Akhir pekan kemarin saya ke Semarang. Seperti biasa saya sudah merasa kangen sekali dengan istri dan anak saya. Terlebih lagi pekan lalu adalah waktu yang kami sekeluarga pilih untuk melaksanakan Aqiqah putera saya itu. Tidak kurang Papa dan Mama saya ikut datang ke Semarang untuk hadir dalam acara aqiqah tersebut. Bahkan, adik saya Erin yang sedang menghadapi ujian tengah semester menyempatkan hadir juga dan menjadikannya pertemuan pertama dengan keponakannya itu.
Aqiqah sendiri merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang disyariatkan untuk dilakukan pada setiap bayi yang baru lahir. Aqiqah itu sendiri menurut Imam Al Jauhari bahwa Aqiqah adalah seseorang menyembelihkan hewan untuknya di hari ke tujuh serta mencukur rambut bayi tersebut. Aqiqah itu sendiri penting dan disunnahkan untuk dilaksanakan bagi setiap anak muslim yang baru lahir sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW “Setiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan Aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh dan diberi nama (Hadits Imam At Tirmidzi, Hasan) serta hadist lainnya yang menyebutkan “Anak yang lahir sebaiknya di-aqiqah-i, maka alirkanlah darah karenanya dan hilangkan kotoran dan penyakit darinya” (Riwayat Imam Bukhari)
Bahagia sekali rasanya hari itu. Selain sudah menyelesaikan kewajiban sebagai orang tua, serta mengikuti sunnah Rasul, saya berharap maksud dari doa kami sekeluarga agar Aufar dapat menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, berguna untuk bangsa, Negara dan agama dapat terjawab dan diberi jalan oleh Allah SWT untuk dikabulkan. Pada hari itu pula banyak yang memberikan selamat, dan mengatakan betapa lucunya bayi kami membuat rasa syukur kami kepada Allah SWT, sang pencipta, yang menitipkan karunia ini kepada kami, semakin bertambah hebat.
Pada hari itu juga, di tengah hiruk pikuknya para tamu yang hadir, saya terpikir dan berkata dalam hati, “betapa saya sudah diberi begitu banyak anugrah dari Yang Maha Kuasa. Tidak semua orang tua dapat segera meng-aqiqah-kan anaknya atau bahkan tidak semua pasangan dapat memiliki anak. Betapa beruntungnya saya, betapa pemurahnya Allah memberikan semua ini kepada saya. Semoga hal tersebut menjadikan saya dan juga keluarga termasuk dalam orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat. Semoga.
0 Responses to “Aqiqah si kecil Aufar”
Leave a Reply
You must login to post a comment.