Archive for January, 2007

31
Jan

Week of Reunion… Part Three: The Travelers of Batavia

Hari minggu. Setelah semalam sebelumnya menghabiskan waktu di Pondok Indah Mall2, akhirnya Agung harus kembali lagi ke Semarang. Jadi, hari minggu itu adalah hari terakhir dia di Jakarta. Walaupun merupakan hari terakhir, tetapi hari minggu tersebut tetap dimanfaatkan untuk having fun together. Pagi itu, kebetulan Bimo bisa bergabung dengan kami setelah malam sebelumnya KO karena mengantarkan kami jalan-jalan sampai pulang pagi.

Image07_1 Perjalanan dimulai jam dua belas yang dimulai ke tempat kakaknya Agung dulu untuk mengambil tiket dan makan siang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke EX. Sengaja dipilih EX karena kayaknya teman saya ini penasaran dengan Hard Rock. Tapi di EX kita Cuma cuci-cuci mata saja. Tidak beli apa-apa apalagi sampai ke Hard Rock. Itupun di EX tidak lama karena kami memilih untuk nyobain Busway. Alasannya sama juga karena teman saya Agung belum pernah naik Busway. Jadi perjalanan naik busway dimulai dari halte busway Bundaran HI ke Glodok. Ternyata walaupun hari minggu busway cukup sesak dengan penumpang. Hanya saja penumpangnya beragam dari anak kecil yang digendong ibunya sampai nenek-nenek. Pengalaman naik busway ini cukup berkesan karena saya baru kali ini naik busway sampai daerah Glodok dan Kota, biasanya cukup di Sudirman saja.

Di Glodok, kami hanya keliling-keliling mencari keping DVD dan MP3. Dimana-mana banyak penjual elektronik, remote TV dan DVD. Dan benar juga kata orang-orang ternyata untuk mencari film-film dewasa dalam format DVD atau VCD sangat mudahnya di Glodok. Dan penjual DVD bajakan pun cukup terbuka. Aneh juga ya kalau pemberantasan pembajakan tidak berhasil menggulung pembajakan terbuka itu. Tapi untung juga sih karena penikmat film seperti saya bisa memperoleh film dengan harga miring. Dari pada harus sering nonton film di teater XXI yang mahal itu. Gak apa-apa kali ya beli bajakan…

Setelah masing-masing berhasil memperoleh apa yang dicarinya, maka kami kembali lagi naik busway ke Bundaran HI. Naik busway yang bisa dibilang momen yang sangat jarang bagi saya cukup menghibur juga. Stress free, man. Ketika sampai kembali di Plaza Indonesia, waktu sudah menunjukkan jam tiga lebih. Sepertinya sudah waktunya mengantarkan Agung ke Gambir untuk mengejar kereta Argo Muria sore.Kepulangan Agung ke Semarang mengakhiri minggu penuh reuni SMA. namun rasanya petualangan untuk merajut masa lalu yang hamper terbenam dan terlupakan rasanya belum berakhir karena rencana untuk melakukan pertemuan masih banyak. Saya tunggu momen pertemuan berikutnya.

Jadi moral dari cerita-cerita ini adalah kita bisa saja berlari dalam mengejar kemenangan hidup tapi semua itu akan lebih indah dengan kehadiran teman-teman di sekitar kita.

29
Jan

Week of Reunion… Part Two

Saya menghabiskan weekend minggu lalu di Semarang. Seperti biasa, minggu malam pulang saya harus kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Namun kali ini saya tidak sendirian. Saya bersama teman saya, Agung, menjadi penumpang kereta Kamandanu dari Semarang menuju Jakarta. Agung teman saya ini adalah seorang pelaut. Tujuan dia ke Jakarta kali ini adalah dalam proses untuk pindah kerja dari perusahaannya yang lama ke yang baru. Selama beberapa hari ia akan tinggal bersama saya.

