Archive for November 14th, 2006

14
Nov

Ketika Semuanya Tidak Memuaskan

MaslowSemua orang pasti pernah mendengar teori tentang tingkat kebutuhan manusia yang dicetuskan oleh Maslow. Berdasarkan teori yang disampaikannya bahwa kebutuhan hidup manusia akan bertambah seiring dengan peningkatan kemampuannya dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Tingkat kepuasan yang “hanya” lima tingkatan berdasarkan teorinya berakhir kepada kebutuhan untuk aktualisasi diri. Pertanyaanya: apakah setelah aktualisasi diri dicapai seorang manusia akan segera puas secara lahir batin? Jawabannya yang absolute tentunya tidak. Karena setelah aktualisasi dicapai dia akan mencari aktualisasi diri yang lainnya. Karena pada intinya manusia ingin selalu berhasrat untuk mencapai kesempurnaan. Persis seperti apa yang pernah saya dengar dari tausiyahnya ustadz Wafiudin bahwa manusia diciptakan berdasarkan citra Tuhan. Tuhan Maha Sempurna maka citra maha sempurna itu terwujud dalam keinginan manusia yang ingin mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan dalam penampilan, pekerjaan, rumah tangga, status sosial, kepemilikan harta benda dan lain sebagainya.

Namun mungkin saja untuk sebagian orang keinginan untuk mencapai kesempurnaan, peningkatan yang terus menerus, continuous improvement bukan berasal dari citra maha sempurna Tuhan yang tersemburat dari dirinya. Namun lebih kepada pilihan hidupnya atau bahkan karena perkara yang ditimbulkannya sendiri.

Minggu lalu saya memperoleh email yang mengingatkan tentang sikap keseharian kita. Kita kadang sibuk dengan diri kita sendiri atau urusan dunia yang melingkupi hidup kita sehari-hari dan dengan kesibukan itu kita melupakan urusan kita kepada Allah, SWT, kita melupakan hak Allah atas diri kita. Padahal, kalau hak Allah tersisihkan, kata Rasulullah, maka Allah akan menumbuhkan empat perkara.

Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang pada pagi harinya menjadikan dunia sebagai konsentrasi yang utama, dan sama sekali tidak memperhatikan hak Allah, niscaya Allah akan menumbuhkan empat perkara kepadanya. Pertama, keinginan yang tidak pernah habis-habisnya. Kedua, kesibukan yang tidak pernah terselesaikan olehnya. Ketiga, kebutuhan yang tidak berujung. Dan keempat, angan-angan yang tidak pernah tercapai. (HR Dailami)

Dari sekilas hadis tersebut saya berkesimpulan mungkin ketika kita sering menemui ketidakpuasan dalam hidup kita, adalah tanda bahwa kita sendiri telah melupakan hak Allah? Saya tidak berani menjawabnya.

=========================================================

"Manusia hanya akan merasa puas apabila mulutnya sudah tersumpal tanah (Mati)"