06
May
06

Crash (2004)

It’s the sense of touch. In any real city, you walk, you know? You brush past people, people bump into you. In L.A nobody touches you. We’re always behind this metal and glass. I think we miss that touch so much, that we crash into each other, just so we can feel something

-Graham (Don Cheadle) in Crash (2004)-

Crash

Saya tidak tahan untuk tidak menuliskan betapa terkesannya saya menyaksikan film pemenang Oscar 2006 ini. Dengan sederetan actor dan aktris dengan yang berkualitas maka cukup jelas sudah alasan mengapa film ini bisa memenangkan Oscar. Terlepas dari kontroversi dengan film Brokeback Mountain”, saya pikir film in cukup pantas memperoleh Oscar dan sederet penghargaan perfilman lainnya dengan kualitas cerita yang berbobot.

Film crash bercerita tentang kehidupan manusia modern saat ini. Mengambil setting di Los Angeles dimana interaksi multi etnik terjadi dengan begitu masifnya. Di film ini digambarkan bagaimana perilaku memberi label kepada orang lain berdasarkan etnisnya dapat dengan mudah terjadi. Juga bagaimana prasangka buruk terhadap orang yang berbeda latar belakang dan ras berlangsung di sekitar kita. Film ini ingin bercerita bahwa trauma masa lalu lah yang turut serta membentuk dan memupuk perbedaan, pelabelan dan prasangka itu.

Yang terpenting dari semua label, prasangka dan perbedaan yang ada, film ini ingin memberikan gambaran bahwa dibalik semua label yang kita berikan ke ras atau etnik tertentu, mereka itu adalah manusia. Mereka memiliki cinta, memiliki rasa kekeluargaan, ikatan persaudaraan dan harga diri. Mungkin dengan menampilkan perspektif semacam itu kita bisa lebih mengenal dan dapat memahami perbedaan yang sebenarnya ada di sekitar kita.

Dalam film ini digambarkan bagaimana Jean (Sandra Bullock) begitu traumanya setelah dia dan suaminya mengalami perampokan yang dilakukan oleh dua orang negro. Jean sebelumnya merasa bahwa dia sudah mencoba berprasangka baik dengan kedua bocah negro itu. Namun setelah kejadian itu dia sangat trauma dan dengan mudah memberi label orang lain hanya berdasarkan etnisnya dan penampilan luarnya. Disisi lain bagaimana seorang Cameron (Terrence Howard) harus menahan geramnya atas perlakuan tidak adil seorang polisi kulit putih (Matt Dillon) yang memojokkannya ketika mobilnya dihentikan karena dicurigai mobil curian. Dan kejadian itu berakumulasi kepada proses psikologi mereka di sepanjang hidup mereka. Mungkin inilah yang kerap terjadi di lingkungan sosial dimana banyak individu yang berasal dari latar belakang berbeda berinreaksi satu sama lain.

Saya Cuma bisa berkomentar bahwa film ini layak dan patut ditonton. Benar – benar menyentuh, mengalir dan menghanyutkan. Beragam perasaan bisa ikut terbawa saat menyaksikan film ini. Kita bisa ikut marah, jengkel, kasihan dan bahkan terharu. Sebuah film yang hebat.




0 Responses to “Crash (2004)”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.