29
Jan
07

Week of Reunion… Part Two

Saya menghabiskan weekend minggu lalu di Semarang. Seperti biasa, minggu malam pulang saya harus kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Namun kali ini saya tidak sendirian. Saya bersama teman saya, Agung, menjadi penumpang kereta Kamandanu dari Semarang menuju Jakarta. Agung teman saya ini adalah seorang pelaut. Tujuan dia ke Jakarta kali ini adalah dalam proses untuk pindah kerja dari perusahaannya yang lama ke yang baru. Selama beberapa hari ia akan tinggal bersama saya.

Cerita tentang reuni kecil-kecilan dengan kawan SMA dulu tidak berhenti hanya di Semarang saja. Kita mau melanjutkannya di Jakarta. Kebetulan ada beberapa teman sekelas yang memang turut mengadu nasib di ibukota tercinta ini. Senin malam langsung dipilih untuk bertemu. Karena mendadaknya rencana yang disusun maka kali itu yang berkumpul kami berlima: Saya, Agung, Bimo, Fatah dan Aline. Bimo, kawan saya yang bekerja di Bea dan Cukai, sedangkan Fatah, yang terkenal sebagai anak alim waktu di kelas dulu sekarang bekerja di salah satu vendor Telkomsel. Dan Aline, teman saya naik bis bareng sepulang sekolah dulu sekarang sudah menjadi seorang editor di sebuah production house.

Saya, Agung, Bimo dan Fatah bertemu di Plaza Senayan pada mulanya. Karena tawaran Aline untuk pindah tempat agar dia bisa menyempatkan diri di sela pekerjaannya maka setelah menyelesaikan makan malam di food court Plaza Senayan, kami berempat meluncur ke Bakoel Koffee, Senopati. Yah, suasana pertemuan orang-orang yang sudah lama terpisah memang jauh dari rasa membosankan. Banyak hal yang di bahas. Dari yang penting sampai gak penting, dari yang serius sampai ngaco, sampai membahas masalah yang bikin heran satu sama lain. Waktu memang berjalan cepat kala itu. Tanpa terasa kami sampai diingatkan oleh pelayan café bahwa cafenya sudah mau tutup. Beranjaklah kami dari Café tersebut untuk mampir sebentar ke tempat kerja Aline, sekaligus mengantarkannya untuk kembali bekerja.

Hari-hari berikutnya dipenuhi oleh rencana-rencana dan rencana. Namun rencana yang disusun rapi itu belum bisa terlaksana karena kesibukan saya dan juga teman-teman yang lain. Walaupun mencari sela-sela di hari kerja namun satu rencana baru bisa kesampaian pada hari jumat malam kemarin, ketika teman kami, Bimo, menyempatkan diri mampir ke tempat kami untuk kemudian “menculik” kami ke Blok S dan keliling kota Jakarta. Mungkin karena jam kami semua agak ngaco jadi kami baru mulai jalan dari rumah setelah tengah malam dan baru kembali lagi ke rumah ketika waktu sudah hampir menunjuk jam tiga pagi. Saya yang jarang-jarang keluyuran malam ini, sontak KO. Tapi hepi.

Image160Karena kawan saya, Agung, urusannya sudah selesai di Jakarta dan sudah akan kembali ke Semarang kembali maka rencana pertemuan sekali lagi harus terwujud. Dipilihnya malam minggu untuk melakukan pertemuan. Dan pertemuan yang berlangsung di Pondok Indah Mall 2 itu cukup sukses walau yang hadir hanya saya, Agung, Aline, Fatah dan Osa. Osa adalah teman SMA saya yang saat ini bekerja di Sekretariat Negara. Kesempatan bertemu dengannya termasuk langka karena jadwal dia selalu terkait dengan jadwalnya SBY, bapak Presiden kita.Yap… pembicaraan dimulai dengan bertanya kabar si ini gimana, si anu gimana sampai menceritakan kembali hal-hal lucu yang pernah dialami bersama walaupun dengan cara lupa-lupa ingat. Memang kalau mau diingat satu persatu, memori selama SMA itu benar-benar banyak tak terhingga. Ada saja cerita yang terlewatkan yang sangat berharga yang mungkin saja bisa terlupakan bila kami tidak menyempatkan untuk bertemu kala itu.

Jadi untuk adik-adik yang masih bersekolah yang menyempatkan baca blog ini, “Live you live happily and madly” cuma itu pesan kakak… (kayaknya pernah nulis ini deh)…. Friends1_1




2 Responses to “Week of Reunion… Part Two”


  1. 1    shanty January 30, 2007 at 8:10 pm

    Hai Ka’, di postingan ini jadi bisa tau kabar bocah nakal aline… aku deket bangat pas esempe dulu… kalo ktemu lagi nitip ingetin ya Ka’ “ojo lali rabi” hehehe… sekalian salam ya… trims

  2. 2    Ahmad Eka January 30, 2007 at 9:22 pm

    iya ya… dulu kan sebangku ya ama kamu. ntar tak salamin deh…