4 Juni 2006. Mumpung tidak sedang pulang ke Semarang, saya bersama rekan saya, Hary, menyempatkan diri untuk hadir dalam acara Musyawarah Daerah dan Reuni Ikatan Alumni Universitas Diponegoro DKI Jakarta yang diselenggarakan di Auditorium Plaza Mandiri, Gatot Subroto Jakarta.
Acara yang saya dapat informasinya dari sebuah SMS dan juga iklan di surat kabar Kompas menggelitik saya untuk hadir pada acara tersebut. Selama ini saya sama sekali belum pernah sekalipun menghadiri acara temu alumni semacam ini. Hanya karena rasa penasaran dan keingintahuan maka saya dan Hary ingin hadir. Beberapa teman kami ajak namun rupanya tidak disambut dengan baik. Sebenarnya kami sedikit memiliki kekhawatiran karena kami sempat bingung apakah kami dapat masuk Karena tidak ada satupun bukti yang dapat kami tunjukkan kalau-kalau ditanya oleh panitia. Namun kami nekat saja.
Sekitar 15 menit sebelum acara dimulai kami sudah tiba di tempat acara. Pada mulanya yang datang hanya beberapa puluh orang namun semakin siang-semakin sesak saja ruang auditorium tersebut. Beberapa orang tokoh hadir dalam acara tersebut. Sebut saja Bapak Prof Muladi, Direktur Lemhannas;, Bapak Hendarman Supandji, Jampidsus Kejakgung; Bapak Kodradi, Presdir BTN; Bapak Sigit Pramono, Presdir BNI dan beberapa tokoh alumni tampak hadir. Juga beberapa adik kelas juga tampak. Acara musyawarah daerah yang agenda utamanya untuk memilih Ketua Ikatan Alumni DKI Jakarta ini berlangsung seru namun santai. Sidang akhirnya memilih Bapak Hendarman Supandji, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus untuk menjadi ketua Ikatan Alumni Universitas Diponegoro periode 2006 – 2010. Dalam sambutan dan penyampaian visinya, saya sangat tergetar karena Pak Hendarman menyampaikan pandangannya dan komitmennya tentang pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, sebuah komitmen yang tadinya hanya saya anggap sebagai wacana di masyarakat. Ternyata saya bisa mendengar langsung komitmen beliau tersebut dengan sederhana tanpa tendensi apa-apa. Benar-benar pribadi unik dan jarang didapat dari pejabat jaman sekarang.
Banyak hal dan pengalaman baru yang saya peroleh dari kehadiran saya pada pertemuan tersebut. Selain bertemu dengan banyak orang dan banyak rekan, pertemuan tersebut membuat saya merasa bangga jadi alumni Universitas Diponegoro, sebuah PTN kebanggaan Jawa Tengah. Walaupun berada dan berasal dari daerah, Undip punya komitmen dan punya bukti dalam berkontribusi membangun bangsa. Saya rasa tidak semua kampus mampu melahirkan orang terbaik semacam Pak Hendarman, Pak Muladi, Pak Kodradi maupun alumnus senior lainnya. Dan Undip bisa. Hal itu juga menambah kepercayaan diri saya bahwa saya beruntung pernah mengenyam 4 tahun masa pendidikan di tempat tersebut. Sebuah pengalaman berharga untuk memperkaya dan memantapkan jiwa saya untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.
0 Responses to “Musyawarah Daerah IKA Universitas Diponegoro DKI Jakarta 2006”
Leave a Reply
You must login to post a comment.