Hari minggu. Setelah semalam sebelumnya menghabiskan waktu di Pondok Indah Mall2, akhirnya Agung harus kembali lagi ke Semarang. Jadi, hari minggu itu adalah hari terakhir dia di Jakarta. Walaupun merupakan hari terakhir, tetapi hari minggu tersebut tetap dimanfaatkan untuk having fun together. Pagi itu, kebetulan Bimo bisa bergabung dengan kami setelah malam sebelumnya KO karena mengantarkan kami jalan-jalan sampai pulang pagi.
Perjalanan dimulai jam dua belas yang dimulai ke tempat kakaknya Agung dulu untuk mengambil tiket dan makan siang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke EX. Sengaja dipilih EX karena kayaknya teman saya ini penasaran dengan Hard Rock. Tapi di EX kita Cuma cuci-cuci mata saja. Tidak beli apa-apa apalagi sampai ke Hard Rock. Itupun di EX tidak lama karena kami memilih untuk nyobain Busway. Alasannya sama juga karena teman saya Agung belum pernah naik Busway. Jadi perjalanan naik busway dimulai dari halte busway Bundaran HI ke Glodok. Ternyata walaupun hari minggu busway cukup sesak dengan penumpang. Hanya saja penumpangnya beragam dari anak kecil yang digendong ibunya sampai nenek-nenek. Pengalaman naik busway ini cukup berkesan karena saya baru kali ini naik busway sampai daerah Glodok dan Kota, biasanya cukup di Sudirman saja.
Di Glodok, kami hanya keliling-keliling mencari keping DVD dan MP3. Dimana-mana banyak penjual elektronik, remote TV dan DVD. Dan benar juga kata orang-orang ternyata untuk mencari film-film dewasa dalam format DVD atau VCD sangat mudahnya di Glodok. Dan penjual DVD bajakan pun cukup terbuka. Aneh juga ya kalau pemberantasan pembajakan tidak berhasil menggulung pembajakan terbuka itu. Tapi untung juga sih karena penikmat film seperti saya bisa memperoleh film dengan harga miring. Dari pada harus sering nonton film di teater XXI yang mahal itu. Gak apa-apa kali ya beli bajakan…
Setelah masing-masing berhasil memperoleh apa yang dicarinya, maka kami kembali lagi naik busway ke Bundaran HI. Naik busway yang bisa dibilang momen yang sangat jarang bagi saya cukup menghibur juga. Stress free, man. Ketika sampai kembali di Plaza Indonesia, waktu sudah menunjukkan jam tiga lebih. Sepertinya sudah waktunya mengantarkan Agung ke Gambir untuk mengejar kereta Argo Muria sore.Kepulangan Agung ke Semarang mengakhiri minggu penuh reuni SMA. namun rasanya petualangan untuk merajut masa lalu yang hamper terbenam dan terlupakan rasanya belum berakhir karena rencana untuk melakukan pertemuan masih banyak. Saya tunggu momen pertemuan berikutnya.
Jadi moral dari cerita-cerita ini adalah kita bisa saja berlari dalam mengejar kemenangan hidup tapi semua itu akan lebih indah dengan kehadiran teman-teman di sekitar kita.
Recent Comments