Cerita tentang reuni kecil-kecilan dengan kawan SMA dulu tidak berhenti hanya di Semarang saja. Kita mau melanjutkannya di Jakarta. Kebetulan ada beberapa teman sekelas yang memang turut mengadu nasib di ibukota tercinta ini. Senin malam langsung dipilih untuk bertemu. Karena mendadaknya rencana yang disusun maka kali itu yang berkumpul kami berlima: Saya, Agung, Bimo, Fatah dan Aline. Bimo, kawan saya yang bekerja di Bea dan Cukai, sedangkan Fatah, yang terkenal sebagai anak alim waktu di kelas dulu sekarang bekerja di salah satu vendor Telkomsel. Dan Aline, teman saya naik bis bareng sepulang sekolah dulu sekarang sudah menjadi seorang editor di sebuah production house.

Saya, Agung, Bimo dan Fatah bertemu di Plaza Senayan pada mulanya. Karena tawaran Aline untuk pindah tempat agar dia bisa menyempatkan diri di sela pekerjaannya maka setelah menyelesaikan makan malam di food court Plaza Senayan, kami berempat meluncur ke Bakoel Koffee, Senopati. Yah, suasana pertemuan orang-orang yang sudah lama terpisah memang jauh dari rasa membosankan. Banyak hal yang di bahas. Dari yang penting sampai gak penting, dari yang serius sampai ngaco, sampai membahas masalah yang bikin heran satu sama lain. Waktu memang berjalan cepat kala itu. Tanpa terasa kami sampai diingatkan oleh pelayan café bahwa cafenya sudah mau tutup. Beranjaklah kami dari Café tersebut untuk mampir sebentar ke tempat kerja Aline, sekaligus mengantarkannya untuk kembali bekerja.

Hari-hari berikutnya dipenuhi oleh rencana-rencana dan rencana. Namun rencana yang disusun rapi itu belum bisa terlaksana karena kesibukan saya dan juga teman-teman yang lain. Walaupun mencari sela-sela di hari kerja namun satu rencana baru bisa kesampaian pada hari jumat malam kemarin, ketika teman kami, Bimo, menyempatkan diri mampir ke tempat kami untuk kemudian “menculik” kami ke Blok S dan keliling kota Jakarta. Mungkin karena jam kami semua agak ngaco jadi kami baru mulai jalan dari rumah setelah tengah malam dan baru kembali lagi ke rumah ketika waktu sudah hampir menunjuk jam tiga pagi. Saya yang jarang-jarang keluyuran malam ini, sontak KO. Tapi hepi.

Image160Karena kawan saya, Agung, urusannya sudah selesai di Jakarta dan sudah akan kembali ke Semarang kembali maka rencana pertemuan sekali lagi harus terwujud. Dipilihnya malam minggu untuk melakukan pertemuan. Dan pertemuan yang berlangsung di Pondok Indah Mall 2 itu cukup sukses walau yang hadir hanya saya, Agung, Aline, Fatah dan Osa. Osa adalah teman SMA saya yang saat ini bekerja di Sekretariat Negara. Kesempatan bertemu dengannya termasuk langka karena jadwal dia selalu terkait dengan jadwalnya SBY, bapak Presiden kita.Yap… pembicaraan dimulai dengan bertanya kabar si ini gimana, si anu gimana sampai menceritakan kembali hal-hal lucu yang pernah dialami bersama walaupun dengan cara lupa-lupa ingat. Memang kalau mau diingat satu persatu, memori selama SMA itu benar-benar banyak tak terhingga. Ada saja cerita yang terlewatkan yang sangat berharga yang mungkin saja bisa terlupakan bila kami tidak menyempatkan untuk bertemu kala itu.

Jadi untuk adik-adik yang masih bersekolah yang menyempatkan baca blog ini, “Live you live happily and madly” cuma itu pesan kakak… (kayaknya pernah nulis ini deh)…. Friends1_1

29
Jan

Week of Reunion… Part One

Seminggu belakangan ini, termasuk momen yang istimewa buat saya. Karena entah kebetulan atau tidak, di seminggu belakangan ini, saya banyak bertemu, berkumpul dan menghabiskan waktu dengan kawan-kawan SMA saya. Tidak terasa sudah sekitar 10 tahun saya sudah meninggalkan bangku SMA. Tidak dipungkiri sangat banyak kenangan yang saya peroleh selama menghabiskan 3 tiga tahun di SMA 1 Semarang. Dan dengan berkumpul dengan teman-teman saya itu, seakan-akan kenangan itu menjadi terkuak kembali dan semakin membentuk kenangan yang indah buat saya. Banyak hal-hal yang tadinya sudah terlupakan oleh saya tetapi dapat muncul kembali dan kenangan-kenangan tersebut rupanya unik dan bahkan memalukan.

