Dan bukan hal yang harus dipungkiri, sayapun kerap kali merasakan hal tersebut dan bereaksi dengan sikap yang sama: Ingin lari.

Keinginan untuk lari dari kebosanan yang kita hadapi adalah hal yang wajar. Wajar apabila kebosanan atau perasaan tertekan itu buah dari sebuah keadaan yang membuat kita bosan. Namun bagaimana bila kebosanan itu hinggap karena kebiasaan? Atau mungkin lebih karena secara psikologis, kita bukan orang yang memiliki durabilitas tinggi dalam menghadapi sesuatu yang konstan dan stagnan.

Tadi pagi saya memperoleh sedikit jawaban dan solusi dari apa yang kerap saya dan kita semua rasakan ini. Dalam perjalanan ke kantor, di tengah kekhawatiran terjebak dalam demo hari buruh, saya mendengarkan talk show-nya Bapak Andrie Wongso tentang Kisah Gasing Waktu. Dalam cerita itu dikisahkan bahwa ada seorang pemuda yang hendak mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk pegawai negeri. Dia terlihat tegang dan termenung. Kemudian lewatlah seorang tua yang menyapanya. Mengetahui sang pemuda sedang gundah, Orang tua itu memberikan sebuah gasing kepada pemuda itu. Dengan terheran, pemuda itu tidak mengerti kenapa dia diberikan gasing itu. Lalu pak tua itu menjelaskan bahwa gasing itu adalah gasing waktu yang bila dia diputar ke kanan maka waktu akan cepat berputar ke masa depan.

Mengetahu hal tersebut, dengan rasa penasaran, sang pemuda berpikir bahwa dia membayangkan lulus ujian sehingga dia tidak perlu gundah dalam mempersiapkan dan menghadapi ujian. Maka diputarlah gasing itu. Seketika, dia sedang berdiri di depan papan pengumuman ujian dan namanya terpampang di sana. Kembali lagi, tak lama kemudian dia merasa tidak sabar ingin menjadi pegawai dan mulai bekerja. Maka diputarlah gasing itu ke kanan.  Seketika, dia mendapati dirinya sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk. Dia terlihat menikmatinya. Namun selang berapa lama dia kembali berpikir bahwa mungkin hidupnya akan lebih enak apabila dia telah menjadi pejabat pemerintahan dibandingkan jadi pegawai. Diputar kembali gasing itu. Dia pun menjadi pejabat. Namun dengan menjadi pejabat, banyak kesibukan yang harus dihadapinya dan banyak urusan yang harus diselesaikannya. Lama kelamaan dia merasa bosan dan menghindarkan diri dari masalah. Gasing itu diputarnya terus sampai suatu ketika dia mendapati dirinya sudah tua dan menjelang ajal. Pada saat itulah dia tersadar bahwa kehidupannya telah akan berakhir dan banyak momen dalam hidupnya yang terlewati. Pemuda yang menjadi tua itupun menyesal. Dia ingin kembali ke masa lalunya dahulu. Dia mencoba memutar gasing itu ke kiri. Dan… ia terbangun. Ternyata ia bermimpi.

Cerita tersebut mengajarkan kepada saya untuk menghadapi apapun yang sedang kita alami dengan wajah cerah dan dagu tegak. Kehidupan pasti sarat dengan masalah. Kata pepatah, tempat orang yang tidak memiliki masalah adalah kuburan. Selama kita masih hidup, masalah adalah unsur pengikutnya. Jadi sebenarnya kemanapun dan kapanpun kita melarikan diri, selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti ada. Tinggal bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Hadapi atau lari.