Archive for July 20th, 2006

20
Jul

Hei, Kawan… Lihat! Siapa Teroris Itu…

Sudah beberapa hari terakhir tentara Israel merangsek Lebanon dengan membabi buta. Dengan dalih membalas dendam pada hisbullah, mereka menghancurkan sebuah negara dengan sistem pertahanan terlemah. Ratusan orang tewas disana. Hal yang sama juga sudah terjadi lama di Palestina. Sebuah Negara merdeka yang harus tertimpa musibah karena sebuah misi ilusi Yahudi.

Israelisterrorist Menyerang sebuah Negara dengan serangan udara yang dahsyat yang ditujukan ke sebuah daerah pemukiman padat, merupakan tindakan biadab. Lebih biadab dari sekedar memiliki bom kimia, pengembangan teknologi nuklir ataupun senjata nuklir. Israelyang senantiasa mendapat perlindungan dari Amerika itu, entah memiliki senjata nuklir atau tidak, memiliki senjata kimia atau tidak, jelas-jelas sudah melakukan sesuatu yang lebih parah. Membunuh ribuan manusia tidak berdosa. Jadi siapa teroris itu?

Di bawah ini adalah beberapa fakta yang sangat jarang terungkap dan diungkapkan mengenai hubungan antara gerakan Zionist dengan terorisme modern.

1. Pembajakan pesawat yang pertama kali dilakukan adalah yang dilakukan oleh Israel pada tahun 1954 terhadap sebuah pesawat sipil Suriah

2. Peledakan granat di kafe  pertama kali dilakukan oleh para Zionist terhadap warga Palestina pada tanggal 17 Maret 1937

3. Meledakkan bom waktu yang ditempatkan di sebuah pasar yang padat dilakukan pertama kali oleh Zionist terhadap warga Palestina di Haifa, 6 July 1938

4. Meledakkan sebuah kapal laut, Patria, dengan para penumpang sipil yang masih ada di dalamnya pertama kali dilakukan oleh para Zionist di Haifa pada tanggal 25 November 1940. Hal tersebut dilakukannya sebagai protes terhadap pemerintah Inggris yang melarang imigrasi warga Yahudi ke palestina. Kaum Zionist tidak ragu-ragu meledakkan kapal laut tersebut yang mengangkut setidaknya 1700 warga yahudi.

5. Pembunuhan terhadap pejabat pemerintah dilakukan pertama kali oleh Zionist terhadap pejabat Inggris di Cairo ketika itu Lord Moyne dibunuh oleh sebuah geng yang bernama Stern Gang. Yitzhak Shamir, anggota geng tersebut, yang dikemudian hari mejadi pimpinan geng tersebut dan perdana menteri Israel, adalah otak dibalik pembunuhan itu.

6. Menggunakan sandera orang sipil untuk memberi tekanan kepada pemerintahan, pertama kali dilakukan oleh kaum Zionist terhadap Inggris yang dilakukan di Tel Aviv pada 18 Juni 1946.

7. Meledakkan kantor pemerintahan beserta pegawai dan tamu yang ada di dalamnya pertama kali dilakukan oleh Zionist terhadap pemerintahan Inggris, yang terjadi di Jerusalem pada tanggal 22 July 1946. Korban insiden itu sebanyak 91 orang tewas dan 46 orang luka-luka. Menachim Begin, yang menjadi dalang kejadian itu. Yang juga menjadi perdana menteri Israel di kemudian hari, mengakui hal tersebut dibawah istruksi dari geng Zionist, Haganah.

8. Koper yang dipasang bom, pertama kali digunakan oleh Zionist terhadap Kedutaan Inggris di Roma pada tanggal 13 Oktober 1946.

9. Bom mobil di wilayah sipil, digunakan pertama kali oleh Zionist terhadap pemerintah Inggris di Sarafand pada 5 Desember 1946.

10. Menyiksa sandera, pertama kali dilakukan oleh Zionist terhadap warga Inggris yang terjadi di Tel Aviv, Netanya dan Rishon pada 29 Desember 1946.

11. Bom surat yang dikirim kepada politisi, pertama kali digunakan oleh Zionist terhadap inggris ketika 20 surat berisi bom dikirimkan dari Italia ke London antara tanggal 4 dan 6 Juni 1947.

12. Pembunuhan terhadap sandera untuk menekan tindakan pemerintah, digunakan pertama kali oleh Zionist terhadap pemerintah Inggris di Netanya pada tanggal 29 July 1947.

13. Bom parsel, pertama kali dilakukan oleh Zionist terhadap pemerintahan Inggris di London pada 3 September 1947.

14. Pembantaian Qibya, di timur laut Jerusalem, dilakukan oleh Unit 101, dibawah komando Ariel Sharon pada tanggal 14 Oktober 1953. Merupakan serangan paling berdarah dan brutal yang dilakukan oleh Zionist. 42 bangunan rumah, sekolah dan masjid diledakkan dengan penghuni di dalamnya. Sebanyak 75 wanita, pria dan anak-anak terbunuh pada insiden itu.

source: http://signs-of-the times.org

Jadi, siapakah yang pantas memperoleh gelar Teroris ?

============================================

"We always talk about the reaction, and inevitably it must be punished. But if there is no provocation, there is no reaction.

First of all you have to say there is provocation, and the guilty one is the one who does the provoking. The response is to always punish the reaction, but if I react, something has happened"

Zinedine Zidane – on CanalPlus TV Channel

20
Jul

Tuhan Sembilan Senti

Sebuah sajak yang bagus dari Taufik Ismail. Sangat dalam, yang seharusnya cukup membuat banyak orang berpikir…

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun
asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya, pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.

Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan
AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan
kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia
mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di
negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.