Semua itu dimulai ketika di suatu sore, HP saya berbunyi tanda menerima SMS dari seseorang. Ooh ternyata dari salah seorang teman SMA saya, Agung, di akhir pekan dua minggu yang lalu. Dia menanyakan kapan saya kembali ke Semarang. Dia bertanya di saat memang saya sedang dalam perjalanan menuju ke Gambir. Jadi singkat kata, kita sepakat untuk bertemu di Semarang. Rencananya ketemuan pagi hari, tetapi karena banyak urusan rumah tangga dan kewajiban keluarga yang harus dilakukannya maka kesempatan tersebut baru bisa dilaksanakan siang hari.

Di Semarang, Agung dan beberapa kawan mampir ke rumah… what a surprise! Agung beserta beberapa teman SMA yang sudah cukup lama tidak bertemu. Joko, Andy Besek dan Andy Sulis. Dan sudah bias ditebak berkumpulnya manusia-manusia yang berasal dari satu habitat dan era akan mendorong untuk mencari manusia lainnya. So we’re start hunting, menghubungi teman-teman yang SMA yang nomor telponnya terekam di HP masing-masing. Dalam hitungan menit, kami sudah meluncur. Kami bermaksud ke rumah salah seorang dokter handal asal Semarang yang kabarnya waktu itu beliau memang sedang berada di Semarang, Iwan. Namun sayang beliau pergi, tujuan dibelokkan ke salah  satu pentolan kelas, yaitu Adi. Kami menghabiskan waktu di rumah Adi untuk ngobrol dan mengganggu anak perempuannya yang lucu.

Friends2_1 Setelah dari rumah Adi kami bermaksud untuk pulang namun di tengah jalan, muncul ide untuk menjenguk teman sekelas kami, Ratna, yang kami dapat kabarnya sedang dalam proses persalinan. Lima makhluk lapuk kemudian pergi ke RS Hermina Semarang. Maksud hati menjenguk ponakan baru, ternyata kami salah waktu. Persalinan kawan kami sedang dalam proses. Ratna masih di ruang bersalin. Ups… dari pada sang ponakan males keluar melihat kami-kami datang, lebih baik niatnya yang kami urungkan. Jadi, baru sampai resepsionis, kami memilih untuk pulang.

Bagai De Javu di perjalanan pulang kembali terlintas ide bagaimana kalau mengunjungi teman yang punya bisnis warnet di sekitar rumah saya, Mega. Lagi-lagi apes… ternyata waktu itu sedang libur jadi Mega sedang tidak ada di Warnet. Yup… waktunya pulang memang. Ada anak saya yang sudah menunggu di rumah, tapi perjalanan singkat dengan teman-teman sekelas waktu SMA memang mengasyikkan. SMA memang masa yang indah yah… bagi adik-adik yang masih di bangku sekolah yang membaca blog ini… “Live your life happily and madly” cuma itu pesan kakak… *gubrak*

27
Jan

It is about a Year

Image136Wee… Having not realized, I have been one year in the Danone Company. There are so many things amazed me during the time. Finally, I managed to stay here without getting destructed and being pathetic about career. In the beginning of making my decision to leave my previous job, I had been so confused and worried about the consequences I must have faced. Thanks Allah, with His kindness to His creations, here I am. One year older with one year more experienced.

I may admit that it was not easy to struggle to find better career. I have met different people here with very strange attitude and various backgrounds. I needed more skills and knowledge that I’ve got from the degree to survive and get along with people and pressures. I think with all I experienced, I may say that I had not made wrong choice. Indeed, I felt blessed that I had given courage to decide to where I wanted to go.

Then, it has been one year, friends… thanks for your support and thanks for keeping me as you friend as well. It has made me far from lonely feeling for sure.